Young Money

Young Money
Part 6


__ADS_3

●●●


Sampai di apartemennya, Bimo langsung sibuk merapikan kamar agar Andin nyaman, lalu memesan mie pangsit dengan ekstra pangsit dan otak-otak. Lalu membuat teh manis hangat untuk Andin meskipun Andin tak memintanya.


"Lama ya pesenannya... " ucap Bimo lalu memijit kaki Andin.


Andin hanya tersenyum melihat suaminya yang ribet sendiri. "Mas, kabarin ayah dong, sama papa mama juga..." ucap Andin.


"Oke siap! " jawab Bimo lalu buru-buru menghubungi orang tua dan mertuanya. "Sabar bentar ya... " ucap Bimo yang jadi panik sendiri karena ingin cepat-cepat.


"Mas..." panggil Andin lembut lalu memeluknya dari belakang. "Gak usah buru-buru... Nanti jadi salah semua... Tenang..." ucap Andin lalu mengelus perut dan dada Bimo.


"Aku pengen jadi suami yang siaga banget, yang bisa kamu andalin banget, biar kamu gak ngapa-ngapain sendiri kayak tadi... " ucap Bimo.


Ya Allah mas Bimo sampai kayak gini... Batin Andin lalu memeluk Bimo makin erat.

__ADS_1


Bimo langsung membalikkan badannya, lalu mulai ******* bibir Andin dengan lembut sambil menindihnya. Tangan Andin terus menahan dada Bimo agar tidak terlalu menempel dengannya dan makin menindihnya. Tapi baru Bimo mulai nyaman dengan posisinya itu suara bel dari luar apartemennya terdengar nyaring mengusik telinganya.


"Astagfirullah!!!" geram Bimo kesal lalu bangun untuk melihat siapa yang datang.


Setelah mengambil pesanannya. Bimo dan Andin makan bersama. Meskipun sebenarnya Andin tidak lapar karena baru saja makan siang, Bimo tetap memaksa dan menyuapinya. Selesai makan juga Bimo buru-buru menyuci piring dan meminta Andin untuk santai saja. Saat Andin memunguti baju-baju yang kotor, Bimo juga langsung menyautnya dan meminta Andin diam saja di kamar atau bersantai.


Bahkan saat Andin sedang mencari buku untuk di baca. Bimo juga langsung mencarikannya. Andin benar-benar tidak boleh melakukan apa-apa. Terlebih saat ini bagi Bimo semua hal terlihat membahayakan untuk istrinya yang tengah hamil muda. Oke ini berlebihan, tapi memang Bimo benar-benar melakukannya. Bahkan saat Andin ingin makan, Bimo juga yang melayani. Tak hanya saat berdua di apartemennya saja, bahkan sampai di rumah orang tuanya Bimo masih memanjakan istrinya. Hanya mandi dan urusan buang air yang tidak di ganggu.


"Kayaknya cilok enak nih..." ucap bu Alin sambil menonton acara kuliner di tv.


Bimo langsung mengambil ponselnya siap memesan kan makanan yang di minta istrinya untuk pertama kali.


"Mau cilok apa? " tanya Bimo pada Andin lalu duduk di sampingnya.


"Enggak Mas, mama yang pengen..." jawab Andin lalu bersandar di bahu suaminya.

__ADS_1


"Mama pengen cilok apa?" tanya Bimo.


"Cilok yang kenyal yang pakek sambel kacang... " jawab bu Alin.


Bimo langsung mengangguk dan memerankan cilok dengan bantuan aplikasi ojek online.


"Sayang mau kemana?" tanya Bimo begitu Andin bangun.


"Mau bikin kentang goreng... " jawab Andin.


"Aku aja! " ucap Bimo.


"Wah Bimo sejak istrinya hamil langsung peka banget gini ya..." sindir bu Alin yang di abaikan Bimo.


Silvia dari tadi hanya diam di samping mamanya. Jelas ia merasa sangat cemburu. Bahkan Andin yang tidak mengalami masa mual dan ngidam mendapat perhatian seolah-olah Andin tak bisa melakukan apa-apa. Apalagi kakaknya juga bertingkah seolah-olah menjadi pelayan untuk Andin. Tak hanya itu bahkan apa yang di pikirkan Andin juga langsung di wujudkan oleh kakaknya, meskipun Andin tidak benar-benar menginginkannya seperti sekarang.

__ADS_1


__ADS_2