Young Money

Young Money
Part 12


__ADS_3

"Kok bisa? "


"Adeknya muridku spesial, waktu aku pamit mau nikah dia sedih. Terus marah aku di lempar batu... "


"Spesial? "


"Autis, tapi dia baik kok. Ini dari dia... " Andin menunjukkan ikat rambut bentuk pita di tas kecilnya.


Bimo hanya mengangguk lalu menatap wajah Andin yang masih menunduk menatap ikat rambutnya, mengenang masa lalunya. Perlahan Andin mengangkat wajahnya hingga menatap mata Bimo dari pantulan cermin di depannya. Andin langsung menutup wajahnya lagi dengan kedua tangannya, sadar posisinya ini tidak pas untuk bercerita dengan Bimo.


Bimo hanya tersenyum melihat betapa lucunya tingkah Andin. Bimo kembali mempertimbangkan Andin sebagai pelacur ekslusifnya. Terlebih saat ia mengobrol dengan Andin tadi di tambah reaksi Andin dan ceritanya barusan. Mungkin Bimo akan mulai sedikit memberi tempat pada Andin di hatinya. Tentu sulit menerima orang asing yang ia kenal hanya nama sebagai pendamping hidup, tapi dengan Andin rasanya Bimo mau sedikit mengurangi egonya.

__ADS_1


"Mas Bimo, mas tidur di sana aja. Aku mau selesaikan bacaanku dulu... " ucap Andin membangunkan Bimo yang tidur di sofanya.


"Beneran? " tanya Bimo ragu.


"Iya, gapapa. Silvia bilang kamu suka susah tidur, punggungmu juga  gampang sakit jadi kamu aja yang di sana... "


"Yakin? "


Melihat Andin yang serius dengan omongannya dan lagi ia tengah menelfon, Bimo akhirnya tidur di tempat tidurnya dan Andin yang tidur di sofa.


●●●

__ADS_1


Pagi seperti biasa Andin sudah bangun sebelum Subuh. Andin hanya tersenyum saat ia merasa bangun kesiangan dan harus menyiapkan semuanya. Andin geli sendiri ia masih merasa memiliki kewajiban mengurus rumah saat para pembantu sudah mengerjakannya. Andin juga merasa geli saat ia sudah mandi pagi setelah solat subuh dan rapi seolah akan berangkat kerja.


"Mas, bangun. Solat subuh... " ucap Andin membangunkan Bimo.


Bimo sama sekali tak bergeming sampai Andin menggoyang-goyangkan tubuhnya. Hanya suara dengkuran yang keluar dari Bimo lalu merubah posisi tidurnya.


"Mas, bangun dah pagi... " ucap Andin lagi yang sama sekali tak di respon Bimo.


Andin hanya menghela nafas, tak enak hati lagi membangunkan orang asing yang menjadi suaminya itu. Andin mulai melangkahkan kaki keluar kamar, mertuanya sama sekali belum keluar kamar apa lagi Silvia. Ups! Mungkin Andin salah, karena terdengar suara musik dari kamar Silvia dan cahaya lampu dari kamarnya.


Kling! Pesan masuk ke ponsel Andin.

__ADS_1


__ADS_2