' R E T A K '

' R E T A K '
Adrian Martadinata ^


__ADS_3

...----------------...


Jam dua pagi Nara bergegas menaiki mobil nya untuk menuju rumah sakit ,


tadi Nara mendapat telpon mendadak karena salah satu pasien yang Nara tangani mengalami kejang ,


Dengan kecepatan sedang Nara melajukan mobilnya ,


Nara sudah bisa seperti ini , di telpon tegah malam . bahkan Nara sering tidak pulang tidur di kamar yang telah di siapkan oleh pihak rumah sakit .


Setelah beberapa saat Nara sudah sampai dan langsung memarkirkan mobilnya .dan bergegas masuk .


"Dok , pasien sudah lebih stabil . tapi dokter harus mengecek nya lagi " Nara menempelkan stetoskop di dada kiri dan kanan anak remaja yang terbaring sudah dua hari itu .


"Detak jantung nya normal " Nara mengambil senter medis nya dan memeriksa mulut dan mata pasien nya .


"Setengah jam lagi kita cek trombosit gi " mendapat anggukan dari Suster itu .


"Dok , dokter tau tadi anak dari tuan Adrian datang , huh ,,. andai aku cantik pasti dia mau padaku " ucap Suster itu ,Nara melirik sambil tertawa cekikikan merasa lucu melihat suster sekaligus teman nya itu . gia


"Setampan apa dia ?"


"Tampan sekali "ucap nya sambil membayangkan pria yang di lihatnya tadi .


"Wah ,. kamu saja bisa seperti itu , bangai mana jika aku melihatnya ya ? "


"Nara kamu meledek ku ,huh


tapi Ra , Dokter Nara Ardita kan cantik ,putih ,tinggi , jabatan sudah di pandangan apa dokter tidak ingin daftarkan diri untuk menjadi calon istri nya ?" Nara melirik tajam kearah gia .


"Ampun ampun , ini semua kerena giz , bukan kah dia yang merencanakan kencan buta itu "tawa gia pecah mengingat bangai mana wajah Nara saat pulang dari kencan pertama nya waktu itu .


Pucat pasi !


"Sudah sudah aku ada tugas lagi " gia masih meneruskan tawa nya mengingat kejadian langka itu .


Nara hanya menggeleng melihat gia masih menertawakan dirinya .


"Itu kencan pertama ku bukan , tapi mengapa berakhir seperti itu . menjadi bahan Bulian , huh ., aku tidak mau lagi berkencan "" Nara melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju lantai atas .


Nara menarik nafas lega akhirnya tidak ada masalah serius kepada pasien pasien nya .


"Ra ''panggil Leon berjalan mendekati wanita itu .


" Dokter Leon "Leon lebih muda satu tahun dengan Nara .


"Ada masalah dengan pasien mu ? " Nara mengangguk .


"Trombosit nya menurun , tapi sekarang sudah stabil lagi " ucap nya sambil tersenyum kepada Leon .


"Syukur lah "


"Kamu masih menangani tuan Adrian ?"


"Pak Idris sendiri yang menangani tuan Adrian .


kamu tau Ra aku sudah mau membanggakan diri ku menjadi dokter yang merawat orang no satu di kota ini , huh malah tidak jadi " Nara berkekeh kecil mendengar penuturan teman seperjuangan nya itu .


"Tuan Adrian itu orang terpandang , memang sudah seharusnya kepala rumah sakit sendiri yang menanganinya " ucap Nara tersenyum simpul .


"Iya si ra "


Minum teh " Nara mendudukkan tubuhnya di kursi meja kerja Leon .


"Boleh " Nara melihat ponselnya .


"Besok giz ke apartemen ku " ucap Nara tersenyum bahagia .


"Orang sibuk seperti dia , masih menyempatkan datang ke apartemen mu ? "ledek Leon


"Itu artinya aku masih sahabat karib nya , kamu tau "ledek Nara


"Tidak seperti dirimu di lupakan dengan seiring nya waktu "Nara tertawa terkiki mengingat kedua sahabatnya itu bertengkar hanya masalah lion tidak suka jika giz menjodohkan Nara dengan seenaknya . hingga membuat hubungan mereka berdua merenggang .


"Kau tau waktu itu aku membelamu ? "ucap Leon menatap wajah wanita cantik itu .


"Hemm ,, aku tidak melupakan jasa mu "ucap Nara sambil meminum teh hangat di depan nya .


"Hemm " Leon tersenyum melihat Nara sudah bisa tersenyum bahagia lagi .

__ADS_1


"Besok aku akan ke panti asuhan Ra " Nara terbatuk mendengar penuturan lion ,


"Hati hati " Nara mengelap bibir nya .


