
"Pi.
bangai mana keadaan papi ?"tanya Leo saat sampai di ruangan VIP itu .
"Seperti yang kamu lihat , papi terlihat lebih baik kan ? "pak Adrian tersenyum melihat kecemasan putra nya itu.
"Papi memang selalu seperti itu kan ,
tante sedang berada di perjalanan pulang "ucap Leo berubah serius kepada papanya itu .
"Aku tidak tahu sampai kapan kalian akan memanggil Cintia dengan sebutan mama seperti Elle " ucap pak Adrian hembusan nafas panjang.
Pernikahan kedua pak Adrian setelah istri dan ibu dari anak anak nya menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit kanker yang sudah di deritanya empat tahun lama nya .
Keterpurukan pak Adrian , saat ibu Erika pergi untuk selamanya. saat Elle baru saja merayakan hari kelahirannya yang ke satu tahun .
Melihat putra dan putri nya yang masih haus akan kasih sayang akhirnya di tahun kelima setelah Kepergian ibu Erika , pak Adrian menikah lagi dengan wanita yang sangat menyayangi Elle dan kedua putra nya .
walau kedua putra nya sangat tidak suka dengan ibu Cintia namun cinta telah membuat ibu Cintia ikhlas menerima semua keadaan keluarga nya itu .
"Cepat sembuh pi , aku akan ke kantor karena ada rapat " alasan Leo saat pak Adrian membahas ibu tirinya itu .
pak Adrian hanya mengangguk sambil memperhatikan langkah Leo saat pergi meninggalkan tempat itu .
Asisten Lee membungkukkan tubuhnya saat iya pun harus mengikuti tuan mudanya itu .
"Kabari aku apa pun kondisi papi " ucap Leo saat menaiki mobil milik nya .
"Baik " ucap asisten Lee . dan mobil yang ada di depan nya itu pun pergi meninggalkan nya .
Asisten Lee pun mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang .
"Bangai mana dengan barang yang sudah ku katakan ?"
"Saya sudah ada di depan ruangan tuan Adrian , asisten Lee " ucap pria yang sedang berbicara dengan asisten Lee .
" Baik lah " saat asisten Lee akan melangkah kaki nya meninggalkan tempat itu . tidak sengaja iya melihat wanita cantik dengan jas putih sedang menemani pasien , yang baru saja kehilangan tangan nya karena kecelakaan yang membuat tangan kirinya hancur dan harus di inputasi .
"Tuan saga anda akan menjadi laki laki yang sangat beruntung memiliki wanita sebaik nona Nara "batin nya sambil tersenyum kecil .
setelah itu asisten Lee pun melangkah masuk kedalam ruangan pak Adrian
"Tuan " ucap asisten Lee membungkukkan tubuhnya .
"Lee , dimana Elle ?"
"Nona Elle belum bisa meninggalkan studi nya tuan , kemungkinan nona Elle tidak bisa pulang menjenguk tuan " penuturan asisten Lee membuat pak Adrian murung .
"Aku merindukan putri ku Lee " ya hampir satu tahun Elle sedang menyelesaikan studi S2 nya di Amerika membuat pak Adrian merasakan rindu yang teramat Kepada putri kesayangannya itu
asisten Lee hanya terdiam ,
"Tolong jangan katakan dengan siapapun , agar kakak kakak nya tidak memaksa nya untuk pulang , itu kan mengganggu nya nanti " ucap pak Adrian tersenyum menunjukkan ketegaran nya .
"Baik tuan "
"Bangai mana dengan hadiah nya ?"tanya pak Adrian kepada asisten Lee .
"Maaf tuan nona Nara menolak nya "
"Gadis itu sangat keras kepala "asisten Lee memanggil seorang bawahan nya untuk membawakan pesanannya.
Mereka pun masuk dan menaruh bunga dan kotak di meja pak Adrian .
"Biar aku saja yang memberikan nya " asisten Lee hanya mengangguk .
"Bangai mana pendapat mu tentang dokter Nara Lee ?"
"Saya tidak bisa mengomentari apapun tuan , menurut saya jika tuan yakin nona Nara terbaik untuk tuan saga bengitu pun dengan saya " ucap asisten Lee sambil tersenyum kepada pak Adrian . pak Adrian menggangukan kepalanya .
