
...----------------...
"Pagi dok "sapa semua orang saat Nara masuk ke ruangan kepala rumah sakit'itu.
" Pagi pak Thomas , anda memanggil saya ?"
"Iya , saya memanggil dokter Nara "
"Kalo boleh tau ,tentang apa yang akan saya jelaskan?"dengan nada sedikit gugup kepala rumah sakit .
" Tuan Adrian meminta dokter Nara yang merawat nya " jelas nya kepada Nara.
Nara tidak percaya dengan ucapan kepala rumah sakit itu .
"Tuan ?"
"Ya tuan Adrian meminta dokter Nara yang merawat tuan Adrian !"ucap pak Thomas sambil tersenyum manis kepada Nara .
"Dokter sangat beruntung ,
tidak salah jika dokter Nara di angkat menjadi dokter favorite tahun ini , selamat" ucap kepala rumah sakit heboh karena Nara menjadi salah satu dokter yang merawat orang no satu di kota itu .
"Ya "ucap Nara lirih sambil tersenyum kaku.
"Ya sudah penampilan , dan keramahan harus sesempurna mungkin oke , jangan kecewakan saya sebagai ketua rumah sakit di sini " ancam nya sambil tertawa kecil kepada Nara yang kaku .
"Akan saya usahakan Nara pamit " Nara keluar saat kepala rumah sakit mengizinkan Nara untuk keluar dari ruangan itu.
" Apa katanya ? , tuan Adrian Martadinata memilih Nara Ardita sebangai dokter pribadi nya " Nara tidak menunjukan kegugupan nya .
Nara berjalan dengan anggun penuh wibawa , matanya yang teduh membuat siapa saja menjadi tenang melihat mata indah itu .
Nara membuka pintu kamar VIP dan melihat pria paruh baya itu sedang tersenyum kearahnya .
"Selamat pagi tuan hari ini saya yang akan memantau kondisi tuan " pak Adrian mengangguk .
"Ada keluhan apa yang tuan rasakan hari ini? "
"Saya melihat kak Meryy dari diri dokter nara " Nara terperanjat kaget orang asing mengenal ibunya .
Nara tidak berkata apapun , hanya tersenyum dan meneruskan niat nya untuk memeriksa keadaan pak Adrian .
"Apa disini masih sakit tuan ? "
Nara , pak Adrian menggeleng
Nara pun menulis di buku catatan pasien .
"Disini ,
"Tidak "
"Apa dokter Nara tidak ingin tahu kenapa saya bisa mengenal kak Meryy ?"
"Tuan mengenal ibu saya ?"
"Hemm "
"Maaf tuan , saya harus menyelesaikan tugas saya dulu , jika nanti ada yang perlu di bicarakan di luar kesehatan tuan ,
nanti bisa bicarakan. maaf tuan " ucap Nara sambil tersenyum dengan .
"Dia sedikit keras kepala , baiklah "
"Baik lah "
Nara mengganti selang infus dan memberikan suntikan di dalam infus itu , Nara mencatat semua keadaan pak Adrian ,
Nara berbicara dengan rekan setimnya membicarakan obat untuk pak Adrian , setelah selesai Nara tersenyum kepada pak Adrian .
"Tuan ,, semakin hari perkembangan kesehatan tuan semakin baik , kita harus mensyukuri itu " ucap Nara tersenyum ramah menjelaskan .
"Aku memang sehat "ucap pak Adrian sambil tertawa kecil .
__ADS_1
"Saya suka dengan pemikiran positif tuan , maksud saya itu akan sangat bangus untuk kesehatan " ucap Nara tersenyum.
"Mau kita lanjutkan pembahasan tentang kenapa saya mengenal kak Meryy "
"Haha , tuan mungkin akan membahas Merry yang lain ,
bukan ibu saya " ucap Nara
"Ibu saya sudah lama meninggal tuan , jadi mungkin yang tuan maksud bukan ibu saya " ucap Nara dengan nada ramah .
"Dokter Nara sangat keras kepala , kamu tahu kak Meryy selalu saja mengalah demi saya " ucap pak Adrian sambil tertawa kecil . sambil memberikan sebuah map coklat kepada Nara .
