
Sudah dua hari pak arsen di rawat di apartemen Nara . ya pak arsen memilih di rawat jalan akhirnya Nara pun menyetujuinya .
"Setiap dua hari sekali kami akan mengontrol keadaan om arsen Ra "ucap dokter spesialis mata itu .
"Terimakasih san "
"Yang saya herankan kenapa om mengalami penyakit ini Ra , yang aku tau ini adalah penyakit langka bahkan sangat jarang .
karena ini penyakit disebabkan oleh bakteri pada tumbuhan yang tidak ada di negara ini , apa lagi penyakit ini sudah berjalan selama itu ,bahkan dosis nya sudah sangat besar . apakah ini di sengaja dibuat ?"tanya dokter Helmi Santika salah satu teman Nara
Nara menggangukan kepalanya .
"What ? "
"Oh my God Nara , siapa yang melakukan ini kepada ayahmu ? ,
kenapa dia begitu jahat , astaga "ucap dokter Helmi kaget.
"Cerita nya panjang san , untung aku belum terlambat untuk pulang dan membawa ayah pergi dari rumah itu , jika tidak,,,, mungkin aku tidak akan bisa bertemu ayah lagi "ucap Nara tersenyum getir .
dokter Helmi memeluk Nara .
"Kenapa kamu tidak ingin melaporkan kepada polisi , ini adalah tindakan kejahatan Ra , kita gak bisa diam aja " penuturan dokter Helmi membuat Nara menggelengkan kepalanya .
"Kenapa ?"
"Tidak san , mungkin ini memang yang harus ayah terima karena kesalahannya di masa lalu "
"Apa tidak ada cara lain selain membunuhnya secara perlahan , kamu tau Ra ,,ayah kamu akan merasakan sakit yang bengitu hebat saat penyakit itu kambuh , Astaga apa dia tidak memiliki hati "keluh dokter Helmi .Nara hanya terdiam .
"Ya sudah , aku harus balik ke klinik Ra , kamu sudah tahu resep obat yang harus om minum kan ,
jadi kalo bisa jangan sampai lupa di minum oke , agar kita bisa menghentikan penyebaran penyakit itu .
"Kamu harus sabar ya Ra , aku akan berusaha keras untuk kesembuhan om "ucap dokter Helmi saat mereka sampai di lobby . dokter Helmi mencium pipi Nara kanan kiri membuat Nara tersenyum .
"Kamu itu lebay dari dulu "dokter Helmi hanya tersenyum menunjukkan gigi putih nya mendengar ocehan teman nya itu .
"Bye .. aku tugas dulu nya " memasuki mobilnya
"Bye hati hati ...."setelah kepergian dokter Helmi , ada sebuah mobil Alphard Vellfire putih berada di depan Nara yang masih memperhatikan mobil temannya itu .
Alangkah terkejutnya Nara melihat jika pak Adrian Martadinata yang keluar dari dalam mobil itu dengan pakaian rapi ,
"Nara " sapa pak Adrian kepada Nara
"Hah ,, om " Nara mendekati tuan Adrian dan menyalimi pak Adrian .
"Bangai mana kabar ayah mu ? , om dengar jika sekarang iya tinggal bersama disini ?"
"Wah bahkan aku tidak pernah berbicara dengan siapapun , tapi lihat om Adrian bisa tau , wah,,,, kekuasaan macam apa ini " Nara terbengong mencerna ucapan pak Adrian itu .
" Nara ?"
"Iya ,, ayah akan tinggal bersama Nara om , keadaan ayah masih buruk tapi Nara berjanji Nara akan mencari dokter terbaik untuk kesembuhan ayah "ucap Nara tersenyum menyakinkan hatinya . pak Adrian menggangukan kepalanya .
__ADS_1
"Om mau bertemu ayah Nara ? "
"Itulah kenapa om ada di sini , om ingin bertemu ayah mu "
"Ya sudah . silahkan " Nara pun mengarahkan life untuk membawa mereka ke lantai 19 tempat Nara tinggal .
"Om ., akan membantu mu "
"Terimakasih om , apa Tante tidak ikut ?"
"Tante mu itu sedang ada arisan bersama teman nya hari ini , om juga tidak sengaja mampir kesini jika tante tau om kesini pasti dia akan membatalkan arisan'nya itu demi menjenguk kamu Nara "ucap pak Adrian sambil bekekeh Nara hanya tersenyum .
"Ohh .. mari om " Nara mengajak pak Adrian untuk masuk ke apartemen Nara.
"Ayah sedang tidur karena efek obat om "pak Adrian melihat laki laki seusia nya itu sedang berbaring lemah di hadapan nya .
"Ini memang pantas iya dapatkan , atas apa yang di lakukan kepada kak Mery dan Nara " batin pak Adrian .
" Om sangat prihatin nara "
"Terimakasih "
"Om akan mencarikan dokter terbaik untuk penyakit ayah mu , om janji "
"Terimakasih om "Nara sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan keluarga baik ini ,semoga suatu hari nanti Nara tidak akan mengecewakan keluarga Martadinata kedepannya .
