You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Kamu lagi ternyata


__ADS_3

Dan saat lanlan menjauh dari ramesh, tangan lanlan di tarik oleh seseorang.


"Sayang, kamu membuat kakak sangat khawartir" yang tak lain daffa yang sudah mencari lanlan di tempat yang sudah di janjikan namun tidak ketemu.


"Kakak yang bilang tunggu, ya lanlan tunggu kakak dong disana" jawab ketus lanlan yang masih dalam dekapan Daffa.


"Kakak sudah cari kamu tapi tidak ada" sambil melepaskan pelukannya, dan menatap intens lanlan


Lanlan baru tersadar, ternyata karena asik nya memilih makanan lanlan berpindah tempat dari yang disuruh daffa untuk menunggunya, malah ketempat lain yang makanan juga ada.


"Oya, maaf kak lanlan tidak tau kalau lanlan ternyata sudah pindah tempat" jawab kikuk lanlan sambil menampakkan gigi putih lanlan


"Baiklah, tapi ingat jangan diulangi lagi ya sayang, disini itu banyak yang bermuka dua. Sulit menemukan yang bener dan salah. Apalagi kamu masih baru mengikuti pesta besar seperti ini." daffa memberi peringatan ke lanlan dengan wajah serius nya.


Lanlan yang melihat keseriusan kakak nya, akhirnya tertawa " hahaha" tawa lanlan pelan


daffa mengangkat kedua alis nya disaat daffa lagi serius lanlan malah tertawa.


" Iya kakak ku yang tampan, lanlan mengerti sudah itu wajah diubah dong, jangan terlalu serius begitu kak yang penting kan lanlan sudah bersama kakak sekarang"mengingat kan Daffa kalau lanlan baik-baik saja.


Tanpa mereka sadari, ada seorang pria yang melihat dua sejoli terlihat akur, bahkan melihat seorang wanita yang sangat dikenal nya bisa tertawa lepas begitu .


Ramesh awalnya hanya ingin memastikan bahwa lanlan baik-baik saja karena lanlan meninggalkan ramesh terburu-buru sambil sedikit berlari, namun disaat ramesh mengejar dan berhenti melihat wanita itu sudah tertawa lepas dengan pria lain.


Hati ramesh menjadi kacau antara marah dan lega.


Marah melihat lanlan yang bisa tertawa lepas dengan pria lain sedangakan sama dirinya sendiri kadang ketus, dan lega karena lanlan baik-baik saja.


Karena tidak ingin membuat hatinya semakin kacau ramesh pun meninggalkan lanlan bersama pria itu yang tidak lain daffa kakak kandung lanlan.


Di Restoran


"Bagaimana lanlan, apakah kamu setuju.?"


Tanya Tiara.


Sudah hampir 3 bulan lamanya lanlan bekerja di restoran x1, dan sudah ada beberapa pelanggan yang mengenal lanlan dengan kecantikan dan keramahan lanlan membuat sebagian pelanggan menyukai lanlan. Dari beberapa pelanggan pasti ada yang meminta bahwa lanlan yang melayani setiap kedatangan nya. Hal itu membuat tiara sebagai maneger lanlan bangga, hanya dalam waktu kurang lebih 3 bulan saja lanlan sudah di sukai, itulah sebabnya lanlan di panggil untuk keruangan Tiara.


"Kak, saya takut saya tidak mampu, dan pegawai yang lain akan membenci saya kak" jawab lanlan


"Bekerja di restoran x1 ini bukan tentang lama tidaknya Bekerja, tapi bagaimana membuat para pelanggan merasa puas dengan pelayanan restoran kita." Meyakinkan lanlan dengan menepuk Bahu lanlan " kakak yakin kamu bisa, semua hal dalam apapun tidak ada yang langsung pinter , belajar dan berusahalah kunci nya" menatap mata lanlan dengan lekat dan memberi keyakinan lanlan pasti bisa.


"Baik kak, saya akan coba"jawab lanlan pasrah


"Kamu hanya sebagian assiten saya di bagian waiter saja dulu, semua tugas dan tanggung jawab kamu akan saya jelaskan, karena dalam bulan ini akan ada pendatang baru lagi yang bekerja di perusahaan x1. Jadi saya membutuhkan kamu untuk membantu saya di bagian waiter." Jelas panjang Tia.


