' R E T A K '

' R E T A K '
calon menantu Martadinata^


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan bernuansa alam pak Adrian sedang mendengarkan sebuah hasil dari penyelidikan nya terhadap keluarga Nara dan ayah nya ..


Pak Adrian hanya terdiam sambil menahan amarah yang bengitu besar kepada ayah Nara , kenapa ada seorang ayah tega mengusir putri nya sendiri dari rumah hanya kerena kesalahpahaman tidak masuk akal seperti itu .


"Mereka harus menerima balasan yang setimpal Rik "ucap pak Adrian dingin .


"Itu memang harus mereka dapat kan tuan . mengingat penderitaan yang nona Nara lewati " ucap pria paruh baya yang sudah menjadi orang kepercayaan pak Adrian itu .


Patrick hariis sudah menjadi keluarga sendiri untuk kelurga ini , bahkan Elle memanggilnya dengan sebutan ayah kerena kedekatan mereka yang bengitu baik . itu membuat pak Adrian tidak merangukan lagi kinerja pak Patrick dalam sengala hal .


"Tolong siapa kan acara pernikahan mereka secepatnya .


aku sangat bahagia karena bisa menjaga anak kak Mery .


semoga saga bisa menjaga Nara , menyayanggi nya sebagai mana Dulu kak Mery dan ayah David menyayangiku dengan penuh kasih sayang "


"Dan berikan undangan pernikahan mereka kepada keluarga arsen , agar dia merasa terkejut ,, untung untung jika dia mengalami serangan jantung , agar kita tidak report membalas perbuatan mereka kepada Nara "ucap pak Adrian tersenyum jahat .


"Baik tuan ,


"Dimana saga ?"tanya pak Adrian


"Seperti nya sedang berolahraga tuan "


"Sore sore seperti ini " mendapat anggukan dari pak patrick


"Ya sudah aku akan menemuinya dulu "


"Baik "


Saga sedang berada di ruangan olahraga nya , melatih otot-otot nya , dan untuk menjaga stamina tubuh nya .


"Papi saja sangat suka dengan bentuk tubuh mu ,


bangai mana nanti jika istri mu yang melihat itu , pasti dia akan histeris setiap hari nya "goda pak Adrian sambil tertawa kecil melihat semangat putra nya itu dalam berolahraga .


"Aku tidak mau memiliki perut yang maju seperti papi "ucap nya tampa mengalihkan pandangan dari alat berat yang saga mainkan .


"Kau meledek ku , wah,,, hayo sekarang kita mengadu kekuatan kita , jangan mengira jika badan papi seperti ini tidak bisa mengalahkan mu "tantang pak Adrian sambil menggulung lengan panjang nya . membuat saga tertawa keras melihat tingkah laku pria paruh baya itu .


"Papi nyakin ?" tanya saga memastikan


"Kamu merangukan papi ? "


"Baik lah '"saga menantang balik papinya itu , hingga perkelahian itu pun terjadi membuat pak Su'ud berteriak memanggil nyonya Cintia dan orang rumah lain nya .


Ibu Cintia dan Nara yang mendengar teriakkan itu langsung mendekati pak Su'ud ,


"Ada apa pak ? "


"Lihat nyonya "tunjuk pak Su'ud mengarah kearah pak Adrian dan saga yang sedang mengadu kekuatan mereka berdua .


"Papiiii ... papiiii jangan kanyak gitu , kita bisa ngomongin secara baik baik Pi " teriak ibu Cintia dengan keras, membuat kedua laki laki itu menoleh kearah ibu Cintia dan Nara beserta asisten rumah tangga lain nya yang panik menyaksikan mereka berdua.


Saat itulah pak Adrian memukul kaki saga hingga membuat saga tersungkur jatuh dan harus mengakui kekalahan nya .


Pak Adrian dengan senyuman bangga nya melihat kearah Nara dan ibu Cintia , ibu Cintia baru mengerti jika itu hanyalah candaan .


membuat ibu Cintia dan para asisten rumah tangga itu bertepuk tangan dengan meriah melihat kemenangan pak Adrian .

__ADS_1


sedangkan Nara hanya tersenyum malu melihat kedua pria itu .


"Kau kalah "ucap pak Adrian kepada saga .


"Papi menang dengan cara yang salah "ucap saga menatap pak Adrian .


"Kamu yang tidak mengerti skill untuk bertarung saga " balas pak Adrian .


