
"apa aku sudah mulai menyukai nya, jika iya... apakah dia juga menyukai ku...??"
guman sepasang kekasih secara bersamaan, masih dengan berjalan berlari menuju ke sungai murni yang diinginkan lanlan,
dengan masih berpegangan tangan.
sedangkan zanli yang mengerti jika tugas nya hanya sampai disini, dia pun melakukan tugas lain nya dan meninggalkan bos sekaligus sahabatnya untuk mempunyai ruang karena jadwal ramesh juga untuk beberapa jam tidak ada.
******
Di Restoran
"Kurang ajar kau lan.!!, baru jadi assiten saja kau sudah berani menyuruh ku mencuci semua piring sebanyak ini ha !!," Sambil mengelap keringat yang bercucuran akibat mencuci piring yang banyak tanpa bantuan siapapun, "sial !! si Dishwasher itu malah tidak masuk lagi." Maki Lina yang sangat marah karena mengetahui Dishwasher di restoran x1 libur untuk 2 hari karena ada urusan.
Dan bersamaan dengan tiara manager yang sebenarnya hari ini akan ada perjalan dinas untuk seminggu kedepan ingin ke kota T jadi ditunda keberangkatannya menjadi besok.
Dan karena sibuknya mengurus keperluan yang ingin di persiapkan untuk keberangkatan nya, tiara hanya setiap 1 jam sekali ke resto setelah itu lanjut lagi. Jadi tiara tidak tau jika lanlan memberikan hukuman ke Lina atau lebih tepatnya menyuruh Lina menggantikan Dishwasher yang libur untuk mencuci piring.
Di pulau bunga
Huachuii...
"Pasti ada yang membicarakan aku ni" batin lanlan sambil mengusap kasar hidungnya.
"Kenapa lan, kau kedinginan kah? Ujar ramesh
"Tidak, bukan karena itu pasti ada beberapa lalat yang tergila-gila dengan ku"
Ramesh yang mendengar itu mulai mencerna sambil mengkaitkan kedua alisnya, menatap lanlan penuh dengan tanda tanya dengan tampang bodohnya.
Pftt...
"Apaan si wajahmu itu, membuatku geli saja."
"Kenapa wajah ku?" Tanya polos ramesh
"Tidak kenapa-kenapa si, hanya saja..."
"Hanya saja apa??"
"Kau sangat jelek, haha" sambil mengeluarkan lidahnya dan mengedip sebelah mata ke arah wajah ramesh.
Saat yang ditatap sudah mulai mencerna dan sudah mulai memerah wajahnya karena baru sadar dikerjain. Lanlan pun bergegas berlari kecil meninggal kan ramesh.
Ya sesampai nya mereka ke pulau bunga, mereka bukan lagi seperti tom and Jerry, bukan juga seperti bos dan bawahan dan pasti nya terlihat seperti sepasang kekasih.
Mereka mulai berbicara santai, perlahan menjadi pembicaraan yang hangat.
Hingga saat nya lanlan bersin di cuaca yang bagus. Tidak musim hujan ataupun musim panas.
Lanlan berlari kecil karena takut ramesh akan marah dan menghukum nya.
"aku memang menyukainya, ya aku yakin menyukai gadis galak yang didepan ku sekarang. tapi sejak kapan ya aku mulai menyukainya?? bahkan aku saja tidak tau kapan aku mulai menyukainya, hehe... sungguh konyol" batin ramesh puas memandang lanlan yang berlari cantik dengan rambut panjang yang bergerak indah tak beraturan mengikuti arah angin.
"Kalau kau ketangkap lan, ku masukin kau ke sungai ini ya, dan ku jadikan tumbal. beraninya mengerjai ku, bagaimana pun aku ini bos mu.!" Teriak Kesel pura-pura ramesh sambil berlari mengejar lanlan.
__ADS_1
"Tidak ada bos sebodoh dan selambat kau, mengejarku saja kau tidak bisa, haha"
"Kau...!!" teriak ramesh geram,
Sebenarnya ramesh hanya menikmati waktu yang terjadi secara tiba-tiba, dimana lanlan berlari ceria karena senang bisa membuat ramesh mendadak bodoh. ramesh tidak masalah dengan hal itu, justru dia merasa bahagia bisa tertawa dan menikmati senyuman manis lanlan.
namun langkah kaki ramesh yang awalnya hanya berlari kecil karena ingin mengikuti langkah kecil lanlan tiba- tiba berlari sekencang yang ramesh bisa. Karena dari kejauhan ramesh melihat didepan lanlan berlari ada sebuah pohon besar, dia takut jika lanlan akan menabrak pohon itu. Sedangkan lanlan masih tetap dengan posisi nya yang berlari mundur setelah dia tau ramesh masih jauh dibelakangnya karena merasa bangga ramesh tidak dapat mengejarnya.