"Baiklah kak" jawab lanlan menunduk pasrah


"Dengar semua, mulai besok lanlan bukan lagi sebagai waiter, lanlan akan menjadi asisten saya dibagian waiter, lanlan yang akan membantu saya dan membantu kalian.


Jadi mohon kerjasama nya." Perintah Tiara kepada semua pegawai di restoran x1 yang sudah berkumpul.


"Sialan bagaimana bisa di naik tingkat dalam waktu beberapa bulan saja, sedangkan saya yang sudah bertahun saja masih begini terus, awas saja kamu lanlan aku akan buat kamu menyerah sendiri dari resto ini"batin Lina yang sudah sangat marah dan ingin balas dendam.


******


"Sayang kamu kapan akan menduduki kursi Daddy mu itu, kenapa kamu selalu menolak tawaran daddy sayang, kamu tidak kasihan melihat daddy yang sudah tua, apa tunggu Daddy sakit kamu baru mau sayang" ujar Karin memperingati ramesh yang selalu menolak untuk memasuki kantor, selama Ramesh tiba di xefino ramesh hanya bermalasan dirumah, terkadang fitness, dan berkumpul di klub bersama teman-teman nya.


"Mom, Ramesh belum siap untuk bekerja di perusahaan kita" balas tegas ramesh dengan wajah datar nya.


"Coba lah sayang, untuk mommy... ramesh sayang mommy kan" ya itulah jurus Karin dalam membujuk keras kepala ramesh.


"Baiklah mom, minggu besok ramesh mulai masuk nya ya mom, ramesh kan harus mempersiapkan diri dulu"


"Baiklah asal kamu sudah mau mommy sudah seneng sayang" sambil mengusap lembut rambut ramesh.


Sudah seminggu lanlan semenjak menjadi asisten, lanlan dan yang lainnya pun bekerja sama, hanya saja Lina dan Lila masih setia mencari masalah dengan lanlan.


"Kok perut ku sakit begini ya, aduh... "Lanlan merasakan perutnya yang sakit setelah meminum jus yang sudah di siapkan lanlan sendiri.


Tanpa lanlan sadari jus itu sudah di masuki obat diare oleh Lina di waktu lanlan membuang kulit jeruk ketempat sampah disitu lina memulai aksinya.


Tepat saat itu, Tiara mengumpulkan pegawainya untuk menyambut kedatangan CEO baru di perusahaan x1.


"Ada yang melihat lanlan" tanya Tiara ke salah satu pegawai nya.


"Seperti nya ada di belakang kak" " jawab nya.


sesampainya Tiara ke kebelakang


"Lanlan ada apa dengan kamu wajah kamu pucat begitu" jawab Tia yang tepa melihat lanlan keluar dari toilet.


"Tidak tau kak, dari tadi lanlan mules udah capek banget keluar masuk toilet ni" jawab rengek lanlan yang memegang perut nya.


"Lan, bagaimana masih sakit" tanya mita


Yang langsung di anggukan lanlan.


"Ini saya sudah belikan obatnya, minum sekarang biar lebih baikan" jawab Mita.


"Setelah kamu minum obat kamu bisa pulang Lanlan, masalah penyambutan CEO baru biar kakak saja" melihat lanlan yang sudah pucat pun menyuruh lanlan untuk istirahat.

__ADS_1


karena memang sebelumnya hari-H nya, penyambutan CEO baru Tiara sudah memberitahu kepada semua pegawai nya untuk mempersiapkan diri.


"Terimakasih kak tia, duuu..." Lanlan langsung memegang perut nya dengan wajah merahnya lanlan pun membungkuk badan untuk ke toilet lagi.


Tiara pun menyambut kedatangan CEO bersama pegawai yang lain.


Tiba lah mobil hitam berjejer mengikuti mobil mewah hitam didepan setelah mobil berhenti seseorang membuka kan pintu dan telihat lah seorang lelaki yang tampan bahkan sangat tampan, dengan setelan jas hitam sangat cocok dengan tubuh kekar nya.


Melihat kedatangan CEO baru semua karyawan didalam perusahaan x1 menatap takjub dengan mata berbinar-binar.


