' R E T A K '

' R E T A K '
Singgah ^


__ADS_3

"Alhamdulillah " ucap Nara dan timnya akhirnya bisa bernafas lega karena mereka telah berhasil melakukan operasi pada salah satu pasien mereka .


" allhamdulillah , kalo kita telat sedikit aja Ra , ya Allah kita gak tahu apa yang terjadi "ucap gia menghela nafas lega.


salah satu pasien mereka mengalami pendarahan pada lambung , hingga membuat mereka mengambil keputusan itu . .


"hemm " Nara menyenderkan punggungnya .


"gimna tentang Leon Ra ? dia udah gak marah kan "


"gak kok "ucap Nara tersenyum .


"ya lah apa hak dia mau marah marah "ucap gia sambil tertawa kecil .


......."


siang itu Nara dan giz sedang berada di sebuah cafe di dekat kampus mereka , mereka memang sering menghabiskan waktu di sana sambil membahas tugas kuliah yang harus mereka selesai kan .


"*aduh ,, gizzel tidak sengaja menjatuhkan tas nya membuat isi tas itu berceceran .


"gak apa Ra , tar aku yang beresin "


"gak papa kok , biar aku bantu " saat


Nara sedang membereskan barang-barang giz yang berceceran itu Nara tidak sengaja melihat ada Poto Leon di dalam tas giz .


"hemm .. ini ,. ini Poto Leon "tanya Nara memandang giz dengan tatapan curiga sambil tersenyum, gizzel yang merasa kepergok oleh Nara hanya tersenyum malu .


Nara menanggapi nya hanya mengangguk saja mengerti akan sikap sahabatnya itu .


"ini selesai " mereka berdua pun melanjutkan menikmati secangkir kopi di cafe itu .


"Ra , aku mau jujur sama kamu "


"tentang apa giz ?"


"aku ,, sebenarnya ada perasaan sama Leon " ucap gizzel tersenyum malu kearah Nara , karena Nara orang pertama yang mengetahui jika dirinya mempunyai perasaan kepada Leon .


"ohh ... kamu suka sama Leon ?"mendapat anggukan dari gizzel .


"hemm .. kamu udah bilang sama Leon ?"tanya Nara dengan antusias .


"sayangnya belom Ra , kamu tahukah kalo aku itu gak masuk dalam kriteria Leon .


Leon suka cewek yang cewek banget gitu , kanyak Lo , kanyak gia . sedangkan gue "ucap gizzel tersenyum getir melihat penampilan nya yang tomboi.


"giz ,,, kamu jangan putus asa dulunya , seseorang yang tulus mencintai kita itu akan menerima semua kekurangan kita . jadi kalo Leon bener bener suka sama kamu , kamu percaya sama aku ,dia akan terima kamu apa adanya,,. oke..." ucap Nara menyemangati sahabat nya itu .


"aku janji bakalan , nolongin kamu buat ambil hati Leon .. " ucap Nara sambil tertawa semangat .


"heemmm .. makasih .. tapi Ra kamu janji nya kalo kamu gak ngasih tahu sama siapa pun , oke , sebelum Leon bisa terima aku "ucap gis tersenyum malu kearah Nara .Nara mengngukan kepalanya .


semenjak itu lah gizzel merubah tampilan nya menjadi lebih modis bahkan gizzel menjadi salah satu model di majalah popular . sampai sekarang .


...


"Ra ,, panggil Leon saat Nara sedang berada di taman . karena tadi Leon meminta Nara untuk bertemu di sana .


"Leon " ucap Nara tersenyum.


"kamu bawa apa ?"ucap Nara mengintip kebelakang Leon yang sedang menyembunyikan sesuatu di belakang nya .


"kamu nya "ucap Nara sambil memonyongkan bibirnya . membuat Leon tertawa kecil melihat ekspresi Nara itu .


tidak beberapa lama Leon pun menyuguhkan sebuah bunga mawar yang sangat cantik untuk Nara.


"apa ini ?" wah cantik banget si "ucap Nara tersenyum bahagia sambil menciumi bau bunga itu .


"hemmm wanginya "ucap Nara tersenyum.


