' R E T A K '

' R E T A K '
Mencari Nara dan saga ^


__ADS_3

"Dimana mereka berdua , bukan kah ini terlalu pagi jika mereka pergi ?"tanya pak arsen mendapat anggukan dari pak Adrian .


"Lee telpon saga " Asisten Lee pun langsung menghubungi tuan mudanya itu .


"Tidak aktif tuan " ucap asisten Lee .


"Aku akan mencoba menghubungi Nara " pak arsen pun menelpon putri nya itu . namun tidak di angkat.


"Nara tidak mengangkat nya " ucap pak arsen karena sudah dua kali menghubungi Nara .


"tanya kan kepada security hotel ini , siapa tahu mereka melihat Nara dan saga !"perintah pak Adrian asisten Lee pun bergegas menuju resepsionis untuk menanyakan tentang saga . namun mereka mengatakan , semalam cctv-nya di bangian lobby dan parkiran mengalami kerusakan hingga tidak dapat melihat keadaan semalam . namun di bangian lift ada


"Tapi tuan sekitar pukul 2 malam seorang wanita memakai piyama putih dengan jaket kulit memang seperti nya keluar dari kamar 32 "ucap resepsionis itu .


"Kemana ?"


"Maaf tuan , setelah keluar dari lift kamera cctv kami mengalami gangguan "ucap resepsionis itu menyesal .


"Tapi tuan , tadi pagi OB kami menemukan ponsel , entah ini milik siapa "resepsionis itu memberikan kepada asisten Lee.


*D*i belakang ponsel itu , tertulis , love mom " apa ini milik non Nara ? " Asisten Lee memperhatikan ponsel itu .


"Aku belum mengetahui apa ini milik majikan saya atau bukan , tapi jika boleh kah saya membawa nya dulu ?"mendapat anggukan dari mereka .


Asisten Lee menghembuskan nafas panjang .


"Apa yang terjadi ?" batin asisten Lee .


" Baik lah terimakasih "


"Maafkan kami tuan " asisten Lee mengangguk.


Bu Cintia baru saja keluar dari kamar , dan menghampiri kedua laki laki yang sedang duduk menunggu kabar dari asisten Lee .


"Selamat pagi "


"Pagi sayang " pak Adrian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan istrinya itu .


"Pagi "


"Seperti ada sesuatu ! , ada apa sayang ? , kenapa serius sekali " tanya Bu Cintia mendudukkan tubuhnya di sebelah pak Adrian .


"Nara dan saga tidak ada di kamarnya "ucap pak Adrian .


"Kemana mereka sepagi ini ? "


"Tidak tahu , "pak arsen terus menghubungi Nara namun sama sekali tidak di angkat . seseorang berjalan mendekati mereka .

__ADS_1


"Bagaimana Lee ? "


"Jam 2 malam terlihat dari cctv jika non Nara keluar dari kamar tuan , tapi sayangnya cctv di lobby dan parkiran mengalami kerusakan tadi malam , dan non Nara tidak di ketahui lagi, mereka hanya menemukan ponsel , apa ini punya non Nara tuan ? "tanya asisten Lee kepada pak arsen .


"Iya ini punya Nara , lalu dimana Nara ku ? "jawab pak arsen menjawab pertanyaan asisten Lee itu membuat ketiga orang itu berubah panik .


"Ya Allah dimana putri ku "ucap pak arsen menarik nafas berat karena takut sesuatu terjadi dengan Nara .


"Pak tenang , saya nyakin Nara akan baik baik saja "ucap Bu Cintia . pak arsen pun mencoba mempercayai ucapan Bu Cintia itu.


...----------------...


"Ini bayaran untuk kamu , setelah ini pergi sejauh mungkin , jangan sampai saga tau Nara ,atau bahkan orang suruhan keluarga Martadinata menemukan kamu , atau nyawa ibu mu menjadi taruhannya "ucap Valerie memberikan sebuah amplop coklat yang berisi uang puluhan juta . untuk menyumpal mulut pria yang ada di depannya itu .


"Tapi bangai mana dengan keadaan mba Nara mba ? , tadi pak saga melempar nya dengan pot bunga hingga membuat kepala mba Nara mengeluarkan darah , apa mba Nara baik baik saja ? "tanya nya merasa bersalah .


"Apa peduli mu ? ,


aku menugaskan mu untuk membawa Nara , untuk apa kamu menanyakan keadaan nya "bentak Valerie .


