' R E T A K '

' R E T A K '
Masuk kedalam permainan ^


__ADS_3

Dua Minggu berlalu , pernikahan itu serasa lebih sulit untuk di teruskan , tapi bangaimana Nara benar benar kehilangan semua orang yang berada di balik semua ini . mereka menghilang bak di telan bumi .


Nara hanya tersenyum kecil melihat keadaan rumah tangga nya . namun usaha nya belum berakhir Nara terus mencari informasi tentang para petugas hotel itu , dan keberadaan Rio namun belum juga mendapatkan bocoran tentang keberadaan mereka. membuat Nara hanya mampu bersabar .


Nara sudah Melakukan kegiatan nya seperti biasa setelah satu Minggu benar benar fokus mencari bukti di bantu oleh papi mertua nya .


Namun sekarang Nara lebih percaya akan rencana tuhan untuk nya , apapun akhir dari semua ini nara akan menerima nya . tapi untuk sekarang Nara tidak akan menyerah !.


"Selamat pagi tuan ? "sapa bi Laras ya bi Laras pindah bekerja dengan tuan mudanya itu atas permintaan pak Adrian .


Menurut saga pernikahan ini sebenarnya sudah tidak ada arti lagi setelah melihat pengkhianatan Nara di malam pernikahan waktu itu , tapi karena tidak ingin nama besar keluarga nya tercemar akhirnya saga terpaksa harus meneruskan pernikahan ini walaupun tidak ada rasa apapun lagi dihatinya .


Bukan tidak ada hanya sedang bersembunyi dibalik ke amarahan dan ego yang terlalu tinggi . dan akan terasa saat sang tempat menaruh rasa itu pergi dari dirinya .


Mereka tidur di satu kamar yang sama . tapi tidak ada yang istimewa dari kebersamaan itu , hanya menambah kepedihan hati melihat wanita yang mampu menarik hatinya tidur dengan laki laki lain .


Saga memakan sarapannya sendiri karena Nara belum kembali bertugas . karena semalam Nara tugas jam dua pagi . namun Nara sudah menyiapkan segala keperluan saga kekantor .


"Pagi bi " jawab saga .


saga sarapan dengan spaghetti carbonara yang di masak oleh bi Laras , namun yang menyiapkan bahan bahannya adalah Nara .


Ya setiap selesai makan malam Nara selalu menyiapkan bahan untuk sarapan pagi mereka keesokannya . walau dirinya hampir satu Minggu ini tugas dari dini hari . apalagi sedang berada di area pademi ini .


"Nara pulang jam berapa bi ? " entah kenapa iya ingin tahu jam berapa istrinya itu pulang .


Karena satu Minggu ini walau mereka sudah pindah di sebuah perumahan elit hanya berdua namun mereka tidak pernah menyapa , apa lagi mengobrol . bukan tidak pernah hanya saja saga tidak pernah menanggapi ucapan Nara jika Nara mengajak nya berbicara . membuat Nara juga ikut terdiam merasa saga benar benar tidak menganggapnya sekarang .


"Non pulang jam sepuluh tuan "


"Oh , naik mobil sendiri ?


"Iya tuan "saga hanya mengangguk dan meneruskan sarapan nya .


" hati hati tuan " mendapat anggukan dari tuan mudanya itu .


"Ya Allah , berikan petunjuk mu untuk menyelamatkan pernikahan non dan tuan , aamiin "batin bi Laras pilu sambil memandang mobil tuan mudanya itu .


............


Rencana nya Nara tidak akan langsung pulang setelah selesai tugas , Nara ingin menemani ayahnya untuk ziarah ke makam ibunya terlebih dahulu . tadi Nara sudah memberi kabar bi Laras jika Nara mungkin akan pulang sore .


"Assalamu'alaikum , ayah " saat Nara masuk kedalam apartemen tempat ayahnya tinggal itu.


"Wa'alaikum sallam , nak kamu sudah datang " Nara mengangguk


"jangan dekat dengan Nara dulu , Nara mandi dulu ya "ucap Nara berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya .


