
Nara menata beberapa baju dan peralatan Milik ayahnya di dalam koper kecil untuk keperluan saat tinggal bersama Nara nanti .
semuanya sudah sepakat jika pak arsen akan tinggal bersama Nara beberapa waktu kedepan . Nara pun sangat bahagia .
pak arsen hanya mampu tersenyum melihat putrinya itu .
"kamu harus menandatangani ini "penuturan ibu Celia membuat Nara dan pak arsen menatap wanita yang baru saja masuk keruangan itu .
sebuah kertas telah pak arsen terima ,
"apa ini "
"aku ingin kita bercerai "penuturan itu membuat pak arsen menatap wajah wanita itu. yang terlihat buram
"kenapa kanget , bukan kah itu yang kamu ucapkan saat mengetahui bahwa Baron dan Valerie bukan anak mu " ucap ibu Celia
"sekarang aku sudah tidak memerlukan mu lagi dan ,,, "
"cukup ,, aku akan menandatangani nya "ucap pak arsen memotong pembicaraan ibu Celia .
"Nara bisa ambilkan pulpen di meja ayah nak " Nara tidak bisa berkata apa-apa dan menuruti perintah ayahnya itu .
"ayah ,,,
"ayah sudah memikirkan nya ,ini adalah jalan terbaik "Nara menatap wajah ibu tirinya itu .
"apa tidak ada jalan lain selain bercerai Bu "tanya Nara .
"menurut mu , aku sudah membalaskan dendam ku kepada keluarga ini Nara "
"dendam ?"
"kamu kenal dengan Roy Danuarta dan Elsa Safira ?"tanya ibu Celia menatap wajah Nara
"ada apa dengan kakek dan nenek ?"
"hemm .....
"kamu nyakin ingin tahu ?"
"baik lah mungkin sudah saat nya juga aku membongkar rahasia ini kepada kamu , dan alasan ku sangat membenci dirimu " ibu Celia menarik nafas panjang
__ADS_1
"mereka lah yang membunuh ibu ku dan merampas semua kekayaan ibuku hanya untuk memuaskan keserakahan mereka berdua "jelas ibu Celia dengan wajah memerah menahan amarah .
" membuat aku dan ayah menjadi gembel karena perampokan berkedok sahabat itu Nara "ucap ibu Celia lagi sembari tertawa kecil
"apa yang kamu katakan Celia ?" bentak pak arsen
"sebuah kebenaran , apakah itu salah ?" Jawab ibu Celia dengan nada tinggi
"tidak perlu bersusah panyah menjelaskan sesuatu yang sudah menjadi masa lalu , bukan kah sudah impas , kamu sudah menghancurkan keluarga ku " penuturan pak arsen membuat ibu Celia tertawa keras
"masa lalu , namun mampu menghancurkan kehidupan seseorang "
"apa itu pantas untuk di lupakan ?"
"jawab aku arsen "bentak ibu Celia
tuan arsen terdiam , membuat ibu Celia tersenyum mengejek .
"sangat beruntung, karena dirimu terlantar saat usia mu sudah puluhan tahun Nara .
kamu tau dulu Elsa membuang ibu saat aku usia tujuh tahun , saat aku baru di tinggalkan ibu ku .
dan ayah yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri , tapi saat itu juga aku harus hidup di sebuah panti asuhan , saat aku memiliki rumah yang besar , tapi aku harus hidup di rumah gubuk dan ada banyak anak disana , makan harus berbagi , tidurpun harus berdesak desakan ." ibu Celia tertawa kecil mengingat kehidupan yang bengitu pahit iya rasakan selama bertahun-tahun setelah ayah dan ibunya meninggal dunia .
"sudah cukup mereka hidup bahagia Nara , sudah cukup ! "ucap ibu Celia menghapus air mata Nara merasa terpukul dengan berita yang ia dengar barusan .
"yang aku sayangkan , ibu mu harus menanggung dosa itu juga , karena telah melahirkan keturunan keluarga Danuarta , yaitu dirimu "jelas ibu Celia dengan senyuman sinis
"Hamm .. yang harus kamu tahu juga Nara ,, kamu tau apa penyakit ayah mu , kau pasti tahu karena kamu seorang dokter , itu adalah salah satu rencana jahat ku untuk menyingkirkan dia " ucap ibu Celia menunjuk kearah pak arsen .