Nara mengambil map coklat itu dan menatap wajah pak Adrian ,
"Disitu ada banyak kenangan saya dengan kak Merry dan ayah David Guetta, dokter Nara bisa melihatnya " Nara masih menunjukkan sikap santai dan nyaman.
"Bukan hanya nama ibu ku yang di ketahui oleh tuan Adrian , tapi juga nama kakek .
"Duduk lah terlebih dahulu sampai dokter Nara mengerti dengan maksud saya " Nara mengangguk dan mulai membuka lembaran demi lembaran .
tidak ada reaksi apapun yang Nara tunjukkan kepada pak Adrian .
"dia tidak kanget , wau sifat nya sangat unik " pak Adrian pun tersenyum melihat sikap Nara .
"Ternyata tuan adalah adik angkat ibu saya , saya sangat menghormati itu . terimakasih tuan . maaf jika ibu dan kakek saya pernah berkata yang tidak baik kepada tuan selama bersama ibu dan kakek "ucap Nara tersenyum kepada pak Adrian .
"Bahkan saya yang mengecewakan ayah David dan kak Meryy ,saya belum bisa membalas jasa baik mereka .dok "ucap pak Adrian lirih . Nara masih menunjukkan tersenyum nya .
"Dimana ayah Dokter Nara ? "
"Ayah saya . ada tuan tapi memang saya tidak tinggal bersama ayah "ucap Nara tersenyum simpul .
"Owoh ,, setiap Senin saya menjenguk kak Meryy "
"Terimakasih "
"Saya berniat untuk membalas jasa baik ayah David dan kak Meryy kepada dokter Nara " Nara sedikit kanget .
"Terimakasih tuan tapi saya tidak menginginkan itu melihat tuan masih ingat kepada ibu dan kakek saya itu sudah lebih dari cukup " ucap Nara tersenyum ramah .
"Maaf tuan , saya tidak bisa , maaf "tolak Nara dengan nada pelan.
" Dokter Nara tau saya tidak menerima penolakan "ucap pak Adrian menanggapi keras kepala gadis cantik itu .
Pak Adrian memberi tanda jika Nara harus keluar dari ruangan itu . Nara terdiam .dan mungkin ucapan pak itu becanda pikirnya . tidak ada reaksi apapun yang Nara tunjukkan bahkan dia masih tersenyum ramah kepada pak Adrian .
"Saya permisi tuan selamat istirahat sebentar lagi sarapannya akan datang jangan lupa untuk meminum obat nya. " Nara melangkah meninggalkan tempat itu dengan perasaan bingung .
.....
"Apakah orang kaya seperti itu semua , huhh ,,, membalas jasa
aku sangat berterimakasih dengan niat baik itu , tapi kenapa harus pernikahan "ucap Nara pelan sambil melangkah menuju ruangan nya .
"Huuuff ,, Nara masuki ruangan nya sambil menggantung kan jas putih yang memberikan identitas gadis cantik itu
Nara mendudukkan tubuhnya di kursi dan kembali membuka map coklat itu .
"Apa maksudnya dengan semua itu !
membahas tentang pernikahan membuat ku ngeri , seakan aku memilih phobia tentang masalah itu.
huhu.. Nara bahkan banyak sebagian orang menjadi kan pernikahan adalah suatu cita cita dalam hidup mereka , tapi kenapa kamu malah tidak ada berkeinginan si . "Nara menyenderkan kepalanya menatap langit langit ruangan itu .
"Ibu " air matanya mengalir saja tanpa di sadari . rindu siapa yang tidak merindukan wanita yang telah memberikan nya kehidupan di dunia ini .
Tok ,, tok ,, tok
Naira menghapus air matanya cepat dan menetralkan perasaan nya yang sedang cemas .
"Dok , ,
"Gia ,,
__ADS_1
"Ini ada kiriman ,, wah dokter punya pacar tapi gak ngomong ngomong si , huhh .. curang " gia menaruh bunga dan sebuah kotak yang lumanyan besar di hadapan Nara dan sebuah surat .
"Hah ,. dari siapa ini gia ?
