
"Dimana mereka berdua , bukan kah ini terlalu pagi jika mereka pergi ?"tanya pak arsen mendapat anggukan dari pak Adrian .
"Lee telpon saga " Asisten Lee pun langsung menghubungi tuan mudanya itu .
"Tidak aktif tuan " ucap asisten Lee .
"Aku akan mencoba menghubungi Nara " pak arsen pun menelpon putri nya itu . namun tidak di angkat.
"Nara tidak mengangkat nya " ucap pak arsen karena sudah dua kali menghubungi Nara .
"tanya kan kepada security hotel ini , siapa tahu mereka melihat Nara dan saga !"perintah pak Adrian asisten Lee pun bergegas menuju resepsionis untuk menanyakan tentang saga . namun mereka mengatakan , semalam cctv-nya di bangian lobby dan parkiran mengalami kerusakan hingga tidak dapat melihat keadaan semalam . namun di bangian lift ada
"Tapi tuan sekitar pukul 2 malam seorang wanita memakai piyama putih dengan jaket kulit memang seperti nya keluar dari kamar 32 "ucap resepsionis itu .
"Kemana ?"
"Maaf tuan , setelah keluar dari lift kamera cctv kami mengalami gangguan "ucap resepsionis itu menyesal .
"Tapi tuan , tadi pagi OB kami menemukan ponsel , entah ini milik siapa "resepsionis itu memberikan kepada asisten Lee.
*D*i belakang ponsel itu , tertulis , love mom " apa ini milik non Nara ? " Asisten Lee memperhatikan ponsel itu .
"Aku belum mengetahui apa ini milik majikan saya atau bukan , tapi jika boleh kah saya membawa nya dulu ?"mendapat anggukan dari mereka .
Asisten Lee menghembuskan nafas panjang .
"Apa yang terjadi ?" batin asisten Lee .
" Baik lah terimakasih "
"Maafkan kami tuan " asisten Lee mengangguk.
Bu Cintia baru saja keluar dari kamar , dan menghampiri kedua laki laki yang sedang duduk menunggu kabar dari asisten Lee .
"Selamat pagi "
"Pagi sayang " pak Adrian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan istrinya itu .
"Pagi "
"Seperti ada sesuatu ! , ada apa sayang ? , kenapa serius sekali " tanya Bu Cintia mendudukkan tubuhnya di sebelah pak Adrian .
"Nara dan saga tidak ada di kamarnya "ucap pak Adrian .
"Kemana mereka sepagi ini ? "
"Tidak tahu , "pak arsen terus menghubungi Nara namun sama sekali tidak di angkat . seseorang berjalan mendekati mereka .
__ADS_1
"Bagaimana Lee ? "
"Jam 2 malam terlihat dari cctv jika non Nara keluar dari kamar tuan , tapi sayangnya cctv di lobby dan parkiran mengalami kerusakan tadi malam , dan non Nara tidak di ketahui lagi, mereka hanya menemukan ponsel , apa ini punya non Nara tuan ? "tanya asisten Lee kepada pak arsen .
"Iya ini punya Nara , lalu dimana Nara ku ? "jawab pak arsen menjawab pertanyaan asisten Lee itu membuat ketiga orang itu berubah panik .
"Ya Allah dimana putri ku "ucap pak arsen menarik nafas berat karena takut sesuatu terjadi dengan Nara .
"Pak tenang , saya nyakin Nara akan baik baik saja "ucap Bu Cintia . pak arsen pun mencoba mempercayai ucapan Bu Cintia itu.
...----------------...
"Ini bayaran untuk kamu , setelah ini pergi sejauh mungkin , jangan sampai saga tau Nara ,atau bahkan orang suruhan keluarga Martadinata menemukan kamu , atau nyawa ibu mu menjadi taruhannya "ucap Valerie memberikan sebuah amplop coklat yang berisi uang puluhan juta . untuk menyumpal mulut pria yang ada di depannya itu .
"Tapi bangai mana dengan keadaan mba Nara mba ? , tadi pak saga melempar nya dengan pot bunga hingga membuat kepala mba Nara mengeluarkan darah , apa mba Nara baik baik saja ? "tanya nya merasa bersalah .
"Apa peduli mu ? ,
aku menugaskan mu untuk membawa Nara , untuk apa kamu menanyakan keadaan nya "bentak Valerie .
