' R E T A K '

' R E T A K '
Badai menjelang pernikahan ^


__ADS_3

"Nara " seorang wanita memanggil Nara yang sedang memasukkan barang belanjaan nya di dalam mobil .


"bukankah wanita itu adalah sahabat tuan saga "


"haii " Nara membalas penuturan wanita itu .


"dia sangat cantik dan modis , , pasti dia dari keluarga kaya " batin Nara memperhatikan Sarah yang sedang berjalan mendekati nya .


" sedang apa ?"


"emm ... aku sedang berbelanja kebutuhan rumah"jawab Nara sambil tersenyum .


"kamu sedang apa disini ?"tanya Nara kikuk


"tidak aku hanya jalan jalan saja disini "


"apa kamu buru buru Nara , bisa kita mengobrol sebentar " ajak Sarah .


"boleh,, hari ini aku masuk agak siang " Sarah tersenyum .


"aku dengar kamu seorang dokter ?" saat mereka sampai di cafe di dekat supermarket itu .


"iya ,,


"wah saga sangat pintar memilih seorang wanita yang akan mendampinginya "ucap Sarah .


"aku sahabat baik saga dari kecil . kami memiliki hobi yang sama , menonton film , kami sering menghabiskan waktu bersama sambil menonton film , itu konyol kan "ucap Sarah sambil tertawa kecil .Nara hanya tersenyum.


"berapa lama kamu mengenal saga ?"


"aku bertemu dengannya baru dua Minggu yang lalu "ucap Nara


"waw .,. dan kalian memutuskan untuk menikah ? "Nara mengangguk-anggukkan kepalanya .


"hebat sekali , bahkan aku yang bersama dengan nya dari kecil saja , tidak pernah di anggap , bangai mana dia mengajak mu menikah "ucap Sarah sambil tertawa.


"kami di jodohkan " ucap Nara membuat Sarah berhenti tertawa .


"di jodohkan "Nara mengangukan kepalanya


"Ooo ,,


"lupakan , aku nyakin jika kalian berdua bahangia dengan perjodohan ini kan ?" Nara tersenyum mendapat pertanyaan dari Sarah .


"aku tidak nyakin saga bahangia seperti yang aku rasakan "ucap Nara ragu


"ya ' yang aku tahu memang saga sangat pintar mengelola perasaan nya , terkadang jika dia terlihat bahagia malah kebalikannya ,


"dan aku sangat mengenal saga seperti apa , dia sering menceritakan wanita wanita cantik yang iya temui , dan saat itu aku mengerti jika seleranya sangat tinggi "ucap Sarah dengan nada serius .


"oh ,,. "wajah cantik Nara berubah murung .


"tapi kita tidak tahu , siapa tahu jika selera saga berubah secara tiba-tiba kan , kita tidak tahu "Nara tersenyum .dan melihat penampilan nya yang sangat sederhana . mungkinkah perkataan Sarah tertuju padanya , yang memiliki selera penampilan yang sederhana .


"seperti nya saya harus pulang sekarang , saya baru ingat jika saya ada tugas jam sepuluh, sekarang sudah jam sembilan "ucap Nara memaksakan untuk tersenyum .


"oh .. baik lah , tentang ucapan ku tadi tidak perlu kamu pikirkan nya , itu hanya yang aku tahu karena aku adalah seorang yang paling dekat dengan saga "ucap Sarah lagi .


"tidak apa , saya permisi dulu , senang bertemu dengan kamu Sarah " ucap Nara tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya .


"saga memang tidak cocok dengan kamu nara "ucap Sarah meminum minuman nya .


"di jodohkan , menarik 'sepertinya permainan ini akan sangat seru "ucap Sarah sambil tertawa kecil melihat Nara yang baru saja meninggalkan tempat itu


.......-


"dia sering menceritakan tentang wanita wanita cantik yang iya temui , dari sanalah aku tahu jika seleranya sangat tinggi "


"itulah yang aku tahu karena aku adalah seorang yang paling dekat dengan saga " ucapan Sarah masih teringat jelas di benak Nara .


ting-


"apa kamu tugas hari ini ?"


saga -


"iya .