" Apa tidak ada rujukan untuk melakukan operasi ? "tanya pak Adrian . mendudukkan tubuhnya di sofa Yanga ada di ruang tamu Nara ,
"Sebenarnya penyakit ayah , bukan hanya tentang matanya saja om
tapi juga sudah menjalar di seluruh tubuh ayah termasuk sudah memasuki area jantung , itulah mengapa ayah tidak mendapatkan rekomendasi untuk melakukan operasi "jelas Nara
"Kami sedang menyelidiki om , karena penyakit ayah ini sangat langka bahkan sangat jarang terjadi"ucap Nara berbohong .
"Lalu bukan kah ayah mu memiliki istri dan anak , apa mereka tidak ikut merawatnya ? "
"Tidak ,, Hem ... ini permintaan Nara untuk merawat ayah Sampai ayah sehat lagi , dan mereka pun mengizinkan "jawab Nara tidak bisa jujur saat ini , karena jika Nara membongkar rahasia keluarga nya maka akan di pastikan pak Adrian akan menghancurkan nyonya Celia dengan mudah karena pengaruh keluarga Martadinata di negara ini . Nara tidak mau itu terjadi . karena sudah cukup ibu tirinya itu mengalami kehidupan yang bengitu buruk karena kakek dan nenek nya di masa lalu .
"Baik lah ,, bangai mana jika kamu sudah mulai bertugas lagi , siapa yang akan merawat ayah mu ? "
"Nara akan menyewa seseorang yang akan merawat ayah jika Nara sudah mulai tugas "
"Oh .. bangai mana jika om yang mencarinya , agar kamu tidak terlalu repot , om jamin jika orang itu sudah berpengalaman "
"Apa itu tidak merepotkan om "
"Kamu ini " pak Adrian pun berbicara dengan asisten pribadi nya .
"Selesai ...
"Terimakasih om ,, terimakasih sudah baik kepada Nara "ucap Nara.
pak Adrian hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Nara .
"Om mau minum apa , biar Nara buat kan "
__ADS_1
"Kopi hitam Tampa gula , itu kesukaan om dari dulu saat om tinggal bersama kak Mery dan Dedi David " ucap pak Adrian sambil tertawa kecil
"Kalo paman ?" tanya Nara kepada asisten pribadi pak Adrian .
"Terimakasih nona , saya tidak usah "
"Tidak masalah paman , sekalian Nara bikinin "ucap Nara lagi . laki laki seumuran paman Adam itu menatap tuan nya , pak Adrian hanya tersenyum dan mengangguk .
"Teh hangat saja nona " ucap Reza asisten pak Adrian .
"Baik .. Nara buatkan dulu " Nara pun bergegas pergi menuju dapur untuk membuat kopi dan teh hangat yang pak Adrian pesan .
,.....
"Cari tahu detil tentang apa yang terjadi dengan Nara Rik " ucap pak Adrian berubah serius .
"Baik tuan , saya akan mencari tau apa yang terjadi kepada nona Nara " pak Adrian menggangukan kepalanya
Tak berselang lama akhirnya Nara telah kembali membawa nampan berisi tiga cangkir dan dua buah toples yang berisi makanan ringan .
Nara pun menaruhnya di depan pak Adrian dan satu teh hangat Nara berikan kepada asisten Reza .
"terimakasih nona " Nara mengngukan kepalanya .
"kapan kamu bertugas lagi nak ?"
" Minggu depan om 'nara sengaja mengambil cuti tahunan lebih awal untuk merawat ayah "
"Minggu depan ?" mendapat anggukan dari Nara .
"bangai mana dengan tawaran om waktu itu ? "
"tawaran ?"
"tentang pernikahan kalian , bukan kah waktu itu om sudah menjelaskan tentang pernikahan itu "
"hemm .. tentang itu Nara belum membicarakan nya kepada ayah. apalagi kondisi ayah yang tidak baik om " ucap Nara serius .
"om ingin jika rencana baik itu akan di segerakan lebih cepat nak ' paman yakin jika ayah mu pasti tidak keberatan dengan itu "
Nara tidak menjawab .
"tentang saga , saga sudah setuju jika Minggu depan kita sudah mulai mempersiapkan segala keperluan pernikahan ini nak " ucap tuan Adrian membuat Nara terdiam sejenak .
"*bangai mana tuan saga dengan mudahnya menyetujui ini "
"apa dia tidak memiliki kekasih ? "
"tuhan ,, apa ya harus ku katakan sekaran".....
" Nara masih harus membicarakan tentang pernikahan ini kepada ayah om , karena bangai mana pun ayah adalah wali Nara "ucap Nara tersenyum . pak Adrian tidak bisa berkata apa-apa selian menyetujui permintaan Nara itu ....
bersambung...
hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya .
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»
slow uq ya π