"tapi aku gak ada hadiah apa apa buat kamu "ucap nara .


ya hari ini mereka telah di terima di sebuah rumah sakit . untuk mengabdikan diri mereka kapada orang yang membutuhkan mereka .


"gak usah Ra ,,


"hemm ,, Ra ,, ada yang mau Aku omongin sama kamu "ucap Leon dengan nada lembut .


Nara menatap wajah pria itu .


"apa ?" tanya Nara dengan serius .


"aku ,, aku tahu ini agak konyol si Ra , tapi emang ini adalah isi hati aku " Nara masih dengan serius mendengarkan ucapan pria itu .


"aku suka sama kamu Ra , dan aku ingin menjadi seseorang yang akan menjaga kamu semampu aku "ucap Leon dengan tatapan penuh harap .


Nara yang kanget mendengar penuturan Leon pun tidak sengaja menjatuhkan bunga yang baru saja Leon berikan .

__ADS_1


"Ra ,, maaf pasti kamu kanget nya "ucap Leon sambil mengambil bunga yang Nara jatuhkan .


"Ra ,, "panggil Leon menyadarkan wanita itu yang hanya diam saja setelah Leon menyatakan cintanya kepada Nara .


"Ra ,, aku gak maksa kamu kok . buat terima aku ,


aku cuman mau ngasih tau kamu apa yang aku rasa selama ini "ucap Leon sambil menggenggam tangan Nara .


Nara melepaskan tangannya dari genggaman Leon .


"Leon ,, aku minta maaf ,. aku gak bisa " ucap Nara takut ,menatap wajah pria itu.


Leon mengangguk sambil tersenyum kepada Nara .


"Ra , liat aku "Leon memengang bahu Nara dan melihat mata teduh wanita itu .


"aku menyampaikan perasaan ini bukan untuk mendapat jawaban ' iya dari kamu , aku mengatakan ini karena aku pengen tenang Ra , karena setelah aku jujur sama kamu , aku udah gak ada beban lagi di hati ku , karena aku sudah memberi tahu kamu " ucap Leon dengan nada lembut membuat Nara menangis .


"maaf .,,aku buat kamu bersedih Ra "ucap Leon merasa bersalah .


"aku gak bisa "ucap Nara bergegas pergi meninggalkan Leon sendiri di sana .


"Ra ,,, "panggil Leon namun Nara terus melangkah menjauhi nya .


semenjak itu Nara sangat menghindari leon ,


membuat Leon sangat prustasi karena semenjak dirinya menyatakan perasaannya kepada Nara , Nara malah menghindar dari dirinya .bahkan Nara sering langsung pulang saat mereka selesai tugas . tidak seperti biasanya.


"Ra ,,, kamu menghindari ku ? " Leon mengikuti langkah Nara yang baru keluar dari ruangan nya .


"Ra , jangan kanyak gini , maaf kalo ini salah "Nara hanya terdiam tampa membalas ucapan pria itu .


"oke ,. kalo memang perasan ku ini salah , sekiranya jangan menghindar dari aku Ra , apalagi sampai meretakkan persahabatan kita , aku mohon .


"Ra ,,, "Nara menatap Leon


"Leon ,,, aku mohon ,... aku gak bisa terima kamu , aku udah nyaman dengan persahabatan ini. aku takut nanti kalo giz dan gia tahu . pasti mereka akan menjauhi kita . aku gak bisa "ucap Nara sambil menangis . membuat Leon merasa bersalah .


"Ra ,, lupain tentang ucapan ku yang kemarin ya ,. anggap itu gak pernah ada di antara kita ,. oke " ucap Leon


"aku harap kita jangan ketemu dulu "ucap Nara lalu bergegas pergi .


dari itu Leon dan Nara sama sama menghindar bahkan bertemu saat mereka sedang di rumah sakit itupun jarang ,


bahkan saat giz dan gia mengajak Nara berkumpul bersama mereka , Nara sering tidak ikut ,walau pun ikut itu saat Leon sedang tidak ada disana.


....


"*ini pangeran dari mana si , ganteng banget , uuuu "batin penjaga resepsionis itu sambil memperhatikan ketampanan pria tersebut.