"Saya hanya takut mba , jika mba Nara ,,, "
"enyah lah , urusan kita sudah selesai , lebih baik kamu temani ibumu operasi hari ini "ucap Valerie menukas ucapan Rio .
Tampa berkata lagi Rio pun mengundurkan diri dari hadapan Valerie yang sedang duduk dengan santai di restoran sambil tersenyum simpul .
"Satu penghalang sudah di singkirkan , tinggal wanita itu lagi "ucap Valerie tertawa kecil .
...----------------...
Di rumah sakit -
Nara terlihat masih terlelap karena efek obat yang dokter berikan karena mereka harus menjahit luka yang berada di kepala Nara .
Triiinggg ..
Suara dering telepon itu membuat pelayan yang ada di rumah pak Adrian langsung mengangkat nya .
"Hallo , apa benar ini kediaman pak Adrian Martadinata ? "
"Iya benar , ada apa ya ? " tanya bi Laras
"Begini Bu tolong sampaikan kepada pak Adrian , pagi tadi kami menerima pasien atas nama dokter Nara Ardita , yang kami tahu jika dokter Nara adalah menantu dari keluarga pak Adrian " jelas nya .
"Ya Allah ,, apa yang terjadi dengan non Nara ? "tanya bi Laras panik .
"Maaf kami tidak bisa mengatakan nya sekarang , jadi saya minta untuk keluarga dokter Nara cepat datang kerumah sakit Medika ya buk "
__ADS_1
"Baik baik , saya akan memberitahu tuan Adrian , terimakasih "sambungan telepon itu pun terputus bi Laras pun langsung menghubungi pak Adrian .
Namun sayang sudah ketiga kalinya bi Laras menghubungi pak Adrian namun belum ada yang mengangkatnya .
"Ya Allah bagaimana ini " Tanpa berpikir lagi bi Laras pun langsung pergi menuju hotel tempat menginap majikannya itu .
...----------------...
Semua keluarga dan sahabat Nara sudah mengetahui tentang Nara , mereka pun bingung untuk apa Nara keluar malam malam bengitu .
Pak Adrian pun sudah meminta orang kepercayaan nya untuk mencari Nara dan saga .
"Pi ,,,kenapa seperti ini "ucap Bu Cintia sudah tidak bisa menahan tangisnya karena Nara dan saga belum juga kembali .
"Semua nya akan baik baik saja mi , tenang "ucap pak Adrian sambil memeluk tubuh wanita itu .
Sedangkan pak arsen sedang menghubungi mantan istrinya untuk menanyakan keterlibatan mereka dalam keadaan saat ini . namun ibu Celia masih kekeh tidak melakukan apapun , membuat pak arsen putus asa .
giz dan gia semalam memilih untuk pulang ke rumah mereka, karena gia pagi ini akan tugas , sedangkan giz ada pemotretan . hanya ada beberapa temen mereka yang menginap di hotel itu .
Lio kembali mengingat kejadian semalam , ya semalam saat Iya mengejar penculik itu memang jam 2 sama persis dengan yang di jelaskan oleh papinya itu .
"Jika memang itu Nara , kenapa mereka melakukan itu " Lio kembali mengingat kejadian itu .
"den Lio ! ,, "dengan nafas memburu bi Laras memanggil tuan mudanya itu karena tadi bi Laras berlari dari parkiran menuju lobby hotel .
"bi ? , ada apa bi ? "tanya Lio .
"Anu den ,. tadi ada yang telpon , ngasih tahu kalo non Nara ada di rumah sakit Medika "ucap bi Laras menarik nafas panjang .
"Apa yang terjadi ? "bi Laras menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan tuan mudanya itu .Lio pun langsung masuk lagi ke dalam dan mengabari semua tentang Nara .
"Pi , Tante !"panggil Lio .
"Lio , ada apa nak ? "tanya Bu Cintia .
"Nara ada di rumah sakit Medika " Bu Cintia menutup mulutnya mendengar penuturan Lio . pak arsen terduduk mendengar penuturan tentang putri nya itu.
"Apa yang terjadi ?, kenapa Nara ada di rumah sakit ? "
"Belum ada yang tahu Tan , tadi bi Laras yang mendapat telpon dari rumah sakit Medika "
"Aku ingin melihat putri ku "ucap pak arsen sudah berlinang air mata . sama halnya dengan Bu Cintia ...
Mereka pun langsung menuju rumah sakit Medika untuk mengetahui keadaan Nara ,......
Bersambung....
__ADS_1
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya βΊοΈππ»