"Kamu nyakin ?" lion menggangguk yakin .


"Baik lah , ingat apapun nanti kabar dari kedua orang tua mu , kamu harus tetap semangat melanjutkan hidup " Nara menggenggam tangan lion .


"Aku takut Ra "ucap lion lirih


Nara beranjak dan menepuk pundak laki laki itu menguatkan .


"Kamu bisa " lion mengangguk walau hatinya masih gelisah namun kehadiran Nara adalah salah satu semangat nya .


"Terimakasih " Nara tersenyum


"Apa kamu pernah bertemu ayah mu lagi " Nara menggeleng .


"Apa aku masih memiliki ayah ?" ucap Nara enteng


"Jangan seperti itu bangai mana pun tidak ada mantan ayah di dunia ini " ucap lion menasehati wanita itu .


"Aku ingin hidup lebih baik , dan memikirkan kebahangian ku sendiri " lion merasa bersalah karena sudah mengingatkan Nara dengan ayah nya .


"Maaf Ra "


"Santai , aku gak bakal nangis lagi kok "ucap Nara sambil tertawa kecil . menyembunyikan kekalutan hati dan mental nya .


Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka tentang pasien mereka' bahkan membahas tentang sahabat sahabat mereka .


"


"


"Dr. NARA ARDITA Sp


lulusan tahun 2009 .sebagai mahasiswa jurusan kedokteran .


wali :DELINO ARSEN DANUARTA .


Flashback on


"Hay " sapa ibu Merry remaja kepada Adrian yang sedang memunguti kaleng bekas berada tak jauh dari mobil yang Merry tumpangi .


Merry turun dari mobil nya dan mendekati anak pria itu .


Usia Merry waktu itu lima belas tahun , sedangkan Adrian berusia tujuh tahun .


"Kamu sedang apa ?"


"Mencari botol bekas "ucap nya tersenyum .


"Benarkah , ayah ku memiliki gudang botol botol bekas seperti yang kamu cari ,apa kamu salah satu karyawan nya ?" Adrian menggeleng .


"Ya sudah ,. kamu ingin minum ?"


"Terimakasih , itu akan sangat merepotkan kakak " Merry terlihat sedang mengambil botol minuman dan di berikan kepada Adrian .


"Kakak baik sekali , terimakasih "


"Ayah ku sebentar lagi datang , aku ingin mengenalkan mu dengan ayah ku " anak laki laki itu mengganguk ,


Mereka berdua pun menunggu ayah Merry di samping mobil sambil berbincang tentang pekerjaan yang Adrian tekuni .


"Marry , sedang apa?"


"Ayah " marry tersenyum dan mendekati laki laki paruh baya itu .


"Ayah ,,. ayah mau berkenalan dengan seorang ? "


"Dia teman Merry , Rian kenal kan ini ayah ku "


"Kamu bekerja sebagai pemulung ? " Adrian hanya mengangguk .


"Orang tua mu ?"


"Orang tua ku sudah meninggal dunia paman " marry menatap wajah ayahnya .


"Kamu tinggal di mana sekarang ?" Adrian menunjuk bawah jembatan yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri .

__ADS_1


prihatin dengan keadaan Adrian ,


"Jika kamu mau , kamu bisa tinggal bersama ku 'tidak perlu memulung lagi " Adrian tidak langsung menjawab ,


namun melihat kenyakinan Merry , Adrian pun mengganguk mendengar menerima tawaran marry .


"Ayah Rian mau ?"ucapnya antusias


"Ya sudah hayo " mereka pun menaiki mobil milik marry menuju tempat tinggal ayah dan anak itu .


Mereka tumbuh begitu cepat , Adrian di perlakukan seperti keluarga sendiri , walau dirumah itu tidak ada sosok seorang ibu . namun ayah Merry sangat telaten mendidik dan merawat Merry , dan semenjak Adrian tinggal disana , mereka berdua seperti adik dan kakak sungguhan tidak ada yang membeda bedakan antara mereka berdua .


Ayah sangat senang dengan sikap Adrian yang bekerja keras untuk mencapai cita cita nya .


Usia Adrian sudah memasuki usia remaja , sedang kan marry sudah bekerja di perusahaan besar di kota itu ,


Rasa demi rasa tercipta di dalam hati Adrian , iya mencintai kakak angkat nya . namun pasti Merry akan menggap perasaannya sebagai kelucuan jika iya berkata sejujurnya .


Adrian belajar dengan giat ,bahkan iya mendapatkan kelulusan terbaik di universitas nya .


