You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Pertemuan Unik


__ADS_3

di restoran x1


Seperti biasa, lanlan sudah tiba dan masuk ke resto, meletakkan tas dan berganti pakaian. karena memang sudah ada baju khusus waiter di restoran x1 yang sudah disiapkan untuk ukuran sesuai tubuh lanlan.


setelah selesai berganti, lanlan pun langsung mengambil ahli yang menjadi tugas nya.


namun lanlan merasa sedikit ada yang aneh hari ini, seperti ada yang kurang??


******


Lanlan baru teringat, yang menggangu pikirannya adalah mita, mita belum terlihat semenjak lanlan tiba, biasanya kalau mita datang lebih awal atau pun lanlan lebih awal mita akan sapa lanlan atau paling tidaknya akan terlihat oleh lanlan.


Karena resto sudah mulai didatangin tamu yang ingin sarapan pagi, lanlan pun menunda niat nya untuk menelfon mita.


Lanlan melakukan pekerjaan sebaik mungkin walau pada kenyataannya pikiran lanlan bertanya-tanya tentang mita.


Akhirnya lanlan pun bisa beristirahat, karena memang waktu jam makan siang sudah tiba.


Lanlan bergegas menuju ke laci tempat dimana lanlan menyimpan tas nya.


"Hei, kamu mau kemana!? Ini masih ada piring kotor banyak di wastafel belakang, di cuci dong main pergi pergi saja.!" Ujar lina dengan nada mengatur.


"Saya sebagai waiter, bukan Dishwasher. Apa kamu tidak bisa membedakan? Perlukah saya ajarin.!?" balas lanlan dengan sifat asli nya. Ya karena ini jam makan siang bebas dari peraturan resto.


"Sudah mulai berani bertingkah ya disini, kalau dibilang cuci ya cuci, masih baru juga sudah melawan, bagaimana setahun kerja ha!?" Bentak lina


" Lin, kamu dan saya itu sama, sama-sama waiter disini. Jangan gara-gara kamu sudah bertahun kerja kamu berlagak seperti pemilik resto ini,! dan perlu kamu tau saya bukan bertingkah memang kenyataannya saya waiter bukan Dishwasher. Yang Dishwasher saja tidak ada tu suruh saya untuk ambil ahli kerjaan nya. Kok kamu pula yang sibuk!?" Balas bentak lanlan.


Dartin yang mendengar lanlan dan lina ribut menghampiri kedua wanita yang sudah beraduh mulut.


"Kenapa lagi si lin? Kamu kok tidak capek-capek nya mencari gara-gara sama lanlan?" Ujar dartin menghampiri.


Karena memang dartin sudah sering melihat lina yang selalu mencari masalah dengan lanlan.


"Oh.. bu.. bukan begitu kok dar, saya kan hanya suruh cuci piring yang ada di wastafel belakang saja ya kalau tidak mau si ya sudah tidak apa-apa." Suara ramah lina dengan gugupnya.


Lanlan yang melihat tingkah lina gugup setiap ada nya dartin memang sudah mengetahui pasti lina menyukai dartin, dan tebakan lanlan ke lina mungkin salah paham dengan dartin yang selalu dekat dengan lanlan.


"Ada dartin saja baru gugup sok ramah, dasar muka dua, hu..!" Bentak lanlan yang langsung meninggalkan Lina dan dartin.


Lanlan mengambil ponsel nya dan mencari nama mita.


Drett... Drett... Drett..


Nada panggilan masuk namun tidak diangkat oleh mita, lanlan semakin penasaran karena tidak biasanya mita begini,


Walau hanya berkenalan selama 1 bulan lebih lama nya lanlan yakin jika mita gadis yang tulus. Itu sebabnya lanlan sudah mulai percaya dan mau berbagi cerita ke mita.


Lanlan bukan tipe gadis yang gampang sekali percaya, namun jika sekali sudah percaya akan percaya namun jika sudah tersakiti akan dibalas lebih oleh lanlan.


"Aku mesti kerumah mita, pasti ada terjadi sesuatu, namun aku bawa apa ya kerumah mita??" Guman lanlan yang lagi berfikir karena ini akan menjadi pertama kali nya lanlan bertamu ke rumah mita. Dan langsung dapat ide.


