' R E T A K '

' R E T A K '
Trauma "


__ADS_3

"Nara , bangai mana keadaan ayah mu ?" saat menyelesaikan makan sore mereka di restoran Turki itu .


"Sudah lebih baik , ada apa tuan ? "


"Hem . tuan ? "


"ya mas ,


"apa kamu nyaman dengan panggilan itu "mendapat anggukan dari Nara .


"Setelah ini , aku ingin bertemu ayah mu "ucap saga . membuat Nara tersedak .


saga menolong Nara itu untuk minum .


"Berlebihan sekali ,," omel saga


"Tapi , apa harus sekarang mas ?"


"Memang nya kapan lagi , papi ku sudah menyerahkan semua ini kepada kita , jika tidak dalam Minggu Minggu ini ayah akan menikahkan kita secara paksa , maka dari itu aku ingin bertemu dengan ayah mu "


"Mas,,. jujur saya belum menceritakan tentang pernikahan ini kepada ayah saya , mengingat kondisi nya yang belum stabil . saya takut jika ayah akan kanget mendapat kabar ini " ucap Nara menatap wajah pria itu.


"Ya sudah ,, biar aku yang membicarakan ini kepada ayah mu "ucap saga .


"mas nyakin? " saga mengngukan kepalanya.


"Sudah selesai kan , kita bisa pulang ? , apa kamu mau menginap di sini "ucap saga membuat Nara berdecak.


Saga memanggil asisten Lee yang sedang menikmati kopi di meja lain .


asisten Lee yang sudah mengerti pun langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan yang mereka pesan .


"Hayo ,,, "saga kembali menggandeng tangan wanita itu dengan lembut membuat jantung Nara berdebar .


"Terimakasih sudah baik tuan "


"Kenapa aku merasa jika tuan ini sangat menghargai ku , apa dia mencintai ku , oh ... tidak mungkin dia baru mengenalku dua minggu ini mana mungkin dia cepat sekali memiliki perasaan itu , sama seperti diriku ,. aku hanya mengangumi dia karena di sisi dinginnya sebenarnya dia memiliki hati yang baik "ucap nara sambil memperhatikan jemarinya yang saga ngenggam .


" Ke apartemen Nara "


"Baik tuan "


"Boleh aku mengetahui warna kesukaan mu ? " tanya saga mencairkan suasana .


"Hah ....


"Hemm .. saya suka warna hijau dan biru "ucap Nara tersenyum .


"Apa ada alasan dengan warna itu "


"Saya menyukai warna biru karena saya selalu ingin melihat langit , dan memuji kebesaran Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini , agar hati ini selalu bersyukur akan nikmat yang bengitu banyak yang tuhan berikan kepada saya "ucap Nara menatap wajah pria tampan itu sambil tersenyum kecil .


"Dan warna hijau , bukan kah warna hijau itu melambangkan kedamaian , dan itu juga warna kesukaan ibu " ucap Nara tersenyum ,


saga hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan wanita itu .


"Kenapa tuan bertanya seperti itu ?"


"Tidak hanya ingin tahu " ucap saga santai .


"Oh ,,, boleh saya tahu , apa makanan kesukaan anda ?" tanya Nara kepada saga .


"Tidak ada "


"Ha , mana mungkin . tadi tuan tidak makan apapun .. hanya makan kentang goreng dan kopi apa itu membuat tuan kenyang " ucap Nara khawatir dengan saga . karena tadi saga hanya memakan itu .dan Nara memakan semua yang saga pesankan untuk nya .


"Tidak papa , nanti kita bisa mampir ke supermarket untuk membeli bahannya , katakan tuan suka makanan apa? "

__ADS_1


"tidak ada "


"Tuan kan selalu bersama dengan tuan saga , pasti tahu kan apa yang di sukai tuan mu ini "ucap Nara bertanya kepada asisten Lee .


