' R E T A K '

' R E T A K '
Rahasia yang menyakiti ^


__ADS_3

setelah Kepergian ibu Celia dan kedua anaknya , Nara menatap tajam kearah pria yang sedang tersenyum kearah nya itu .


"nak ' siapa laki laki yang mengantarkan mu ?"pertanyaan pak arsen membuat Nara mengurungkan niatnya untuk memprotes laki laki itu .


"dia ,,, "


"perkenalkan tuan ,aku willard saga Martadinata , tuan pasti mengenal saya " saga memotong pembicaraan Nara , sambil menatap laki laki paruh baya yang sedang terbaring itu .


"Martadinata !"


"ya " ucap saga


pak arsen menenggang , dan nafas nya terasa Ter'engah engah ,


"ayah ada apa ?" sama halnya dengan Nara saga merasa aneh pak arsen tiba tiba sesak .


" paman ayah kenapa? "ucap Nara panik melihat kondisi ayah nya itu.


"ayah ,ada apa ? , aku mohon ayah . jangan seperti ini "ucap Nara tidak bisa menahan tangisnya .


paman Adam langsung menelpon dokter pribadi yang menangani pak arsen selama ini .


Nara memeriksa ayah nya dengan alat seadanya .


"tuan tas kesehatan ku ada di mobil mu "ucap Nara .


"akan ku ambil "ucap saga berjalan cepat menuju mobilnya untuk mengambil tas yang di maksud oleh Nara .


ibu Celia dan kedua anaknya itu mengalihkan pandangan ke arah saga yang sedang berjalan dengan beribu pesona membuat jantung Valerie berdetak kencang mengangumi laki laki itu.


sedangkan Baron masih menahan emosi yang ingin sekali iya luap kan kepada laki laki itu .


"tuan ada apa ?"tanya ibu Celia . namun saga tidak menjawabnya . dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu . hingga membuat mereka masuk kedalam kamar itu dan melihat nara yang sedang berusaha membuat ayah nya kembali rileks .


"ayah ,.. ayah bisa dengar suara Nara " ayah nya hanya mengangguk , masih merasa sesak nafasnya .


"ayah dengarkan nara ,, tarik nafas,,,, lalu hembuskan " pak arsen pun mengikuti instruksi dari putri nya itu.


Nara melakukannya sampai beberapa kali untuk menenangkan pak arsen .


sampai saga datang dengan membawa tas ransel yang milik Nara .


Nara membuka suntikan dan sebuah obat . untuk menenangkan tuan arsen .


dengan telaten Nara memeriksa kondisi ayah nya itu , dan mengambil simple darah pak arsen untuk melakukan tes penyakit yang di derita tuan arsen selama ini .


nyonya Celia , Baron dan Valerie merasa heran kenapa Nara bisa melakukan semua itu . karena mereka tidak pernah tau , bahkan tak ingin tau tentang kehidupan Nara setelah Nara meninggalkan rumah itu .


"apa dia seorang dokter?" batin mereka berdua .


sedangkan Baron menarik bibir nya membentuk sebuah senyuman untuk wanita cantik itu .


"aku nyakin jika kamu bisa menjadi yang kamu inginkan Nara . Tampa harus melewati masa masa sulit di rumah ini , aku merindukanmu "Baron menatap wajah Nara dengan lembut .


kecantikan adik tirinya itu membuat Baron jatuh hati kepada Nara apalagi sifatnya yang baik ,ramah , dan tidak memberontak membuat Baron ingin melindungi wanita itu . namun dengan caranya .


ya iya ingin menjaga Nara dengan segenap jiwa dan raganya . namun ibunya selalu menanamkan kebencian terhadap Nara hingga rasa cinta itu tersampaikan dengan tidak sewajarnya . Baron sering memukuli Nara jika Nara melakukan kesalahan .membuat Nara bingung dengan sikap laki laki itu .


namun Nara tau jika kakak tirinya itu sangat menyayangi nya hanya saja dirinya tidak ingin melawan perintah ibunya yang sangat membenci Nara .


selama 7 tahun ini Baron telah menyembunyikan perasaannya kepada siapapun . termasuk Nara .


memang ini tidak pantas , dan Baron sudah berusaha untuk menghilangkan rasa itu . namun semakin iya ingin melupakan Nara perasaan itu semakin bertumbuh besar untuk wanita cantik itu .


hingga kini iya hanya melihat keseharian Nara dari kejauhan . ada rasa bahangia tersendiri untuk nya saat mengetahui Nara tidak dekat dengan laki-laki maupun .


tapi ....


apa kata laki laki sombong itu barusan .


"aku menemani calon istri ku " kata kata itu membuat Baron menggertak giginya kesal. kesal jika ada yang berani mencintai Nara selain dirinya .ini memang gila .tapi ini urusan hati dirinya tidak ada hak akan hal itu .


setelah dokter datang dan menjelaskan tentang kesehatan pak arsen kepada semua orang yang berada di sana . hinga rujukan untuk melakukan perawatan khusus untuk tuan arsen harus dilakukan secepatnya untuk mencegah sesuatu yang tidak di inginkan .

