
hai manteman....
hari ini jika memang Liv tidak sibuk dan tidak diganggu Liv akan buat 2 episode sekaligus atau 3 episode dalam hari ini saja.
jadi boleh dong di baca imajinasi liv.
semoga terhibur ya... 🥰
________________💕_________________
"ternyata kau... yang membuat anak tampanku jadi jelek begini." suara anggun dan tegas seorang wanita yang mampu membuat seisi ruangan menjadi hening dengan hawa penekanan dibalik suara itu.
******
Di Rs.Murni Hati
Sampailah mereka ke RS.MURNI HATI,
Rumah sakit terbesar, terlengkap, dan berdekatan dari pulau bunga.
Ramesh pun memasuki ruangan yang di bantu oleh suster, dan dokter yang sudah berada di ruangan itu. Dan pasti Ramesh hanya mau di tangani oleh dr.jony dan dr.jony sudah terkenal di kota besar xefino karena ketelatenan dalam bidang dokter tidak diragukan lagi dan juga kedekatan dr.jony dengan keluarga pemilik perusahaan x1 terbesar di kota xefino.
1 jam kemudian
"Bagaimana dok, keadaan ramesh??" Tanya lanlan yang akhirnya melihat dokter keluar dari ruangan UGD.
"Keadaan tuan muda cukup parah di bagian punggung nya, dan kemungkinan luka di punggung tuan muda tidak mudah untuk sembuh. tapi nona tenang saja saya akan melakukan yang terbaik karena bagaimanapun tuan muda juga sahabat saya dan untung nona membawa tuan muda cepat sampai disini. Jika tidak mungkin tuan muda akan kehilangan banyak darah dan itu bisa fatal bagi tubuh tuan muda" jelas Jony panjang
lanlan terdiam merasa bersalah mendengar ucapan dokter didepannya.
"Ini gara-gara aku, jika saja dia tidak menolong ku kan tidak akan terjadi begini." Lirih lanlan
"tuan muda sendiri yang bertidak untuk membantu nona bukan??, jadi ini bukan salah nona. Masuk lah dan rawat tuan muda jika nona tidak enak hati. Saya permisi dulu nona"
"Baiklah, terimakasih dok"
Lanlan pun memasuki ruangan serba putih itu lagi untuk yang kedua kalinya, sejak dulu sejak lanlan sudah SMA lanlan tidak mau lagi kerumah sakit.
karena pernah di waktu papa nya lanlan masuk ke RS akibat menolong lanlan di waktu lanlan masih tahun pertama masuk SMP papa lanlan luka parah.
Saat hendak ingin menyebrang jalan lanlan tidak mengetahui mobil hitam yang melaju cepat ke arah lanlan saat menyebrang jalan dengan cepat pula papa nya menolong lanlan dan akhirnya tertabrak.
Didepan matanya sendiri papa nya tertabrak dan berlumuran darah, untung saat itu papa nya selalu membawa pengawal jadi papa nya bisa cepat di Bawa ke RS dan selamat.
Yang menabrak juga sudah di hukum.
Hanya saja karena kejadian di waktu kecil itu membuat lanlan menjadi trauma. Semenjak itulah lanlan tidak mau lagi di bawa ke RS.
"Aku menginjak kan kakiku lagi di ruangan putih ini, sungguh konyol dan menggelikan" sinis lanlan menatap tidak percaya lanlan sudah berada dirumah sakit.
__ADS_1
Tibalah lanlan di ranjang dimana ramesh terbaring masih menutup mata. Rasa bersalah menghampiri lubuk hatinya Sehingga cairan bening yang hangat keluar membahasi sudut mata indah lanlan.
KRIETT...
Lanlan dengan cepat menghapus air matanya, saat mendengar ada yang membuka pintu.
Tuk...tuk..tuk...
Suara sepatu yang berjalan anggun perlahan berjalan mendekat ke arah lanlan, lanlan menatap wanita itu dengan tanda tanya di kepalanya.