" Aha... Ke mallTar aja dulu manatau ketemu yang cocok" ide lanlan yang langsung mengambil ahli kerjanya lagi karena jam untuk makan siang sudah selesai.


Sebelum pulang kerja lanlan langsung menemui Tiara untuk izin 1 hari ada urusan keluarga. Tiara pun memberikan izin lanlan.


******


" Harus bagaimana lagi lah cara untuk membujuk ramesh pulang, biasanya jika sudah mommy yang berbicara pasti didengerin, hem..., tapi kenapa masih belum ada kabar akan ramesh akan pulang" guman riki dengan helaan nafas yang sangat berat.


Awww....


Aww...


Huf...huf...huf...


Hembusan nafas Karin ke tangan nya yang barusan terkena duri bunga mawar.


Riki yang mendengar teriakan istrinya mencari asal suara dan menemukan Karin yang kesakitan.


"Ada apa mom? Kenapa lagi?? Khawatir Riki


"Biasa dad, tiada hari tidak kena duri mawar, cuman ini duri besar dad masuk nya ke jari mommy, huhu..." Meniup tangan yang terkena duri mawar.


"Sudah, sudah ayok kerumah kita beri obat mom, kirain kenapa tadi? Mommy kan bisa suruh bibi saja kenapa mommy harus turun tangan si mom? Balas Riki kesel


"Karena mommy yang tanam ya mommy yang urus dong dad, lagian juga cuman kena duri saja kok, lama-kelamaan juga terbiasa" balas Karin yang berjalan masuk kerumah ingin mengambil obat p3k.


Terlintas dibenak Riki untuk menelfon ramesh, dengan alasan mommy nya sakit.

__ADS_1


"kan memang mommy lagi sakit, hehe..." Kekeh Riki di sela guman nya.


Drett... Drett... Drett...


"Hallo dad... Ada apa dad"? Sapa ramah ramesh


Namun tidak ada jawaban dari lawan bicaranya, tapi ramesh mendengar pembicaraan daddy dan mommy nya.


Yang memang disengaja riki hanya menelfon dan ponsel ditaro di meja, sedangakan riki bantu Karin membersihkan luka ditangan Karin.


Awww ....


"Pelan dong dad sakit tau..." Rengek Karin karena riki yang sedikit tidak hati-hati


"Dad bawa kerumah sakit saja ya mom, nanti lukanya parah infeksi pula daripada di operasi mom" balas riki yang mengambil ponselnya dan mematikannya langsung.


"Apaan si dad, cuman kena duri doang, tidak usah lebay deh dad, atau memang mau mommy sampai dioperasi begitu?" Karin yang sudah mulai kesel.


"Tidak kok mom, dad hanya bercanda doang kok mom, beneran" balas Riki dengan senyuman termanis nya.


Ramesh masih terkejut dan teringat-ingat percakapan daddy dan mommy nya.


"Rumah sakit, operasi. Maksudnya apaan si?" guman Ramesh yang sudah mulai penasaran dan akhirnya menelfon daddy nya kembali.


Telfon tersambung namun tidak ada jawaban. Ramesh semakin penasaran dan timbul rasa takut yang membuat ramesh jadi semakin frustasi.


Terakhir karena daddy nya tidak mengangkat telfon ramesh menelfon mommy nya. Tetap juga sama telfon tersambung namun tidak ada jawaban.


"Zanli" panggil Ramesh didalam kantornya


Yang dipanggil pun langsung masuk.


"Ya ada apa bos"jawab zanli


"Hari ini bantu saya menyelesaikan tugas-tugas penting yang masih belum selesai dan nanti sore kita adakan rapat penting." Desak Ramesh frustasi


"Maaf bos, bolehkah saya bertanya kenapa bos jadi mendadak adakan rapat dan bos terlihat seperti kebingungan bos?" Balas zanli namun dengan sedikit ragu.