__ADS_1


Nara menatap wajah ayahnya yang berbaring lemah di dalam sana . ada perasan gagal pada dirinya sebagai seorang dokter dan anak .


"bawa ayah , dan obati sebisa mungkin , agar ayah bisa bertahan"ucap Baron membuat Nara tidak bisa menahan tangisnya .


Nara pun memeluk Baron .


pemandangan itu tentu membuat saga tidak nyaman .


tapi kenapa ? .bukan kah Nara dan Baron adik kakak ?"


"tuan Baron dan nona Valerie bukan lah anak kandung tuan arsen , nyonya Celia telah membohongi keluarga Danuarta selama ini hanya untuk kepentingan pribadi nya tuan , dan tuan arsen telah mengetahuinya , dan menyebabkan tuan arsen mengalami stres membuat kesehatan tuan arsen memburuk " kata kata asisten Lee kembali melintas di benak saga .


ya selama dalam perjalanan menuju medison keluarga danuarta , saga memerintahkan asisten Lee untuk menyelidiki keluarga Nara . dengan sigap dan cepat asisten Lee berhasil mencari informasi itu dengan teliti dan hati-hati untuk tuan mudanya itu . akhirnya dalam waktu 40 menit asisten Lee dapat menyampaikan informasi itu kepada saga .


" nona Nara Ardita "saga menekan kata katanya mengingatkan perempuan itu .


Nara dan Baron menatap saga , Nara bisa mengerti akan tatapan laki laki itu . Nara segera menjauhkan dirinya dari Baron ,


"aku akan mengurus semua tentang ayah , aku mohon beri Nara izin ,, ibu ,. .."dengan ragu kata kata itu terucap dari bibirnya tertuju kepada ibu Celia .


"Nara mohon , sebagai bakti Nara pada ayah " ucap Nara memohon kepada ibu tirinya itu. memohon agar ayah nya di izinkan di rawat di rumah sakit . karena selama ini ayah nya hanya meminum obat yang di berikan oleh dokter ,


"tidak perlu melakukan semua itu , dia ayah mu . kamu pantas untuk merawatnya "ucap saga menatap mata teduh itu dengan lembut.


Nara membalas tatapan wajah pria tampan itu , untuk kedua kalinya Nara merasa sangat di sayangi laki laki ini .


namun dering ponsel membuat saga berpamitan untuk mengangkat telepon itu .


"kak Nara , apa yang sudah kamu katakan kepada tuan Martadinata kenapa mereka sangat membenci keluarga kita ,


kenapa kakak tega menjelekkan keluarga kakak sendiri "ucap Valerie mendekati Nara .


"aku ,,,


"waktu itu , aku sudah meminta maafkan , tapi kakak malah memilih pergi meninggalkan medison ini , tapi kenapa seolah kami melakukan kejahatan yang bengitu fatal kak "ucap Valerie sambil menangis .


Nara ingin sekali rasanya menjawab ucapan Valerie , namun Nara tau jika ini hanya akan membuang waktu dan tenaganya saja .


membuat paman Adam menatap kedua wanita itu .


"sampai kapan non Nara hanya terdiam " paman adam sudah tidak bisa melihat penderitaan pak arsen selama ini .


"aku merindukanmu kak , kakak kemana saja , kami sudah berusaha mencari keberadaan kakak tapi ,,, "ucap Valerie sambil tertawa kecil . Nara terdiam sejenak , dan membalas pelukan Valerie .


"kakak hebat ,bisa mendapatkan hati seorang Martadinata , tapi jangan senang dulu , jika dulu aku bisa membuatmu keluar dari rumah ini , maka aku juga bisa membuat mu keluar dari hati tuan muda Martadinata ingat itu .kakak ku sayang ""bisik Valerie


"mari buktikan ucapan mu , dan lihat siapa yang akan menang pada akhirnya " balas Nara santai.


Valerie melepaskan pelukan mereka dan mengelap air matanya.


"mari kita rawat ayah bersama kak , ayah membutuhkan kita sebagai anak anak nya " ucap Valerie masih dengan wajah sedihnya .


Nara menatap ayah nya yang sedang tertidur karena efek samping dari obat yang Nara berikan .


"izinkan aku saja yang merawat ayah , dan aku akan membawa ayah tinggal bersama ku dalam beberapa waktu kedepan , sampai ayah benar benar pulih , tenang saja jika ayah sudah sembuh . aku tidak akan melarang ayah untuk pulang ke rumah ini "ucap Nara tersenyum .


"tapi bukan kah akan lebih mudah jika kita merawatnya bersama " ucapan Valerie membuat ibu Celia marah .