"Semoga saga tidak akan menolak nya ? "
"Semoga saja tuan " jam cek rutin pun sudah waktunya , Nara dengan senyuman manis nya membuka pintu kamar berfasilitas VIP itu . pak Adrian membalas senyuman Nara sedang kan asisten Lee hanya terdiam melihat sikap sopan wanita yang baru saja masuk keruangan itu .
"Selamat siang tuan ?" sapa Nara sedikit membungkuk menghormati pak Adrian .
"siang dok "
__ADS_1
"maaf jika mengganggu obrolan tuan " ucap Nara melihat keseriusan yang terpancar dari wajah asisten Lee yang sedang menatapnya .
"Tidak ,
dokter pasti sangat terganggu dengan wajah laki laki itu kan dia memang seperti itu tapi dia laki laki yang baik dokter Nara tidak usah takut "ledek pak Adrian sambil tertawa kecil melihat wajah Dokter Nara .
"Baik lah saya akan mengecek kondisi tuan terlebih dahulu " Nara pun langsung memeriksa kondisi pak Adrian , dan mencatat semua perkembangan kesehatan pak Adrian .
"Kesehatan tuan semakin baik dan jika perkembangan sebaik ini , kemungkinan besok tuan sudah bisa pulang "ucap Nara tersenyum ramah kepada pak Adrian .
"Huh kenapa aku sangat cepat sembuh ya "ucap pak Adrian menggaduh . membuat Nara bingung dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut pria tampan yang sudah berumur itu . namun satu komentar tidak keluar dari mulut wanita cantik itu . Nara hanya terdiam dan tersenyum menanggapi perkataan pak Adrian itu .
"Boleh kah tinggal kami berdua ?"tanya pak Adrian kepada asisten Lee dan Suster yang sedang memperhatikan obat untuk pak Adrian.
mereka pun tidak bisa menolak mereka pun pergi meninggalkan Nara dan pak Adrian sendiri di ruangan itu .
Gia yang memiliki sifat blak blakan nya membuat asisten Lee memasang wajah datar Tampa ekspresi membuat gia mengurungkan niatnya untuk menanyakan sesuatu kepada asisten Lee .
"Lihat wajah itu , wajah menyebalkan , mit amit dapet suami kanyak gitu ... ihhh "rutuk gia sambil memperhatikan asisten Lee yang berdiri tak jauh dari nya .
"Kamu menunggu dokter Nara ?"
"Iya "ucap gia cuek .
setelah itu asisten Lee melangkah pergi meninggalkan tempat dimana ada gia yang sedang menatapnya .
"Gak ada sopan santun .. huhhh " gia merutuki pria dingin itu .
Sedangkan di dalam ruangan itu Nara mendapat tatapan serius dari pak Adrian .
"Maaf tuan apa ada sesuatu yang penting yang harus di bicarakan ?"
"Kenapa dokter Nara menolak hadiah dari saya ?" Nara terdiam mengingat siapa yang memberi nya hadiah tadi .
"Hadiah .... maaf "
"Saya sudah mengatakan jika saya tidak menerima penolakan , tapi dokter berani menolak nya ?"ucap pak Adrian masih dengan wajah serius
"Maafkan saya tuan .
"Tidak di maafkan ! "Nara menyurutkan senyuman nya .
"Itu sangat tidak sopan dokter Nara tahu ? "
"Saya tidak puas dengan pasilitas disini , saya akan menghubungi kepala rumah sakit'"ancam pak Adrian m membuat Nara bereaksi
"Maaf tuan 'saya akan memperbaiki nya ? "
Namun pak Adrian tidak membatalkan niat nya ,iya meneruskan niat nya untuk memanggil ketua rumah sakit untuk datang ke hadapan nya .
Nara hanya menghembuskan nafas panjang , namun senyuman ramahnya tidak menyurut dari wajah cantiknya .
tak berselang lama akhirnya kepala rumah sakit datang
"Siang tuan ?"
"Hemm " namun pandangannya tertuju kepada Nara .
membuat ketua rumah sakit menatap Nara juga .
"Maaf ketidak nyamanan yang dokter Nara lakukan ?"ketua rumah sakit itu membungkukkan tubuhnya .