"Lan berhenti.!!" teriak ramesh namun tidak didengar lanlan.
"Kenapa laju larinya menjadi cepat ya?, dan sepertinya dia berbicara tapi apa ya..?" Batin lanlan.
"Oh... Jangan-jangan dia merasa terhina karena aku ejek, hihi... Kita lihat saja kau memang payah ram" tawa puas lanlan yang mempercepat laju larinya juga.
Dan tanpa lanlan ketahui...
"Awas lan....!!"
Sret....
HUP...
Brugh...
Ahhh...
Ramesh berhasil memegang tangan lanlan, sebelum tubuh menabrak pohon besar didepan lanlan. dan menarik nya sekencang mungkin hingga tubuh lanlan ambruk ke tubuh kekar ramesh. Karena tarikan yang kencang sehingga tubuh ramesh tidak bisa berdiri dengan seimbang hingga terjatuh dengan kasar ke tanah dengan posisi masih memeluk lanlan di atas tubuhnya.
Blush...
Seketika itu pula wajah lanlan menjadi memerah saat tatapan mata indah lanlan tertangkap basah dengan mata elang rupawan ramesh, dan merasakan panas di wajah serta tubuhnya.
Diantara mereka terdengar bunyi jantung yang di pacu keras tak terkendali, entah itu milik lanlan atau milik ramesh. Atau bisa jadi keduanya.
"Imut nya.." gemas Ramesh memandang wajah merona lanlan
"Ah... Tampan nya aku yakin aku menyukainya, menyukai si sucam di depanku sekarang" gemas lanlan memandang dekat mata, hidung, alis dan bibir ramesh yang terukir begitu indah nyaris sempurna Dimata lanlan.
"Apakah kau sudah puas menatap ketampanan ku ini nona lanlan" goda ramesh menyadarkan lanlan yang tampak melamun dengan wajah memujanya.
"Cih..." Elak manyun lanlan namun masih belum ada niatan untuk berdiri.
"andaikan waktu bisa berhenti sekarang, ingin rasanya aku berlama-lama seperti ini, menikmati rona merah yang tampak menggemaskan di wajah mu" batin ramesh
"Kau tidak ingin berdiri ya, ya udah ayok kita ke hotel saja ya jangan disini. Aku takut wajahmu akan menjadi tomat busuk mehanan malu" suara basa yang di sengaja di buat lanlan untuk menggodanya.
Lanlan diam sejenak mencerna perkataan ramesh dan beberapa detik baru tersadar dengan posisinya yang di atas tubuh ramesh, dia pun beranjak dengan cepat untuk berdiri.
"Aww..."ringis ramesh merasakan tubuh belakang nya sedikit nyeri.
Tiba-tiba saja lanlan Langsung berjongkok
"Kenapa, mana yang sakit?" Cemas lanlan karena bagaimana pun lanlan merasa bersalah, jika saja lanlan bisa lebih berhati-hati lagi dia dan ramesh tidak akan jatuh.
Ramesh yang di tatap dengan penuh rasa khawatir hatinya merasa seneng tubuhnya merasa aneh seakan ada ratusan kupu-kupu yang sedang menggelitik didalam perut dan hatinya.
__ADS_1
"Kau bisa khawatir juga ya, aku senang" masih dengan wajah menahan sakit di punggung walau tersenyum tipis, tapi lanlan tau jika ramesh sedang menahan sakit.
"Kau ini jangan menggodaku dulu, dimana yang sakit, sini aku bantu..." lanlan membantu ramesh untuk duduk dengan menarik tangan dan bahunya.
"Huuf... Kau berat sekali" kesel lanlan yang masih berusaha membantu ramesh berdiri menuju pondok yang dipesan ramesh tidak jauh dari sungai murni.
"In...ini... Punggung mu berdarah ram" gelagapan lanlan dengan suara lirihnya.
"oh... kirain kenapa jangan bikin tampang jelek mu itu" gurau ramesh agar lanlan tidak khawatir.
"Huhu... Ini karena aku!!, Karena kau menolongku.!! Huhu... kau jadi terluka" Akhirnya tangis lanlan pun pecah bagaimana tidak, darah nya sangat jelas terlihat oleh lanlan di punggung ramesh. Membuatnya takut, khawatir dan merasa bersalah.