"Panggil dia asisten Lee , dan kamu memanggil saya tuan lagi "


"Asisten Lee jawab saya , asisten Lee mau melihat tuan ini sakit karena kelaparan ?"bukan nya menjawab Nara malah kembali bertanya kepada asisten Lee .


"Hei .. aku berbicara dengan mu "saga menatap wajah wanita cantik itu .


"Jawab dulu , baru aku akan berbicara dengan tuan "Nara memalingkan wajahnya dari saga membut asisten Lee tersenyum , kapan lagi asisten Lee melihat tuan nya itu kelimpungan kerena wanita .


"Aku sangat suka orek tempe dan sayur lodeh "ucap saga jujur , dulu ibunya selalu membuatkan saga masakan itu . hampir setiap hari . namun setelah kepergian ibu Erika saga tidak mau lagi memakan makanan itu karena menurutnya tidak ada yang bisa mengalahkan sedap nya masakan ibu Erika .


Nara yang mendengar itu pun langsung tertawa .membuat saga kesal saja.


"Saya tidak becanda tuan , kenapa Tuan malah bercanda si " ucap Nara sambil tertawa kecil .


"Siapa yang bercanda . bukan kah kamu bertanya dan aku menjawab nya "ucap saga serius . Nara pun menyurutkan tawanya melihat keseriusan laki laki itu .


"Owoh ,, baik , asisten Lee kita mampir dulunya ke supermarket untuk membeli bahan-bahan nya" ucap Nara asisten Lee menatap tuannya . saga pun mengngukan kepalanya .


"Baik nona "


"Aku kira orang kaya tidak mengenal makanan seperti itu . nyatanya Tuan muda ini suka" ucap Nara tersenyum.


" Tadi aku bilang Jangan panggil aku tuan ."ucap saga .


"Ya ya tuan ,,"ucap Nara tersenyum


"Tuan ,,


"Baik lah calon suami "ucap Nara tersenyum manis kepada laki laki itu .


saga hanya memasang wajah datar namun tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya sangat bahangia dengan ucapan wanita itu .


" Memang nya kamu bisa masak ?"


dengan senyuman sombong nya Nara menatap saga .


"Saya akan meminta tolong kepada bi Tanisa untuk memasak makan itu " ucap Nara dengan bangga .


"Bilang saja kalo tidak bisa " ucap saga menyurutkan senyuman nya .


" Memang tidak bisa , tapikan saya bisa belajar " ucap Nara tidak ingin di salahkan .


"Tuan kita sudah sampai " Nara segera keluar dari mobil tersebut namun saga tidak bergeming dari tempat duduknya .


" Apa tuan tidak ikut ?"tanya Nara kepada saga .


"Aku tidak pernah ke supermarket " ucap saga


"Hah ,,, ya sudah saya masuk kedalam ya "ucap Nara meninggalkan mobil dan tuannya itu .


.......


"Mami , belanja nya banyak banget sih ,"keluh saga yang mendorong troli belanja mereka .


"Kita stok sampai sebulan ko , apalagi adek kamu lagi suka jajan semua , kalo nanti belum sebulan kita udah belanja lagi kasian papi yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita "ucap ibu Erika menjelaskan kepada saga .


saga pun menganggukkan kepalanya mengerti .


Beberapa langkah kemudian ibu Erika memengang kepalanya , merasa sakit yang bengitu luar biasa . dan terduyung jatuh . membuat saga panik dan menangis melihat keadaan ibunya itu .


Semua orang berkumpul memberikan bantuan kepada ibu Erika .


ibu Erika pun pingsan tidak sadarkan diri .

__ADS_1


beberapa orang mengangkat tubuh ibunya , saga yang melihat itu pun langsung mengikuti langkah orang yang membawa ibunya itu sambil menangis.


Sesampainya di rumah sakit , ibu Erika langsung di tangani oleh pihak rumah sakit .


Sempat sadar dan melihat ketiga anaknya , namun Tuhan yang menentukan kapan kita akan kembali akhirnya ibu Erika meninggal dunia , membuat pilu di hati semua orang yang mencintai nya .