"Aku tidak tahu . tadi saat aku melewati meja resepsionis ada yang menanyakan ruangan dokter Nara , jadi aku bilang aku satu stap dengan Dokter Nara . dan dia meminta ku untuk mengantarkan nya kepada dokter "
"Dokter tau , dia berpakaian rapi memakai jas dan dia seperti orang kantoran dok "jelas gia panjang lebar mengenai seseorang yang memberikan itu tadi dengan antusias .
"Aku tidak bisa menerimanya gia , aku akan mengembalikan nya " nara berdiri dan mengambil bunga dan kotak berwarna oranye itu . jelas itu merek branded ternama dan Nara tidak bisa menerima itu apa lagi belum jelas asalnya dari mana .
"Dok huh ..di kasih gratis malah gak di terima ,, udah mati rasa kali nya " ucap gia saat Nara pergi meninggalkan tempat itu .
Nara berjalan cepat , menuju meja resepsionis mencari orang yang memberikan barang itu .
"Dok cari siapa ?"
"Orang yang memberikan ini "tunjuk Nara kearah barang yang ada di gendongan nya .
"Sudah keluar dok "Nara berjalan cepat menuju ke luar untuk bertemu dengan seorang yang memberikan nya barang barang itu .
Pria gagah baru saja keluar dari mobil sport mewah , tidak sengaja menabrak wanita yang sedang berjalan cepat itu .
"Au "
"Apa kamu tidak memiliki mata ?"maki pria yang ada di sebelah pria yang di tabrak Nara
Tampa mengatakan apapun .Nara mengambil barang yang berceceran dan menatap ke dua pria tampan itu dengan perasaan bersalah.
"Maaf tuan ,saya buru buru " ucap Nara menundukkan tubuhnya minta maaf kepada kedua pria itu dan bergegas meninggalkan kedua pria tampan tersebut .
"Siapa dia , berani nya dia berbicara seperti itu ?, apa dia mau kehilangan pekerjaan nya "ucap nya geram .
namun laki laki yang ada di sebelah nya hanya memandang ke arah wanita itu sambil tersenyum kecil bahkan hampir tidak kelihatan .
Dia adalah Lionel Richie Martadinata anak kedua dari pak Adrian Martadinata dan ibu Erika Martadinata , lebih muda lima tahun dari saga .
dan Lio masih memiliki seorang adik perempuan bernama Elle Martadinata , keduanya sangat menurut kepala kakak laki-laki mereka yaitu saga . karena saga memiliki sifat yang tegas ,dan tidak bisa di bantah .
"Assisten Lee , cari tau siapa wanita itu , dan apa jabatan nya dirumah sakit ini agar dia tau sedang berurusan dengan siapa !"ucap nya masih geram dengan Nara karena tidak mengatakan minta maaf dengan baik menurut nya.
asisten Lee hanya mengangguk . dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ruangan pak Adrian .
.....
"Tuan " pria berjas itu menatap Nara yang berjalan mendekati dirinya .
"Ini barang dari tuan kan , maaf saya tidak menerima barang dari orang yang saya tidak kenal "Nara memindahkan barang barang yang ada di tangan nya .
"Tapi ini pemberian tuan ,,,
"Aku tidak mengenal siapapun ! maaf mungkin Anda salah orang " ucap Nara tersenyum simpul dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu ,
Sedangkan pria itu cemas sekali . ini adalah perintah bos besar mereka bagai mana bisa di tolak si . wah bakal dapat masalah ini , pikiran nya .
dering telepon terdengar oleh pria itu .
"Nona Nara menolak nya ?"
"Iya asisten Lee , bangai mana aku menjelaskan nya kepada tuan Adrian "tanya nya cemas .
"Belikan yang baru , dan antar kan di kamar tuan Adrian "sambungan telepon terputus bengitu saja . membuat pria itu mendengus .
"Lalu ini mau diapakan ,
apa dia mengatakan itu , tentu tidak .
asisten Lee kenapa si suka ikut ikutan sama tuan saga , belum di jelaskan juga udah di matiin aja " rutuk pria itu ...
Bersambung....
Assalamu'alaikum ☺️
Hi reader tolong tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya ☺️.
__ADS_1
terimakasih sudah berkunjung semoga terhibur ☺️🙏🏻