
Nara pun terpaksa harus jujur dengan sahabat nya itu agar dadanya sedikit lebih lapang setelah berbagi bebannya itu .
Giz seketika memeluk erat tubuh Nara . giz kira setelah Nara menikah kebahangian itu akan memihak kepada Nara , tapi kenapa bertambah rumit seperti ini sih , pikir giz.
"Gimana pun caranya aku bakalan bantu Ra , aku janji sama kamu "ucap giz sembari mengelus punggung Nara menguatkan Nara .
"Kenapa laki laki brengsek itu gak mau dengerin penjelasan kamu dulu Ra , kenapa dia mudah banget ngambil keputusan "ucap giz penuh emosi .
"Ini salah ku giz , Kenapa aku gak mematuhi perintah suamiku malam itu "ucap Nara sesegukkan .
"Tapi sekiranya dia harusnya cari kebenaran nya dulu donk Ra , jangan asal pilih keputusan kanyak gitu "
"Apa laki laki di dunia ini hanya mampu menyakiti hati wanita , astaga ! "oceh giz terbawa suasana ingin rasanya giz menerjang laki laki yang di anggap bodoh itu .
Giz membongkar lemari nya untuk mencari apa ponsel nya dua tahun yang lalu masih ada di rumah ini atau sudah di jual . giz tidak ingat .
"Aduh gak ada Ra , apa waktu itu aku jual nya , aku lupa "ucap giz sambil membongkar lemari nya .
"Mungkin memang ini jalanku giz , Allah memberikan semua ini buat aku , itu artinya Allah percaya sama aku kalo aku bisa lewati ini semua "
"Tapi kenapa rasanya sulit sekali !"ucap Nara putus asa sambil menatap wajah sahabat nya itu .giz menghentikan gerakannya yang sedang membongkar lemari itu .dan beralih menatap Nara .
"Aku tanya satu hal sama kamu Ra , tapi kamu harus jawab dengan jujur ? "
"Kamu mencintai saga kan ? " Nara menatap wajah giz . giz menarik nafas panjang melihat tatapan mata itu mengatakan sesuatu yang bengitu besar.
Giz pun beranjak dan memeluk Nara .
...----------------...
Di tempat lain , saga baru saja selesai meeting walaupun iya tidak terlalu banyak bicara dan menanggapi perkataan rekan bisnis nya .
Karena pikiran nya tertuju kepada ucapan papinya semalam . mengatakan jika banyak kejadian janggal dengan kasus Nara ini .
"Aku akan pulang "ucap saga menghela nafas berat .
"Urus sisanya "ucap saga lalu beranjak pergi . semua karyawan menatap atasan mereka , bukannya seharusnya hari ini pengantin baru itu menghabiskan waktu bersama , bahkan memilih tempat honey moon di suatu tempat yang menjadi impian mereka . tapi malah masuk ke kantor seperti biasanya membuat mereka bertanya tanya.
Namun komentar itu hanya mereka lontarkan di dalam hati mereka masing masing , karena tidak berani membicarakan tentang apapun yang berkaitan dengan atasan mereka .
"Saga "sapa Sarah yang baru saja keluar dari lift
"Ada apa ? "tanya saga ketus
"Ada apa dengan mu , oh ku tebak ! malam pertama mu gagal ya . makanya kamu jadi jutek gitu "tebak Sarah , walau pun sebenarnya dirinya sudah tahu apa yang terjadi .
"Jangan asal bicara ! "ucap saga melanjutkan langkahnya menuju masuk kedalam lift
Sarah mengikuti langkah pria itu . saat saga memasuki mobilnya . Sarah pun masuk dan duduk di sebelah saga membuat saga menatap nya dengan tatapan tajam .
__ADS_1
"Kenapa ? , aku ingin makan siang dengan Nara "ucap nya Santai .
"Lalu kenapa kamu masuk mobil ku , bukankah kamu membawa mobil sendiri ? "
"Nanti sopir ku yang mengambilnya , kau ini seperti itu saja di buat masalah " karena saga enggan berdebat akhirnya iya mengalah dan menyuruh sopirnya untuk meninggalkan tempat itu .
"Saga , bangaimana pengalaman malam pertama mu , apa seru ? "tanya Sarah ingin membuat saga terbuka padanya .
"Apa tidak ada pertanyaan yang lain selain itu , itu menunjukkan bahwa pikiran mu itu sangat mesum ! "ucap saga sinis .
"Tidak apa , aku sudah dewasa , tapi pasti kau sangat bahagia kan ? "tanya Sarah lagi memancing emosi saga .
"Bukan urusanmu ! "
"Huu .. dasar gunung es , menyebalkan "mereka berdua sama sama diam . sampai di kediaman Martadinata .
Saga segera keluar bengitu pun Sarah.
Sampai di dalam , saga di sambut oleh ibu Cintia dan bi Laras yang sedang duduk .
"Nak , baru pulang ? " sambut Bu Cintia mendapat anggukan dari saga . sebenarnya Bu Cintia ingin bertanya kenapa semalam dia tidak pulang kasihan Nara menunggu sampai larut berharap saga akan pulang , tapi ya sudahlah , untung sekarang saga sudah mau pulang ke rumah ini .
