' R E T A K '

' R E T A K '
Cincin pernikahan ^


__ADS_3

Setelah kepulangan pak Adrian , Nara ragu ragu untuk membuka pintu kamar ayahnya , apalagi mengabarkan berita pernikahan ini .


Namun suara bel berbunyi membuat Nara segera membukakan pintu


"Siapa ?" seorang wanita paruh baya dan pria paruh baya ada di depan Nara .


"paman ,. bi , mengapa bibi dan paman ada di sini ?"tanya Nara dengan nada bingung.


"tolong biarkan bibi dan paman masuk dulu "rengek bi Tanisa memeluk tubuh wanita itu .


Nara yang sadar hanya bisa tersenyum malu lupa untuk menawarkan masuk .


"Nara lupa ., hayo masuk bi ,paman " Nara membawa tas ransel yang sedang paman Adam bawa .


mereka berdua tersenyum saja .


"Bi jelas kan sesuatu ?"ucap nara duduk di sebelah bi Tanisa .


"Tuan Adrian yang menyuruh kami untuk merawat tuan arsen , saat Nara Bekerja ,dan menjadi istri nanti " ucap bi Tanisa sambil tersenyum kepada Nara .


"Hah ... secepat itu beritanya ?"


"Huh ... Nara lupa berurusan dengan siapa "keluh Nara menyenderkan punggungnya di sofa tempat nya duduk . paman Adam hanya berkekeh .


" Nak ,, sudah waktunya juga untuk dirimu menikah , jangan khawatir akan bangaimana kedepannya seperti apa , karena paman nyakin jika tuan saga sangat baik hati , dan pasti akan menyayangi nona nanti " ucap Paman adam membuat Nara berdecak.


" Harusnya paman menghalangi , bukan malah mendukung seperti ini "Rajuk Naira


"Aku tidak mengenal tuan muda itu , bahkan dia sangat kaya dan tampan ,, tidak tidak ,. yang pasti dia Kaya, nanti pasti akan banyak wanita cantik yang suka padanya , tapi kenapa dia memilih aku si "bi Tanisa mencubit pipi nara karena gemas dengan anak majikannya itu.


"Non takut jika ada menyaingi non untuk Tuan muda ?"goda bi Tanisa


"Bukan seperti itu bi , aku hanya seorang dokter biasa , Nara merasa minder dengan keluarga itu "ucap Nara menatap wajah wanita paruh baya itu .


"Apa nanti dia tidak akan merendahkan martabat keluarga kita bi ?" tanya Nara ,membuat bi Tanisa dan paman Adam tertawa


" Mana mungkin seperti itu , mereka orang baik , paman nyakin jika nanti non akan bahangia "


"Aamiin " ucap bi Tanisa


"Bangaimana keadaan tuan non " tanya paman Adam


"Tidak terlalu baik paman , tapi sekira nya ayah tidak mengonsumsi minuman dari bunga itu lagi " ucap Nara tersenyum getir .


"Wanita berhati iblis itu memang keterlaluan "ucap Paman adam .


"Saat ini bukan waktu nya untuk saling menyalahkan paman , tapi memperbaiki sesuatu yang kurang baik menjadi lebih baik kedepannya , aku nyakin ayah akan sembuh , semoga Allah bantu " ucap Nara nyakin


"Paman percaya pada non " Nara mengangguk-anggukkan kepalanya .


"Tapi kenapa bibi dan paman bisa keluar dari rumah ibu Celia ?"


" Setelah Kepergian non dan tuan dari rumah itu , seluruh pengawai lama di pecat oleh Nyonya Celia , kami pun menerimanya "


"Kasian sekali , banyak orang yang kehilangan pekerjaan nya , lalu bagaimana bibi dan paman bisa ke apartemen Nara ?"


"Dan beberapa jam yang lalu ada seseorang yang menjemput kami , dia mengatakan jika majikan mereka meminta kami berdua untuk merawat tuan arsen , kami tidak bisa menolaknya karena itu lah keinginan kami non " Nara merasa terharu dengan bi Tanisa dan paman Adam yang mengabdi kepada keluarganya selama ini .


"Terimakasih bi " Nara menangis memeluk tubuh wanita paruh baya itu .


"Ini permintaan nyonya Merry non , dan saya sudah menganggap nyonya Merry sebagai kakak saya , saya berjanji akan bersama non dan tuan sampai kami benar benar tidak berguna lagi untuk non dan tuan " ucap bi Tanisa menangis .


"Kalian berdua adalah orang tua ku bi , kalian akan selalu berguna untuk Nara " ucap Nara sambil menangis ....


