' R E T A K '

' R E T A K '
Menjaga mu (melamar prat 1)


__ADS_3

Suara bel pintu berbunyi menandakan ada tamu di depan , membuat paman Adam membuka pintu nya dan menyambut mereka dengan ramah tamah . ada dua pria tampan yang sedikit mirip berpakaian rapi memakai batik tulis berwarna hitam dan seorang wanita cantik memakai pakaian sama seperti saga dan pak Adrian , dress batik modern tersenyum ramah kepada paman Adam dan tak jauh dari sana pak arsen tersenyum menyambut mereka.


Nara yang sedang berada di dalam kamar , karena tadi rambutnya sedikit berantakan hingga Nara harus merapikan nya lagi .


Pak arsen yang sedang duduk di ruang tamu pun menyambutnya dengan senyuman ramah . melihat calon keluarga baru putri nya itu .


"Pak arsen Bangai mana keadaan mu , apa merasa lebih baik ? "tanya pak Adrian kepada pak arsen .


di susul oleh ibu Cintia dan saga di belakangnya menyapa tuan arsen .


"Alhamdulillah , keadaan ku lebih baik " ucap pak arsen sambil tertawa kecil.


"Bangai mana kabar kalian ?"tanya pak arsen.


"Alhamdulillah kami juga baik pak "


"Aku harap kita semua terlindungi dari penyakit yang sedang menjalar di dunia ini (covid 19) khusus nya negara kita ini " ucap pak arsen


"Iya aamiin "ucap mereka


"Paman "saga menyalimi pak arsen


"Apa dia yang bernama nak saga ?" tanya pak arsen


"Iya dia putra sulung ku , dan calon suami Nara "ucap pak Adrian sambil tertawa kecil menggoda pria tampan itu .


"Wah ,, pak Adrian memiliki seorang putra yang tampan " puji pak arsen


"Tentu lihat saja papi nya " membuat ibu Cintia tersenyum.


"Ini istri ku , Cintia "


"Senang berjumpa dengan anda "mendapat anggukan dari pak arsen


"Fimana nak Nara pak ?"tanya ibu Cintia


"Itu dia " tunjuk pak arsen membuat semua orang yang berada di sana memandang Nara yang sedang berjalan membawa nampan berisi teh hangat dan bi Tanisa membawa makanan ringan untuk menemani obrolan mereka.


saga sangat suka dengan style Nara yang sederhana namun elegan , bahkan membuat Nara terlihat lebih cantik dengan meke uq yang natural ,


"Aku tidak akan salah memilih Nak Nara sebagai menantu ku "ucap pak Adrian ibu Cintia tertawa kecil melihat Nara yang malu dengan pujian itu .


"Tante ,, om " Nara menyalimi kedua orang tua itu , dan tersenyum kearah saga .


"Mulai sekarang nak Nara harus memanggil om dan Tante , papi dan mami "


Nara mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti .


"Tuan , nyonya "sapa bi Tanisa Kepada pak Adrian dan ibu Cintia


"Bi ,, terimakasih ya " ucap Bu Cintia sambil tersenyum kepada bi Tanisa


Nara duduk di sebelah pak arsen sedangkan saga duduk di sebrang nya di samping pak Adrian .


mereka mengobrol dengan santai .


"Kita mulai saja ya ,, tujuan kami datang kesini untuk membicarakan tentang niat baik kedua anak kita pak , ya walaupun mereka berdua masih dalam masa perkenalan, tapi kita semua tahu jika usia mereka sudah matang untuk memutuskan untuk ketahap yang lebih serius "


"Jadi kedatangan kami kesini adalah , untuk melamar nak Nara untuk putra kami saga , kami berharap jika anda sebagai ayah dan wali untuk nak Nara bisa memberikan restu untuk niat baik ini pak arsen " Nara memandang wajah ayahnya yang sedang memandang wajah Nara itu .


"Pak Adrian pasti sudah tahu bangai mana kehidupan putri saya selama ini , Nara tidak tinggal bersama saya ,, ,, bisa saya katakan jika dari kecil Nara hidup terpisah dari saya walaupun sebenarnya kami satu atap saat itu ,, saya menyesali itu ,,," pak arsen tersenyum getir mengingat waktu yang sudah iya sia siakan .