"Valerie kanapa kamu ingin sekali di susahkan oleh laki laki tidak berguna itu , hah "ucap ibu Celia membentak Valerie .


"biar saja jika Nara ingin merawat nya sendiri . bukanlah sudah sepantasnya jika dia yang merawat ayah nya . aku juga sudah bosan merawat ayah mu setahun ini ,


aku bosan ,,, kamu tau "ucap ibu Celia lagi dengan suara keras .


"ibu . "tegur Baron melihat sikap ibunya itu .


"cukup!


aku tidak ingin lagi berpura-pura menjadi istri yang baik untuk dia "ucap ibu Celia menatap kearah pak arsen .


"lagian aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini , semua perusahaan dan saham danuarta telah menjadi milik putra ku.


jadi aku tidak membutuhkan laki laki itu lagi "ucap ibu Celia tersenyum simpul kearah Nara .

__ADS_1


"dia bangai kan sampah yang harus ku buang Nara " ucapnya sambil tertawa kecil melihat ekspresi Nara yang marah .bibi Talisa yang ada di samping Nara pun ingin sekali menampar pipi wanita jahat itu .


"ibu apa yang ibu katakan ?" Baron dan Valerie serempak mempertanyakan ucapan ibunya itu .


"dia bukan ayah kalian nak , dan kalian tidak perlu bersusah panyah mengurusi penyakitnya .


bukan kah kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan , hidup mewah , dan di pandang sebagai orang yang terhormat .


karena kita memiliki semua nya"ucap ibu Celia membuat Baron dan Valerie memblakan matanya kanget mendengarkan ucapan ibunya itu .


"ibu hentikan kegilaan ini . dia ayah ku sampai kapanpun dia tetap ayah ku "ucap Baron dengan suara bergetar , menahan amarahnya .


karena tidak tahan Baron pun melangkah keluar dari ruangan itu menuju mobilnya dan bergegas pergi .


"ibu ,,"ucap Valerie kecewa dengan ucapan ibunya itu .


"itu lah yang terjadi val "Valerie lunglai jatuh , bangai mana ayah yang baik dan meyanginya


bahkan ayah nya sampai mengusir putri nya sendiri demi membelanya waktu itu . ternyata bukan ayah kandungnya .


"maafkan ibu "Valerie menggelengkan kepalanya sangat kecewa dengan ibunya itu ,


Valerie berlari dengan cepat menuju kamarnya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya .ibu Celia pun mengusul Valerie meninggalkan Nara yang sedang mencerna ucapan ibu Celia barusan ..


"kamu tidak ingin berterimakasih "ucap saga dengan pelan .namun mampu membuat Nara terperanjat kaget .


"hah ....


"lupakan , aku ada urusan penting . jadi aku akan pergi "Nara tidak menjawab .


"haii " saga memengang bahu Nara . Nara mencoba mengembalikan kesadaran nya .


"ada apa ? ,apa ada sesuatu?"


"tidak , tadi tuan bicara apa ?"


"aku ada urusan penting jadi aku akan pergi "


"owoh ,, baik pergilah " ucap Nara masih menunjukkan sikap yang membuat saga curiga ,


"Hanya itu ?"


"baik lah terimakasih tuan " saga ingin sekali rasanya menemani Nara karena terlihat sekali jika Nara sedang berada di titik sulit nya saat ini . namun tadi sahabatnya memberi kabar jika Sarah dalam keadaan mabuk berat dan memberontak jika orang yang menghalanginya . dan mereka tau jika hanya saga yang mampu membuat Sarah berhenti melakukan hal bodoh itu .


"aku akan menjelaskan kepada papi , jika besok kamu tidak bisa bertemu di pemakaman Tante Merry " ucap saga Nara mengagukkan kepalanya mengerti . saga pun melangkah pergi meninggalkan Nara yang masih terlihat murung dan tidak fokus .


paman Adam membuka pintu mengantarkan saga menuju mobilnya.


"tuan "


saga menatap laki laki yang sedang menatapnya itu .


"saya tidak meminta apapun kepada tuan , saya hanya ingin tuan membatu non Nara membawa tuan arsen keluar dari rumah ini , hanya itu.


saya nyakin tuan sudah mengetahui tentang keluarga ini kan "ucap Paman adam sambil tersenyum getir .


"akan saya usahakan paman "


"terimakasih tuan , terimakasih "ucap Paman adam hampir


berlutut dihadapan saga . namun saga menolaknya .


"Nara akan menjadi istri saya paman , apapun yang berkaitan dengan Nara maka itu juga sudah menjadi urusan saya ,


saya ada urusan paman . saya pamit dulu " ucap saga mendapatkan anggukan dari paman Adam ....


bersambung...


hi reader terimakasih ya sudah mampir mohon tinggalkan jejak biar lebih semangat nulis nya .


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


slow uq ya πŸ™‚

__ADS_1


__ADS_2