CEO itu Ramesh sendiri, Ramesh merasa risih dengan tatapan pemuja yang melihatnya. Jadi dengan arogannya berjalan maju tanpa menghiraukan sambutan yang sudah di sediakan.


Ya ampun,... Apakah dia seorang pengeran kok bisa nyasar di sini ya.


Biar pun terlihat sombong dengan wajah dingin nya namun ketampanan nya membuatku meleleh.


Andaikan dia suamiku sudah dikurung dikamar, hahaha.


Begitulah komentar-komentar para karyawan yang menyabut ramesh, namun ramesh tetap tidak peduli sedikit pun.


Saat berjalan maju tanpa sengaja ramesh bertemu sosok lanlan, wanita yang ditemuinya di pesta.


" Tidak mungkin dia, ini tidak bener kenapa aku jadi memikirkan gadis itu" batin ramesh yang tetap berjalan menuju ruangannya.


padahal nyata nya ramesh tidak salah melihat.


"Terimakasih mit buat obatnya tadi, sekarang agak mendingan hanya saja aku jadi kelelahan begini ya" lanlan yang masih di tuntun Mita berjalan keluar kantor untuk menunggu kedatang sopir nya. Karena mita sendiri yang mengambil hp lanlan dan memberitahu sopirnya untuk menjemput.


"Lan, kamu yakin tidak makan yang aneh kok tiba-tiba saja kamu jadi sakit perut perasaan tadi pagi kamu datang baik-baik saja kok" Mita merasa ada yang aneh hanya dalam waktu beberapa menit saja lanlan tiba-tiba sakit perut.


"Ya si, kamu bener mit apa ada yang sengaja membuatku jadi begini" jawab lanlan menatap lekat Mita " ada atau tidaknya bantu aku ya mit untuk mencari tau" lanlan yakin dia tidak memakan yang aneh hanya tadi pagi makan roti dan susu di rumah bersama keluarga nya.


Dan di resto jus jeruk lanlan sendiri yang membuatnya.


"Ya tenang saja aku akan cari tau" mita yang masih menuntun lanlan untuk tiba didepan tepat saat itu pula sopir lanlan sudah tiba.


Terdengar suara tawa dari belakang resto saat mita ingin membuang sampah.


"Kamu memang nekat lin, bagaimana jika ada yang tau coba ha" ujar Lila yang kesel dengan tingkah lina yang tidak pernah mau berhenti untuk membuat masalah


"Biarkan saja, masih untung aku kasih obat diare jika aku kasih racun tikus gimana, haha" tawa puas lina karena rencana nya berhasil.


Mita yang mendengar pembicaraan lina dan lila bener-bener terkejut akan keberanian lina, sambil menutup mulutnya agar tidak bersuara.


"Jangn bertindak konyol lin, jika ketahuan kita tidak akan tau kedepannya akan bagimana" mengingat kan lina yang sudah keterlaluan, namun lina dengan cepatnya menatap tajam lila yang membuat lila menjadi ketakutan.


"Tidak akan ada yang tau jika kamu tutup mulutmu dengan rapat Lil" jawab tegas lina meninggal kan lila yang mematung tidak percaya Lina akan sekejam ini.


Setelah mita pulang kerja mita pun menelfon lanlan dan memberitahu tentang dalang dibalik sakit perut nya lanlan.


Di Restoran


"Lina, kemari" perintah lanlan


"Ini semua piring yang ada dibelakang kamu cuci hingga bersih karena K (Dishwasher) saya suruh untuk kesuatu tempat." Jawab lanlan yang membuat Lina mengepal tangan nya dengan kuat


"Ini bukan tugas saya, saya waiter bukan Dishwasher kak lan" jawab Lina "bukannya dulu kak lan yang berbicara begitu" lanjut Lina dengan senyuman licik nya.


Semenjak lanlan sudah menjadi asisten lanlan pun akan di panggil "kak lan" karena itu perintah dari tiara.


"Itu ketika saya dan kamu masih dengan jabatan yang sama, apa kamu sekarang masih belum tau letak posisi kamu dan letak posisi saya" tegas lanlan dengan tatapan yang menatap tajam ke arah lina membuat lina mulai gemetaran.