Saga mengalihkan pandangannya ke arah wanita cantik yang sedang tersenyum kearah mereka berdua . merasa grogi akan senyuman manis itu saga pun mengambil handuk kecil dan menggantung kan nya di lehernya sembari mengikuti langkah papinya itu mendekati ibu Cintia dan Nara .


"Lihat lah , aku masih sangat kuat kan ?"ucap pak Adrian bangga .


"Ya .,ya tapi ingat kesehatan Pi , jangan melakukan hal hal yang berat , apa lagi seperti tadi "tegur ibu Cintia , Nara hanya terdiam sambil tersenyum


pak Adrian mengelus kepala Nara dengan lembut , membuat Nara menatap wajah pria paruh baya itu .


" Mulai sekarang kamu harus menjadi putri ku tidak akan ada /atau siapapun yang dapat menghalangi ku akan hal ini "batin pak Adrian menatap Nara . Nara tidak mengerti akan tatapan pak Adrian kepada nya .Nara hanya mampu tersenyum .


"Menginap lah di rumah Ini nak Nara " usul pak Adrian


"Nara ada tugas jam 9 nanti tuan " tolak nara sopan .


"Cintia ,,apa kamu pernah mendengar, seorang calon menantu memanggil ayah mertuanya dengan panggilan tuan , itu sangat lucu bukan ?"ucap pak Adrian memberi kode untuk Nara ,


"Tentu saja itu sangat lucu "timbal ibu Cintia


"Hem. maaf om "


"Itu lebih baik "


"baik " mendapat anggukan dari pak Adrian


Saga menggelengkan kepalanya


" Hayo bantu Tante siapin makan malam nak Nara "Nara mengagukkan kepalanya .


" Aku mau bersih bersih dulu " pamit saga meninggalkan ketiga orang itu .


" Setelah selesai . cepat turun nya , kita akan makan malam bersama "ucap Cintia , saga hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi .


"Papi tau ,,tadi aku kira papi dan saga benar benar bertengkar "tatap ibu Cintia Kepada pak Adrian sambil berlalu pergi mengandeng tangan Nara , pak Adrian berkekeh kecil melihat ekspresi istrinya itu .


....


Sedangkan Lionel baru saja kembali dari showroom tempat nya bekerja . tidak sengaja melihat wanita asing di dapur bersama ibu Cintia .


"Siapa dia?"


"Sore Tan "sapa Lionel


"Sore Lio "Nara pun membalikan tubuhnya menghadap Lio


"Aku seperti pernah melihat kamu " Lio bersusah panyah mengingat siapa wanita itu , Nara ingat jika dirinya pernah menabrak laki laki ini waktu itu .


"Kamu . sedang apa kamu di sini "hardik Lio kepada Nara .


"Lio kenapa berbica seperti nak ? "


"Aku yang harus nya bertanya tan , kenapa ada dia disini ?"ucap Lio lagi dengan menunjuk kearah Nara .

__ADS_1


"Dia , dokter Nara "


"Dokter Nara sedang bertamu di rumah kita , ada apa ? apa ada masalah ?" tanya ibu Cintia .


"Oh dia seorang dokter , wah hebat "ucap Lio tersenyum simpul


"Kau ingat waktu itu , kamu tidak meminta maaf dengan baik setelah menabrak asisten Lee ?" tanya Lio mendekati Nara .


"Lio ,,,"


"Aku tidak suka ada orang yang tidak sopan seperti dia " ucap Lio lagi


"Waktu itu saya sangat terburu-buru tuan , maaf jika saya tidak meminta maaf dengan baik waktu itu "ucap Nara tulus .


"Minta maaf kepada asisten Lee atau aku akan mengadukan mu kepada pihak rumah sakit agar mereka memecat mu ,kerena kamu bersikap tidak sopan " ya Lio Memang sangat disiplin dan sifat yang yang keras kepala , membuat ibu Cintia sering menasehatinya .


"Lio ,, Tante tau kamu tidak suka jika seseorang yang melakukan kesalahan lalu tidak meminta maaf , tapi nak ,, bukan kah nak Nara sudah menjelaskan . jika waktu itu dia sedang terburu-buru , kita tidak Taukan , apa ada pasien yang kritis ,atau yang lain nya , apakah meminta maaf lebih penting daripada nyawa ?" ucap ibu Cintia menjelaskan dengan lembut .membuat Lio mencerna ucapan mami tirinya itu .