"sore tuan "Suster itu menyapa saga .saga pun melepaskan kacamata nya , membuat suster itu menelan ludah dengan kasar .


"tuhan apa ini namanya rejeki nomplok.. sore sore gini liat yang bening bening* " ucapnya pelan sambil tersenyum kepada saga .


" ada yang bisa saya bantu "tanya suster penjaga resepsionis itu .


"boleh saya keruangan dokter Nara ?"tanya saga .


"hah, saya cek dulu nya tuan .


Suster itu menelpon seseorang .


" baik tuan , mari ikut saya " saga mengikuti langkah suster itu menuju ruangan Nara namun kebetulan berpapasan dengan Leon . saga melihat dari ekspresi Leon sangat tidak suka dengan dirinya .tapi saga menanggapi nya dengan santai .


" tuan ini ruangan dokter Nara , silahkan "saga menggangukan kepalanya .


saga langsung membuka pintu ruangan itu dan melihat Nara yang sedang berbicara dengan salah satu pasien nya . dan ada gia di sebelah nya .


Nara pun mengalihkan pandangan ke pintu ada penampakan yang membuat Nara tidak mengedipkan matanya . apa benar itu saga yang sedang berdiri di depan pintu?


"*hah .. apa aku halu ,,. tapi kenapa seperti nyata si "batin Nara sambil mengusap matanya .


"yahhh .. bener bearti ... aduh ngapain sih " Nara tersenyum kepada saga* .


Nara pun mengalihkan pandangan kearah gia dengan tatapan tajam .


"kenapa gak ngomong " tanya Nara berbisik kepada gia


"tadi aku ngomong apa , ada tuan saga mau keruangan kamu . malah cuek "jawab gia .saga yang memperhatikan mereka .


pasien Nara memandang saga dengan tatapan mendamba , ibu hamil itu pun mendekati saga sambil tersenyum.


"tuan genteng banget .. hemm .bisa minta di elus gak tuan . biar calon anak saya mirip seperti tuan nanti "ucap ibu hamil itu memohon ,


saga kanget mendengar ucapan itu , saga pun menatap Nara dan gia yang sedang menahan tawa mereka.


" emm ... "saga seperti meminta agar Nara membantu nya .

__ADS_1


"ibu ,,. boleh kok . tuan genteng boleh nya cuman elus aja kok ,. ya "ucap Nara tersenyum manis kepada saga .


sedangkan saga menatap wajah Nara dengan tatapan kesal .


"oke ... "ucap saga hampir tidak terdengar . saga pun memajukan tangan kearah perut ibu hamil itu sambil menutup matanya . membuat Nara dan gia menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara tawa mereka .


"boleh peluk gak ?"ucap ibu hamil itu lagi sambil mengatupkan kedua tangannya memohon agar saga mau .


saga menarik tangan Nara hampir memeluk tubuh wanita itu . membuat pandangan mereka beradu , membuat Nara berdecak karena detak jantungnya mendadak memompa sangat cepat .


"aku gak mau ,, itu pasien kamu kamu bisa ngomongin dia kan "ucap saga pelan kepala Nara .


"tuan ... gapapa nya, kan cuman peluk aja ,. tuan tau gak kalo ibu hamil mau sesuatu tapi gak di turuti tar anaknya bisa ngiler terus , tuan gak kasihan "ucap Nara berbisik kepada saga dengan bibir yang sangat lucu .


"Astaga Nara " saga menghela nafas berat , saga pun membalikan tubuhnya menghadap ibu hamil itu dan tersenyum .


"Yee "ibu hamil itu pun langsung memeluk pria itu , saga merasa sangat kesal, tapi bangai mana jika tidak di turuti nanti anak nya "pikir saga .saga pun dengan hati hati membalas pelukan itu .


membuat Nara harus menggigit bibirnya lebih lama lagi kerena menahan tawanya . sama halnya dengan gia .


"Awas kalian "ancam saga . sambil melepaskan pelukan itu .


"nak tar gantengnya kanyak om ini nya " ucap ibu hamil itu mengelus perutnya .


"udah nya Bu . mari duduk lagi . biar saya jelaskan "ucap Nara, ibu hamil itu pun mengangguk dan kembali duduk di hadapan Nara .