"Baik kak, saya kerjakan" dengan berat hati lina pun melangkah kan kaki nya ke belakang, namun langkah nya berhenti.


"Setelah 1 jam saya akan kemari lagi, jika belum siap kerjaan kamu akan saya tambahkan, kamu paham Lina.?" Perintah lanlan yang diketahui oleh beberapa pegawai yang melihat lanlan.


Lila yang melihat menuju ke belakang ingin membantu Lina.


"Kamu mau kemana.?" Tanya lanlan ke Lila, Lila pun menghentikan langkah nya dan ingin menjawab namun di potong oleh lanlan.


"Jika kamu ingin membantu lina kamu akan saya suruh membersihkan toilet di resto ini apa kamu masih ingin membantu!?" Jawab tegas lanlan dengan suara yang sudah meninggi, Lila menjadi takut dan mundur meninggal kan lanlan karena sudah ketakutan.


Lanlan memang sengaja menyusun rencana seperti ini, k disuruh lanlan membeli sesuatu yang tidak penting akhirnya pekerjaan si k lah yang akan menjadi bagian Lina untuk membalas dendam nya.


Setelah 1 jam kemudian


Sekujur badan Lina sudah basah, keringat sudah membasahi tubuhnya. Tangan nya pun sudah mulai menampakkan lipatan-lipatan kecil akibat kelamaan terkena air.


"Awas saja kamu lan aku akan membuatmu lebih menderita"batin Lina kesel


"Sudah siap belum" ujar lanlan menemui Lina


"Ini kak barangnya" ujar k kepada lanlan


K yang melihat semua piring sudah bersih pun melongo tak percaya.


"K kamu lap Piring nya dan simpan dengan rapi, dan kamu Lin ke depan masih ada kerjaan didepan" perintah lanlan kepada k dan Lina dengan tegas. Lina berjalan mendekat ke lanlan dan berbisik


"Tunggu saja pembalasan ku lan.!" Bisik Lina


Lanlan pun lebih mendekatkan diri nya ke Lina, Lina yang melihat tingkah lanlan pun berjalan mundur" mau apa kamu ha! Jangan main-main dengan ku !" Bentak lina yang sudah tidak bisa mundur lagi karena badan Lina sudah menempel Kedinding.

__ADS_1


"akan ku tunggu dengan senang hati, dan kamu lah yang memulai permainan itu.!!" Dengan tatapan yang ingin membunuh dan suara yang terdengar kejam membuat keberanian Lina ciut lanlan pun meninggal kan Lina yang sudah terlihat ketakutan.


"Lan pulang bareng yok, " ajak dartin


Lanlan dan dartin skrg sama-sama mempunyai shif dan tepat mereka bisa pulang bersamaan.


"Boleh, ayok" balas lanlan


Karena lanlan sudah bekerja selama 3 tahun Riko dan kanny pun sudah tidak menyuruh sopir untuk jemput sopir lagi. Dengan syarat lanlan akan selalu kabari kemana lanlan akan pergi dan harus di usahakan pulang tepat waktu.


Setiba lanlan dan dartin melewati pintu keluar lanlan berjalan menunduk mengambil ponsel nya didalam tas untuk memberitahu papa nya lanlan pulang bareng dartin.


Bruuk...


Aduuh...


Lanlan yang merasakan kepalanya sakit pun mendongak kan kepala nya


"Kenapa si kamu terus dimana-mana, buat sakit mata saja"ujar seseorang itu yang tak lain adalah ramesh


"Hai ini dunia bukan milik mu, dan lagian ngapain kamu disini sungguh sial bertemu dengan mu" kesel lanlan menatap tajam ramesh.


"Gadis ini kenapa tidak ada takutnya ya, malah menentang ku pula," batin Ramesh dengan tatapan tajam juga.


Zanli yang melihat ramesh di bentak oleh seorang gadis pun langsung menghampiri Ramesh.


"Hai nona, jaga sikap nona bukannya nona yang tidak melihat jalan dan menabrak bos saya" ujar zanli membernarkan keadaan.


Dartin yang melihat keributan pun menghampiri dan melihat lanlan yang menabrak ceo baru nya.


