Young Money

Young Money
Part 17


__ADS_3

Bimo dan Andin yang berencana untuk membuat pesta barbeque mulai menyiapkan peralatan dan berbelanja. Bimo terus menemaninya dan Andin rasa suaminya makin protektif padanya. Saat periksa kandungan juga Bimo terus menggenggam tangan Andin, tak hanya itu saat Andin ke kamar mandi pun Bimo sampai ikut menunggunya selesai di depan pintu.


"Sayang, kalo kita cari baby sitter buat Putri gimana? " tanya Bimo sambil menggenggam tangan istrinya yang duduk manis di sampingnya saat menyetir.


"Emang bibi, mama, sama aku kurang Mas? " tanya Andin heran sambil menatap Bimo.


"Gak gitu, tapi bentar lagi kan kamu melahirkan... Kamu juga perlu ngurus anak kita, jadi ku pikir perlu ada baby sitter buat Putri... " jelas Bimo.


"Yaudah aku setuju aja Mas," jawab Andin menyetujui permintaan suaminya. Toh kalau ia tidak setuju Bimo juga tetap nekat. "Mas, aku pengen jajan pangsit... " pinta Andin sepontan setelah terdiam sejenak.


"Pangsit? " tanya Bimo heran yang hanya di angguki Andin.


"Yang di tempat tadi? " tanya Bimo yang teringat tempat parkirnya tadi.


"Terserah yang mana aja, aku pengen makan pangsit... " jawab Andin dengan tatapan memohon pada suaminya yang fokus menyetir.


"Yang deket SMA aja ya? " tawar Bimo yang langsung di angguki Andin dengan semangat.

__ADS_1


Sesampainya di sana Bimo langsung memesan pangsit berisi ayam, udang dan potongan daun bawang. Sembari menunggu Bimo kembali ke mobil menemani istrinya sambil berbelanja online, memilih beberapa hiasan untuk kamar anaknya, baju untuk Putri, sampai lingerie super sexy yang sengaja di beli Bimo untuk istrinya.


"Ih mas Bimo... " ucap Andin tersipu setelah memelototi belanjaan yang di ambil suaminya dalam keranjang onlinenya.


"Kita kan dah nikah, halal dong... " ucap Bimo membela diri lalu mencium pipi Andin gemas.


Andin hanya diam lalu mendorong suaminya pelan karena masih malu dan sudah membayangkan bagaimana ia nanti saat memakai lingerie sexy itu.


"Permisi Mas... " ucap pedagang pangsit yang mengantar pesanan Bimo.


"Andin? " panggil pedagang itu ragu sambil menatap Andin.


Andin dan Bimo langsung menatap pedagang itu dengan seksama.


"Oh temenmu? " tanya Bimo pada istrinya lalu membuka pintu mobilnya dan keluar di ikuti Andin.


"Iya dulu temanku... " jawab Andin dingin.

__ADS_1


"Wah sudah hamil, ini suamimu? Kapan nikah? Ku kira kamu belum nikah... Baru mau ku ajak balikan... " ucap pedagang itu yang langsung menunjukkan kekecewaannya.


"Bram, kita cuma teman. Dari awal kamu juga cuma deketin aku soalnya dulu aku orang kaya, waktu aku down kamu yang ninggalin. Jadi tolong jangan kecewa atau yang lainnya... Sudah... Permisi... " ucap Andin lalu kembali masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.


"Maaf... " ucap Bram lirih sambil menatap Andin.


Andin kembali membuka pintu mobilnya dan memberikan plastik pangsit itu pada Bram. "Ambil saja, uangnya juga... Mas ayo pulang... " ucap Andin lalu kembali masuk kedalam mobil diikuti Bimo yang bingung.


●●●


"Sayang..." panggil Bimo lembut setelah Andin mandi dan hanya diam sejak sampai di rumah. "Tadi kenapa? " tanya Bimo lembut lalu memeluk menyisir rambut istrinya.


"Aku sebel sama dia, orang jahat... " jawab Andin singkat.


"Belum move on hmm? " tanya Bimo sambil menahan rasa cemburu.


Andin langsung menggeleng. "Maaf ya Mas, aku cuma sebel... Bukan masalah move on atau apa lah itu... Itu juga gak penting sekarang... Tapi gara-gara dia Salma sama aku jadi musuhan... " jawab Andin sambil menatap suaminya.

__ADS_1


__ADS_2