"Lan... Jangan menangis hilang sudah cantikmu, cih ternyata kau cengeng juga..." ramesh menarik lanlan kepelukannya menenangkan lanlan di dekapannya.
"...." masih dengan Isak tangis di pelukan ramesh
"sudahlah lan, aku tidak apa-apa kok, tolong bantu aku untuk menelfon zanli biar kita pulang sekarang. kau tidak malu jika banyak orang tau mata panda dan wajah kodok mu yang jelek keluar dari sarangnya." ujar Ramesh
"Huhu... Iya.." ramesh yang mendengar lanlan patuh melonggarkan pelukannya. Lanlan pun bergegas mengambil ponsel ramesh, namun saat hendak ingin menelfon zanli. Seseorang berbaju hitam menghampiri mereka.
Yang tidak lain mereka adalah dua orang pengawal bayangan ramesh.
"Maaf tuan muda, kami terlambat" dua pengawal baju hitam itu menunduk hormat merasa bersalah karena mereka lalai.
Lanlan yang di hampiri secara tiba-tiba didepannya menjadi mundur dengan cepat, dua pria bertubuh tegap, berbaju hitam itu baginya mengerikan lanlan belum tau jika mereka pengawal bayangan ramesh. Karena lanlan merasa jika yang didepan nya itu adalah penculik.
"tuan muda..." Guman lanlan menatap tidak percaya dua orang yang didepannya sekarang bukannya menyerang, atau merampok malah menunduk hormat ke arah ramesh.
"Jangan takut lan, merasa bukan orang jahat. Mereka pengawal ku yang aku bawa untuk memantau kita dari jarak jauh. Karena kita saat ini berada di tempat terpencil dan tempatnya sangat ramai. Aku hanya tidak mau saja kita dalam Masalah.
"Ohhh..."
karena ramesh sudah menjelaskan lanlan pun mengerti dan bertidak.
"Hai kau ! dan kau !" lanlan menuju ke dua pria tegap yang menunduk didepannya.
"kalian berdua bantu tuan muda kalian menuju ke mobil, pimpin jalan nya sekarang.!! Kita tidak punya waktu banyak. tuan muda kalian terluka parah !" teriak lanlan ke dua pengawal ramesh, namun mereka tidak bergerak karena tuan mereka bukan lanlan melainkan ramesh. Mereka hanya mendengar perintah dari ramesh saja.
"Kau tidak dengar aku bicara ya !!
Kalian mau tuan muda kalian mati ha !!, Ingat ya Jika tuan muda kalian mati sekarang aku yang akan menjadi saksi untuk memasuki kalian ke penjara hingga membusuk !!" Bentak lanlan keras dengan sorot mata tajam nya.
Karena suara bentakan yang keras itu, mereka berdua akhirnya memandang kearah lanlan. Tatapan mata yang tajam suara dingin dan kejam seperti ingin memangsa siapa saja membuat dua pria bertubuh tegap itu menjadi gugup dan sedikit gemetar.
"Kenapa lihat-lihat !! Cepat !!!! " Suara tajam itu terdengar lagi membuat bulu kuduk berdiri bagi siapa saja yang mendengar nya.
Ramesh hanya bisa diam memandang drama di depannya. Di sisi lain di merasa takjub melihat sifat galak dan kejam gadis didepannya sudah keluar. Dan disisi lainnya dua pengawal kepercayaan nya yang sudah di latih dan sudah lama bekerja di keluarga ramesh bisa memiliki rasa takut pada orang lain yang baru pertama di temui selain keluarga ramesh.
Entah itu karena yang bentak seorang gadis atau karena hal lainnya. Intinya ramesh serasa di ruang bioskop menikmati Skenario drama didepannya.
"Lakukan saja apa kata dia." suara lemah ramesh Karena tidak ingin melanjutkan drama didepannya lagi, ramesh pun membuka suara karena dia sendiri merasa tubuhnya sudah mulai melemah.
"Ba..baik tuan muda" ujar kedua pengawal itu gugup dan takut mendengar suara kejam, dan dan dingin tuan muda nya berubah menjadi lemah.
mereka pun bergegas memapah ramesh menuju kerumah sakit.
__ADS_1
"ternyata kau... yang membuat anak tampanku jadi jelek begini." suara anggun dan tegas seorang wanita yang mampu membuat seisi ruangan menjadi hening dengan hawa penekanan dibalik suara itu.
Terimakasih sudah mau mampir 😘