Dartin jelas tau bahwa yang berhadapan dengan lanlan adalah ceo baru yang sudah masuk 2 hari ini.


"Maaf pak, lanlan masih baru tidak sengaja menabrak bapak mohon di maklumi ya pak" ujar ramah dengan gugupnya ke CEO baru nya.


"Lan, minta maaf gih, ayook" pintah dartin ke lanlan, lanlan jelas kebingungan dan masih kesel dengan ucapan ramesh tadi.


"Minta maaf pada orang yang tepat baru bener, pria begini tidak memerlukan maaf dari ku, hu.." kesel manyun lanlan yang langsung meninggalkan mereka seperti biasa menggertak kan kaki nya kasar ke tanah sambil mencari mobil dartin.


"Sekali lagi maaf ya pak, mungkin lanlan belum mengetahui siapa bapak?" Ujar dartin lagi agar lanlan tidak terkena masalah.


"Baiklah" jawab Ramesh yang langsung menuju ke mobil yang sudah berada didepan pintu keluar perusahaan x1.


Lanlan masih terlihat kesel dan dartin yang sudah tiba dimobil melihat tingkah lanlan yang sedang kesel terlihat sangat menggemaskan.


"Lan... Kamu tau g..?" Belum selesai mengucapkan kata-kata nya suara lawan bicara dartin sudah memotong.


"Tidak.!!, Dan tidak mau tau?" Jawab lanlan yang langsung memotong pembicaraan dartin.


"Belum selesai lan aku ngomong nya, main potong aja. Entar nyesel lo kalau kamu di kasitau tidak mau gitu?" Jawab dartin berusaha untuk menjelaskan.


"Kalau ku bilang tidak ya tidak!" Balas lanlan dengan melipat kedua tangan nya didada tidak lupa dengan bibir lanlan yang sudah maju beberapa senti. Membuat yang melihat lanlan gemas tidak jadi ingin memarahi.


Dan dartin pun melajukan mobilnya untuk kerumah lanlan.


Di rumah Ramesh


"Bagaiamana sayang, selama bekerja di perusahaan kita, apa ada kendala? " Ujar Karin yang melihat kedatangan Ramesh


"Biasa aja si mom, tidak ada yang menarik malah membosankan" jawab ketus Ramesh yang membuat Karin bertanya-tanya.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu seperti badmood gitu"ujar Karin ingin mengetahui Ramesh yang menjawab Karin dengan ketus.


"Tidak apa-apa mom, ya udah ya mom Ramesh mau kekamar mau mandi mom" sambil mencium pipi Karin dan meninggalkan Karin di bawah, ramesh pun melangkah kan kaki nya ke kamar.


Di Restoran


"Lan, hari ini T( waiter yang biasa antar makanan ke karyawan x1 yang ingin memesan makanan. Tapi hanya jabatan tertinggi saja seperti direktur / CEO.) Tidak masuk karena izin ada urusan keluarga.


Jadi bisakan kamu antar makanan ke ruang ceo?" Ujar Tiara ke lanlan


Lanlan yang disuruh pun sebenernya males karena memang semenjak lanlan bekerja di restoran lanlan belum pernah melihat atau pun pergi hanya untuk berkeliling perusahaan x1.


"Maaf kak, lanlan tidak tau dimana ruang ceo, lanlan juga belum perna ke dalam kak" jawab lanlan


Tiara pun menjelaskan ke lanlan, lanlan pun mengerti.


"Ingat ya lanlan ini pertama kalinya ceo memintak makanan direstoran kita, biasanya ceo selalu makan diluar, jadi bersikap lah yang baik demi restoran kita, bisakan lan?" Meyakinkan lanlan agar berhati-hati.


" Kalau kakak ragu sama lanlan kakak bisa suruh yang lain saja kak, takutnya lanlan buat masalah" jawab enteng lanlan agar lanlan tidak jadi mengantar makanan.


"Kakak percaya nya sama kamu lan, apa salah?" Bujuk Tiara yang membuat hati lanlan luluh.


"Baiklah kak" jawab pasrah lanlan.


Prang... rang... ng..............


( anggap seperti itu suara nya 😂 )


terimakasih sudah mampir 😘


❤️ salam manis dari author ❤️

__ADS_1


__ADS_2