"lihat bunga itu "sebuah bunga cantik berwarna putih bertumbuh besar di dalam ruangan itu .
ya itu adalah Giant hogweed atau hogweed raksasa .tanaman ini berasal dari kaukasia antara perbatasan Eropa dan Asia ,
bunga hogweed ini memiliki batang berwarna hijau dan sedikit terlihat berwarna merah gelap ,iya menghasilkan bunga bunga putih berkelompok seperti payung .
tanaman ini termasuk tanaman mematikan di London , bangai mana tidak tanaman ini sangat berbahaya jika terkena bangian tubuh . termasuk bangian kulit akan mengalami iritasi bahkan terbakar , jika terkena mata maka akan menimbulkan kebutaan bahkan kematian .
"aku sengaja menanam nya di sana , merawat nya untuk ayah mu " ucap ibu Celia sambil tertawa mengejek ,
"apakah dengan melakukan semua ini bisa membuat hati ibu bahangia ?"tanya Nara menghapus air matanya dan tersenyum kearah ibu tiri ya .
__ADS_1
"tidak , untuk sekarang , karena masih ada kamu yang akan ku singkirkan , nara Ardita "ucap Bu Celia
"baik lah ibu , jika dengan membunuh ku .ibu bisa bahagia. lakukan ,, asal ibu dapat berjanji jangan pernah menyentuh ayah ku apalagi sampai menyakiti nya " ucap Nara memengang tangan wanita itu .
"Nara apa yang kamu katakan nak , ayah tidak mau kamu melakukan hal bodoh itu " ucap pak arsen berusaha menarik tangan Nara agar menjauh dari ibu Celia . namun Nara menolaknya .
"jika aku melakukan itu sekarang , itu terlalu singkat Nara .
setelah aku membunuh mu . aku tidak ada mainan lagi ,yang aku inginkan adalah bisa tertawa di bawah penderitaan mu , itu yang sangat aku ingin kan, bukan melihat kamu mati setelah itu di kuburkan ,
tidak sayang ,bukan itu tujuan ku "ucap ibu Celia mengambil kertas yang telah di tanda tangani oleh pak arsen .
"hemm .. akhirnya kita bercerai juga ,
oh ya Nara mungkin koper kamu kekecilan untuk membawa semua barang-barang ayah mu , aku akan menyuruh pelayan untuk mengemasi barang-barangnya nya . agar kamu tidak terlalu lama di rumah ku ini "ibu Celia memanggil para asisten rumah tangga itu untuk menolong Nara mengemasi barang-barang ayah nya itu .
Nara menarik nafas dalam-dalam meringankan beban di dadanya yang membuat iya sesak .
"ayah percanya pada Nara , semua akan baik-baik saja ,, Hem " ayah nya memeluk tubuh putri nya itu .
"maafkan ayah nak " ucap pak arsen kembali menangis . sedangkan ibu Celia tersenyum senang melihat awal dari permainannya .
"kita bisa melewati ini ayah , Nara nyakin kita bisa "ayahnya hanya mengangguk mempercayai ucapan putrinya itu .
"aku menerima semua nya , mari bermain ibu dan kita akan melihat siapa pemenang dari semua ini "tantang Nara menengarkan hatinya .
"baik lah putri tiriku , kita akan liat kejutan apa yang sudah menunggu kamu setelah ini "ucap ibu Celia tersenyum simpul menerima tantangan Nara .
"dia bukan Nara yang kamu kenal enam tahun yang lalu Celia " batin ibu Celia mantap mata Nara dengan teliti .
"semoga kamu dan ayah mu ini bisa bertahan nya , atau nanti aku akan datang kerumah duka cita nanti , uhh aku tidak sabar akan hal itu "ucap nyonya Celia lagi dengan ceria , membuat Nara tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita itu .
ibu Celia menerima uluran tangan itu .dan mengagukkan kepalanya sama halnya dengan Nara , Nara tidak lagi melihatkan Nara yang lemah dan lugu. saat ini adalah Nara yang bijak dan tegas.
"kita lihat akhirnya ibu "
"ya ....
bersambung ..
hi reader makasih udah mampir mohon tinggalkan jejak biar lebih semangat nulis nya .
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»
slow uq ya π