
"Nara , bangai mana keadaan ayah mu ?" saat menyelesaikan makan sore mereka di restoran Turki itu .
"Sudah lebih baik , ada apa tuan ? "
"Hem . tuan ? "
"ya mas ,
"apa kamu nyaman dengan panggilan itu "mendapat anggukan dari Nara .
"Setelah ini , aku ingin bertemu ayah mu "ucap saga . membuat Nara tersedak .
saga menolong Nara itu untuk minum .
"Berlebihan sekali ,," omel saga
"Tapi , apa harus sekarang mas ?"
"Memang nya kapan lagi , papi ku sudah menyerahkan semua ini kepada kita , jika tidak dalam Minggu Minggu ini ayah akan menikahkan kita secara paksa , maka dari itu aku ingin bertemu dengan ayah mu "
"Mas,,. jujur saya belum menceritakan tentang pernikahan ini kepada ayah saya , mengingat kondisi nya yang belum stabil . saya takut jika ayah akan kanget mendapat kabar ini " ucap Nara menatap wajah pria itu.
"Ya sudah ,, biar aku yang membicarakan ini kepada ayah mu "ucap saga .
"mas nyakin? " saga mengngukan kepalanya.
"Sudah selesai kan , kita bisa pulang ? , apa kamu mau menginap di sini "ucap saga membuat Nara berdecak.
Saga memanggil asisten Lee yang sedang menikmati kopi di meja lain .
asisten Lee yang sudah mengerti pun langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan yang mereka pesan .
"Hayo ,,, "saga kembali menggandeng tangan wanita itu dengan lembut membuat jantung Nara berdebar .
"Terimakasih sudah baik tuan "
"Kenapa aku merasa jika tuan ini sangat menghargai ku , apa dia mencintai ku , oh ... tidak mungkin dia baru mengenalku dua minggu ini mana mungkin dia cepat sekali memiliki perasaan itu , sama seperti diriku ,. aku hanya mengangumi dia karena di sisi dinginnya sebenarnya dia memiliki hati yang baik "ucap nara sambil memperhatikan jemarinya yang saga ngenggam .
" Ke apartemen Nara "
"Baik tuan "
"Boleh aku mengetahui warna kesukaan mu ? " tanya saga mencairkan suasana .
"Hah ....
"Hemm .. saya suka warna hijau dan biru "ucap Nara tersenyum .
"Apa ada alasan dengan warna itu "
"Saya menyukai warna biru karena saya selalu ingin melihat langit , dan memuji kebesaran Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini , agar hati ini selalu bersyukur akan nikmat yang bengitu banyak yang tuhan berikan kepada saya "ucap Nara menatap wajah pria tampan itu sambil tersenyum kecil .
"Dan warna hijau , bukan kah warna hijau itu melambangkan kedamaian , dan itu juga warna kesukaan ibu " ucap Nara tersenyum ,
saga hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan wanita itu .
"Kenapa tuan bertanya seperti itu ?"
"Tidak hanya ingin tahu " ucap saga santai .
"Oh ,,, boleh saya tahu , apa makanan kesukaan anda ?" tanya Nara kepada saga .
"Tidak ada "
"Ha , mana mungkin . tadi tuan tidak makan apapun .. hanya makan kentang goreng dan kopi apa itu membuat tuan kenyang " ucap Nara khawatir dengan saga . karena tadi saga hanya memakan itu .dan Nara memakan semua yang saga pesankan untuk nya .
"Tidak papa , nanti kita bisa mampir ke supermarket untuk membeli bahannya , katakan tuan suka makanan apa? "
__ADS_1
"tidak ada "
"Tuan kan selalu bersama dengan tuan saga , pasti tahu kan apa yang di sukai tuan mu ini "ucap Nara bertanya kepada asisten Lee .