.....


Satu Minggu berlalu


....

__ADS_1


tin ... tin ... tin


Suara klakson mobil membuat Nara mengalihkan pandangan ke arah mobil itu , kaca mobil itu pun terbuka melihatkan pria gagah berada di dalam sana .


"Hah ,,. tuan itu , apa dia melihat aku "Nara segera menutupi wajahnya dengan tasnya agar tidak terlihat oleh tuan muda itu .


ya tadi pagi pak Adrian mengabari jika saga akan menjemputnya di rumah sakit . entah aada urusan apa ?


Saga melangkah keluar dan mendekati Nara yang sedang berusaha bersembunyi darinya .


saga menarik kerah baju nara dari belakang , membuat tubuh munyil itu berhadapan langsung kepada saga .


Nara menunjukkan senyum manis nya.


"Kamu ingin menghindari ku ?"


"Tidak ,,, kata siapa ? , aku tidak melihat tuan tadi " ngeles Nara .


"Bangai mana kamu bisa melihat saya , kalo tas ini menutupi wajah mu ? saga mengambil tas Nara , dan langsung di di berikan kepada asisten Lee .


"Haha ,, iya ya "ucap Nara tertawa kaku .


"Ikut dengan ku " ucap saga menggandeng tangan Nara masuk kedalam mobil nya .


"Mau kemana tuan ?"namun saga menyuruh Nara masuk kedalam mobil tersebut .


Asisten Lee segera membukakan pintu untuk tuan mudanya itu dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu .


Kebisuan membuat Nara sangat bosan apalagi Narada di antara kedua manusia kutub Utara ini , mereka terdiam seperti patung bahkan mengedipkan mata saya bisa di hitung oleh Nara .


"Tuan tadi tas ku dimana ? " tanya Nara kepada asisten Lee . saga menatap wajah Nara .


Asisten Lee hanya terdiam . saga langsung mengambil tas nara dan di berikan nya .


"Terimakasih " Nara mengambil tas itu dan membuka ponselnya . memberi kabar kepada bi Tanisa jika iya akan telat pulang .


"Tuan kita mau kemana ?" tanya Nara kepada saga .


"Huuu .. dasar kutub es " setelah beberapa menit akhirnya mereka telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan .


Dan saga pun bergegas keluar , dan memberikan tangannya untuk Nara . Nara pun langsung menyambutnya dan keluar dari mobil tersebut .


Tapi anehnya mall itu terlihat sepi hanya ada beberapa orang yang berpakaian hitam menyambut mereka berdua .


membuat Nara kebingungan biasanya jam sengini banyak orang yang berkunjung . apa lagi ini adalah pusat perbelanjaan yang paling banyak pengunjungnya setiap hari nya .


Saga tidak melepaskan tangannya dari jemari Nara , sampai mereka sampai di sebuah toko perhiasan yang notabenenya Hanya orang kaya saja yang bisa kesana .


"Selamat sore tuan , nona " sambutan mereka sangat ramah dan hangat saat saga dan Nara sampai disana .


"Sore "Jawab Nara sambil tersenyum kecil . sedangkan saga hanya menunjukkan wajah datar .


Mereka pun membawa saga dan Nara di ruangan tertutup .


"Tadi asisten Lee mengabari kami ,jika tuan ingin mencari cincin pernikahan yang paling bagus , kami sudah mengeluarkan semua yang menurut kami terbaik dari toko kami tuan , silahkan " ucap manager toko itu . berbeda dengan Nara , Nara terperanjat melihat cincin yang bengitu indah yang di balut permata asli dan pasti ini sangat mahal .


"Aku ingin melihat itu " tunjuk saga melihat salah satu dari cincin yang ada di hadapan mereka .


"Apa ini yang paling mahal ?"


Nara tercengang dengan ucapan laki laki itu .


"Itu yang nomer dua tuan , yang ini yang paling mahal dan tentunya kualitas terbaik "ucap manager itu .


"Coba ku lihat " saga menarik tangan Nara dan memasang kan cincin itu di jari manis wanita itu .


"Cantik ,,


"Terimakasih ,,

__ADS_1


"Cincin nya " Nara mengerucutkan bibirnya .


"Kamu suka ?"


"Iya saya suka ,, tapi ini pasti mahal sekali " ucap Nara tersenyum


"Setoko ini aku bisa membelinya dan itu tidak mengurangi kekayaan ku " ucap saga sombong .


"What ? , tuan apa maksud tuan ?"


"Sejak kapan calon istri memanggil calon suami nya dengan sebutan tuan ?"bisik saga membuat Nara menyadari kesalahannya .


