' R E T A K '

' R E T A K '
Membela adik tiri ^


__ADS_3

Sesampainya mereka disana , terlihat Nara masih terbaring belum sadarkan diri .


"Nara ,,, pak arsen memasuki ruangan itu . melihat kepala putri nya yang di bungkus perban dan kapas putih membuat pak arsen terlihat terpukul sekali .


Sama halnya dengan ibu Cintia yang prihatin dengan kondisi Nara itu .


"Apa yang sebenarnya terjadi , kenapa mereka menyakiti Nara seperti ini "Lio menatap kondisi Nara yang sangat memperihatinkan itu.


Tampa berkata lagi . Lio pun keluar dari ruangan itu dan menuju mobilnya bergegas pergi menuju hotel tempat nya semalam .


"Kalian ingat aku bukan ? "tanya Lio dingin . resepsionis itu menunduk .


"Apa yang terjadi sebenarnya , jelaskan pada ku atau kasus ini akan aku laporkan ke pihak kepolisian "ancam Lio .


"Jangan tuan , baik lah ....


"Memang sebelumnya ada seorang wanita yang memesan kamar itu , namun perempuan itu memesan agar kami tidak mengatakan Apapun, siapapun yang bertanya , tidak lama seorang pria datang menggendong seorang wanita , kami pun hanya terdiam karena wanita itu sudah mengancam kami , maafkan kami tuan "jelas wanita itu dengan tangisan menyesal .


"Lalu , kenapa Nara bisa terluka seperti itu ? " tanya Lio masih belum mengerti akan situasi yang terjadi .


"Tadi pagi , ada laki laki datang ke sini , dia langsung menerobos masuk kedalam dan memasuki kamar itu, dan kami tidak tahu kenapa dia sangat marah bahkan melemparkan pot bunga kepada wanita itu tuan , saya benar benar tidak tahu " ucap nya lagi . jujur . Lio terlihat menghembuskan nafas panjang.


Lio pun mengeluarkan ponselnya dan mencari Poto kokohnya .


"Apa ini laki laki yang datang tadi pagi ? "wanita itu mengangguk cepat .


"Aku minta rekaman cctv dari awal wanita itu datang sampai pagi ini "ucap Lio masih dengan wajah dingin nya .


"Tapi tuan , perempuan itu mematikan cctv-nya dari semalam "


"Kenap kalian bodoh sekali "teriak Lio karena dari tadi dia menahan amarahnya . dengan pengakuan wanita yang ada di depan nya itu .


"Aku tidak bisa men teloransi kalian lagi " lio pun langsung menghubungi polisi , namun di urungkan nya mengingat jika saga lah yang menjadi pelaku yang membuat Nara seperti itu .

__ADS_1


Lio hanya mengumpat kasar menanggapi masalah ini ,


"Tolong jaga jangan sampai orang lain tahu , apa lagi sampai pihak media "mendapat anggukan dari resepsionis itu .


"Kapan koh saga berubah menjadi pria kasar , kenapa dia bisa melakukan semua itu kepada Nara "Lio memukul kepala nya sendiri bingung keputusan apa yang akan iya ambil setelah iya mengetahui semuanya .


Tak jauh dari sana seorang wanita terseyum merasa menang telak dengan semua rencana nya .


Namun seseorang menarik kasar wanita itu dan membawanya ke tempat sepi . ya Valeria , Barron menatapnya dengan tatapan tajam .


namun tidak membuat adiknya itu merasa takut .


"Apa yang kamu lakukan kepada Nara ? "tanya barron dengan penuh penekanan .


"Tidak ada kak , aku hanya menyuruh seseorang untuk membawa Nara ke hotel ini. dan mereka tidak melakukan apapun , aku hanya mengambil potret mereka untuk membuat suami kak Nara membenci kak Nara , tapi di luar dugaan ku , saga malah dengan kasar melemparkan pot bunga kepada kak Nara , sungguh bukan laki laki yang baik "Jawab Valerie enteng mengatakan semua nya kepada kakak laki-laki nya itu .


Barron langsung memberikan tamparan keras kepala wanita itu . membuat Valerie tersenyum namun tatapannya menatap tajam kearah pria itu .


"Aku adik mu , bukan Nara jadi berhentilah membela nya , harus nya kak Barron mendukung ku . aku hanya ingin membalas kan apa yang di lakukan ayah kepada ibu dulu , apa itu salah ? "ucap Valerie sambil tertawa kecil namun matanya tidak menyembunyikan kesedihannya .


"Aku membenci kak Nara , karena selama ini kak Nara selalu mendapatkan apa yang dia inginkan , sedangkan aku ! jika bukan ibu yang menolong ku aku tidak akan mendapatkan apa yang aku ingin kan "ucap Valerie menunjukkan sikap yang terlihat murung sambil tersenyum getir .


"Aku gagal menjadi kak mu "ucap Barron menatapnya dengan tatapan sedih melihat adiknya itu .


"Ya hanya Nara yang menjadi adik terbaik mu , sedang kan aku hanya adik yang selalu melakukan dosa setiap saat ya kan ! "ucap Valerie menghapus air matanya dan menatap wajah kakak laki-laki nya itu .


"Jika kak di pihak kak Nara , silahkan aku tidak meminta kak Baron membela ku "ucap Valerie dan bergegas pergi meninggalkan Baron di sana .


Barron terlihat menundukkan kepalanya , rasa sedihnya melihat sikap adik nya , belum lagi keadaan Nara yang sangat memprihatikan .


...----------------...


Pak arsen masih duduk di sebelah Nara yang belum juga sadar , setelah beberapa lama akhirnya tangan wanita itu mulai tergerak menunjukkan bahwa dirinya sudah mulai menguasai dirinya .

__ADS_1


"Nara ,, sayang " pak arsen langsung menekan tombol untuk memanggil dokter .


Nara menatap wajah ayahnya itu , setelah itu menangis .


"Ayah ,, "pak arsen langsung membawa Nara kedalam pelukannya menenangkan putri nya itu .


"Tentang kan dirimu , tunggu dokter akan memeriksa kondisi mu "pak arsen sedikit menjauh dari Nara saat dokter memeriksa kondisi Nara .


"Dokter Nara , apa di bagian ini masih sakit "tanya dokter Deni kepada Nara , Nara menggeleng .


"Apa ada rasa pusing ? "


"Sedikit "Jawab Nara . membuat dokter Deni mengangguk sambil mencatat semua keluhan Nara .


"Baik lah , setelah ini sarapan , dan langsung minum obat nya . tolong jangan terlalu banyak pemikiran dok , karena itu bisa membuat kepala dokter Nara kembali mengeluarkan darah " mendapat anggukan dari Nara . setelah dokter Deni menyuntikkan obat di infusan Nara . dokter Deni pun meninggalkan tempat itu .


"Dimana mas saga ayah ? "tanya Nara kepada pak arsen .


"Ayah tidak tahu , saga tidak pulang semalam , ayah kira jika dia bersama dengan mu nak "jelas pak arsen .


membuat Nara kembali menangis sedih .


pak Adrian dan ibu Cintia memasuki ruangan Nara dan melihat jika wanita itu sedang menangis .


"Nak ,, apa yang terjadi ?, kenapa kamu menangis ? "ucap Bu Cintia memeluk tubuh wanita itu .


"Nara mau ketemu mas saga mi "ucap Nara menatap penuh permohonan membuat Bu Cintia memeluk tubuh wanita itu .


"sebenarnya apa yang terjadi ? , apa Nara dan saga bertengkar ? "pak Adrian menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi dengan pagantin baru itu .


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️

__ADS_1


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya ☺️


__ADS_2