"Nanti saya jelaskan setelah tiba di pesawat, beritahu kapten Tora( kapten tora adalah kapten yang dipercaya untuk bekerja hanya untuk menjadi kapten pesawat milik keluarga ramesh) untuk bersiap besok pagi berangkat ke xefino" Perintah frustasi Ramesh


" Baik bos, saya permisi dulu." Zanli pun langsung melaksanakan perintah Ramesh.


Dirumah Ramesh


Disisi lain,


Ramesh semakin cemas, karena sudah berulang kali menelfon daddy dan mommy nya tidak juga mengangkat telfon dari Ramesh, ramesh pun bersiap-siap untuk menghadiri rapat sore yang sudah diatur zanli.


******


Kota Xefino


"Zan, setelah kita tiba nanti berhenti sebentar ke mallTar beli teh ditempat kesukaan mommy."ujar Ramesh yang tidak sempat membawah apapun dari kota mahora untuk dibawa sebagai oleh-oleh dari Ramesh.


Setelah tiba di kota xefino zanli memesan taksi, bukan tidak ada mobil yang menjemput hanya saja kedatangan mereka tidak di ketahui oleh siapapun jadi mau tidak mau harus memesan taksi untuk bisa sampai ke rumah.


Tapi sebelum kerumah ramesh mereka berhenti ke mallTar.


Bruuuk...


Awwww..


Lanlan memegang kening nya dan mengusap-usap dengan lembut.


"Jalan itu pakai mata dong, asal nabrak aja" ujar seseorang itu.


Lanlan pun mendongak kan kepala nya ke atas betapa lanlan terkejut melihat seorang pangeran bisa berada di mallTar.


"Hei... Malah bengong lagi tuli ya!" Bentak seseorang itu.


Lanlan baru sadar kalau di panggil oleh seseorang yang ditabrak oleh lanlan.


Dan baru mencerna kata-kata yang keluar dari mulut seseorang itu.


"Apa,? Jalan pakai mata, emang bisa? Yang bener itu jalan pakai kaki, dan saya bukan tuli, siapa yang nabrak siapa juga yang marah hu..." balas lanlan kesel.


"Tampan kalau galak dan sombong begini si ogah, hilang mood ku" guman lanlan.


"Kamu yang nabrak malah salahin saya pula, dasar cewek kampungan, ini mallTar bukan taman kanak-kanak yang seenak kamu saja berlari" ujar seseorang itu kembali dengan nada ketus nya.

__ADS_1


"He kamu yang kalau mau jalan itu jangan ditengah-tengah dong dan lihat kiri kanan jangan asal main belok saja, memang kamu kira kamu pemilik mallTar ini jalan sesuka kamu ha.!" Bentak lanlan.


"Terserah, males berbicara dengan cewek kampungan seperti kamu" balas seseorang itu yang langsung berjalan menjauhi lanlan.


"He.. dasar cowok sombong, jelek, hidup lagi" bentak lanlan dengan suara yang meninggi dan pastinya didengar oleh ramesh.


"Tampan begini dibilang jelek, hu.. buta kali tu cewek" Guman kesel ramesh berjalan ke arah zanli membeli teh yang di perintah ramesh untuk Karin.


Sedangkan lanlan menyesal mengatakan cowok yang ditabraknya itu dengan sebutan pangeran.


Sebenarnya lanlan mau membeli makanan favorit mita namun pas lanlan mau mengarah ke tempat makanan itu cowok dari arah berbeda dengan arogan nya berjalan tanpa melihat lanlan yang dahulu berjalan akhirnya mereka pun bertabrakan dengan kening lanlan mengenai lengan kekar pemuda itu yang tak lain adalah ramesh.


Karena zanli masih mengantri untuk membeli teh di mallTar, ramesh kembali ke taksi menunggu zanli didalam taksi, namun tidak lama ramesh menunggu seseorang masuk kedalam taksi.


"Pak, Ayok jalan" kata lanlan dengan polosnya tanpa melihat disebelah nya sudah ada seseorang yang tadi.


Setelah berbicara ke pak sopir, barulah lanlan melihat di sekelilingnya, betapa terkejutnya lanlan seseorang yang tadi menabrak nya berada tepat disamping nya.


