' R E T A K '

' R E T A K '
Semua Bukti Hilang ? ^


__ADS_3

Sore itu Nara sedang berada di dalam mobil , karena dirinya meminta untuk pulang karena merasa sudah cukup baik dengan keadaannya.


Saga belum bisa di hubungi , dan belum ada yang tahu dimana laki laki itu .


Tadi Nara sudah menceritakan apa yang terjadi , membuat semuanya cemas dan khawatir akan hubungan antara Nara dan Saga .


"Bangaimana jika mas saga benar benar tidak mau mendengarkan penjelasan Nara ayah "ucap Nara dalam pelukan laki laki paruh baya itu .


"Ayah akan menjelaskan nya nak "ucap pak arsen menenangkan Nara .


"Tapi ayah percaya kan dengan Nara , Nara tidak melakukan apapun ayah "ucap Nara lagi menatap wajah ayahnya itu .


"Ayah percaya , maafkan ayah ya "ucap pak arsen mengelus kepala putri nya itu .


Didalam mobil yang lain , terlihat ibu Cintia sedang membicarakan tentang apa yang terjadi dengan anak menantu mereka .


"Sayang apa yang akan kita lakukan untuk membuat saga percaya dengan Nara "tanya Bu Cintia


"Aku sudah menyuruh Petrik untuk menyelidiki semua ini tia . aku harap saga masih mau mendengarkan penjelasan kita nanti "ucap pak Adrian memijit pelipisnya .


Sore hari mereka sudah berkumpul di ruang tamu untuk menunggu saga pulang . Nara menyuruh ayah nya itu untuk pulang ke apartemen nya , dan Nara berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan suaminya .


Setelah menunggu satu jam lamanya akhirnya saga pun datang .


"Mas " ucap Nara lirih namun tatapan laki laki itu sangat tidak bersahabat dengan Nara .


"Saga duduk lah dahulu , kita selesaikan masalah ini dengan pikiran jernih , pasti akan ada solusi nak , jangan gegabah "ucap pak Adrian .


Tanpa berkata apapun saga bergegas pergi menuju ruangan kerjanya . meninggalkan nara dan ibu Cintia disana .


"Nak ,, " ibu Cintia memeluk tubuh wanita itu yang sudah menangis sedih karena suaminya sama sekali tidak mempedulikan nya .


Pak Adrian pun mengikuti langkah pria itu dan bergegas masuk kedalam ruangan itu .


Terdengar suara hembusan nafas lelah dari pria tampan itu .


pak Adrian pun duduk di samping saga .


"Papi sudah mendengar semua apa yang terjadi dari Nara .


"Papi tahu ini terlalu sulit nak , tapi papi percaya dengan Nara , Nara tidak mungkin melakukan hal sehina itu . "penuturan pak Adrian tidak membuat saga bereaksi sedikit pun .


"Kalian baru saja menikah , bahkan bisa di bilang belum genap satu hari kalian menghalalkan hubungan kalian , apa akan berakhir secepat ini ? "ucap pak Adrian .


"Tolong pikirkan lagi , bukan hanya tentang keluarga kita . tapi juga perasaan Nara "


"Aku yang melihatnya langsung Pi , apa yang terjadi , aku tidak bisa menerima Nara itu sudah menjadi keputusan ku ! "ucap saga dengan nada dingin , bahkan gertakan terdengar bahwa dirinya sangat marah .


"Tolong pikirkan lagi "ucap pak Adrian menatap wajah pria itu .


"Bangaimana jika itu terjadi kepada papi ? "tanya saga .


"Papi akan mencari kebenarannya , dan tidak langsung mengambil keputusan yang mungkin akan membuat papi menyesal !. "Jawab pak Adrian yakin .


"Semuanya sudah jelas ! bahkan nyata di depan mata ku , apa lagi yang harus aku cari tahu kebenarannya "ucap saga berdiri sambil mengacak rambutnya frustasi.


"Apa yang kamu lihat Belum tentu itu yang terjadi nak . "


"Baik lah , aku akan mempertahankan pernikahan ini . sampai Nara atau papi membuktikan bahwa itu semua salah , tapi jika papi atau Nara tidak bisa membuktikan kebenaran nya maka aku akan mengambil keputusan ku sendiri ! "ucapnya sambil berjalan keluar namun saga menghentikan langkah nya .


"Demi kebaikan nama baik kita, minta om petrik untuk sebisa mungkin menutupi masalah ini " lalu saga meninggalkan papinya sendiri di sana .


Saat Nara melihat saga keluar dari ruangan itu . Nara segera menghampiri suaminya itu yang seperti nya akan kembali pergi .


"Mas ,, "saga berhenti dan menoleh kearah Nara .


