Young Money

Young Money
Part 9


__ADS_3

Setiap pulang setelah bepergian dengan calon keluarga barunya. Andin selalu kembali ke rumah sakit, menjaga ibunya. Andin juga yang memandikan ibunya dan menyuapi ibunya dengan telaten. Tak hanya itu Andin juga rajin menceritakan persiapan pernikahannya dan menunjukkan foto-foto tempat yang ia datangi, dari salon sampai toko souvenir. Bahkan rambut panjang Andin yang tak terawat beberapa waktu lalu sudah di potong dan terlihat lebih terawat. Tak hanya itu saja Andin juga sudah melakukan banyak perawatan tubuh sebelum menikah, mulai spa sampai totok aura.


"Oh iya tadi Andin beli ini Bu, novelnya Ten Ayashi itu loh. Dah lama banget aku cari gak ketemu-ketemu, akhirnya tadi bisa ketemu sama novel ini juga." Dusta Andin yang kesekian kali, jelas ia lebih mementingkan keluarganya dan memenuhi kebutuhan rumah tangga dari pada apa yang ia inginkan dan ia sukai.


Bukan tak ketemu, lebih tepatnya Andin tak membeli novel yang bisa di temuinya hampir di semua toko buku ini. Bahkan saat Ten Ayashi mengadakan acara meet and great ia tak datang karena ibunya batuk berdarah pertama kalinya. Tentu Andin menyesal karena sudah pamit dan menyiapkan semua novelnya untuk meminta tanda tangan. Meskipun Andin tetap di paksa berangkat orang tuanya, Andin tidak benar-benar ke sana. Saat itu Andin sendiri yang menanda tangani novel koleksinya itu dan pulang setelah satu jam ia duduk di depan minimarket.

__ADS_1


"Ibu gimana? Dah mendingankan? Ibu tetep temenin Andin kan waktu nikah nanti? " tanya Andin antusias.


"Iya dong! Anak ibu cuma satu masa gak di temenin... " Bu Tuti terlihat lebih semangat dari sebelumnya, apa lagi menjawab pertanyaan putrinya ini.


"Tadi Andin pilihan dress buat ibu, pasti ibu bakal cantik banget pakek dress yang Andin pilih... " Bu Tuti hanya tersenyum sambil mengangguk dan menggenggam tangan Andin. "Ibu, Andin minta maaf ya gak bisa jadi anak baik. Andin suka ngeyel, suka bantah ibu, Andin manja dan egois. Andin minta maaf ya Bu... " Andin mulai menangis sambil menggenggam tangan ibunya.

__ADS_1


"Ibu sehat terus ya Bu, ibu temenin Andin terus ya nanti... " Pinta Andin sambil mengecup tangan ibunya.


Bu Tuti hanya mengangguk lemah sambil mengusap air mata Andin dengan tangannya, lalu mengelus rambut Andin lembut.


Maaf Nak, ibu gak bisa jadi ibu yang baik. Kamu yang selalu bekerja waktu keluarga kita susah, sekarang kamu juga yang lunasin hutang keluarga kita. Batin bu Tuti sambil menatap putrinya yang selalu dalam posisi tidak mengenakkan.

__ADS_1


Lain Andin yang tengah di penuhi kehangatan keluarga kecilnya dan berbahagia karena bisa membaca novel romance karya Ten Ayashi. Bimo dan keluarganya dibuat syok dengan permintaan Silvia untuk menikah hanya seminggu setelah kakaknya menikah. Tak hanya itu, usai makan malam yang tak di rampung kan itu Silvia dan Aldo hanya meminta pernikahan eksklusif yang sama seperti pernikahan Bimo nantinya.


Orang tua mana yang tak pusing saat tau pernikahan kedua anaknya yang berlangsung terburu-buru. Bahkan penolakan dari bu Alin yang meminta waktu juga langsung ditolak Silvia. Sampai akhirnya pak Hendro memutuskan untuk menikahkan Silvia dan Aldo sebulan setelah Bimo.


__ADS_2