' R E T A K '

' R E T A K '
(melamar)^


__ADS_3

Dua hari berlalu , Nara tidak pernah bertemu dengan saga , bahkan mendengar kabar dari siapapun tentang laki laki itu.


"Apa dia baik baik saja " Nara sambil melihat pemandangan dari jendela ruangan nya .


"apa Aku membicarakan tentang pernikahan ini kepada ayah sekarang ? "


" ya cepat atau lambat ayah harus mengetahui nya" ucapnya sambil berjalan ke kamar ayahnya .


"ayah ,, selamat Pagi "


"pagi sayang , kamu semalam pulang jam berapa ?


"Nara pulang jam tiga tadi yah , bangai mana keadaan ayah hari ini ?"


"sudah lebih baik ,


"Alhamdulillah , penglihatan ayah bangai mana ,?


"walau tidak sejelas dulu , tapi ayah bisa melihat Betapa cantiknya anak gadis ayah ini "membuat Nara tersenyum malu .


"ayah hanya ingin melihat kamu bahagia nak , dan memperbaiki semuanya "ucap pak arsen tersenyum .


"ayah bangaimana Nara bisa bahagia , jika ayah Nara belum sembuh , Nara ingin ayah sembuh lagi seperti dulu "


"tapi ,,,"


"tidak ada yang tidak mungkin ayah , jika tuhan sudah menghendakinya , dan kita tidak lelah untuk berikhtiar dan berdoa " ucap Nara menggenggam tangan ayahnya itu .


"ada yang ingin Nara katakan ayah "


"apa nak ?"


"hayo kita jalan jalan kebawah , mencari udara segar ,, pagi pagi kan sehat yah " ucap Nara tersenyum pak arsen pun meng'iya kan


"baik lah " Nara menyiapkan kursi roda untuk ayahnya , dan mereka pun berjalan di taman apartemen itu .


"Bi ,, Nara dan ayah kebawah dulu nya "ucap Nara berpamitan dengan bi Tanisa yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka .


"iya non ,,,


.....


"tadi katanya ada yang ingin bicarakan ? " saat mereka sampai di sebuah kursi di taman itu .


"hemm ,,,


"Nara akan menikah , apa ayah keberatan ?"ucap Nara menatap wajah pria paruh baya itu .


"kenapa ayah keberatan , ayah bahangia jika kamu menikah nak , dengan siapa?"


"dengan,,, willard saga Martadinata yah , Nara akan menikah dengan dia " pak arsen memengang dadanya dan menghela nafas panjang .


"apa Nara mencintai dia ?"


"Nara merasa jika dia laki laki yang baik dan menghargai Nara ayah , dan itu sudah cukup menjadi poin untuk Nara menerima diia sebangai calon suami Nara " ucap Nara tersenyum


"apa ayah keberatan dengan semua ini "


pak arsen terdiam sejenak dan melihat mata tulus dari putri nya itu .


"selagi anak ayah bahangia , ayah kan merestui nya , kapan lagi ayah akan membuat anak ayah kebahangian jika bukan sekarang "ucap pak arsen. Nara langsung memeluk pria itu .

__ADS_1


"terimakasih ayah ,,


"semoga kebahagiaan berpihak kepada kalian nak , itu harapan ayah "


"aamiin ,. tolong doakan kami selalu ayah "


"pasti ."


"ayah ingin bertemu dengan saga , apa dia ada waktu untuk mengunjungi ayah di sini " tanya pak arsen .


"kemarin dia sudah mau kesini . tapi karena ada urusan mendadak jadi dia membatalkannya " ucap Nara.


"tapi nara akan mengabarinya , ayah tenang saja "ucap Nara tersenyum bahagia akhirnya Nara sudah mendapatkan restu dari ayah nya , itu sudah sangat membuat Nara bahangia sekali .


Nara mengobrolkan banyak hal kepada pak arsen , itu membuat pak arsen sangat beruntung memiliki anak seperti Nara .


"kenapa tidak mengabari ayah saat kamu wisuda nak " pertanyaan pak arsen membuat Nara menatap ayah nya itu .


"bukankah Nara mengirimkan surat kepada ayah . memohon agar ayah datang waktu itu "


"surat ?"


"ayah tidak pernah mendapat surat dari mu "


"waktu itu nara benar benar sudah mengirimkan surat itu kerumah "ucap Nara menyakinkan


"waktu itu Nara sangat berharap jika ayah bisa menghadiri acara wisuda Nara , tapi saat acara hampir di mulai . yang datang hanya bi Tanisa dan paman Adam yang mewakili ayah , "ucap Nara tersenyum getir mengingat waktu itu .


Nara sangat berharap jika ayah nya akan menghadiri acara wisuda nya . namun paman Adam dan bibi Talisa yang datang mengatakan jika ayahnya tidak peduli lagi dengan urusan Nara itulah yang di sampaikan oleh ibu Celia kepada Nara .


membuat Nara sangat dawn bahkan Nara jatuh sakit dalam dua hari memikirkan bagaimana ayah nya tega benar benar menelantarkan anaknya sendiri .