"Mamiiii ,,. "ucap saga Tampa sengaja .


saga pun langsung turun dan berjalan menuju pintu masuk untuk menjemput Nara . asisten Lee yang mengerti pun langsung mengikuti langkah tuan mudanya itu .


"Nara ,, Nara ,, "teriak saga memanggil wanita itu dengan nada tinggi hingga membuat semua orang menatap laki laki itu .


"Nara ,,, Nara "


" apa masalah laki laki itu , kenap dia berteriak seperti itu " ucap orang orang yang melihat itu . Nara yang mendengar jika ada yang memanggilnya pun segera mendekati arah suara itu .


Saga melihat Nara yang datang pun langsung berlari dan memeluk tubuh wanita itu .


Nara bingung dengan sikap laki laki itu hanya terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang terjadi .


namun Nara bisa merasakan jika laki laki ini sedang terisak .


Nara pun membalas pelukan itu , berniat untuk menenangkan tuan mudanya itu .


"Tuan ,,, ada apa ?" ucap Nara menatap wajah pria tampan itu .


"Hayo pulang "saga menarik tangan Nara dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu . Nara tidak mengerti apa yang terjadi kepada pria itu, Nara hanya mampu meminta maaf kepada orang dan karyawan yang sedang memperhatikan mereka .


Asisten Lee mendatangi meneger supermarket itu . dan mengatakan jika laki laki itu adalah tuan Martadinata , harap tidak ada berita apapun di keesokan harinya tentang masalah ini .


Mereka yang kanget pun , langsung meminta maaf kepada asisten Lee dan berjanji untuk menjamin privasi tuan Martadinata itu .


"Tuan ,, ada apa ?"tanya Nara lembut saat melihat saga tertunduk sambil menahan gejolak emosinya .


"Maafkan saya jika saya melakukan kesalahan ."ucap Nara lagi memengang bahu laki laki itu .


"Pulang lah , sudah hampir malam , aku tidak bisa menemui ayah mu hari ini , tolong sampaikan salam saja padanya . "ucap saga dengan nada rendah ,


"Aku tidak bisa meninggalkan tuan , jika tuan dalam keadaan seperti ini "ucap Nara bingung dengan sikap saga yang tiba-tiba berubah .


"Asisten Lee akan mengantarkan kamu "ucap saga dan langsung masuk kedalam mobil hitam yang baru saja datang menjemput saga .


"Hah ,. kenapa seperti ini "ucap Nara lirih .


"Nona ,, mari saya antar pulang " ucap asisten Lee mengajak Nara menuju mobil mereka .


"Asisten Lee , ada apa dengan tuan saga ?" tanya Nara kepada asisten Lee .


"Tuan hanya sedang ada urusan nona "


"Kamu membohongiku ya , aku melihat dia sangat sedih , apa terjadi sesuatu saat aku masuk kedalam tadi " tanya Nara lagi .


"Kenapa dia terlihat begitu ketakutan ?" ucap Nara lagi .


"Asisten Lee , katakan sesuatu ? , aku tidak tahu kenapa tuan saga berubah seperti itu tadi " ucap Nara sambil memohon.


"Baik lah saya akan memberitahu kan kepada nona satu hal saja , setelah itu saya tidak bisa memberi tahu apapun lagi " Nara mengngukan kepalanya mengerti.


"Tuan saga , memiliki trauma saat berada di supermarket , karena nyonya Erika ibunda tuan saga kritis saat mereka sedang berbelanja di supermarket nona , sejak saat itu tuan saga tidak pernah datang atau hanya sekedar mengunjungi , tidak pernah lagi . "Nara menutup mulutnya mendengar penuturan asisten Lee barusan ...


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


hi reader terimakasih ya sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya.


semoga terhibur ☺️

__ADS_1


slow uq ☺️🙏🏻


__ADS_2