"Siapa ibu-ibu ini main masuk saja" guman lanlan bertanya-tanya.
"ternyata kau... yang membuat anak tampanku jadi jelek begini." suara anggun dan tegas seorang wanita yang mampu membuat seisi ruangan menjadi hening dengan hawa penekanan dibalik suara itu.
Suara itu adalah milik Karin mommy nya ramesh yang sudah di penuhi amarah.
Beberapa menit yang lalu Karin menerima telpon dari dr.jony kalau ramesh di rawat akibat terjatuh tapi sudah membaik.
Sebenarnya di posisi Jony itu sulit. Jony tidak ingin memberitahu ke nyonya besarnya jika tuan muda nya di rawat namun jika sampai tau dari orang lain Jony juga yang akan kena Omelan bertubi-tubi oleh nyonya nya. Tapi karena sudah bekerja sangat lama dengan keluarga besar ramesh. Jony hanya bisa di bagi dua atau lebih tepatnya berada di tengah-tengah. memberitahu tapi tidak semuanya begitulah yang dilakukan Jony.
"Anak tampan..." lanlan mencerna ucapan wanita anggun didepannya. "Jangan-jangan..." Batin lanlan yang sudah paham maksud dari perkataan wanita anggun itu.
"Kenapa tidak menjawab, kau bisu ya...?? masih gadis sudah bisu !!" bentak karin
"Hem...it...itu...." suara gelagap lanlan yang di potong oleh ramesh yang sudah sadar dari biusnya.
"Mom...." Lirih ramesh yang mendengar keributan yang terpaksa membangun kan dari istirahat nya.
"Mom datang ingin membuat ku sembuh atau semakin parah" rengek ramesh yang merasa sesak mommy nya memeluk sedikit erat.
"Ya mommy mau kamu sembuh dong, memang ada ibu di dunia ini yang mau anaknya sakit. Dasar anak nakal" teriak Karin pura-pura kesel.
"Ya mom si meluk ram kuat banget, udah tau ram baru bangun atau ram tidur saja lagi deh" manja ram yang sekejap saja sudah lupa kalau lanlan masih di ruangan itu.
"Ha... Ini beneran si sucam? Kok bisa begini ya, lucu sekali" guman lanlan merasa tersentuh dibalik sifatnya yang dingin, datar, sombong ada sisi dimana dia pun bisa manja.
"jangan dong, baiklah...jadi siapa yang buat kamu jadi begini ram, jawab mommy. mommy akan hukum orang itu kalau perlu dia tidak akan mommy beri kesempatan untuk menghirup udara bebas disini"
"Ha... Berarti mati dong" guman lanlan yang mendengar itu, masih terdiam.
"Dia iya ram...." Tunjuk Karin ke arah lanlan yang masih berdiri diruangan itu.
Ramesh yang mengikuti arah tangan mommy pun terkejut melihat orang itu masih berada di ruangan ramesh.
Semenjak ramesh sadar, ramesh mendengar suara yang tidak asing baginya yaitu mommy nya, namun seperti sedang berbicara dengan orang lain. karena penasaran ramesh perlahan membuka matanya orang yang di ajak bicara oleh mommy nya adalah lanlan gadis yang di cintainya itu, sedang ketakutan dan kebingungan. Karena tidak mau mommy mengambil tindakan lain ramesh memanggil untuk mengalihkan amukan dari mommya nya.
"Aduh kok bisa lupa lanlan masih disini, gawat" guman ramesh yang tau bagaimana sifat posesif mommy nya.
"Bukan mom, bukan dia malah dia yang menolongku mom. Iya bener mom... Iya kan ??" Tanya ramesh mengarah ke lanlan
__ADS_1
"Kenapa dia tidak jujur ya, apa yang harus aku lakukan dong sekarang, jujur tidak... jujur tidak ya..."gugup lanlan kebingungan ingin menjawab apa.