Untung Nara memiliki seorang sahabat yang baik , mereka selalu mengatakan mungkin ayah Nara ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda . hingga ayah Nara tidak bisa hadir dalam acara wisuda tersebut .


"maafkan ayah nak , ayah tidak tahu jika kamu mengirimkan surat kepada ayah , hingga ayah tidak tahu tentang hari wisuda mu Waktu itu "ucap pak arsen penuh dengan penyesalan


"ayah sudah ,, Nara tidak mau mengingat itu lagi , Nara sudah melupakan nya " ucap Nara menghapus air matanya .


suara dering telepon membuat Nara mengalihkan pandangan,


"Nara angkat telpon dulu Yah " mendapat anggukan dari pak arsen .


" hallo . selamat pagi ,..


"pagi nak ,


"maaf saya belum menyimpan nomer ini , ini siapa?" tanya Nara kepada orang yang menghubungi nya itu .


"ni om Adrian Nara ,


"oh ... om .. maaf Nara belum menyimpan nomer om di ponsel Nara .


"hemm .. tidak apa , apa hari ini kamu sibuk nak ?"


"tidak om ,, Nara libur dalam dua hari ini , memangnya ada apa om ?"


"kami sekeluarga akan bertamu di rumah kamu . apa bisa ?" ucapan pak Adrian membuat Nara bingung .


" bole,.h ,. Nara tidak ada kesibukan apapun hari ini om ,,


"baik lah ,, nanti kami datang nya "

__ADS_1


"hemm ,., baik " ucap Nara


"ya sudah om matikan nya "


"iya om ,..


sambungan telpon tersebut sudah di matikan membuat Nara tidak mengerti .


"ada apa , kenapa keluarga Martadinata akan datang ,


" siapa nak ?"


"om Adrian yah , katanya mereka akan datang kerumah kita , ada yang ingin di bicarakan , Nara tidak tahu "ucap Nara polos dengan urusan itu , pak arsen menggelengkan kepalanya dan menarik hidung putri nya itu .


"itu artinya jika mereka akan datang untuk membicarakan niat baik kalian nak ?"


"hah ,, "Nara tersentak


"ayah ,, beneran kanyak gitu ?" ayahnya mengganggukan kepalanya .


senyuman Nara langsung memudar .


"kenapa cemberut ? "


Nara memeluk ayahnya .


"anak ayah sudah seharusnya memiliki keluarga sendiri , dan jangan khawatir kan ayah , ayah akan baik baik saja , ada Tanisa dan Adam yang akan merawat ayah " ucap pak arsen menguatkan putri nya itu .


Nara mengngukan kepalanya mengerti.


.,....


siang itu cuacanya sangat nyaman matahari yang masih malu malu memancarkan cahaya nya , itu seakan mendukung acara pertemuan keluarga itu .


Nara memakai pakaian rapi dengan dress panjang menutupi lututnya berwarna biru Dongker , rambut yang iya ikat setengah, bibir yang iya lapisi lip tint berwarna pink menambah menawannya wanita cantik itu .


setelah selesai Nara dengan rasa gugup keluar dari kamar nya untuk membantu bi Tanisa yang sedang menyiapkan sajian untuk tamu istimewa mereka .


bi Tanisa tersenyum manis kepada Nara yang berjalan malu malu , saat sudah berpakaian rapi dan lengan itu .


"bi ,, jangan liat kanyak gitu ,. Nara malu "ucap Nara menggigit bibirnya malu .


"hehe ,, sini bibi peluk dulu "Nara pun berlari memeluk wanita yang sudah di anggap ibu itu


"bi ,,,


"gadis kecil bibi akan menjadi seorang istri sekarang "ucap bi Tanisa.


"nyonya pasti sangat bahagia di sana non , saat melihat putri kesayangannya sekarang sudah menjadi orang hebat , menghujutkan mimpinya menjadi dokter , dan mengalahkan takdir yang hampir membuatnya tersungkur , sekarang kebahagiaan itu sudah datang menjemput , bibi sangat bahagia "ucap bi Tanisa membuat Nara tidak bisa menahan tangisnya .


"jangan menangis sayang , ini hari bahagia , hiyasilah hari ini dengan senyuman bahagia "Nara mengngukan kepalanya sembari tertawa kecil melihat bibi Talisa yang sangat berjasa dalam hidup Nara selama ini . ...


ternyata pemandangan itu terlihat oleh pak arsen ,


"aku gagal menjadi seorang ayah untuk putri ku , karena dia besar dengan kasih sayang seorang pelayan , tapi dia mampu hidup dengan baik , bahkan sangat baik , harus nya aku malu karena Nara masih menerima aku sebagai ayahnya , tuhan betapa baiknya engkau menitipkan anak seperti Nara , aku harus membayar semua ini dengan memperbaiki keadaan ini . Merry aku berjanji padamu , mulai saat ini aku yang akan mengawal kebahagiaan putri kita , dan tidak akan aku biarkan seseorang menyakiti hati nya , aku janji padamu "batin pak arsen sambil menahan isaknya melihat kedekatan Nara dan bi Tanisa .


bersambung.....


assalamu'alaikum ☺️


hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya.

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


slow uq


__ADS_2