"mau aku antar ?"


saga-


"tidak terimakasih , aku naik mobil sendiri saja .


"baik lah hati hati , semangat hari ini .


saga-


"iya .


" Nara menghela nafas panjang melihat pesan dari saga itu .


bi Tanisa mengambil barang-barang belanjaan Nara , yang baru saja sampai .


"non ,,, sarapan dulu "


"iya bi ,, apa ayah sudah sarapan Bi ?


"sudah non ,, tadi tuan sudah makan karena harus minum obat kan "ucap bi Tanisa Nara menggangukan kepalanya .


"Nara mandi dulu "


"iya non .

__ADS_1


Nara sudah siap dengan baju kerja nya , dengan polesan tipis yang menghiasi wajah cantiknya . dan rambut yang di ikat satu itu menambah menonjolkan kecantikan wanita itu .


"Nara udah telat Bi ,, Nara sarapan di mobil aja nya "ucap Nara buru buru mengisi botol minum nya dengan air hangat . bi Tanisa hanya menggeleng melihat Nara .


" ayah ,,Nara berangkat nya "ucap Nara mencium pipi ayah yang sedang berjemur di balkon ruang tamu itu sambil tersenyum kecil .


"assalamu'alaikum "


"wa'alaikum sallam , hati hati di jalan "Nara memberikan jempol nya menjawab ucapan ayahnya itu .


"ini non ,,


"makasih Bi "ucap Nara mencium pipi bibi Tanisa .


"Nara berangkat , assalamu'alaikum bi ... daaaa " ucap Nara sambil berlari keluar dengan bawaan yang bengitu banyak. bi Tanisa hanya menggeleng melihat tingkah laku Nara .


"ku beri tahu , badai akan banyak mendera saat menjelang pernikahan , semua keburukan tentang calon pasangan kita seolah menuntut kita untuk memikirkannya lagi , harus kita teruskan atau malah berhenti , jadi sikap terbaik dalam menanggapi nya adalah , diam ,dan jika itu benar semoga dia bisa berubah saat kita yang menjadi pasangannya ,,oke "ucapan dokter Helmi Santika membuat Nara kembali tersenyum . ya tadi setelah mandi Nara menghubungi teman nya itu yang sudah memiliki pengalaman di bidang itu . Nara meminta pendapat dari dokter Helmi.


sepanjang perjalanan menuju ruangan nya Nara tidak menyurutkan senyuman manis nya kepada siapa yang iya temui .


"pagi dok "


"pagi "


"Ra ., maksud ku dokter Nara "ucap gia cengar-cengir .


"pagi gi "


"wah wah ,. kanyak nya ada yang baru tu di jari manis dokter Nara " ucap gia memandang jari manis Sahabat baiknya itu .


Nara malah sengaja memamerkan jari manisnya .


"ihhh .. jomblo aja gitu . paling beli di ,,. tidak tidak , ini kan cincin keluaran terbaru, oh ., Ra jangan bilang kamu jadi pacar om om "penuturan gia membuat Nara menarik pipi gadis cerewet itu .


"awww ' Ra sakit tahu "ucap gia cengar-cengir


"lagian kamu ngomong apa "ucap Nara cemberut .


"dok , dokter gak mau menjelaskan sesuatu gitu ?"


"tentang ini " gia mengganggukan kepalanya


"tapi kamu harus janji jangan bilang sama siapa dulunya "ucap Nara menatap wajah sahabat nya itu .


"iya ,, janji , Janji " Nara mengambil nafas panjang .


"aku udah tunangan "penuturan Nara membuat gia tertawa cekikikan meledek Nara .


"haiizz .... di kasih tahu malah ketawa "ucap Nara


"kamu sakit atau salah makan ni ?"ucap gia memeriksa kepala Nara .


"aku serius gi , dan insyaallah akhir bulan ini kami akan menikah "ucap Nara tersenyum malu kearah gia .


"berarti kamu gak becanda Ra "Nara menggelengkan kepalanya .


