' R E T A K '

' R E T A K '
curhatan seorang ayah dengan putrinya ^


__ADS_3

Nara tidak bersuara apapun saat berada di samping ayahnya .


hanya sesekali menghapus air matanya yang terus menetes membasahi pipinya .


Getaran ponsel membuat Nara mengalihkan pandangan ke arah benda pipih itu .


Gia ,,,


Nara sedikit menjauh dari tempat pak arsen sedang tertidur .


"Hallo ,,


"Dok ,apa dokter tidak datang ?"tanya gia dengan nada cempreng membuat Nara berdecak .


"Aku ada urusan , tadi aku sudah mengabarkan kepada pak Thomas gi."


"Oohhh ... kenapa tidak mengabari ku ? , dokter ini " oceh gia


"Tapi urusan apa dok ?" keppo gia


"Keppo kamu nya , sudah dulu aku sedang menemani ayah ku , nanti aku kabari lagi gi "


"Oh ... oke .. oke "gia tidak bertanya lagi , jika bersangkutan tentang ayah Nara . karena gia adalah salah satu sahabat Nara yang mengetahui alur cerita wanita itu .


"Ya sudah .. daaa "


"Daaa " Nara menutup telponnya .dan menarik nafas panjang mengingat persahabatan mereka yang bengitu berliku .


"Giz ,, astaga " Nara baru ingat jika giz kemarin mengabarinya akan datang ke apartemen untuk mengunjungi nya .


Setelah mengirimkan pesan kepada giz . Nara kembali mendudukkan tubuhnya di samping pria tampan yang sudah lima tahun terakhir ini Nara benar benar tidak melihat wajah nya , walau kadang Nara menanyakan kabar pak arsen kepada paman Adam dan bibi Talisa .


....


"Saga ,hahahaha "rancau Sarah saat saga menggendongnya menuju mobil yang akan mengantarkan Sarah kerumah orang tua nya .


"Saga ,, mari menikah "ucap Sarah lagi .


"Apa kamu tidak bosan menjadikan aku sahabat mu ?"


"Saga aku mau menikah dengan mu "


"Hahhahah "


"Aku membayangkan bagaimana dengan malam pertama kita , pasti akan sangat mengesankan seperti di film yang kita tonton empat tahun yang lalu " ucap Sarah semakin menjadi jadi berijiminasi


Tampa membalas ucapan wanita itu saga langsung memasukan tubuh wanita itu kedalam mobil dan menutupnya .


"Bawa dia pulang , aku tidak bisa mengantar Sarah " ucap saga kepada bodyguard Sarah


"Baik tuan "ucap nya sambil menundukkan tubuhnya dan berpamitan untuk pergi


Setelah selesai dengan urusan Sarah , saga kembali teringat akan Nara Ardita , wanita yang akan menemani hari hari nya kedepan jika memang mereka di takdir kan untuk bersama .


membuatnya tersenyum simpul .


Namun suara laki laki menyapa saga membuat saga menatap laki laki itu.


"Haii .. bro kau tidak pernah berubah masih sangat sombong seperti dulu "saga ingin menonjok wajah laki laki ini .


"Aku ingin sekali memukul wajah mu saat ini "ucap saga menyapa sahabat lamanya itu sambil berkekeh . yang baru saja pulang dari Kanada mengurus usaha keluarga nya itu .


"Sudah tiga tahun aku tidak melihat mu , lihat kau menjadi pria tampan sekarang , aku sangat irii pada mu tapi apakah benar humor di luar sana , mengatakan jika kamu memiliki kelainan tentang wanita " ucapnya sambil berkekeh .


"Maaf maaf aku hanya bercanda "saga hampir saja.melanyangkan sebuah tinjuan untuk orang itu .karena ucapannya yang sangat tidak masuk akal menurut nya.

__ADS_1


"Tidak mungkin kan , tadi juga aku dengar , jika kamu akan menikahi sahabat kita ?"tanya Alan Jackson


"Haiizz . kau ini seperti tidak ada wanita lain lagi yang bisa mengantikan mana Sarah di hatimu "ucap alan mengajak saga untuk memasuki klub lagi untuk menemui teman teman mereka.


"Maksud mu ?" ucap saga memasuki klub dan memesan ruangan privat yang sudah di sewa oleh tuan acara malam itu .