"Bangaimana caranya agar aku bisa membuat mas percaya jika aku tidak melakukan apapun dengan laki laki itu ? . aku di jebak mas !"ucap Nara lirih .


"Buktikan ucapan mu , sebelum aku mengambil keputusan ku sendiri ! "ucap saga penuh penekanan lalu pergi meninggalkan nara yang masih menangis .

__ADS_1


Bu Cintia menghampiri Nara dan memeluk wanita itu . sedangkan pak Adrian hanya menatap mereka dengan tatapan sedih .


"Nara akan mencari kebenaran itu mi "ucap Nara tersenyum getir .


Bu Cintia hanya mengangguk menyemangati menantunya itu .


Malam yang harusnya di lewati dengan bahangia , malah menjadi malam yang memilukan untuk kedua hati yang saling berkaitan namun harus di bentengi oleh keegoisan .


Malam ini Nara sedang menatap pantulan dirinya di cermin pas dihadapan nya . perasaan sedih , sakit iya rasakan bersamaan di hari yang harusnya berbahagia , di rumah suaminya . ya Bu Cintia meminta kepada Nara untuk tidur di kamar saga , tapi karena takut membuat saga bertambah marah padanya nanti , maka dari itu Nara tidur di kamar tamu .


"Ya Allah , bengitu sulit nya kah untuk mendapatkan kebahagiaan itu , kanapa rasanya sakit sekali "ucap Nara kembali menangis .


"Kenapa nomer mas saga gak aktif , apa dia pulang malam ini "Nara melihat ke arah Jendela yang langsung melihat pemandangan teras rumah mertua nya itu .


"Beri hamba kekuatan ya Allah , besok aku akan mencari laki laki itu . dan meminta para penjaga hotel untuk menjelaskan semuanya , semoga bukti itu bisa membuat mas Saga kembali percaya padaku " ucap Nara tersenyum menghapus air matanya .


setelah beberapa lama memandangi langit malam itu sambil menanti seseorang , namun tak kunjung datang akhirnya Nara memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh nya . walau mungkin akan sangat sulit . karena hati dan pikirannya entah kemana ! .


Pagi pagi sekali Nara sudah rapi dengan pakaian yang dikenakannya . dengan memakai tas selempang nya. Nara bergegas pergi menuju hotel tempatnya di jebak kemarin .


"Selamat pagi "ucap Nara menatap wajah penjaga resepsionis itu .


"Pagi ada yang bisa saya bantu Bu ? "


"Apa kamu ingat dengan saya ? "tanya Nara .


"Saya baru bekerja hari ini Bu , jadi ini pertama kalinya saya bertemu dengan ibu "jelas nya membuat Nara was-was .


"Maksud kamu ? "


"Pemilik hotel ini memecat sebagian karyawan ya , dan saya salah satunya pengganti mereka "Nara menutup mulutnya kanget mendengar penuturan wanita yang ada di depan nya itu .


"Kenapa bisa begitu ? "ucap Nara pelan .


"Kamu berbohong kan "tukas Nara panik karena hanya mereka yang melihat Nara saat Nara di bawa oleh laki laki itu .


"Tidak Bu , saya tidak berbohong "ucapnya menyakinkan . Nara seketika mendudukkan tubuhnya ,


"Apa ibu ada masalah ? "tanya nya melihat Nara seperti putus asa .


"Iya , mereka adalah bukti satu satunya yang melihat saya di jebak oleh seseorang " ucap Nara kembali menangis .


"Ya Tuhan , apa ini alasan pemilik hotel ini memecat mereka ! "membuat Nara menatap wajah wanita yang ada di depan nya itu . rasa bersalah kembali menyelinap di hati nya . apa benar katanya mereka di keluar kan karena dirinya . "astaghfirullah "ucap Nara menutup wajahnya dengan kedua tangannya .


"Ibu saya akan membantu ibu jika ibu mau " ucapnya .Nara menatap nya


"Apa maksud kamu ? "menatap dengan wajah sedih .


"Ya , entah apapun nanti yang menurut ku janggal aku akan mengabarkan kepada ibu , tapi tolong jangan terlalu dekat dengan ku , aku takut mereka akan curiga "ucap perempuan itu . lalu memberikan nomor ponselnya yang sudah iya tulis tadi.


"Hubungi aku nanti "ucapnya lalu kembali ke meja resepsionis itu dan memberi anggukkan kepala kearah Nara .


Nara menatap sekelilingnya , dan menganggukkan kepalanya kepada wanita itu . Nara pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan berjuta harapan semoga wanita itu bisa membantu nya .


Suara dering telepon membuat Nara cepat mengambil ponselnya . mami Cintia -


"*Hallo mi , assalamu'alaikum "


"Wa'alaikum sallam sayang , kamu dimana kenapa di kamar tidak ada ? "tanya Bu Cintia* .