Saat Nara keluar dari kamar nya . terlihat sang ayah sudah duduk di sofa ruang tamu menunggu putri cantik nya itu .


"Sudah "


"Iya ayah , bi hayo kita berangkat "ajak Nara mengajak bi Tanisa dan paman Adam.

__ADS_1


"Iya non " bi Tanisa memang selalu meminta ikut berziarah jika Nara dan pak arsen akan mengunjungi makam Bu Merry .


"Apa saga masih mendiamkan mu nak ? "tanya pak arsen membuat Nara langsung mengingat suaminya itu .


"Tidak ayah , kami sudah mulai mengobrol lagi walau belum terlalu banyak "ucap Nara tersenyum menyakinkan ayahnya itu .


"Alhamdulillah jika seperti itu " Nara mengagukkan kepalanya namun hatinya terasa sesak jika mengingat sikap dingin suaminya itu .


Ya sebelum Nara dan saga memutuskan untuk pindah rumah , pak arsen menemui menantu nya itu untuk membicarakan masalah mereka . namun karena Nara terlebih dahulu meminta kepada saga agar mengatakan jika dirinya akan berusaha untuk memberikan maaf untuk Nara .agar pak arsen lebih tenang dan tidak khawatir lagi akan hubungan antara Nara dan saga .


Sesampainya mereka disana , mereka membersihkan terlebih dahulu makam ibu Merry . setelah itu baru mengirimkan doa untuk mendiang ibu nya agar selalu bahagia di atas sana .


Setelah selesai Nara mengajak pak arsen dan bi Tanisa paman Adam untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran sebelum kembali ke apartemen .


Mereka makan dengan hikmat sambil mengobrol ringan , ya sekiranya membuat hati Nara sedikit bahangia saat bersama orang orang yang dicintainya .


Saat Nara akan membayar seseorang menabrak tubuh Nara hingga membuat Nara hampir terjatuh . untung saja seorang yang menabraknya itu menahan dirinya agar tidak terjatuh .


"Auu " pandangan Nara tertuju kepada pria itu . seketika pria itu tersadar siapa yang di tabrakannya . Rio pun langsung berlari meninggalkan Nara. membuat Nara mengejar Rio namun kenapa cepat sekali menghilang nya .


Karena sudah mencari kemana mana namun Rio sudah benar benar menghilang . membuat Nara kembali tersenyum kecut , hilang lagi seseorang yang bisa mengubah alur cerita pernikahan nya .


Namun Nara tidak kehilangan akal . Nara kembali ke restoran dan mencoba bertanya kepada pelayan restoran takut jika mereka mengenal Rio . namun mereka mengatakan tidak mengenal Rio membuat Nara kembali menarik nafas lelah , Nara pun berjalan gontai menuju meja ayahnya dan bi Tanisa. paman Adam .


"Nak kenapa , apa ada masalah ? " Nara segera terseyum dan menggelengkan kepalanya menyembunyikan kekalutan hatinya.


"Tidak ayah , ya udah yuk pulang "mendapat anggukan dari mereka bertiga .


"Sial , kamu ingin bermain-main dengan ku Nara , baik lah kali ini aku tidak akan memikirkan perasaan mu lagi , kamu senang melihat aku menderita dengan kedekatan mu dengan laki-laki yang kamu sendiri membantah nya jika kalian memiliki hubungan "


"Kamu salah jika ingin mempermainkan ku ! "ucap saga menatap dingin kesembarang arah .


...........


Setelah mengantar ayah nya pulang kembali . Nara pun langsung pamit pulang ke rumah mereka , dan pak arsen pun meng'iya kan ucapan putrinya itu .


Sesampainya Nara di rumah itu .


"Assalamu'alaikum " pandangan Nara tertuju kepada kedua orang yang sangat di kenalnya berada di dalam sana . terkejut , sakit hatinya seketika melihat saga sedang mencumbu seorang wanita di ruang tamu rumah mereka .


Seketika mereka melepaskan ciuman mereka , dan menatap kearah Nara yang sedang menatap mereka dengan tatapan sendu .


"Nara " sapa Sarah kikuk mencoba tersenyum kearah Nara . saga hanya terdiam bahkan terseyum melihat Nara .


