' R E T A K '

' R E T A K '
Marah^


__ADS_3

Bagaimana dengan malam ini , harus nya berakhir bahagia namun malah menjadi bumerang bagi Nara . ya Poto Poto nya telah di kirimkan kepada saga oleh seseorang .


Saga yang baru saja keluar dari kantor polisi pun segera membuka pesan yang baru saja masuk ke ponsel nya itu . ada beberapa Poto Nara disana . namun yang paling membuat saga tidak percaya karena Nara tidak sendirian bahkan laki laki yang ada di Poto itu sedang memeluk wanita yang telah sah menjadi milik nya berapa jam yang lalu .


Saga menenangkan pikiran nya yang sudah di kuasai amarah . karena iya masih menangkal apa yang dilihatnya . waktu itu sudah jam 4 pagi dan saga masih berada di kantor polisi untuk memenuhi keterangan tentang kebakaran yang terjadi . dengan langkah cepat saga langsung mengambil keputusan untuk menuju lokasi yang di kirimkan oleh nomor yang tidak dikenal itu .


"Aku harap ini tidak benar Nara "ucap sang pelan sambil menahan amarah yang sudah memuncak itu .


Saat itu memang saga sendiri karena asisten Lee harus menyelidiki pelaku yang berhasil mereka tangkap .


Dengan kecepatan tinggi saga akhirnya sampai di sebuah hotel yang di maksud kan .


Dreet.....


"Kamar 20 lantai 2 -saga semakin yakin jika semua ini hanyalah kebohongan . tapi bangaimana jika benar Nara ada di sana . apa yang akan iya lakukan.


Dengan langkah panjang saga memasuki hotel itu dan langsung menerobos masuk menuju kamar yang di beritahukan kepada nya itu .


para penjaga hotel itu langsung mengejar saga dan menghentikan langkah laki laki yang sedang marah itu .


"Tuan . Anda harus mematuhi peraturan disini "


"Tuan berhenti "ucap mereka . namun saga sudah berdiri di depan pintu kamar itu dan menatap siapa yang ada di dalam sana .


Deg ,,,. jantung saga berdetak kencang , darahnya terasa mendidih saat melihat kenyataan bahwa benar istrinya lah yang berada di kamar itu . tak berselang lama seorang pria keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang dikenangkan sebelum.


Saga tersenyum sinis , dan langsung melampiaskan amarahnya menghujamkan tinjuan keras kepada pria itu . semua orang yang berada di sana mencoba menghelai kedua pria itu namun mereka kesusahan memisahkan antara mereka berdua .


Karena suara riuh membuat Nara perlahan membuka mata nya dan mengedarkan pandangannya .


Nara kaget karena iya melihat suaminya itu sedang memukuli pria . karena memang Nara tidak tahu apa apa . Nara dengan cepat berdiri dan langsung menghelai pertengkaran itu .


Saga mengalihkan pandangannya pada Nara yang sedang memeluknya . Saat itu Nara memakai kimono menambah amarah laki laki itu semakin besar .


Saga langsung mendorong kuat tubuh wanita itu menjauh dari nya hingga Nara terbentur ranjang . Nara pun menatap wajah suaminya itu tidak percaya.

__ADS_1


Marah , kecewa itulah yang Nara lihat dari sorotan mata pria tampan itu .


"Aku tidak melakukan apapun mas , tolong percanya pada ku "ucap Nara berderai air mata .Nara kembali ingin menyentuh tangan saga namun saga menepis nya dengan kasar .


"Tolong katakan sesuatu , ini semua hanya jebakan kan ? "teriak Nara menatap pria yang sedang memperhatikan mereka berdua .


"Kenapa kamu diam saja . katakan sesuatu !"ucap Nara lagi kepada Rio laki laki yang telah tega menghancurkan kepercayaan suaminya itu kepada nya .


"Mas ,. aku tidak melakukan apapun , tolong percanya pada ku "ucap Nara lagi menatap wajah suaminya memohon agar saga percanya pada nya .


Saga berdiri mengacak rambutnya frustasi atas apa yang terjadi . Nara terus menangis sesenggukan melihat ekspresi suaminya itu .


