
"Kenapa Kakak merayu pacar ku , kakak tidak senang melihat aku bahagia ?"ucap seorang gadis sambil menangis .
"Kakak tidak pernah merayu pacar mu , tapi memang Brian saja yang Playboy . bukan hanya kakak saja yang di rayu oleh nya ,tapi masih banyak lagi wanita yang menjadi incaran pria gila itu "sang kakak tidak terima jika tiba tiba adik tirinya menuduhnya sebagai perebut pacar orang .namun masih dengan nada pelan dan tegas .
"Kakak bohong , bilang saja kalo kakak iri melihat aku bahagia dengan Brian ""bentak nya kepada kakaknya
'Nara dan Valerie
Wanita berusia 22 tahun dengan tinggi 167 cm itu hanya terdiam , namun tiba tiba adiknya menarik tangan Nara dan sengaja agar terlihat jika Nara mendorong tubuh Valerie
"Au ... kak aku sudah bilang aku akan memberikan brain kepadamu kenapa kamu mendorong ku ""ucapnya menangis hesteris
Ayah dan ibu tirinya yang terlihat baru saja membuka pintu pun melihat kejadian itu .
Ayah yang tidak terima jika anak kesayangannya di perlakuan seperti itu pun kalap , langsung menampar putri kandung nya sendiri .
"Sudah ku katakan jangan pernah menyakiti putri ku , tapi kamu tidak pernah mendengar ku ""bentak sang ayah dengan wajah memerah marah .
Hanya air mata yang bisa menjelaskan bangai mana perasaannya wanita itu .
"Apa kamu sudah bosan tinggal di rumah ini "tanya nya lagi masih dengan nada membentak .
"Iya , Nara sudah bosan ayah , Nara sudah bosan hidup di rumah neraka ini! ""ucap Nara dengan nada gemetar .
"Bagus . bereskan semua barang barang mu ,dan tinggalkan rumah ini ""ucap sang ayah membuat hati wanita itu hancur .
"Ayah jangan usir kakak , aku nyakin tadi kakak pasti tidak sengaja " ucap Valerie dengan wajah memelas .
sebenarnya dirinya senang jika Nara keluar dari rumah ini .
"Sayang ,, jangan seperti itu . bangai manapun Nara juga anak kita 'tidak baik jika seorang ayah berkata seperti itu ""tukas ibu tiri nya .
"Lihat wanita yang tidak pernah kamu hargai dan adik yang selalu kamu tuduh itu membela mu ' bangai mana kamu bisa berprilaku hina seperti ini "" ibu tiri dan adik tirinya tersenyum senang melihat pembelaan dari pria paruh baya itu .
"Aku akan pergi "ucap Nara berjalan menuju kamar tidur nya ,dan membereskan semua baju bajunya yang iya beli sendiri . air matanya mengalir Tampa di minta .
"Ibu " Nara menggigit bibir bawahnya Manahan sesak di dadanya .
Sesaat Nara menatap kamar itu dengan tatapan hancur . akan iya mengingkari janjinya kepada sang ibu bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan rumah ini .
"Ibu Nara tidak mau gosok Gigi "" Nara kecil berlari saat sang ibu meminta nya untuk membersihkan gigi nya .
"Ibu tidak akan menyanyikan lagu untuk mu tidur ,jika Nara tidak mau gosok Gigi "seketika Nara memberhentikan langkahnya dan menatap wajah ibunya ,
"Ibu ,,, "Nara langsung berlari menuju kamar mandi dan langsung membersihkan Gigi nya dan membasuh wajah ya .
"Sudah ibu , Nara sudah gosok Gigi "sambil melihatkan giginya yang putih .
__ADS_1
"Anak ibu pintar , ya sudah hayo tidur ""Nara memeluk ibunya ,sedang sang ibu menyanyikan sebuah lagu yang sangat merdu hingga membuat Nara cepat mengantuk.
Banyangan itu membuat tubuh wanita itu lunglai jatuh di lantai menangis Tampa suara .
percanya lah menangis tampa suara itu sungguh menyakiti hati !
"Maafkan Nara ibu , Nara mengingkari janji Nara " Nara berdiri dan menghapus air matanya .
Wanita itu terlihat menarik nafas dalam-dalam setelah itu iya berjalan menarik koper besar yang kebanyakan adalah barang barang milik ibunya .
Nara melihat ketiga orang itu ada di ruang tamu menunggu Nara selesai membereskan semua barang-barang miliknya .