"Panggil dia asisten Lee , dan kamu memanggil saya tuan lagi "
"Asisten Lee jawab saya , asisten Lee mau melihat tuan ini sakit karena kelaparan ?"bukan nya menjawab Nara malah kembali bertanya kepada asisten Lee .
"Hei .. aku berbicara dengan mu "saga menatap wajah wanita cantik itu .
"Jawab dulu , baru aku akan berbicara dengan tuan "Nara memalingkan wajahnya dari saga membut asisten Lee tersenyum , kapan lagi asisten Lee melihat tuan nya itu kelimpungan kerena wanita .
"Aku sangat suka orek tempe dan sayur lodeh "ucap saga jujur , dulu ibunya selalu membuatkan saga masakan itu . hampir setiap hari . namun setelah kepergian ibu Erika saga tidak mau lagi memakan makanan itu karena menurutnya tidak ada yang bisa mengalahkan sedap nya masakan ibu Erika .
Nara yang mendengar itu pun langsung tertawa .membuat saga kesal saja.
"Saya tidak becanda tuan , kenapa Tuan malah bercanda si " ucap Nara sambil tertawa kecil .
"Siapa yang bercanda . bukan kah kamu bertanya dan aku menjawab nya "ucap saga serius . Nara pun menyurutkan tawanya melihat keseriusan laki laki itu .
"Owoh ,, baik , asisten Lee kita mampir dulunya ke supermarket untuk membeli bahan-bahan nya" ucap Nara asisten Lee menatap tuannya . saga pun mengngukan kepalanya .
"Baik nona "
"Aku kira orang kaya tidak mengenal makanan seperti itu . nyatanya Tuan muda ini suka" ucap Nara tersenyum.
" Tadi aku bilang Jangan panggil aku tuan ."ucap saga .
"Ya ya tuan ,,"ucap Nara tersenyum
"Tuan ,,
"Baik lah calon suami "ucap Nara tersenyum manis kepada laki laki itu .
saga hanya memasang wajah datar namun tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya sangat bahangia dengan ucapan wanita itu .
" Memang nya kamu bisa masak ?"
dengan senyuman sombong nya Nara menatap saga .
"Saya akan meminta tolong kepada bi Tanisa untuk memasak makan itu " ucap Nara dengan bangga .
"Bilang saja kalo tidak bisa " ucap saga menyurutkan senyuman nya .
" Memang tidak bisa , tapikan saya bisa belajar " ucap Nara tidak ingin di salahkan .
"Tuan kita sudah sampai " Nara segera keluar dari mobil tersebut namun saga tidak bergeming dari tempat duduknya .
" Apa tuan tidak ikut ?"tanya Nara kepada saga .
"Aku tidak pernah ke supermarket " ucap saga
"Hah ,,, ya sudah saya masuk kedalam ya "ucap Nara meninggalkan mobil dan tuannya itu .
.......
"Mami , belanja nya banyak banget sih ,"keluh saga yang mendorong troli belanja mereka .
"Kita stok sampai sebulan ko , apalagi adek kamu lagi suka jajan semua , kalo nanti belum sebulan kita udah belanja lagi kasian papi yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita "ucap ibu Erika menjelaskan kepada saga .
saga pun menganggukkan kepalanya mengerti .
Beberapa langkah kemudian ibu Erika memengang kepalanya , merasa sakit yang bengitu luar biasa . dan terduyung jatuh . membuat saga panik dan menangis melihat keadaan ibunya itu .
Semua orang berkumpul memberikan bantuan kepada ibu Erika .
ibu Erika pun pingsan tidak sadarkan diri .
__ADS_1
beberapa orang mengangkat tubuh ibunya , saga yang melihat itu pun langsung mengikuti langkah orang yang membawa ibunya itu sambil menangis.
Sesampainya di rumah sakit , ibu Erika langsung di tangani oleh pihak rumah sakit .
Sempat sadar dan melihat ketiga anaknya , namun Tuhan yang menentukan kapan kita akan kembali akhirnya ibu Erika meninggal dunia , membuat pilu di hati semua orang yang mencintai nya .