Dan saat itu juga zanli masuk di kedalam taksk bersebelahan dengan sopir.


"Pak, kan saya yang duluan pesan kok bisa bapak ambil sewa 3 orang begini si" kesel lanlan yang tidak tau kenyataan nya.


"Hai nona kami lah yang diluan memesan taksi ini, nona mungkin salah mengambil taksi nona" sapa ramah zanli menjelaskan.


"Tidak ini bener kok, ini pasti taksi yang diluan saya pesan ya kan pak" tanya lanlan ke sopir taksi yang dari tadi hanya diam saja.


"Sudah salah masuk, keras kepala lagi. Turun sekarang saya males berharapan dengan cewek kampungan seperti kamu. Sial Mulu deh.! Kesel ramesh dengan suara arogannya.


"Tidak mau, pokok nya saya duluan kok, kalau kamu mau kamu saja yang turun" balas lanlan.


Ramesh bener-bener frustasi, baru juga tiba di kota kelahirannya udah dapat masalah. Belum juga tiba di rumahnya udah serasa apes banget.


" Jalan pak." perintah ramesh yang sudah pasrah dan sangat males berdebat.


taksi berhenti pun tepat di depan rumah mita,


Setiba nya lanlan ke alamat rumah Mita, sebelum meninggal kan taksi lanlan menghampiri sopir taksi.


"Lain kali pak, kalau sudah saya yang pesan ya saya duluan dong, beda hal nya jika bapak sudah bilang ke saya kalau bapak ambil sewa lagi" ujar manyun lanlan, setelah berbicara lanlan meninggal sopir yang geleng-geleng kepala, dan Ramesh yang melihat tingkah lanlan manyun ternyata telihat gemes dimata ramesh, namun akhirnya ramesh menghilangkan pikiran nya itu.


"Cewek tidak tau diri ya begitulah" ujar Ramesh yang didengar sopir dan zanli.


sedangkan lanlan baru terima pesan bahwa taksi sudah berada dari tadi di depan mallTar sesuai petunjuk arahan lanlan untuk menunggu taksi.


lanlan baru sadar disini lanlan lah yang salah, mengira taksi yang di tumpangi tadi adalah taksi yang di pesan lanlan yang akan tiba.


"sungguh memalukan, semoga tidak bertemu lagi dengan pria arogan itu, huf" guman lanlan dengan pipi merona mengingat perdebatan di dalam taksi tadi, dengan helaan nafas yang berat, merasa malu dan bersalah.


lalu lanlan membatalkan pesanan taksi namun, lanlan tetap membayar taksi tersebut.


******


Dirumah Ramesh


"Dad, dad yakin ramesh akan pulang jika kita bertindak seperti ini" ragu Karin sambil menonton film kesukaan nya didalam kamar, yang sebenarnya tidak tega ingin mengangkat telfon ramesh yang masih menelfon karin, tapi riki selalu melarang.


"Ini hanya saran daddy, bener atau tidak nya nanti kita bisa lihat sendiri, dan harapan daddy ramesh akan pulang setelah mendengar mommy sakit" tegas Riki sambil membaca majalah harian, dengan kepercayaan bahwa ramesh akan pulang.


Tok...tok... tok...


Riki dan Karin saling memandang, tidak biasanya siang begini ada yang ketok pintu, karena sari( irt dirumah Ramesh) barusan meminta izin mau keluar untuk beli bahan makanan untuk stock dikulkas.


"Dad, tidak mungkin ramesh kan??" Tanya Karin yang penasaran.


sedangkan riki hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar lagi yang membuat riko pun semakin penasaran.


"Tidak mungkin mom, secepat ini ramesh pulang, perkiraan dad paling dalam minggu ini ramesh pulang, baru semalam kita tidak angkat telfon, kan tidak mungkin mom hari ini tiba" balas riki dengan yakin nya sambil melangkah untuk membukakan pintu.


Setelah pintu terbuka, betapa kaget nya mereka melihat yang berdiri didepan pintu??


Ditunggu kelanjutannya ya😊


Terimakasih sudah mau mampir 😘


❤️ salam manis dari author ❤️

__ADS_1


__ADS_2