Tepat saat kelulusan di universitas nya . kak Merry nya di persunting seorang CEO perusahaan tempat Merry bekerja ,


Siapa yang tidak jatuh cinta dengan seorang Merry , gadis cantik , berkulit putih , hidung begir , rambut coklat yang ikal menambah daya tarik tersendiri bagi wanita itu . keramahan Merry pun salah satu sikap yang paling ingin dimiliki semua orang .


Adrian kecewa , akhirnya iya pamit dengan ayah angkatnya dan Merry . karena ingin mencari pekerjaan di luar kota ,


Karena mungkin iya tidak akan sanggup melihat marry bersanding dengan pria lain , apa lagi dengan umur nya yang masih remaja ,jiwa bar bar nya masih melekat di dirinya , iya takut nanti akan menghancurkan acara bahangia untuk Merry itu .


Merry dan ayah nya pun mengizinkan Adrian mencari pekerjaan di luar kota . asal sering sering memberi mereka kabar , Adrian pun meng'iyakan .


Namun cobaan yang harus Adrian lalui bengitu besar ,


sesampainya Adrian di kota itu Adrian harus mengalami pencurian ponsel dan uang yang di berikan oleh ayah angkat nya ikut di rampok .


Ponsel sangat penting bagi Adrian , karena hanya itu akses iya menghubungi keluarga angkat nya .


uang juga penting untuk menjalani hidup di kota orang pikirnya .


apalagi Tampa mengenal siapa pun disana . menambah kekalutan Adrian .


Namun Allah tidak akan menimpakan masalah di luar kemampuan hambanya ,


dua bulan tidak memiliki arah hidup ,bahkan makan saja sering meminta kepada tetangga atau orang yang di temui nya .


Hingga iya bertekad untuk merubah hidupnya dengan ilmu yang telah di pelajari nya saat kuliah ,


Adrian memulai usaha kecil-kecilan , walau awalnya harus jatuh , namun dengan kepercayaan pasti bisa , Adrian tidak pernah putus asa mengembangkan perusahaan nya .


Dalam sepuluh tahun mendirikan sebuah perusahaan , akhirnya perusahaan yang di bangun dengan susah panyah membuahkan hasil , Adrian mendapatkan hasil yang sempurna . perusahaan nya menjadi salah satu perusahaan berkembang di kota itu .


Adrian pun pulang berniat untuk menemui ayah angkat dan kakak angkat nya . untuk memberi tahu kabar bahagia bahwa tujuh tahun yang lalu iya sudah menikah dengan seorang wanita yang menggeser kan nama marry di hatinya dan mereka sudah memiliki anak yang Tampan.


Namun berita pahit harus di dapatkan oleh Adrian Martadinata .


ayah angkat nya sudah meninggal empat tahun lalu , dan kak Merry nya menetap di kediaman suaminya entah bangaimana kabar nya .


Itu membuat Adrian terpuruk , kesedihan iya rasakan sampai berbulan bulan lama nya .


Namun Adrian ingat dengan pesan ayah angkatnya untuk tidak menengok kebelakang , apalagi tentang kesedihan , yang harus menjadi prioritas masa saat ini adalah bangkit menjadi orang yang hebat untuk diri sendiri .


Di bulan kelima pak Adrian kembali membangkitkan semangat nya untuk melebarkan sayapnya di bidang menanam saham dan membuat usaha kuliner yang sangat di buru oleh kebanyakan orang .


Akhirnya pak Adrian menjadi orang ke dua yang paling berpengaruh di negara itu .


Disisi lain , ibu Merry tersenyum bahagia melihat keberhasilan adik angkat nya itu . karena semua stasiun televisi memberitakan kesuksesan seorang pria tampan bernama Adrian Martadinata ,


Di saat iya melewati masa kritis nya karena penyakit timor ganas yang di deritanya membuat ibu Merry tidak bisa bertahan hidup .


dan iya memiliki permintaan kepada suaminya ingin bertemu dengan pak Adrian . namun sayang tidak ada yang bisa mengabulkan permintaan dari ibu Merry . kerena perusahaan pak Adrian adalah saingan terbesar untuk perusahaan suaminya .


Ibu Merry meningal dunia saat putri nya berusia tiga tahun . karena memang mereka sulit untuk memiliki keturunan . di usia pernikahan mereka yang delapan tahun akhirnya tuhan menitipkan malaikat kecil di rahim ibu Merry .


disisi lain pengkhianatan terjadi di dalam pernikahan mereka . pak arsen telah menikah lagi dengan wanita lain ....


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader tolong tinggalkan jejak nya , jangan lupa untuk like dan komentar biar semangat nulis,😁

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


Slow up πŸ™πŸ»


__ADS_2