"Maafkan saya ,,


"Panggil sayang "


"Apa ? , baik lah " sang manager mencuri curi perhatian mereka berdua yang sedang berbisik bisik .


"Kami ambil dua ini " ucap saga .


"Tu,,, sayang , satu saja sudah cukup "ucap Nara Sambil menggangukan kepalanya menyakinkan saga .


"Aku yang membayarnya bukan kamu , jadi jangan cerewet "


"Yaya ya tuan sombong "ucap Nara tersenyum simpul kearah saga . sedangkan para karyawan dan manager tertawa kecil melihat tingkah kedua orang itu .


"Wah tuan saga yang sangat dingin dan bahkan dia tidak memiliki humor tentang kekasih nya , tapi lihat sekarang dia langsung membeli cincin pernikahan , apa artinya aku harus merelakan cinta dalam khayalan ku , hu , hu ,hu , harusnya aku sadar diri dari awal "batin mereka .


"Kami akan membungkus nya "


"Tidak ,, jangan di lepas itu sudah ada di jari mu , jangan di lepas " perintah saga melihat Nara akan melepaskan cincin yang sudah saga pasangkan di jari manisnya .


"Kenapa , ini harus di bungkus tu., sayang " ucap Nara menatap wajah pria tampan itu .


"Jika aku bilang tidak ya tidak ! ,"membuat Nara ingin sekali rasanya menendang laki laki ini .


"Kalian lihat apa . bungkus ini "ucap saga dingin membuat para karyawan itu menundukkan kepalanya dan sengera memenuhi permintaan pemilik mall itu . Nara segera mencubit tangan pria itu karena cara nya berbicara kepada seluruh karyawan .


"tuan ,, jangan galak galak tar cepat tua Lo " ucap Nara serius . membuat saga ingin tertawa saja .


"Kamu harus terbiasa ,, aku memang seperti ini "ucapnya acuh . Nara memutar bola matanya jengah dengan kesombongan tuan muda ini .


"aku bisa menghitung kapan tuan saga tertawa dan tersenyum , tapi satu jam saja bersama dengan nona tuan sudah puluhan kali tertawa , terimakasih nona sudah mengembalikan senyuman itu . " batin asisten Lee .


ya semenjak wafat nya ibunda saga , saga menjadi sangat dingin bahakan tersenyum saja saat bersama Elle dan Nenek nya , di tempat lain saga hanya menunjukkan sikap dingin dan angkuh .


Setelah selesai mendapatkan apa yang saga ingin kan .. saga mengajak Nara untuk makan di restoran Turki , membuat Nara sangat antusias . karena ini memang tepat yang paling sering Nara dan teman teman nya kunjungi jika mereka sedang berlibur bersama .


"Kamu mau makan apa ? "


"Saya pemakan apa saja tuan , jadi terserah apa yang anda pesan saya kan memakannya "ucap Nara tersenyum kearah saga ,membuat saga tertawa kecil .


"Berarti aku akan mengeluarkan uang banyak untuk keperluan makan mu "ucap saga .


"Haha ,, bisa di bilang bengitu "ucap Nara tersenyum .


"Tapi bukankah kamu tau jika banyak makanan yang tidak sehat ?" tanya saga . Nara mengagukkan kepalanya .


"mungkin karena keadaan , Nara menyukai semua makan bahkan dia tidak akan berkomentar tentang rasa atau kurang dari masakan itu , Nara sangat menghargai segala sesuatu jika itu tentang perasaan orang lain , Nara sangat lah suka dengan masakan Turki karena itu adalah makanan kesukaan ibu Merry "ucapan gia membuat saga teringat akan kehidupan Nara yang iya tau dari sahabat baik Nara itu .


Ya dalam satu Minggu ini saga benar benar mencari informasi tentang Nara dan masa lalunya , bahkan saga merasa sangat marah saat mengetahui Nara di usir oleh ayahnya saat itu . dan mengetahui penghianatan tuan arsen kepada ibu Nara .


Hingga Saga tidak ragu lagi untuk mengandeng perempuan itu menuju sebuah hubungan yang lebih sakral dan iya tidak munafik saga sangat terpikat dengan kecantikan , kesopanan dan lemah lembut wanita ini . entah dari mana iya memikirkan hal itu namun itu mampu membuat hatinya bergetar jika mengingat wanita itu .


Walau ada dendam yang meronta di dadanya tentang keluarga Nara . namun dengan cara ini lah saga mampu menjaga wanita itu saat ini. ...


bersambung...


hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya

__ADS_1


semoga terhibur ☺️


slow uq*


__ADS_2