"Sarah Sechan , bukan kah kalian akan menikah ? " perkataan Alan membuat saga tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya .membuat Alan menatapnya


"Siapa yang berkata seperti itu ?"tanya saga .


"Sarah sendiri , tadi dia mengumumkan nya pada kami , ya aku rasa itu wajar .bukanlah selama ini kalian berdua selalu bersama , bahkan kalian couple-an dari SMA kan ?"ucap alan tertawa cekikikan mengingat kedua sahabat baik itu .


"Kau tau jika keluarganya broken home sejak dia usia dua belas tahun , saat itulah aku hanya ingin menjaga nya seperti aku menjaga Elle " penuturan saga membuat Alan tertawa kecil .


"Hebat sekali ! . kau bisa meluluhkan hatinya hanya dengan kata kasihan , hati hati bro jika wanita sudah jatuh cinta , nyawa pun pasti akan iya berikan untuk orang yang dicintainya " ucap alan tertawa kecil melihat ekspresi saga .


"Tapi apa salah nya , dia wanita yang seksi dan cantik yang paling penting dia adalah pewaris dari kekayaan ayah nya ,kau tidak akan menyesal menjadikan nya sebangai istri mu bro "ucap nya sambil meminum minuman yang sudah di siap kan di hadapan mereka .


"Kenapa bukan kau saja ?"tanya saga balik .


"Hemmm ,,, hati ku sudah di curi oleh seorang tuan putri "ucap alan terlihat sekali jika laki laki ini sedang kasmaran apalagi senyum di bibirnya saat menyebut wanita itu .


"Wah master Playboy telah di taklukan ternyata " ucap saga tertawa keras .


"Ya seperti itu " ucap alan pipinya memerah mengingat cantiknya gadis cantik yang iya temui tiga tahun yang lalu .


"Aku penasaran dengan gadis itu , kanapa dia bisa membuat jiwa Playboy mu bertekuk lutut seperti itu "goda saga .


"Dia sangat cantik , berwibawa , dan terlihat jika dia sangat lembut , aku menyukainya , tapi .... " wajah Alan berubah murung mengingat apakah dia masih bisa bertemu dengan wanita itu .


"Tapi ?,......"


"Aku bertemu dengannya saat aku sedang berada di bandara , waktu itu aku hanya menyapanya .


"Tapi aku yakin aku bisa menemukannya , kamu mau membantu ku kan ? "


"Enak saja , kamu baru saja datang ke negara ini . sudah mau merepotkan ku tidak.. tidak , cari saja sendiri " tolak saga


"Kau ini sahabat macam apa "ucap nya menambahkan minuman di gelas saga dan gelas nya . mereka pun bersulang .


"Baik lah ,, tapi kamu harus menolong ku juga " alan sangat antusias meng'iya kan permintaan sahabat nya itu .


Dan mereka pun melanjutkan menikmati malam itu di dalam klub yang hanya di datangi oleh orang orang tertentu saja seperti pejabat dan pengusaha sukses saja .


...........pagi hari...............


Nara sedang menyuapi pak arsen untuk sarapan pagi ini .


pak arsen hanya mampu tersenyum getir melihat perhatian putri yang sudah iya usir beberapa tahun yang lalu . namun lihat dengan kasih sayang Nara merawatnya .


"Ayah kenapa menangis ? "


Nara mengelap air mata di pipi ayahnya itu .


"Maafkan ayah nak "


"Ayah dengarkan nara ya , Nara sudah memaafkan semuanya , jadi ayah gak boleh sedih lagi " ucapan Nara tersenyum membuat pak arsen menangis .


Nara yang mendengar itu pun tidak bisa menahan tangisnya .


"Maafkan ayah nak , ibu mu benar ayah akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang sudah ayah lakukan selama ini kepada ibumu "Nara tidak bisa berkata apapun , hanya mendengarkan ucapan ayahnya itu saja .


"Ayah sudah menyakiti ibu mu lahir dan batin setelah itu ayah juga menyakiti mu tapi kenapa kamu tidak pernah membenci ayah"" tangisan itu semakin menyesakkan dadanya


" Itu lah alasan ayah kenapa ayah mengusir kamu waktu itu , karena ayah tidak sanggup lagi berbuat jahat kepada putri ayah sendiri "

__ADS_1


" Ayah malu kamu terus membukakan pintu maaf untuk laki laki jahat ini "ucap pak arsen terisak-isak . Nara ngelengkan kepalanya sambil menangis pilu .