"ohh my God , sahabat jomblo ku ini udah di lamar , ohhh ..... sama siapa ? cerita....cerita ..."heboh gia sambil memeriksa cincin Nara .


"ini mahal banget Lo Ra , emang calon suami Lo Kaya banget bisa beli cincin permata kanyak gini ,.. huuu . beruntung banget sii "oceh gia


"huuu .. lebay "ucap Nara membuat gia memanyunkan bibirnya .


"nanti kamu akan tahu , sekarang sudah waktunya kita cek Pasien "ucap Nara menarik tangan gia untuk mengikutinya .


"pokoknya kasih tahu dulu ,. ayolah Ra "


"no no , next time ya "


"what ...next time pala lo "ucap gia sambil tertawa kecil .Nara mengangkat bahunya menggoda sahabat nya itu .


"lu mau lihat aku mati penasaran ya Ra " namun pandangan mereka tertuju kepada Leon .


Leon baru saja keluar dari kamar pasien , dan sedang memeriksa hasil tes yang iya lakukan untuk pasien nya .


"pagi ,,. sapa Nara tersenyum .


"pagi ,,,


"pagi dokter Leon "sapa gia sambil tersenyum tidak ikhlas .


"pagi suster gia "jawab lleon dengan nada meledek .


Nara menggeleng melihat tingkah kedua orang itu .


"ya sudah, kita masuk kedalam dulunya "Leon mengngukan kepalanya.


Nara dengan telaten memeriksa kondisi pasien nya , dan memberikan instruksi untuk membuat pasien nya lebih santai .


ting-


"*ini nomor ku - Sarah


"iya ,, akan ku simpan - Nara


"apa benar jika mereka tidak memiliki hubungan apapun , apa lagi Sarah teman yang sangat dekat dengan saga , dan Sarah memenuhi kriteria ideal untuk semua pria ,,, kenapa aku merangukan itu . "Nara melamun sambil menunggu gia memesan makanan di kantin rumah sakit* .


" let's go the lunch " Nara tersenyum dan mengambil piring nya dan mulai memakan makanan nya .


"Ra ,,, Leon datang membawa kotak makan dan duduk di sebelah Nara .


"hai ,,makan siang juga "


"iya ,,, "Jawab Leon namun matanya menangkap sesuatu yang berbeda dengan jari Nara .

__ADS_1


"cincin kamu bangus "ucap Leon .


"hah .. emm "


"ya iya lah bukan cincin kaleng kaleng kali ye "ucap gia .


Leon memengang tangan Nara dan memperhatikan cincin itu .


"apa ini hadiah dari ayah mu "


"ya kali ,,, " Nara menutup mulut gia agar tidak bicara lagi .


"Leon ,,, ini ,...


ini cincin pertunangan ku "penuturan Nara membuat Leon menatap wajah wanita itu mencari kebohongan dari mata wanita itu . namun tidak ada !


"ya ,, aku sudah bertunangan " ucap Nara tersenyum kepada Leon .


"dengan siapa Ra ?"tanya Leon


"putra tuan Adrian wildrat saga Martadinata ,dia putra sulung tuan Adrian"gia menutup mulutnya mendengar penuturan Nara itu .


"what ,,,


berbeda dengan Leon . Leon tertawa kecil melihat Nara .


"apa dia juga memaksa mu untuk melakukan ini?, seperti dia memaksa mu untuk menjadi dokter pribadi nya ?"ucap Leon dengan nada dingin .


"bukan seperti itu Leon ,,,"


"Ra ,,, "Leon tidak melanjutkan ucapannya dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu .


"Leon ,,, "Nara menghela nafas panjang melihat respon Leon terhadap berita ini .


"kamu bertunangan dengan tuan saga " Nara hanya terdiam .


"oh my God , Ra ... ada bener ya si apa yang di tanya sama Leon , apa kamu di paksa untuk melakukan pernikahan ini "


"gi . bukan kanyak gitu juga cerita nya "


"trus ,,.