Nara berjalan menghampiri ayah ,ibu dan adiknya .
setelah itu Nara membuka membuka tas selempang nya . mengeluarkan sebuah kartu kredit ultimate dan sebuah kunci mobil dan beberapa uang tunai ,
Nara menaruh nya di hadapan ketiga orang itu .
"Ini semua adalah milik ayah , Nara tidak ada hak atas semua ini "Nara menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya .
"Tapi jika di izinkan . boleh tidak Nara meminjam uang tunai itu , untuk Nara makan beberapa hari kedepan ?"tanya Nara tampa ada air mata lagi yang membasahi pipinya .
"Nak tolong jangan pergi "ucap ibu tirinya meneteskan air mata ,
"Sudah jangan tangisi anak kurang ajar ini , dia sudah dewasa .buktinya dia sudah berani menggambil keputusan ini ""ayah nya melemparkan uang itu di hadapan Nara .
"Terimakasih ,Nara akan membayar nya suatu hari nanti ""ucap Nara membungkukkan tubuhnya di hadapan ayah nya .
Nara membalikan tubuhnya , melangkah dengan langkah gemetar air matanya kembali mengucur deras membasahi pipinya .
Para pelayan yang bekerja di rumah itu menggelengkan kepala , bertanda jika mereka tidak ingin nyonya muda yang baik hati dan ramah itu meninggalkan rumah ini .
"Nara pamit bi , paman "Nara mencium tangan kedua orang tua yang lebih tau tentang kehidupan Nara saat ayah nya tidak ada di rumah .
"Non , jangan " ucap mereka berdua menangis
"Nara sudah dewasa bi , paman , Nara bisa menjaga diri Nara sendiri , Nara akan sangat merindukan kalian "Nara memeluk kedua orang tua itu .
Setelah lama kemudian Nara melepaskan pelukan mereka .dan tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah itu .
Semua pekerja di medison itu menatap Nara dengan tatapan sedih .
namun Nara memperlihatkan senyum .
Nara di bukakan gerbang yang di lapisi Kuningan itu .
"Terimakasih " Nara membungkukkan tubuhnya
__ADS_1
"Non "pria itu tidak melanjutkan ucapannya karena dadanya terasa sesak melihat Nara benar benar meninggalkan rumah itu .
"Nara baik baik saja , Nara permisi " Nara melanjutkan langkahnya .
Dan berjalan kaki menelusuri jalanan yang di padati pengendara itu . dengan koper yang di tarik nya Nara masih menunjukkan sikap biasa saja saat di luar , namun hatinya terasa di cambuk berjuta kali , mungkin setelah ini Nara tidak akan pernah bisa menyembuhkan luka ya sendiri .
...----------------...
Nara melamun saat life membawanya turun dari kamar apartemen nya , mengingat semua kejadian lima tahun lalu , sesak di dadanya mengundang panas di matanya membuat Nara meneteskan air mata .Nara menghapus air mata kesedihan itu .
Namun tidak lama setelah itu Nara terlihat panik saat melihat pria paruh baya yang ada di depannya tiba tiba memengang dadanya .
semenit kemudian pria paruh baya itu pingsan tidak sadarkan diri .
*NARA ARDITA
nara adalah seorang dokter di salah satu rumah sakit terkenal di kota Surabaya, Nara sudah menekuni dunia kedokteran di tahun ketiga ini .
kemampuannya sudah tidak di ragukan lagi , bahkan Nara menjadi salah satu dokter favorit ,
di usia nya yang sudah menginjak 26 tahun ini .Nara selalu menjadi bahan Bulian dari sahabat sahabat nya ,
karena memang Nara sangat cuek akan urusan percintaan.
Sampai semua sahabatnya sering sekali menjodohkan Nara secara sepihak ,bahkan mendaftarkan Nara di salah satu aplikasi pencarian jodoh , bahkan Nara pernah berkencan dengan salah satu pria dari aplikasi itu .
itu membuat Nara sangat kesal ,bahkan tidak menyapa para sahabatnya dalam waktu seminggu .
"Tuan , tuan tolong bangun "" Nara segera memeriksakan denyut nadi dari pria paruh baya itu ,
nara pun langsung mengambil tindakan untuk menyelamatkan pria paruh baya itu ,
Nara menghubungi ambulance UGD untuk menjemput pria paruh baya itu ,
"Tolong ke apartemen melati " Nara mematikan teleponnya dan keluar dari life untuk meminta bantuan kepada orang di sekitarnya ....
"
"
"
Hi reader tolong tinggalkan jejak nya ,biar lebih semangat lagi nulis nya
terimakasih sudah mampir 🙏🏻
Slow uq ya 🙂
__ADS_1