
Setelah Silvia pulang dan di urus di rumah. Bimo kembali ke kamar untuk menemani istrinya makan ice cream dan anggur sambil mengelus perutnya dengan lembut sambil sesekali menciumnya.
"Mas besok gak boleh kayak gini loh... Harus jaga perasaan Silvia biar gak cemburu... " ucap Andin setelah selesai makan ice creamnya.
"Cemburu kenapa? " tanya Bimo bingung.
"Iri maksudku. Cuma perasaanku aja. Tapi Silvia pasti juga pengen punya suami kayak Mas..." jelas Andin lalu meletakkan jelasnya di atas laci.
"Kayak Mas gimana? " tanya Bimo lalu ******* bibir Andin dengan lembut sebelum Andin menyeka sisa ice creamnya dengan tisu.
"Ya kayak gini... " jelas Andin sambil tersenyum lalu turun dari tempat tidur.
Tapi belum ia pergi jauh Bimo langsung mengambil gelasnya. "Aku aja... Bumil sikat gigi aja.. " perintah Bimo yang hanya di angguki Andin sambil tersenyum lalu menuruti perintah suaminya.
●●●
Andin dan Bimo kembali tidur, sempat bangun untuk solat subuh bersama. Tapi setelah itu lanjut tidur karena ngidam yang semalam, tak hanya itu Andin juga tengah manja pada suaminya.
__ADS_1
Bimo jelas senang-senang saja menurutinya. Tak masalah baginya untuk hanya diam di kamar tanpa bekerja. Bahkan Bimo langsung melupakan permintaan Andin agar tidak bermesraan. Buktinya Bimo tetap saja menyuapi Andin begitu keluar kamar. Bahkan Bimo mau mencarikan pecel ayam karena istrinya yang jadi sulit makan bila apa yang di inginkan belum terpenuhi.
"Mas... " panggil Andin sambil memijit bahu Bimo yang sedang bekerja di ruang tamu.
"Apa sayang? Pengen apa? " tanya Bimo lalu mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Pengen beli ini... Boleh? " tanya Andin menunjukkan foto kerudung yang ada di toko online.
"Yang pengen siapa ini? " goda Bimo, lalu meraih ponsel Andin.
"A-aku... Abis gemesin... Jadi pengen... " jawab Andin sambil menunduk.
"Kalo ini boleh mas? " tanya Andin lalu menunjukkan kerudung lain pada suaminya.
"Kenapa kamu gak ngajak mama apa ayah buat jalan-jalan aja? " tawar Bimo lalu menatap istrinya.
"Nunggu Mas gak sibuk aja... " tolak Andin lalu mematikan ponselnya dan memeluk suaminya manja.
__ADS_1
"Mau pulang ke rumah kita? " tanya Bimo.
Andin langsung mengangguk. "Tapi kasian Putri kalo di tinggal Mas... " jawab Andin mempertimbangkan.
"Kamu mau sampai kapan manjain Silvia. Dia perlu belajar ngurus anaknya juga. Tanggung jawab, jadi ibu. Jangan kamu terus sayang... " ucap Bimo meyakinkan istrinya.
Silvia yang kebetulan lewat dan mendengar ucapan kakaknya benar-benar syok dan makin terpukul. Bahkan kakaknya melarang iparnya yang mau peduli dengannya. Sejak kapan kakaknya bisa setega itu padanya. Pikiran Silvia langsung melantur kemana-mana.
"Tapi mas... "
"Udah ah Andin, sayang. Suaminyakan aku, nurut dong. Kamu jangan mikir yang lain. Pikirin anakku aja itu, udah..." sambung Bimo memotong sanggahan istrinya.
Fix ini karena Andin dan bayinya! Batin Silvia kesal bukan main.
Silvia benar-benar menyalahkan Andin atas segala perubahan pada kakaknya. Tak hanya itu, pikirannya yang tengah tidak waras bahkan membuatnya menyalahkan Andin atas segala hal buruk yang menimpanya.
"Aku bilang sama mama ya Mas... " ucap Andin lalu pergi mencari mertuanya.
__ADS_1
Bimo langsung mengukuti laptopnya dan masuk ke kamarnya. Menyiapkan apa saja yang perlu dibawa.