"Tapi mulai saat ini saya berjanji , akan mempertaruhkan diri saya untuk kebahagiaan putri saya Nara , saya berjanji "ucap pak arsen membuat Nara tidak bisa menahan air matanya .


"Nak saga ,, bapak tidak meminta kepada kamu tentang harta yang melimpah untuk membahagiakan putri saya , karena saya tahu Bagai mana pengaruh keluarga Martadinata di negara ini ,saya tidak akan mengkhawatirkan jika putri saya bisa kelaparan "pak arsen menghapus air matanya.saga mengngukan kepalanya .


" Saya hanya ingin nak saga memberikan kasih sayang yang saya tidak berikan kepada Nara selama ini " membuat Nara meneteskan air mata


"Nara adalah putri saya satu satunya , saya hanya ingin melihat putri kesayangan ayah ini bahangia , hanya itu " saga bisa melihat Betapa menyesal nya pak arsen telah menelantarkan anaknya itu .


"Saya memang tidak bersama Nara selama ini. tapi bapak tahu di balik sikapnya yang baik baik saja , Nara anaknya sangat keras kepala , suka ngambek , dan cengeng "ucap pak arsen membuat semua orang yang berada di sana tertawa kecil.


"Maka dari itu jika nanti putri bapak membuat nak saga marah , kecewa , bahkan jika cinta nak saga sudah tidak ada lagi untuk putri bapak , maka katakanlah kepada bapak ya , biar nanti bapak yang menasehatinya ,jangan memarahinya "ucap pak arsen.


"Apa lagi sampai mencari wanita lain untuk menutupi kesalahannya , cukup saya yang menyesal karena melakukan itu kepada ibu Nara "ucap pak arsen sambil menahan isaknya.


" Apa nak saga sanggup dengan syarat yang bapak berikan ?" tanya pak arsen kepada saga .


Dengan tegas saga menjawab


"Insyaallah , saya siap untuk menjaga Nara paman , dan memenuhi syarat yang paman berikan ."ucap saga Tampa ragu sedikitpun .


"Baik lah saya arsen Danuarta sudah memberikan restu untuk nak saga menjaga Nara kedepannya, tinggal kita tanyakan kepada Nara. Bangaimana apa anak ayah ini menerima lamaran nak saga?" penuturan pak arsen membuat semua orang menggangukan kepalanya sambil menatap wajah wanita cantik itu .


Nara menatap ke arah paman Adam dan bibi Tanisa , mereka berdua mengganggukan kepalanya ,


"Iy a "ucap Nara tersenyum malu kearah saga .


"Apa ,, kami tidak mendengar nya "ucap pak Adrian menggoda Nara .


"Iya ,, Nara menerima " ucap Nara dengan senyum malu malu . semua orang tersenyum bahagia mendengar penuturan Nara .


Saga bernafas lega karena sudah mendapat jawaban yang bengitu indah itu .

__ADS_1


ibu Cintia memasangkan cincin di jari manis Nara , Nara yang lihat itu tersenyum bahagia . ibu Cintia pun memeluk wanita cantik itu .


"Terimakasih sudah menerima putra mami sayang "Nara menganggukkan kepalanya . Nara menyalimi pak Adrian dan pak arsen paman Adam dan bibi Tanisa . sama halnya dengan saga .


"Alhamdulillah akhirnya acara sederhana ini berjalan dengan baik,


sebenarnya kami ingin mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah atau di hotel untuk hari yang bahangia ini , tapi karena kita masih terjerat dalam virus ini ,jadi nanti saja saat hari pernikahan kita membuat acara yang megah " ucap pak Adrian.


"Tidak apa pak ,. sekarang saja sudah cukup "ucap pak arsen , mendapat anggukan dari pak Adrian dan Bu Cintia . mereka pun melanjutkan menikmati obrolan ringan dan menyicipi makan yang ada di depan mereka .


"Nara boleh kita mengobrol sebentar " tanya saga , Nara menatap ayah nya , ayahnya mengangkat bahunya menggoda putri nya itu .


"Boleh yah " tanya Nara . mendapat anggukan dari pak arsen .


"Nara ambil tas dulu nya " saga mengngukan kepalanya .


Nara dan saga berpamitan untuk mencari udara di luar , dan mendapat anggukan dari mereka semua yang ada di sana.