" Tidak ,, ayah laki laki terbaik yang pernah ada untuk menjaga Nara "ucap Nara menatap wajah pria paruh baya itu dengan perasaan sedih .


"Maafkan ayah ,, ayah ingin memperbaiki semuanya nak ,jika kamu memaafkan ayah " ucap pak arsen memengang lengan Nara .


Dengan senyuman manis Nara mengngukan kepalanya .


pak arsen memeluk tubuh putri nya itu dengan perasaan campur aduk sedih dan bahangia , malu , karena Nara masih berlapang dada menerima dirinya yang sudah menelantarkannya Nara selama ini .


Pak arsen menghapus air mata Nara dan . mencium kepala gadis cantik itu .


"Ayah ingin kamu tinggal di rumah ini lagi nak "ucap pak arsen


"Maaf ayah , jika itu permintaan ayah Nara belum bisa "ucap Nara tersenyum


"Pasti kamu belum bisa melupakan kenangan kelam itu di rumah ini kan " tanya pak arsen membuat Nara menggeleng cepat .


"Rumah ini adalah satu satunya terdapat kenangan bersama ibu , mana mungkin Nara tidak ingin tinggal disini "Nara menarik nafas dalam-dalam mengingat mendiang ibu nya itu.


" Ayah ,,,


apa ayah keberatan jika rumah ini ayah berikan saja kepada kak Baron ,dan Valerie saja.


jika ayah tidak keberatan !" ucap Nara hati hati


"Kenapa seperti itu?"


"Karena ibu Celia menginginkan itu" ucapan Nara membuat ayah nya menggelengkan


"Kalau ayah tidak mau ayah yang tinggal bersama Nara dulu sampai ayah sembuh total , setelah sembuh ayah bisa kembali lagi di rumah ini Nara tidak akan menghalanginya "


"Memang Nara hanya tinggal di apartemen kecil , tapi insyaallah disana nyaman ko yah . Nara nyakin ayah bakal betah di sana "ucap Nara tersenyum ceria .


"Tapi mereka tidak ada hak akan harta ayah , mereka berdua bukan anak kandung ayah "ucap pak arsen kembali bersedih . Nara kembali memeluk pria paruh baya itu dengan kasih sayang .


" Ayah sudah mengganggap kak Baron dan Valerie sebagai putri, putra ayah sendiri kan ? .


sampai sekarang pun mereka berdua masih sama ayah ,


mereka anak anak ayah , tidak ada yang mengatakan jika mereka bukan anak anak ayah .


karena ayah yang merawat mereka sejak kecil , itu artinya ayah adalah ayah mereka dalam kondisi apapun"pak arsen mencerna ucapan putrinya itu . dan menggangukan kepalanya .


"Iya sampai ayah menelantarkan anak ayah sendiri , maafkan ayah nak "ucapan itu kembali membuat Nara tersenyum getir . betapa merasa bersalahnya ayah nya itu dengan masa lalunya .


"Nara sudah melupakan semuanya , Nara sekarang hanya ingin melihat ayah bahangia " ucap Nara memeluk tubuh pria paruh baya itu .


ini adalah pelukan yang sangat Nara tunggu tunggu sejak iya kecil dulu .


namun karena kasih sayang ayahnya hanya untuk Baron dan Valerie . jangankan untuk memeluk . Nara bahkan jarang sekali hanya untuk menyapa ayahnya . karena kamar tidur Nara berada di belakang bersama bi Tanisa dan paman Adam . membuat komunikasi Nara dan pak arsen benar benar terputus kala itu hingga saat umur Nara menginjak empat belas tahun barulah Nara di berikan kamar di dalam medison itu .


Itupun karena permintaan neneknya saat Nara menjadi murid terbaik di sekolah nya dan mengharumkan nama keluarga Danuarta .


tapi sekarang keinginan itu sudah menjadi kenyataan , pelukan hangat ini adalah obat dari sengala kesakitan yang Nara rasakan selama ini dan berharap ini tidak berlalu dengan cepat pikirnya .


.....


Bersambung.....


Terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya..


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


Slow uq

__ADS_1


__ADS_2