"Maafkan nak Nara nya "


"Oke ,, tapi kalo suatu saat kamu melakukan hal yang sama , kamu harus menerima akibatnya " ucap Lio melangkahkan kakinya menuju kamar nya . ibu Cintia hanya menggelengkan kepalanya .


"Maafkan Lio nya nak Nara, dari kecil Lio memang anak yang sangat disiplin dalam sengala hal , apalagi jika seseorang melakukan kesalahan , dia akan sangat marah tapi percaya Tante,,dia adalah anak laki laki yang sangat tegas dan baik hatinya , kamu hanya belum mengenal dia "jelas ibu Cintia memelankan suara nya kepada Nara karena takut jika Lio mendengar .Nara hanya tersenyum dan mengagukkan kepalanya mengerti . mereka pun melanjutkan menyiapkan untuk makan malam bersama .


.....


Seorang pria paruh baya sedang duduk di sebuah balkon rumahnya sambil menatap langit yang mulai gelap . pak arsen ..


"Nara ,,,, ucap pak arsen lirih pandangan sekarang sudah sangat kabur . ya satu tahun yang lalu tuan arsen di vonis terkena penyakit retinoblastoma.


retinoblastoma adalah sebuah penyakit mata yang berawal dari sebuah populasi tanaman yang berbahaya . yang tidak hanya menjalar di daerah mata saja namun juga menjalar ke daerah tubuh lainnya . ciri awal dari penyakit ini adalah bintik putih berwarna keruh atau kuning yang muncul pada pupil. tidak hanya menyebabkan kebutaan , penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian .


Dan semenjak itu pak arsen tidak lagi aktif mengurusi perusahan, putra sulung nya lah yang mengurusi semua pekerjaan di kantor . BARON DANUARTA , Baron adalah anak sulung tuan arsen bersama selingkuhan nya waktu itu saat dirinya masih berstatus sebagai suami sah dari ibu Merry .


Perselingkuhan yang membuahkan keturunan membuat pak arsen harus menikahi wanita itu . namun tidak di pungkiri bahwa dirinya sangat merasa bahangia karena sudah 4 tahun pernikahan nya dengan ibu Merry namun belum juga dikaruniai keturunan ,hingga membuat tuan arsen menikah secara diam diam dengan ibu Celia Latjuba.


Apa lagi mengingat usia ibu Merry sudah tidak lama lagi karena penyakit yang di deritanya .


namun Tuhan memberikan kepercayaan kepada ibu Merry hingga akhirnya di tahun kedelapan ibu Merry mengandung buah hati mereka . membuat pak arsen bingung bangai mana pak arsen menjelaskan tentang pernikahan keduanya dengan ibu Celia apa lagi mereka sudah memiliki seorang putra .


Namun pada akhirnya ibu Merry mengetahui semua nya saat Nara baru berusia 8 bulan , saat wanita itu datang ke kelurga Danuarta dengan perut buncitnya mengaku tengah hamil anak kedua pak arsen . membuat keluarga Danuarta kanget dan tak percanya akan hal itu . bangai mana pun keluarga Danuarta sangat menyayangi ibu Merry .


Namun bangai mana pun ada darah keturunan keluarga Danuarta disana . akhirnya keluarga Danuarta menerima ibu Celia dan putra dan bayi yang ada di kandungan ibu Celia .


ibu Merry pun harus berlapang dada menerima mereka dan hidup satu atap bersama madunya itu .


Namun fitnahan dan tuduhan terus terjadi memojokkan ibu Merry dan Nara membuat keluarga Danuarta perlahan membenci ibu Merry .


hingga penyakit ganas itu merenggut nyawa ibu Merry . tidak sampai di situ , penyiksaan berlanjut menimpa Nara yang baru saja berusia 3 tahun waktu itu . Nara di perlakukan dengan sangat buruk bahkan seperti anak pungut di dalam keluarga nya sendiri ,


ayah yang tidak pernah menganggap nya sebagai anak , ibu tirinya yang bengitu kejam padanya membuat Nara semakin tersiksa .


hingga akhirnya gadis cantik itu menyerah , dan meninggalkan rumah untuk selamanya ...


"Tuhan,, aku ingin melihat nara ku , walau untuk yang terakhir kalinya "ucap pak arsen berlinang air mata merindukan putri yang sudah ia sia sia kan itu ....


Bersambung....


Terimakasih sudah mampir, mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


Slow uq ya


__ADS_2