"Saya hanya takut mba , jika mba Nara ,,, "


"enyah lah , urusan kita sudah selesai , lebih baik kamu temani ibumu operasi hari ini "ucap Valerie menukas ucapan Rio .


Tampa berkata lagi Rio pun mengundurkan diri dari hadapan Valerie yang sedang duduk dengan santai di restoran sambil tersenyum simpul .


"Satu penghalang sudah di singkirkan , tinggal wanita itu lagi "ucap Valerie tertawa kecil .


...----------------...


Di rumah sakit -


Nara terlihat masih terlelap karena efek obat yang dokter berikan karena mereka harus menjahit luka yang berada di kepala Nara .


Triiinggg ..


Suara dering telepon itu membuat pelayan yang ada di rumah pak Adrian langsung mengangkat nya .


"Hallo , apa benar ini kediaman pak Adrian Martadinata ? "


"Iya benar , ada apa ya ? " tanya bi Laras


"Begini Bu tolong sampaikan kepada pak Adrian , pagi tadi kami menerima pasien atas nama dokter Nara Ardita , yang kami tahu jika dokter Nara adalah menantu dari keluarga pak Adrian " jelas nya .


"Ya Allah ,, apa yang terjadi dengan non Nara ? "tanya bi Laras panik .


"Maaf kami tidak bisa mengatakan nya sekarang , jadi saya minta untuk keluarga dokter Nara cepat datang kerumah sakit Medika ya buk "

__ADS_1


"Baik baik , saya akan memberitahu tuan Adrian , terimakasih "sambungan telepon itu pun terputus bi Laras pun langsung menghubungi pak Adrian .


Namun sayang sudah ketiga kalinya bi Laras menghubungi pak Adrian namun belum ada yang mengangkatnya .


"Ya Allah bagaimana ini " Tanpa berpikir lagi bi Laras pun langsung pergi menuju hotel tempat menginap majikannya itu .


...----------------...


Semua keluarga dan sahabat Nara sudah mengetahui tentang Nara , mereka pun bingung untuk apa Nara keluar malam malam bengitu .


Pak Adrian pun sudah meminta orang kepercayaan nya untuk mencari Nara dan saga .


"Pi ,,,kenapa seperti ini "ucap Bu Cintia sudah tidak bisa menahan tangisnya karena Nara dan saga belum juga kembali .


"Semua nya akan baik baik saja mi , tenang "ucap pak Adrian sambil memeluk tubuh wanita itu .


Sedangkan pak arsen sedang menghubungi mantan istrinya untuk menanyakan keterlibatan mereka dalam keadaan saat ini . namun ibu Celia masih kekeh tidak melakukan apapun , membuat pak arsen putus asa .


giz dan gia semalam memilih untuk pulang ke rumah mereka, karena gia pagi ini akan tugas , sedangkan giz ada pemotretan . hanya ada beberapa temen mereka yang menginap di hotel itu .


Lio kembali mengingat kejadian semalam , ya semalam saat Iya mengejar penculik itu memang jam 2 sama persis dengan yang di jelaskan oleh papinya itu .


"Jika memang itu Nara , kenapa mereka melakukan itu " Lio kembali mengingat kejadian itu .


"den Lio ! ,, "dengan nafas memburu bi Laras memanggil tuan mudanya itu karena tadi bi Laras berlari dari parkiran menuju lobby hotel .


"bi ? , ada apa bi ? "tanya Lio .


"Anu den ,. tadi ada yang telpon , ngasih tahu kalo non Nara ada di rumah sakit Medika "ucap bi Laras menarik nafas panjang .


"Apa yang terjadi ? "bi Laras menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan tuan mudanya itu .Lio pun langsung masuk lagi ke dalam dan mengabari semua tentang Nara .


"Pi , Tante !"panggil Lio .


"Lio , ada apa nak ? "tanya Bu Cintia .


"Nara ada di rumah sakit Medika " Bu Cintia menutup mulutnya mendengar penuturan Lio . pak arsen terduduk mendengar penuturan tentang putri nya itu.


"Apa yang terjadi ?, kenapa Nara ada di rumah sakit ? "


"Belum ada yang tahu Tan , tadi bi Laras yang mendapat telpon dari rumah sakit Medika "


"Aku ingin melihat putri ku "ucap pak arsen sudah berlinang air mata . sama halnya dengan Bu Cintia ...


Mereka pun langsung menuju rumah sakit Medika untuk mengetahui keadaan Nara ,......


Bersambung....

__ADS_1


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2