"Hei kamu beneran bisu ya di tanyain kok malah tidak jawab si" Karin gerem melihat gadis di depannya ini sulit sekali untuk berbicara.
"It...itu... Bener bibi saya yang menolong ramesh"
"huuf... untung dia mengerti maaf mom ram hanya tidak ingin lanlan jadi jauh dari ram dan mommy punya kesan buruk terhadap lanlan" batin lega ramesh.
"Ha... Bibi...? Panggil saya Tante saja" baginya bibi itu panggilan untuk orangtua yang di kalangan bawah itulah sebabnya Karin tidak suka. karena secara kan pembaca tau Karin istri dari kalangan atas 🤪
"ramesh...?? Kenapa kamu memanggil dengan nama?" Karin melanjutkan kepo nya lagi.
"Mom... itu aku yang bilang kalau selain di kantor untuk tidak memanggilku bos. Dia rekan kerja yang bekerja di restoran kita mom" jelas ramesh " lan kau bisa pulang sekarang, terimakasih sudah menolong ku" ramesh masih melanjutkan sandiwara nya sambil mengedipkan mata agar lanlan lekas pergi dari ruangan ini.
Lanlan yang di perlakukan begitupun hanya bisa nurut, tidak bisa berbuat apa-apa lagi. hanya mengikuti sandiwara yang di ciptakan sepihak oleh ramesh.
"Terimakasih bos, kalau begitu saya permisi" lanlan pun memperbaiki kata-katanya agar tidak menambah masalah karena hal sepele tentang penggilan.
"kok kaya nya kamu sedang menutupi sesuatu ya ram??, apa yang kau tutup-tutupi dari mommy, jawab ram" Karin yakin jika pasti ada yang terlewat kan namun dia pun bingung di mana letak yang terlewat kan itu.
"Kan tadi sudah ram jelasin ke mommy, dia itu pegawai resto yang bekerja di perusahaan kita mom dia yang menolong ku hampir terjatuh saat aku membawa nya ke pulau bunga untuk membantu zanli. Sedangkan sekertaris ku lagi sibuk begitu mom"
"Kamu yakin ram.... Itu bener...?" Tanya ulang Karin memastikan jawaban Ramesh.
"Ya bener kok mom" Ramesh terpaksa harus mengeluarkan senyum mautnya agar mommya nya percaya.
"jadi ini bagaimana?? jika istrimu kelak tau punggung mu luka dan tidak bisa hilang, anak tampan mommy jadi jelek didalam dong" kesel Karin
"Kalau itu mommy tenang saja, nanti ram cari deh obat manjur menghilang bekas luka dipunggung ram mom"
"Baiklah mommy pun akan carikan buat kamu sayang"
"Oh ya mom daddy kok tidak bareng mommy"
"Ya daddy mu masih tidur ganteng dirumah, Jony yang menelfon mommy kau terjatuh jika tidak mommy pun tidak tau kamu terluka begini"
"Awas kau Jon... Kau mengundang serigala ke jurang yang seharusnya hanya didalam gua saja. Kau akan ku hukum" gerem ramesh "eh... terjatuh...baiklah kau tidak jadi kuhukum." batin ramesh
Ket : Memberitahu mommy nya yang dirumah seharusnya tidak tau Ramesh di rawat menjadi tau dan datang ke rumah sakit.
dan serigala itu maksudnya, Karin/mommy ramesh itu posesif atau sangat posesif jika terjadi sesuatu terhadap ramesh. tidak peduli warna kulit atau dari keluarga mana jika tau seseorang itu bersalah Karin akan lebih membuatnya menderita.
Huachuii....
"Ah... aku yakin ini pasti ram, huhu... Gawat hidupku pasti tidak aman lagi" Jony sambil mengusap kasar hidungnya.
Baiklah untuk episode ini sampai disini saja
dulu, dan nanti akan Liv lanjutin di episode selanjutnya.
__ADS_1
terimakasih sudah mau mampir 😘