"Tuan kita mau kemana ?"tanya Nara membuat saga menatap wajah wanita itu .


"oh ,,, maksud ku , kita mau kemana calon suami ?"ucap Nara dengan senyum ramah membuat saga sangat gemas dengan wanita itu .


"Ikut saja "jawab saga .


"Hu ,, selalu seperti itu "


saga membukakan pintu mobil untuk Nara , nara pun masuk di susul oleh saga yang berada di sampingnya .


"Aku melihat hari ini kamu berbeda "ucap saga mencairkan suasana .


"Berbeda ?"


"Hemm "


"Berbeda apanya ,


"Kamu lebih terlihat seperti perempuan " Nara menatap saga dengan sinis .


"Ya biasa kamu selalu memakai celana panjang dan baju kebanggan mu , tapi hari ini aku melihat kamu memakai dress , itu sangat cantik "puji saga , membuat Nara ingin tersenyum namun Nara memilih untuk memalingkan wajahnya dari saga .


"Hanya seperti itu marah "ucap saga


"Lagian , apa tidak ada perkataan yang lebih baik dari itu "ucap Nara menatap dengan wajah cemberut membuat saga mencubit pipi wanita itu .


"Baik lah ,, Nara hari ini kamu terlihat cantik sekali "ucap saga lebih terus terang , membuat Nara tersenyum malu .


"Terimakasih ,, tuan juga tampan hari ini "ucap Nara menatap wajah pria tampan itu .


"Sombong sekali "ucap Nara pelan . mendapat tawa kecil dari saga .


"Aku akan mengenalkan mu dengan sahabat ku , apa kamu keberatan ?"


"Tentu tidak ,kenapa aku keberatan tuan " setelah mereka sampai di sebuah restoran yang lumayan ramai pengunjungnya .


Saga menggenggam tangan Nara sambil menatap wajah wanita cantik itu.


"Aku akan menjaga mu "ucap saga .Nara tersenyum dan menganggukkan kepalanya .


"Terimakasih " saga tersenyum dan turun dari mobil tersebut dan membukakan pintu untuk Nara .


"Hayo ,, saga menggandeng tangan wanita itu .


Nara menggangukan kepalanya dan mengikuti langkah pria itu .


.......


Sedangkan kedua sahabatnya telah sampai bahkan mereka sudah menghabiskan jus yang mereka pesan .


"Apa saga jadi datang "tanya Sarah kepada Alan , alan mengangkat bahunya cuek .


"Sampai kapan kamu bersikap seperti itu dengan ku , huh membosankan "ucap Sarah menatap sinis terhadap Alan .


"Terserah saja "ucap alan menimbali ucapan perempuan itu .


Akhirnya Nara dan saga telah sampai di ruangan privat yang berada di lantai dua restoran itu .


"Maaf membuat kalian menunggu lama "ucap saga saat sampai di hadapan kedua sahabatnya itu .


Sarah menatap saga dan Nara dengan tidak mengerti , apa lagi sampai saga menggandeng tangan wanita itu . sama halnya dengan Alan yang menatap Nara Tanpa berkedip .


"Apa kalian marah ? "tanya saga menyadarkan kedua orang itu .


"Pelangi "ucap alan kepada Nara .


"Saga ,. oh kau sangat baik sekali , terimakasih "ucap alan antusias . membuat saga menatap laki laki itu .


"Maksud mu ?"


"Dia ,,,


"Perkenalkan ini Nara calon istriku " ucap saga dengan senyuman bahagia , membuat senyum Alan dan Sarah memudar ,


"Nara kenal kan ini Sarah , dan ini alan mereka berdua sahabat ku "

__ADS_1


"Nara ,, "Nara mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sarah , bukanya menerima jabatan tangan Nara ,Sarah memundurkan kursi nya dan mengambil tas dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu . membuat saga dan Nara tidak mengerti akan sikap Sarah .


"Sarah ,, Sarah "saga mencoba menghentikan langkah Sarah namun Sarah tidak menghentikan langkah .


"Tunggu sebentar "saga mengejar Sarah .


"Sarah , ada apa ?"


"Apa perlu aku jelaskan , kenapa aku bersikap seperti ini "ucap Sarah melanjutkan langkahnya meninggalkan saga yang masih mencerna ucapan perempuan itu . Sarah pun mengendarakan mobil dan cepat .