"Nara sedang mencari bukti itu mi , Nara tidak bisa membiarkan kesalah fahaman ini terlalu lama , rasanya sakit mi "ucap Nara kembali menangis . terdengar juga mami Cintia pun terisak mendengar penuturan menantu nya itu .


"*Baik lah , hati hati . apa kamu sudah sarapan ? "tanya Bu Cintia


"Nanti Nara sarapan "ucap Nara menghapus air matanya .


"Baiklah , kamu harus makan agar tidak sakit nanti "ucap Bu Cintia


"Makasih mi . sudah percaya dengan Nara "

__ADS_1


"mami sangat percaya nak , mami sangat mendukung dan mendoakan mu semoga kamu bisa mendapatkan bukti itu "


"Aamiin makasih mi, Nara matikan dulu ya ' assalamu'alaikum "ucap Nara mendapat balasan dari sebrang sana* .


Nara menghapus air matanya , namun ingatan nya tertuju kepada laki laki itu . "Seperti nya aku pernah bertemu dengan nya "ucap Nara .


Ya kencan , bukankah dia laki laki yang menjadi teman kencan nya Waktu itu saat giz mendaftarkan Nara di aplikasi pencarian jodoh .


Nara segera memasuki mobilnya , dan bergegas menuju ke rumah giz karena saat itu giz lah yang mendaftarkan ya


Sesampainya Nara di kediaman giz . Nara melihat ada mobil Lion disana . Nara ingin masuk kedalam tapi , apa nanti dia kan mengganggu .


"Aku akan menunggu sebentar "ucap Nara memarkirkan mobilnya di depan rumah giz .


Setelah itu terlihat seseorang keluar dari rumah itu sambil membawa tas kesehatan .


"Apa giz sakit ? "ucap Nara menatap leon yang di antar oleh perempuan paruh baya yang Nara ketahui pekerja paruh waktu di rumah giz .


Setelah melihat mobil Leon pergi . Nara segera keluar dan masuk ke dalam rumah sahabatnya itu .


"Assalamu'alaikum Bi "


"Wa'alaikum sallam neng Nara , selamat menempuh hidup baru ya neng "


"Makasih Bi , apa giz ada ? "


"Non giz ada, tapi lagi istirahat neng . kata dokter Leon asam lambung non giz kambuh , jadi harus istirahat total deh "jelas bi Leni . dan mempersilahkan Nara untuk masuk kedalam . Nara pun langsung masuk kedalam kamar giz . membuat giz kanget .


"Giz , lambung mu kambuh lagi "


"Kamu Ra , aku kira siapa .


Iya ni "ucapnya menyengir kuda .


"Pasti abis minum minum ya "ucap Nara .


"Sedikit Bu dokter "ucapnya sambil berkekeh kecil .


"Kepala kamu kenapa Ra , Kanyak di perban gitu ? "selidik giz .


"Hemm .. iya . semalem aku jatuh dari kamar mandi "ucap Nara perpaksa harus berbohong dan ucapan Nara itu membuat tawa giz pecah mendengar penuturan wanita itu .


"Pasti terlalu semangat nya malam pertama nya "goda giz , Nara terenug mengangguk dan menunjukkan senyum manis namun terlihat terpaksa .


"Ya ya percaya deh . gimana tu rasanya ? "tanya giz semakin menjadi .


"Giz . ada yang mau aku tanyain sama kamu "


"Apa Ra "giz melihat ekspresi Nara serius giz pun tidak ingin menggoda sahabat nya itu .


"Apa kamu ingat kencan ku dua tahun yang lalu ? "tanya Nara.


"Kenapa kamu menanyakan tentang itu ? "


"Tidak , aku hanya bertanya .


"Jelas aku ingat , waktu kamu mendiamkan ku satu Minggu lamanya kan ! "hardik giz membuat Nara tersenyum dan mengangguk .


"Apa kamu punya nomor ponsel nya , atau tahu alamat nya Dimana ? " tanya Nara dengan tatapan memohon .


"Ya pastinya tidak ! , aku kan udah ganti hp berapa kali nai selama dua tahun ini , jadi ya gak punya lagi lah "ucap giz membuat Nara menarik nafas dalam-dalam setelah itu ia pun menangis. membuat giz panik kenapa sahabat nya itu menangis .


"Ra kamu kenapa ? , hah "tanya giz memengang bahu Nara .lalu memeluk tubuh wanita itu .


"Ra kamu punya masalah , kamu cerita donk sama aku biar aku bisa bantu " bukan menjawab Nara semakin terisak membuat giz kasihan


....


Bersambung ....

__ADS_1


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like'komentar πŸ™πŸ»β˜ΊοΈ


__ADS_2