Young Money

Young Money
Part 25


__ADS_3

Andin dan Bimo mengantarkan pak Trisno pulang setelah belanja bulanan bersama. Andin yang mendominasi belanjaan karena memang Andin yang paling tau mana yang perlu di beli dan tidak. Bimo terus berjalan di samping Andin selama belanja sampai akhirnya mereka berjalan melewati tumpukan baju diskon, mulai dari handuk sampa piama.


Andin dan Bimo tak sengaja menatap banner besar yang memamerkan model yang berpose layaknya pasangan yang tengah bulan madu. Cukup lama Andin dan Bimo menatapnya sampai pak Trisno sudah memilih handuk dan keset. Andin dan Bimo tersenyum lalu menatap satu sama lain dengan malu dan gugup.


Gak masalah kalo kita bulan madu kan? Lagian juga belum pernah bulan madu. Batin Bimo lalu berjalan ke kasir.


Gapapa aku ML sama mas Bimo, kan suamiku sendiri. Batin Andin lalu merasakan tangan Bimo yang menggandengnya. Andin langsung menoleh ke arah Bimo sementara Bimo menatap ke depan ke arah antrian dengan gugup.


Andin hanya tersenyum lalu memalingkan pandangannya ke arah rak-rak di depan kasir yang sialnya menjual ******, gel dan benda sensual lainnya dengan model sexy yang menggoda. Andin langsung panas di buatnya, pikirannya langsung kemana-mana. Memikirkan bagaimana ia saat berhubungan intim nantinya. Atau mungkin bila Bimo mengajaknya bulan madu.


Tak ada perbincangan antara Andin dan Bimo selama di mobil sampai di rumah ayah Andin. Jelas apa yang di lakukan Bimo dan Andin itu membuat pak Trisno khawatir dan memikirkan yang tidak-tidak, seperti Andin yang tengah merajuk atau Bimo yang marah pada Andin dan mendiamkannya.

__ADS_1


Sampai akhirnya Bimo pulang ke apartemen bersama Andin. Setelah mengangkat semua belanjaan masuk Bimo langsung ke kamar untuk dan asik dengan laptop juga ponselnya, sementara Andin memenata belanjaan di kulkas dan lemari dapur. Andin juga mengisi toples dengan cemilan yang ia beli tadi.


Andin menatap tubuhnya yang kini di tutup dengan pakaian syar'i. Gamis dan kerudung, jauh beda sekali dengan penampilannya dulu yang jauh sangat seksi. Bahkan gaun pernikahannya juga sangat terbuka, membuat Andin jadi malu sendiri melihatnya.


Apa gara-gara ini Aldo sampai mau perkosa aku. Batin Andin lalu menatap pantulan dirinya pada layar tv yang mati itu, pandangannya kembali beralih ke fotonya. Penampilan yang sangat bertolak belakang.


Perlahan Andin menyilangkan tangannya di dada lalu meraba bahunya, turun ke pinggang, lalu pinggul dan bokongnya sampai tangannya berakhir mengelus perutnya. Andin memejamkan matanya lalu menangkap pipinya sambil menggigit bibir bawahnya.


"Apa aku terlihat seperti pelacur?" gumam Andin sambil memandangi fotonya yang akhirnya ia turunkan dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


●●●

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Andin setelah memakai sabuk pengaman.


"Mau makan," jawab Bimo singkat.


"Em..." deham Andin lalu memalingkan pandangannya agar senyumnya tak di lihat Bimo tapi tetap saja Bimo bisa melihatnya dari pantulan kaca mobilnya.


"Kita belum pernah kencankan?" tanya Bimo yang hanya di angguki Andin dengan malu-malu kucing. "Ayo mulai hubungan sebagai suami istri dengan benar."


Andin kembali menganggukkan kepalanya lalu menatap Bimo sebentar sebelum kembali memalingkan pandangannya lagi. Bimo langsung menggenggam tangan Andin yang meremas gamisnya karena malu. Tangan lembut Andin jadi dingin dan sedikit berkeringat, terlalu gugup mungkin. Bimo sendiri juga tak sehebat apa yang tokoh utamanya lakukan dalam tulisannya selama ini.


Bila seorang Ten Ayashi akan membuat tiap wanita jatuh cinta tanpa melihat sosoknya dan membuat tiap wanita mengira ia seorang bad boy yang romantis. Seorang Ten Ayashi sebenarnya adalah pria pemalu dan tertutup, lihat saja mungkin bila Aldo tidak mengganggu Andin ia masih akan membiarkan Andin tidur di sofa atau mungkin ia tak mungkin mencium bibir Andin. Semua ada hikmahnya.

__ADS_1


"Mas, apa aku harus jadi manja juga?" tanya Andin yang teringat bila apa yang di lakukan Bimo agar sesuai dengan apa yang Andin harapkan meskipun sebenarnya bukan karena itu alasan Bimo melakukan semuanya untuk Andin.


"Boleh kalo kamu mau," jawab Bimo lalu mengecup jemari Andin sambil terus menyetir.


__ADS_2