"Apa kalian tidak malu ? "ingin sekali pertanyaan itu Nara lontarkan kepada kedua orang itu . namun mana iya kuat menahan air matanya untuk tidak mengalir .


"Kenapa kalian melakukan nya dirumah ini , bukankah masih ada tempat yang lebih romantis dari ruangan ini . apalagi pasti aku akan menggangu kalian "ucap Nara tersenyum namun air matanya tak bisa menyembunyikan kesedihannya .


"Kenapa ? , bukankah kamu juga melakukannya di semua tempat , dan satu lagi ! . ini rumah ku tidak ada hak kamu melarang ku "ucap saga dingin . Nara tersentak karena tidak ada rasa penyesalan dari suaminya itu karena melakukan itu kepada dirinya .


Nara pun memilih pergi menuju kamar mereka , saga yang melihat itu langsung menyusul Nara dan membanting pintu kamar hingga membuat semua terperanjat kaget .


Sarah hanya mampu tersenyum . dan mengeluarkan ponselnya mengirim pesan kepada seseorang .

__ADS_1


"*Saga sudah masuk ke permainan kita " tulisannya . Sarah pun mendudukkan tubuhnya sambil mengingat kejadian berapa menit yang lalu saat saga mencium bibir nya , walau ini hanya akting saja tapi dia sangat senang .


Di dalam kamar* ,


"Kenapa kamu marah ? , aku sudah terlalu sabar menerima dan mengalah dengan semua kebohongan mu itu " ucap saga dingin kepada Nara .


"Kapan aku berbohong "tanya Nara dengan air mata yang membasahi pipinya .


"Masih ingin mengeles "ucap saga tersenyum sinis mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri foto dan menunjukkan gambar Nara dan Rio ada di dalam sana .nara melihat detil Poto itu .


"Aku di jebak mas " ucap Nara dengan tatapan menyakinkan .


"Di jebak " saga tertawa keras namun menyeramkan membuat Nara merasa takut .


Saga membanting cermin kecil yang ada di meja rias Nara hingga hancur .


"Apa tidak ada alasan lain , selain di jebak ? "tanya saga dengan tatapan tajam kearah Nara .


"Sungguh , aku tidak berbohong , tadi aku bertemu dengannya saat sedang makan " belum selesai Nara menjelaskan saga sudah memotongnya .


"Oh kalian makan siang bersama , wou hebat sekali "tukas saga sambil tersenyum sinis .


"Aku ,,


"Cukup ! "teriak saga


"Mulai sekarang , jangan pernah memasuki kamar ini lagi karena aku tidak Sudi berbagi ranjang dengan seorang pengkhianat , pembohong "ucap saga menohok membuat Nara kembali menangis .


"aku mohon mas , tolong percanya dengan Nara . Nara tidak berbohong "ucap Nara dengan suara yang terputus-putus karena sesak di dadanya membuat tubuhnya bergetar menahan sakit hati nya .


"Keluar dari kamar ini " teriak saga . Nara menggeleng cepat menyentuh tangan pria itu namun dengan kasar saga menepis nya.


"Keluar " bentak saga lagi membuat Nara hanya bisa menangis .


karena Nara tak kunjung bergerak saga pun langsung menarik tangan Nara dengan kasar menyeretnya keluar dari kamar itu .


"Mas , tolong percanya " itulah yang di ucapkan oleh Nara namun saga tetap mengusirnya dari kamar itu .


Nara tertunduk sambil mengetuk pintu agar saga membukakan pintu kamar itu . Sarah yang melihat itu masih berduduk santai menikmati pertunjukan itu .


Pandangan Nara tertuju kepada Sarah , Nara pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Sarah yang masih tersenyum simpul kearah Nara .


"Apa kamu di balik semua ini ? " tanya Nara sambil terisak , Sarah yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya mampu tersenyum melihat penderitaan wanita itu .


Nara kembali menangis mengetahui siapa orang yang berada di dalam masalah rumah tangga nya itu .


"Siapa suruh kamu merebut saga dari ku " ucap Sarah enteng ....


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2