"Sarah , kamu juga ikut "Sarah mengangguk tersenyum dan capika capiki dengan ibu Cintia .
Pandangan saga seperti sekarang mencari seseorang , Bu Cintia yang mengerti pun mengatakan jika Nara sedang menemui ayah nya .
"Apa Nara dan saga bertengkar di malam pergantian mereka , kenapa mereka saling menghindar Tan ? "tanya Sarah .
"Tidak , tadi pak arsen menelpon jika hari ini pak arsen akan cek kesehatan jadi Nara harus mengantarkan ayahnya "jelas ibu Cintia terpaksa harus berbohong . karena ini ingin menjaga gosip yang akan kemana mana nantinya .
"Oh , aku mau nyusul saga dulunya Tan , ada yang mau Sarah omongin "Bu Cintia mengangguk .
"ya Tuhan , apa Nara sudah menemukan bukti itu , bantu dia ya Allah "Bu Cintia terlihat menghela nafas panjang .
"Sarah apa kamu memiliki sopan santun ? "melihat Sarah menyelonong saja masuk keruang kerja nya . Sarah cuek dan mendudukkan tubuhnya di sofa ruangan itu .
"Kau punya masalah dengan Nara ? "
"Jangan ikut campur dalam urusan ku ! "ucap saga sedang menerima file dari orang yang di percaya papinya untuk mencari bukti tentang kejadian di malam pernikahan ya itu .
"Kau tidak bisa membohongi ku saga , kita bersama dari kita masih kecil sampai sedewasa ini .apa kamu kira aku bodoh ! "
"Cepat cerita kepada ku , siapa tahu aku bisa memberi solusi "ucap Sarah lagi .
"Saga " karena saga hanya terdiam .
"Untuk apa aku bercerita kepada kamu , memang nya kamu ibu ku "membalas ucapan wanita itu .
"Aku sahabat mu ! " dan orang yang mencintaimu " namun itu hanya dihatinya saja .
__ADS_1
Saga terlihat menarik nafas dalam-dalam .
"Pulang lah , aku tidak ingin di ganggu "
"Mari bekerjasama ,
"Apa ? " saga menatap dingin wanita itu . membuat nyali Sarah menciut
"Jangan menatap ku seperti itu , seram sekali "
"Ingin mencari bukti tentang kejadian malam itu ? "ucap Sarah melangkah mendekati saga .saga terlihat masih terdiam .
"Apa yang kamu ketahui ? "
"Tidak ada , aku hanya tahu sedikit ! "ucap Sarah cepat agar saga tidak curiga .
"Seseorang itu tidak akan puas jika belum melihat Nara menderita , jadi kita harus bekerjasama untuk mengetahui siapa orang itu ? "
"Apa maksudmu ? " Sarah mendecih mendengar pertanyaan laki laki itu .
"Ya aku tidak bisa menebak siapa yang berada di balik ini semua , tapi yang paling aku nyakini orang ini sangat membenci Nara "ucap Sarah sambil duduk di meja saga .
"Lalu aku harus bekerjasama dengan mu , jangan mimpi ! "ucap tegas saga .
"Aku bisa mencari bukti itu sendiri ! "
"Ini penawaran ku yang terakhir , jika tidak mau aku bukan teman mu lagi ! "ucap Sarah sambil melangkah keluar dari ruangan itu . membuat saga terenug.
"Baik apa yang menjadi rencana mu ? " Sarah tersenyum menang , permainan akan segera di mulai .
"Mari berperan sebagai dua orang yang saling mencintai , maksud ku kita akan memancing orang itu untuk menampakkan dirinya saat melihat Nara menderita "ucapnya yakin .
"Apa kau gila "ucap saga dengan nada dingin .
"Lalu apa yang akan kita lakukan ? , kamu tahu mungkin saja mereka berencana untuk melenyapkan Nara jika tahu dia bahagia dengan pernikahan ini " ucap saga .
"lagian , apa kamu tidak sakit hati melihat Nara , hemm .. tidur dengan laki laki lain , ya jika itu benar jebakan . bangaimana jika itu memang terjadi dengan rencana yang sudah matang sebelumnya . "terlihat wajah saga mulai memerah karena marah .
"Ya aku tidak bisa menuduh , tapi tolong pikirkan lagi . jika kamu setuju kita akan menyelamatkan dua kebenaran , yang pertama tahu siapa di balik semua ini . yang kedua mengetahui tentang kepribadian Nara yang sebenarnya "ucap Sarah dengan serius .
Saga lama terdiam mencerna ucapan Sarah .
"Pulang lah dulu . akan aku pikirkan "Sarah tidak mau memperuyam masalah . hingga akhirnya iya Pun bergegas pergi meninggalkan saga sendiri di sana .
Bersambung. ...
Assalamu'alaikum βΊοΈ
hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya like'komentar biar lebih semangat nulis nya βΊοΈππ»
__ADS_1