"heem ... baik lah kandungan ibu sudah memasuki bulan keenam . jadi untuk kondisi nya cukup baik , dan janinnya juga sangat sehat .


ibu harus tetap mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin yah , trus istirahat yang cukup , gak boleh stress , dan harus di bantu minum susunya biar dedek ya lebih sehat lagi pas lahiran nanti "jelas Nara sambil tersenyum ramah kepada pasien nya itu .


"iya .. makasih ya dok "ucapnya bahagia .


"iya , nanti bulan depan cek lagi oke ... " ucap Nara tersenyum sambil menyelesaikan catatannya.


"ini urus sisanya , aku harus menghadapi tuan muda itu "lirik Nara kepada saga . gia menggangukan kepalanya .


"mari buk " ajak gia kepada ibu hamil itu , mereka pun keluar namun ibu hamil itu meninggalkan kiss bye kepada saga membuat saga merasa mual . sedangkan Nara seketika tertawa terkiki melihat ekspresi saga yang sangat lucu menurut Nara .


saga yang kesal karena Nara terus menertawakan dirinya , pun langsung mendekati Nara dan mendorong kursi yang Nara duduki hingga terbentur lemari yang ada di belakangnya .


"tuan " saga pun langsung mengecup bibir wanita itu dengan lembut , seketika Nara mematung mendapat perlakuan seperti itu dari saga .


awalnya Nara memberontak . tapi saga langsung mengunci pergerakan wanita itu hingga Nara tidak bisa berbuat apa-apa . hingga akhirnya Nara menutup matanya mulai terpancing menikmati pemberlakuan lembut pria itu .


saat Nara sadar , Nara langsung mendorong kuat tubuh pria itu . membuat saga sedikit menjauh dari Nara . Nara terlihat menghela nafas panjang karena saga melakukan itu lumayan lama hingga membuat Nara hampir kehilangan napas nya.


saga mengelap bibirnya dan menyunggingkan senyum jail nya sambil menatap wajah wanita itu .


"apa yang tuan lakukan "ucap Nara menatap saga dan tajam .


"aku ,.. membalas apa yang sudah kamu lakukan kepada ku "ucap saga enteng .


"apa dia memperlakukan semua wanita seperti itu , tuhan ini ciuman pertama ku , bangai mana aku membiarkan dia mengambilnya dengan cara seperti ini "Nara merasa jika perlakuan saga agak kurang baik padanya , Nara terlihat murung sambil menatap saga .


" maaf ... "ucapan itu keluar dari mulut saga yang melihat perubahan sikap Nara .


Nara tidak menjawab , hanya terdiam saja sambil menundukkan kepalanya .


"aku tidak bermaksud seperti itu , aku sangat kesal tadi karena kau dan teman mu itu menertawakan aku tadi "ucap saga menatap wajah Nara .


"tuan mengambil sesuatu yang sangat saya janga selama ini "ucap Nara serius. membuat saga merasa sangat bersalah namun ada perasaan bahagia di hati nya .


"Nara ,, sungguh aku tidak bermaksud " Nara tersenyum getir kearah saga .


"ya sudah lupakan , apa tujuan tuan datang ke sini ?"tanya Nara mengalihkan pandangan ke catatan yang ada di depan nya .


"apa kamu lupa hari ini , fitting baju "tanya saga .Nara menepuk jidatnya kenapa dirinya bisa melupakan itu .


"ya ... aku lupa "ucap Nara menatap saga .


"belum telat kok ... kita bisa berangkat sekarang "tanya saga .


"ya ... aku anter berkas ini dulu nya .. tunggu sebentar "ucap Nara berlari ke ruangan kepala rumah sakit untuk memberikan laporan kepada atasan nya itu ......


saga hanya tersenyum , namun rasa bersalah karena kenapa dia sangat ceroboh melakukan hal itu kepada Nara . bahkan sebelum nya saga tidak pernah melakukan hal semacam itu kepada siapapun .


saga mengusap wajah nya dengan kasar . "Nara pasti tersinggung dengan sikap ku tadi " batin saga .


"


bersambung....


assalamu'alaikum ☺️


hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


slow uq β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2