"Mamiiii ,,. "ucap saga Tampa sengaja .
saga pun langsung turun dan berjalan menuju pintu masuk untuk menjemput Nara . asisten Lee yang mengerti pun langsung mengikuti langkah tuan mudanya itu .
"Nara ,, Nara ,, "teriak saga memanggil wanita itu dengan nada tinggi hingga membuat semua orang menatap laki laki itu .
"Nara ,,, Nara "
" apa masalah laki laki itu , kenap dia berteriak seperti itu " ucap orang orang yang melihat itu . Nara yang mendengar jika ada yang memanggilnya pun segera mendekati arah suara itu .
Saga melihat Nara yang datang pun langsung berlari dan memeluk tubuh wanita itu .
Nara bingung dengan sikap laki laki itu hanya terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang terjadi .
namun Nara bisa merasakan jika laki laki ini sedang terisak .
Nara pun membalas pelukan itu , berniat untuk menenangkan tuan mudanya itu .
"Tuan ,,, ada apa ?" ucap Nara menatap wajah pria tampan itu .
"Hayo pulang "saga menarik tangan Nara dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu . Nara tidak mengerti apa yang terjadi kepada pria itu, Nara hanya mampu meminta maaf kepada orang dan karyawan yang sedang memperhatikan mereka .
Asisten Lee mendatangi meneger supermarket itu . dan mengatakan jika laki laki itu adalah tuan Martadinata , harap tidak ada berita apapun di keesokan harinya tentang masalah ini .
Mereka yang kanget pun , langsung meminta maaf kepada asisten Lee dan berjanji untuk menjamin privasi tuan Martadinata itu .
"Tuan ,, ada apa ?"tanya Nara lembut saat melihat saga tertunduk sambil menahan gejolak emosinya .
"Maafkan saya jika saya melakukan kesalahan ."ucap Nara lagi memengang bahu laki laki itu .
"Pulang lah , sudah hampir malam , aku tidak bisa menemui ayah mu hari ini , tolong sampaikan salam saja padanya . "ucap saga dengan nada rendah ,
"Aku tidak bisa meninggalkan tuan , jika tuan dalam keadaan seperti ini "ucap Nara bingung dengan sikap saga yang tiba-tiba berubah .
"Asisten Lee akan mengantarkan kamu "ucap saga dan langsung masuk kedalam mobil hitam yang baru saja datang menjemput saga .
"Hah ,. kenapa seperti ini "ucap Nara lirih .
"Nona ,, mari saya antar pulang " ucap asisten Lee mengajak Nara menuju mobil mereka .
"Asisten Lee , ada apa dengan tuan saga ?" tanya Nara kepada asisten Lee .
"Tuan hanya sedang ada urusan nona "
"Kamu membohongiku ya , aku melihat dia sangat sedih , apa terjadi sesuatu saat aku masuk kedalam tadi " tanya Nara lagi .
"Kenapa dia terlihat begitu ketakutan ?" ucap Nara lagi .
"Asisten Lee , katakan sesuatu ? , aku tidak tahu kenapa tuan saga berubah seperti itu tadi " ucap Nara sambil memohon.
"Baik lah saya akan memberitahu kan kepada nona satu hal saja , setelah itu saya tidak bisa memberi tahu apapun lagi " Nara mengngukan kepalanya mengerti.
"Tuan saga , memiliki trauma saat berada di supermarket , karena nyonya Erika ibunda tuan saga kritis saat mereka sedang berbelanja di supermarket nona , sejak saat itu tuan saga tidak pernah datang atau hanya sekedar mengunjungi , tidak pernah lagi . "Nara menutup mulutnya mendengar penuturan asisten Lee barusan ...
Bersambung.....
Assalamu'alaikum ☺️
hi reader terimakasih ya sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya.
semoga terhibur ☺️
__ADS_1
slow uq ☺️🙏🏻