"Kamu tahu saya sangat tidak suka jika di tolak , namun dokter Nara sudah berani menolak pemberian saya , jadi saya harap anda bisa memberikan sangsi tegas untuk dia "tunjuk pak Adrian kepada Nara namun Nara masih menunjukkan sikap biasa .
Tatapan kepala rumah sakit membuat Nara paham akan maksud nya .
"Maafkan ketidak nyamanan ya tuan " ucap Nara
"Saya akan memperbaikinya " ucap Nara lagi
"Saya punya permintaan " ucapan itu menggantung membuat mereka menatap pak Adrian .
"Keadaan saya saat ini sudah lebih baik , jadi saya akan meminta dokter Nara untuk merawat saya saat saya di rumah ,
ya jelas nya dokter Nara menjadi dokter pribadi saya " ucap pak Adrian membuat Nara menelan ludah nya dengan susah panyah .
"Bangai mana ? ,
__ADS_1
"Tentu saja boleh tuan " jawab kepala rumah sakit dengan cepat meng'iya kan permintaan pak Adrian.
"Ingat saya tidak menerima penolakan "saat nara akan menjawab .
"Baik " hanya itu yang terucap dari mulut wanita cantik itu .
Pak Adrian tersenyum melihat Nara tidak bisa menolaknya lagi , kepala rumah sakit pun tersenyum melihat pak Adrian masih menteloransi rumah sakit , karena jika tidak mungkin hanya hitungan detik saja rumah sakit ini bisa menjadi gudang karena pengaruh yang besar dari perusahaan Adrian Martadinata di kota itu .
Setelah mengatakan kesehatan pak Adrian akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dengan perasaan campur aduk , apalagi yang Nara rasakan saat ini ingin sekali rasanya iya menolak tapi nasib teman teman nya ada di rumah sakit ini .
"Dok ?"
"Gia "
"Sabar ya dok "
"Selalu "
"Bearti kita bakalan jarang ketemu donk dok ?"ucap gia memelas .
"Aku gak tau gia " ucap Nara menatap kotak dan sebuah bunga cantik di hadapannya itu .
...----------------...
Di perusahaan besar itu seorang pria tampan sedang memimpin rapat untuk membahas mengenai pembangunan hotel yang akan di lakukan pembangunannya tiga bulan lagi membut saga akan sibuk sekali sepekan ini .
"Rapat selesai " saga beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruangan itu . untuk kembali keruangan CEO ,
disana sudah ada asisten Lee sedang menunggu tuan mudanya itu .
"Kenapa kamu ada disini, bukanya aku menyuruh mu untuk menjaga papi ?"tanya saga saat melihat asisten Lee
"Apa yang tuan tau selain tentang perusahaan ,huhhh " keluh asisten Lee
" Tuan hari ini keluar dari rumah sakit Tuan , bukan kah kemarin saya sudah memberi tau Tuan "ucap asisten Lee .
"Aku tidak ingat !
"Jam berapa papi pulang ?"
"Nanti jam satu siang tuan "
"Biar aku yang menjemput nya , urus sisa nya " saga melangkah keluar dari ruangan itu di ikuti asisten Lee ,
"Baik ,
nyonya Cintia sudah ada disana tuan " membuat saga memberhentikan langkahnya dan menatap tajam kearah asisten Lee .
"Maafkan saya tuan "
"Aku menjemput papi ku " mendapat anggukan dari asisten Lee .
Mobil sport milik saga telah siap untuk digunakan
"Apa yang kamu tahu rencana papi kali ini ?" tanya saga saat akan masuk kedalam mobil nya .
"Tuan merekrut seorang dokter untuk menjadi dokter pribadi tuan Adrian selama tuan belum pulih betul tuan " saga hanya mengusap wajah nya dan mengangguk dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu .
"Apa lagi ini pi ? "saga hanya menghembuskan nafas panjang mengingat perkataan asisten Lee kepadanya .
"......
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
marhaban ya Ramadan semuanya π
Semoga di bulan mulia ini kita dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT , dan selalu menjadi seseorang yang memperbaiki diri setiap waktu nya.
semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT " aamiin π€²π»
Sehat sehat semua β€οΈπ
Tolong tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like' komentar nya jangan lupa
semoga terhibur βΊοΈ
__ADS_1