"ternyata tuan Adrian itu adalah adik angkat ibu ku , dan waktu itu memang tuan Adrian memaksa aku menerima perjodohan ini atas dasar ingin membalas kebaikan ibu ku , tapi setelah aku mengenal saga dia sangat baik pada ku , dan aku merasa sangat di hargai , Maka dari itu kami memutuskan untuk menikah "jelas Nara .


"apa bedanya Ra , arti nya tuan Adrian memaksa kamu untuk menerima perjodohhan ini kan , itu dasarnya ."


"astaga , Ra ,,,,"


"kenapa aku merasa jika ada sesuatu yang menjadi tujuan dari perjodohan ini Ra "


"kamu ngomong apa si gi ?"


"emang aku ngomong apa , Ra ,, aku gak tau keputusan ini baik atau sebaliknya , tapi kalo kamu sudah memilih pilihan ini . aku selalu dukung kamu kok "ucap gia sambil menggenggam tangan wanita yang terlihat murung .Nara memeluk gia . gia pun menguatkan Nara .


"makasih gi ' aku mau nyusul Leon dulu nya " ucap Nara . gia tersenyum dan mengangguk .


Nara pun langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ruangan Leon .


"apa dokter Leon ada ?"tanya Nara kepada seorang suster .


"di tempat biasa dok "


"oh ... baik lah makasih "suster itu mengganggukan kepalanya .


Nara bergegas menuju balkon atas rumah sakit itu . itu memang tempat yang sangat nyaman jika ingin menenangkan pikiran . karena kita bisa melihat keindahan ibu kota ,


benar saja leon sedang duduk di bangku yang menghadap lantaran hijau pepohonan di depannya .


"leon ,,"Nara menyentuh bahu pria itu dan mendudukkan tubuhnya di samping Leon .


"ada apa ?"tanya Leon .


"apa kamu tidak suka jika aku menemukan kebahagiaan ku ?"tanya Nara menatap wajah pria itu .Leon pun menatap wajah Nara dengan perasaan.


"kenapa aku tidak bahagia , yang aku sesalkan kenapa harus keluarga Martadinata yang dari awal saja mereka berprilaku memaksakan kehendak nya. "ucap Leon dengan nada serius.


"Leon ,,, aku hanya ingin meminta restu dari kamu untuk hubungan antara aku dan tuan saga "ucap Nara tersenyum kepada Leon . Leon memengang bahu Nara dan menatap dalam wajah wanita itu .


"nara apa kamu tidak melihat ada cinta dari ku ,, kenapa kamu sangat cepat mengambil keputusan ini Tampa memikirkan apa yang akan aku rasakan " batin Leon tidak memindahkan pandangan nya dari wajah Nara


"Leon maafkan aku , aku mematahkan perasaan mu , dengan cara ini aku ingin kamu melihat cinta yang ada di luar sana menunggu dirimu , wanita yang lebih baik dari diriku ,


dan aku ingin menjaga persahabatan kita sampai kapan pun , kamu sudah aku anggap sebagai kakak laki-laki ku , karena kamu selalu ada di saat aku merasa jatuh . terimakasih " batin Nara , Nara pun memeluk Leon untuk pertama kalinya di dalam pertemanan mereka , karena mungkin setelah ini iya tidak akan bebas lagi bertemu dengan sahabat laki lakinya itu .


" terimakasih sudah baik kepada ku selama ini Leon , akan ada wanita yang sangat beruntung saat dia memiliki mu "Nara meneteskan air matanya . Tampa mengelurkan suara. namun Leon tahu jika saat ini Nara sedang menangis .


Leon membalas pelukan itu .


"baiklah ,, semoga kamu bahangia dengan dia , apa pun yang terjadi ,aku masih menunggu mu "ucap leon tulus .


"Leon , ada seseorang yang mencintaimu Tampa syarat di luar sana , maka aku mohon untuk tidak menunggu aku lagi setelah aku sudah menjadi hak orang lain "ucap Nara menatap wajah Leon ,


"aku belum bisa memastikan akan hal itu Nara "ucap Leon dengan nada dalam .


"maafkan aku " Leon hanya terdiam .....


bersambung....


assalamu'alaikum ☺️


hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya.",☺️


semoga terhibur ☺️🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2