Young Money

Young Money
Part 28 (End)


__ADS_3

Bimo terus menggoda Andin habis-habisan sampai Andin menangis karena terlalu malu. Bimo juga langsung berhenti menggodanya karena merasa bersalah sudah membuat Andin malu dan menangis begini. Andin awalnya ingin marah dan ngambek pada Bimo, tapi ia terlalu lemah pada rayuan Bimo dan dengan mudahnya memaafkan Bimo begitu saja.


Bulan madunya berjalan tidak romantis. Tidak ada makan malam romantis ala candle light dinner yang sering di baca Andin, hanya makan malam biasa di kafe. Tak ada jalan-jalan malam juga dan ciuman di bawah langit malam dengan alunan deburan ombak. Andin terlalu lelah untuk melakukannya, apa lagi tadi Bimo bilang ingin melakukannya sekarang.


Setelah melakukan semua sunnah sebelum berhubungan intim. Mulai dari mencium kening istri seraya berdoa sampai solat sunat dua rakaat. Bimo mulai mencumbu Andin dengan lembut tapi terus mendominasi.


●●●


Pagi menjelang, Andin tetap bangun pagi karena sudah menjadi kebiasaannya meskipun tubuhnya sangat lelah. Andin terlihat sangat kesulitan untuk bangun dan berjalan ke kamar mandi. Andin langsung mengambil handuk putih besar dan melilitkan ke tubuh polosnya.


"Ya Allah mas Bimo..." gumam Andin yang melihat betapa tebalnya Bimo menandai dirinya.


Andin langsung mandi besar sebelum solat subuh. Lalu membangunkan Bimo yang masih terlelap. Tapi tak butuh waktu lama bagi Andin untuk membangunkan suaminya kali ini.

__ADS_1


"Cium..." pinta Bimo manja.


"Bangun dulu dong Mas..." ucap Andin menanggapi permintaan Bimo.


Bimo langsung bangun agar bisa mendapatkan ciuman yang ia inginkan. Cup! Andin langsung mengecup bibir Bimo lembut lalu cepat-cepat memalingkan wajahnya. Bimo hanya tersenyum tak menyangka bila istrinya akan sangat menggemaskan begini.


Usai Bimo mandi besar dan solat subuh berjamaah dengan Andin. Mereka kembali melanjutkan tidurnya, bukan tidur hanya berbaring sambil menonton tv dan mengobrol. Menceritakan perasaan masing-masing, Andin juga mulai menunjukkan sifat manjanya meskipun Bimo sedikit lebih manja darinya.


"Aku mau sama kamu terus, aku gak terpaksa lagi buat hidup sama kamu. Mungkin cara kita ketemu dan nikah yang salah. Tapi semakin kesini, rasanya skenario yang di buat Allah lebih bagus buat kita dari pada kita yang bikin-bikin sendiri," ucap Bimo sambil menatap Andin yang bersandar di dadanya.


Bimo hanya mengangguk setuju dengan ucapa Andin yang jauh lebih bijak dan sabar darinya.


Bila di ingat kembali sudah begitu banyak rintangan dan hal berat yang di alami Andin selama ini. Bimo bahkan merasa malu pada dirinya sendiri bila mengingat pernah begitu benci dan enggan menerima Andin di kehidupannya.

__ADS_1


"Kenapa mas? " tanya Andin yang lama-lama sadar bila bimo terus menatapnya.


"Terimakasih sudah jadi istriku... Maaf aku tidak sesuai yang kamu mau... " jawab Bimo lalu mengecup kening istrinya.


Andin hanya menggeleng sambil tersenyum lembut. "Engga mas... mas suami terbaik..."


Bimo hanya bisa tersenyum sambil mengecup kening Andin lagi, makin terpesona dan jatuh hati pada Andin dengan segala yang ada padanya dan ia lakukan.


"Ah iya apa kita perlu program? " tanya Bimo.


Andin langsung memalingkan wajahnya dengan malu-malu. Tak menyangka akan secepat ini Bimo menginginkan momongan.


"Aku mau punya anak cowok, atau cewek, atau salah satu dari itu... " ucap Bimo sambil memeluk Andin dengan erat.

__ADS_1


End...


__ADS_2