"Alan apa kamu bertengkar dengan Sarah ?"tanya saga saat saga sudah kembali .


"Tidak ,, kami baik baik saja " ucap alan tersenyum simpul kearah Nara .


"Tadi sekertaris ku mengabari jika aku ada kerjaan di kantor , jadi aku akan pergi "ucap alan kepada kedua orang itu .


"Senang bertemu dengan mu Nara "ucap alan tersenyum kepada Nara .


"Balik ya bro , Nara "ucap alan melangkah keluar dari ruangan itu meninggalkan Nara dan saga yang ada di sana .


"Hey .. apa masalah kalian ? "namun alan terus melangkah meninggalkan tempat itu Tampa mengatakan sepatah kata lagi atas pertanyaan saga .


Nara menatap saga .


"Apa mungkin mereka tidak menyukai ku "ucap Nara menatap wajah pria itu .


"Tidak mungkin . aku akan menyusul Alan sebentar " ucap saga meninggalkan Nara yang sedang memperhatikan mereka


"Alan "saga memanggil sahabat nya itu .


Alan pun membalikan tubuhnya menghadap saga yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam .


"Apa ini caramu menghargai ku " ucap saga


"Aku benar-benar ada urusan saga ,"ucap alan menyembunyikan perasaannya .


"Bukan kah tadi kamu bilang jika kamu tidak ada pekerjaan hari ini !,kenapa tiba tiba ?"tanya saga lagi .


"Apa kamu telah melamar Nara ?"tanya Alan


"Iya ,, memang nya kenapa ?, apa ada masalah ?"


"Tidak ,,. lupakan , aku harus pergi sekarang . aku ada kerjaan " ucap alan meninggalkan saga yang masih terlihat mencurigai sahabat nya itu .....


"Bangai mana ? apa mas sudah bicara dengan mereka "tanya Nara .saga menggelengkan kepalanya .


"Pasti ini karena ada aku "ucap Nara


"Tidak mungkin mereka ada masalah , jangan terlalu di pikirkan "ucap saga menenangkan Nara .


"Ya sudah , apa kamu mau makan ?" Nara menggeleng .


"Aku ingin pulang saja "ucap Nara ,


"Nara , percaya padaku semua nya baik baik saja , aku nyakin mereka berdua sedang ada urusan , makanya mereka meninggalkan tempat ini "ucap saga menyakinkan wanita itu .


"Ya ,,. tapi saya tidak mau disini "ucap Nara ,


"Baik lah , kita cari tempat lain " mereka berdua pun keluar setelah menyelesaikan pembayaran.


........."


Sedangkan Sarah , belum percaya pada saga yang tiba tiba mengenal kan wanita yang di sebut calon istri nya ,


"Lalu apa dia tidak pernah menganggap ku lebih dari seorang teman "


"Kamu itu bodoh saga , kamu tidak melihat Betapa aku mencintaimu , tapi lihat kamu lebih memilih wanita itu .apa kurangnya diriku untuk mu "teriak Sarah di dalam mobilnya sambil menangis .


"Saga . jika aku tidak bisa memiliki mu , maka aku bersumpah tidak akan membiarkan orang lain memiliki mu , sampai kapan pun "ucap Sarah menghapus air matanya .


"Kita lihat ,, apa yang akan aku lakukan kepada wanita kampung itu "ucap Sarah dengan senyum sinis .


.........."


"Tuan ,. maaf aku tidak sengaja " ucap Nara tersenyum mengembalikan tiket pesawat yang terjatuh karena Nara menabrak laki laki itu.


"Tidak apa ,, terimakasih " Nara mengangguk dan berjalan menuju kursi tunggu karena Nara gis yang baru saja datang dari luar negeri .


Alan tidak memindahkan pandangan nya dari wanita cantik itu .


"Aku akan mencari mu nanti " ucap alan tersenyum melihat Nara yang sedang duduk di kursi tunggu , alan pun pergi karena panggilan keberangkatan nya di beritahukan ...


" Apakah dunia sempit ini "ucap alan prustasi .....


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya


semoga terhibur ☺️🙏🏻


slow uq ☺️

__ADS_1


__ADS_2