
Sesampainya mereka disana , terlihat Nara masih terbaring belum sadarkan diri .
"Nara ,,, pak arsen memasuki ruangan itu . melihat kepala putri nya yang di bungkus perban dan kapas putih membuat pak arsen terlihat terpukul sekali .
Sama halnya dengan ibu Cintia yang prihatin dengan kondisi Nara itu .
"Apa yang sebenarnya terjadi , kenapa mereka menyakiti Nara seperti ini "Lio menatap kondisi Nara yang sangat memperihatinkan itu.
Tampa berkata lagi . Lio pun keluar dari ruangan itu dan menuju mobilnya bergegas pergi menuju hotel tempat nya semalam .
"Kalian ingat aku bukan ? "tanya Lio dingin . resepsionis itu menunduk .
"Apa yang terjadi sebenarnya , jelaskan pada ku atau kasus ini akan aku laporkan ke pihak kepolisian "ancam Lio .
"Jangan tuan , baik lah ....
"Memang sebelumnya ada seorang wanita yang memesan kamar itu , namun perempuan itu memesan agar kami tidak mengatakan Apapun, siapapun yang bertanya , tidak lama seorang pria datang menggendong seorang wanita , kami pun hanya terdiam karena wanita itu sudah mengancam kami , maafkan kami tuan "jelas wanita itu dengan tangisan menyesal .
"Lalu , kenapa Nara bisa terluka seperti itu ? " tanya Lio masih belum mengerti akan situasi yang terjadi .
"Tadi pagi , ada laki laki datang ke sini , dia langsung menerobos masuk kedalam dan memasuki kamar itu, dan kami tidak tahu kenapa dia sangat marah bahkan melemparkan pot bunga kepada wanita itu tuan , saya benar benar tidak tahu " ucap nya lagi . jujur . Lio terlihat menghembuskan nafas panjang.
Lio pun mengeluarkan ponselnya dan mencari Poto kokohnya .
"Apa ini laki laki yang datang tadi pagi ? "wanita itu mengangguk cepat .
"Aku minta rekaman cctv dari awal wanita itu datang sampai pagi ini "ucap Lio masih dengan wajah dingin nya .
"Tapi tuan , perempuan itu mematikan cctv-nya dari semalam "
"Kenap kalian bodoh sekali "teriak Lio karena dari tadi dia menahan amarahnya . dengan pengakuan wanita yang ada di depan nya itu .
"Aku tidak bisa men teloransi kalian lagi " lio pun langsung menghubungi polisi , namun di urungkan nya mengingat jika saga lah yang menjadi pelaku yang membuat Nara seperti itu .
__ADS_1
Lio hanya mengumpat kasar menanggapi masalah ini ,
"Tolong jaga jangan sampai orang lain tahu , apa lagi sampai pihak media "mendapat anggukan dari resepsionis itu .
"Kapan koh saga berubah menjadi pria kasar , kenapa dia bisa melakukan semua itu kepada Nara "Lio memukul kepala nya sendiri bingung keputusan apa yang akan iya ambil setelah iya mengetahui semuanya .
Tak jauh dari sana seorang wanita terseyum merasa menang telak dengan semua rencana nya .
Namun seseorang menarik kasar wanita itu dan membawanya ke tempat sepi . ya Valeria , Barron menatapnya dengan tatapan tajam .
namun tidak membuat adiknya itu merasa takut .
"Apa yang kamu lakukan kepada Nara ? "tanya barron dengan penuh penekanan .
"Tidak ada kak , aku hanya menyuruh seseorang untuk membawa Nara ke hotel ini. dan mereka tidak melakukan apapun , aku hanya mengambil potret mereka untuk membuat suami kak Nara membenci kak Nara , tapi di luar dugaan ku , saga malah dengan kasar melemparkan pot bunga kepada kak Nara , sungguh bukan laki laki yang baik "Jawab Valerie enteng mengatakan semua nya kepada kakak laki-laki nya itu .
Barron langsung memberikan tamparan keras kepala wanita itu . membuat Valerie tersenyum namun tatapannya menatap tajam kearah pria itu .
"Aku adik mu , bukan Nara jadi berhentilah membela nya , harus nya kak Barron mendukung ku . aku hanya ingin membalas kan apa yang di lakukan ayah kepada ibu dulu , apa itu salah ? "ucap Valerie sambil tertawa kecil namun matanya tidak menyembunyikan kesedihannya .
"Aku membenci kak Nara , karena selama ini kak Nara selalu mendapatkan apa yang dia inginkan , sedangkan aku ! jika bukan ibu yang menolong ku aku tidak akan mendapatkan apa yang aku ingin kan "ucap Valerie menunjukkan sikap yang terlihat murung sambil tersenyum getir .
"Aku gagal menjadi kak mu "ucap Barron menatapnya dengan tatapan sedih melihat adiknya itu .
"Ya hanya Nara yang menjadi adik terbaik mu , sedang kan aku hanya adik yang selalu melakukan dosa setiap saat ya kan ! "ucap Valerie menghapus air matanya dan menatap wajah kakak laki-laki nya itu .
"Jika kak di pihak kak Nara , silahkan aku tidak meminta kak Baron membela ku "ucap Valerie dan bergegas pergi meninggalkan Baron di sana .
Barron terlihat menundukkan kepalanya , rasa sedihnya melihat sikap adik nya , belum lagi keadaan Nara yang sangat memprihatikan .
...----------------...
Pak arsen masih duduk di sebelah Nara yang belum juga sadar , setelah beberapa lama akhirnya tangan wanita itu mulai tergerak menunjukkan bahwa dirinya sudah mulai menguasai dirinya .
__ADS_1
"Nara ,, sayang " pak arsen langsung menekan tombol untuk memanggil dokter .
Nara menatap wajah ayahnya itu , setelah itu menangis .
"Ayah ,, "pak arsen langsung membawa Nara kedalam pelukannya menenangkan putri nya itu .
"Tentang kan dirimu , tunggu dokter akan memeriksa kondisi mu "pak arsen sedikit menjauh dari Nara saat dokter memeriksa kondisi Nara .
"Dokter Nara , apa di bagian ini masih sakit "tanya dokter Deni kepada Nara , Nara menggeleng .
"Apa ada rasa pusing ? "
"Sedikit "Jawab Nara . membuat dokter Deni mengangguk sambil mencatat semua keluhan Nara .
"Baik lah , setelah ini sarapan , dan langsung minum obat nya . tolong jangan terlalu banyak pemikiran dok , karena itu bisa membuat kepala dokter Nara kembali mengeluarkan darah " mendapat anggukan dari Nara . setelah dokter Deni menyuntikkan obat di infusan Nara . dokter Deni pun meninggalkan tempat itu .
"Dimana mas saga ayah ? "tanya Nara kepada pak arsen .
"Ayah tidak tahu , saga tidak pulang semalam , ayah kira jika dia bersama dengan mu nak "jelas pak arsen .
membuat Nara kembali menangis sedih .
pak Adrian dan ibu Cintia memasuki ruangan Nara dan melihat jika wanita itu sedang menangis .
"Nak ,, apa yang terjadi ?, kenapa kamu menangis ? "ucap Bu Cintia memeluk tubuh wanita itu .
"Nara mau ketemu mas saga mi "ucap Nara menatap penuh permohonan membuat Bu Cintia memeluk tubuh wanita itu .
"sebenarnya apa yang terjadi ? , apa Nara dan saga bertengkar ? "pak Adrian menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi dengan pagantin baru itu .
Bersambung....
Assalamu'alaikum ☺️
__ADS_1
Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya ☺️