"Mas ,,


"Menjauh dari ku "bentak saga


"Aku tidak melakukan apapun "ucap Nara lagi . dengan penuh emosi saga mengambil pot bunga yang terbuat dari kaca itu dan melemparkan kepada Nara , Nara berusaha menghindar namun tetap mengenai kepala perempuan itu membuat darah segar membasahi kimono berwarna putih itu , Nara terlihat memengang kepalanya karena sakit yang teramat membuat Nara hampir kehilangan kesadaran .


Rio terperanjat melihat itu , tapi dirinya tidak bisa berkata apa-apa , hingga akhirnya rio memilih pergi meninggalkan tempat itu Tampa mengatakan sepatah kata pun .


Saga tidak melakukan apapun . tatapan dingin dan menusuk hati itu . setelah itu saga memilih meninggalkan Nara dan para petugas hotel yang sedang menolong Nara .


"Mas ,,, "ucapan lirih itu membuat saga menghentikan langkah nya sebentar , setelah itu iya pun benar-benar meninggalkan tempat itu . membuat Nara menangis sejadi jadinya .


Petugas hotel itu melihat Nara dengan tatapan kasihan dan prihatin .


"Mba kita kerumah sakit sekarang "ucap seorang pria yang memakai seragam security itu .


Nara menggeleng dan berusaha bangkit dari duduknya dengan langkah yang sempoyongan dan darah masih membasahi rambut dan kimono nya Nara berjalan pelan untuk menyusul saga .namun baru beberapa langkah Nara kembali terjatuh . membuat petugas hotel itu menolong Nara lagi .


"Mba , tolong dengar kan saya . kita kerumah sakit sekarang " ucap pria itu lagi . Nara kembali menepis tangan security itu .


"Tolong bantu saya , suami saya salah faham "ucap Nara menangis putus asa .


Nara kembali bangkit dan berusaha berjalan walaupun dengan menggapai beberapa tembok yang di lalui nya . mereka pun tidak bisa menahan Nara . sesampainya di lobby Nara melihat mobil saga baru saja keluar dari parkiran hotel itu .

__ADS_1


"Mas ,,, "Nara berusaha berlari untuk mengejar namun langkahnya bengitu kecil karena tenaganya sudah hampir habis .


Nara terus melangkah mengejar namun mobil yang di tumpangi suaminya itu sangat cepat . membuat Nara terjatuh putus asa .


Nara kembali menangis hingga tak sadarkan diri melihat itu petugas hotel itu pun langsung membawa Nara untuk menuju rumah sakit terdekat .


...------------...


Pagi hari-


Pak arsen sedang duduk bersama pak Adrian , mereka berdua belum mengetahui bencana itu . melihat pintu kamar saga dan Nara masih tertutup rapat membuat mereka berdua mengerti akan kebahagiaan kedua anaknya itu .


Namun kedatangan asisten Lee membuat pak arsen dan pak Adrian menatap asisten anaknya itu .


"Ada apa Lee .. kenapa kamu datang sepagi ini ? "


"Apa tuan muda pulang ke hotel tuan ? "bukannya menjawab , asisten Lee malah bertanya kepada pak Adrian dan pak arsen .


"Kenapa kamu bertanya , bukankah saga bersama dengan kamu semalam ? "tanya pak Adrian kepada asisten Lee.


"Tidak tuan kami terpisah semalam . karena tuan muda menyuruh saya untuk menyelidiki pelaku yang diduga melakukan pembakaran di gudang , sedangkan tuan muda ke kantor polisi untuk memenuhi keterangan tentang kebakaran "jelas asisten Lee .


Pak arsen pun segera melangkah mendekati kamar yang menjadi tempat Nara dan saga . pak arsen mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada jawaban . membuat pak arsen langsung membuka dan melihat keadaan kamar itu . Kosong !


"Mereka tidak ada " ucap pak arsen kepada pak Adrian .


"Keman mereka ? "tanya pak Adrian cemas .....


Bersambung ...


Assalamu'alaikum ☺️


Maaf baru uq lagi . soalnya nyelesain tulisan Mimin yang "Naira Azahra istri ku " dulu . biar fokus ke cerita ini Kalo Naira udah selesai . makasih yang udah mampir πŸ™πŸ»πŸ˜


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komen biar lebih semangat nulis nya ☺️

__ADS_1


Semoga terhibur πŸ™πŸ»β˜ΊοΈ


__ADS_2