
Book 3-9
Menjelang sore hari di Kyoto.
Helikopter milik Fritz mendarat di sebuah pangkalan helikopter yang yang luas di area bukit rumahnya berada.
Cayana, Naidan dan Riami yang sedang bermain di halaman belakang rumah mendengar suara dari Helikopter itu dan mereka semua bergegas pergi ke halaman depan rumah menunggu Fritz dan Kate pulang.
Saat itu Riami di gendong kembali di belakang oleh Cayana untuk ikut bersama.
Fritz pun keluar dari pintu kanan helikopter bersama Kate, Hanjiro dan Prof Munakata yang membawa kantung mainan di kedua tangannya dan wajahnya seperti bangun tidur.
"Huaaahhh..." Menguap Prof Munakata.
Belum jauh pergi dari pangkalan Helikopter itu, tiba-tiba datang Helikopter lainnya berwarna biru dan merah masuk ke pangkalan Helikopter Fritz.
Helikopter dengan model yang sama dan pertahanan dari pangkalan udara Fritz tidak aktif, karena model Helikopter itu sudah di seting sebagai teman.
Memang yang datang itu adalah Helikopter dari Fragetuel yang ingin menemui cucunya, Vassnorla.
Fritz dan lainnya sejenak menunggu Fragetuel dimana Hanjiro tentu senang juga jika dirinya hadir untuk mendengar rencananya akan menikahi cucunya itu dalam waktu dekat.
Helikopter itu mendarat mulus di samping Helikopter milik Fritz dan pintu di kanan Helikopter itu kembali terbuka lalu muncul Fragetuel yang sudah terlihat lebih tua dari sebelumnya dan menggunakan tongkat kayu untuk berjalan.
Walau umurnya bisa di bilang sekitar 80 keatas, tetapi dirinya masih segar bugar dan tidak tampak tua dari luar, walau memang kondisi fisiknya berbeda dari sebelumnya.
Mereka pun pergi bersama keluar dari pangkalan Helikopter itu sambil berbincang santai sampai menuju ke kastil kediaman Fritz tinggal yang ada di atas bukit di sore hari yang cerah dan mulai dingin itu ketika masuk musim gugur.
Fragetuel berjalan di samping kanan Fritz.
"Aku ingin melihat cucuku yang cantik itu." Kata Fragetuel dengan suara ketukan di jalan beraspal sedikit menanjak.
"Vassnorla bisa di bilang memang sangat tegas, dirinya memang cocok merawat anak ku yang laki-laki." Kata Fritz yang tidak sabar melihat wajah-wajah senang anak-anaknya itu.
"Hahahahaha... Aku berharap dirinya juga segera menikah dan memberi ku cicit di usiaku yang mungkin tidak akan lama lagi." Fragetuel tertawa dan dirinya ingin melihat Vassnorla untuk menikah di usianya yang mungkin cukup tua itu.
Kate menyahut pembicaraan itu, "Kakek, sepertinya kau tidak perlu khawatir, karena tidak akan lama lagi dirinya akan di lamar oleh dirinya." Kata Kate melirik ke arah Hanjiro yang tengah berada di samping kanan dan di belakang Fragetuel.
Fragetuel melirik ke arah belakang kirinya dan tersenyum, "Apa benar itu, Manusia Centaur?" Goda Fragetuel kepada Hanjiro.
Hanjiro menatap serius wajah Fragetuel, "Hei Kakek, walau tubuhku robot, namun semua strukturnya masih berfungsi. Aku memang akan segera menikahi Cucumu itu." Katanya dengan tegas.
__ADS_1
Fragetuel terhenti langkahnya dan membalikan badannya ke arah kiri belakang lalu mengangkat tongkat yang ia genggam di tangannya ke arah leher Hanjiro dengan ujung tongkatnya berubah sepeeti busur dengan panah perak di dalamnya.
"Kalau kau memang benar-benar serius, maka aku akan menyetujuinya secara penuh, tapi kalau kau sampai menyakitinya, maka siap-siap seluruh keluarga Vanhelsing akan memburumu." Ancam Fragetuel kepada Hanjiro.
Fritz tersenyum tipis dan begitu juga Kate.
Prof Munakata yang ada di belakang Hanjiro mencoba membelanya, "Dirinya tidak akan mungkin seperti itu, Kakek. Kau lihat di kedua tanganku ini adalah hadiah yang semuanya di belikan olehnya untuk anak-anak Fritz, dirinya ingin juga memiliki keluarga karena merasa kesepian, terkadang dirinya juga curhat mengenai hal masalah percintaan kepadaku."
Hanjiro melirik ke arah belakang kanan, "Diam kau Prof dan jangan bicara hal memalukan itu di saat seperti ini."
"Hei, bukannya kau ingin merasakan pernikahan itu dan kau selalu memuji Vassnorla karena paras wajahnya cantik dan seperti yang kau suka dimana perempuan Eropa menjadi ketertarikan besarmu." Prof Memanas-manasi Hanjiro.
"Kau ini benar-benar dan membuatku malu." Kata Hanjiro.
Fragetuel menurunkan tongkatnya dan kembali seperti sebelumnya lalu melangkahkan kembali kedua kakinya berjalan ke atas bukit yang sudah terlihat gerbang kastil Fritz yang di pagar berongganya banyak tanaman merambat berduri dan bunga mawar merah di sekelilingnya.
"Aku hanya berharap kau menjadi sosok yang setia seperti laki-laki yang ada di sampingku ini." Fragetuel tersenyum dan melirik sekilas ke arah Fritz.
Hanjiro kembali berjalan dan di ikuti oleh Prof Munakata yang tengah cengengesan menggoda Hanjiro.
Hanjiro melirik sekilas juga ke arah Fritz, "Padahal dirinya di kelilingi 3 perempuan cantik, tapi memang kesetiaannya itu benar-benar hanya untuk satu orang." Puji Hanjiro.
Fragetuel menepuk pundak kiri Fritz, "Kau memang pantas mendapatkan dirinya dan dirinya juga setia kepadamu, wajar jika kau tidak ingin dalam hatimu terisi lagi sosok yang sudah membuatmu mencapai ke titik ini, apalagi sudah memberikan dirimu 3 anak yang lucu-lucu itu dengan hasil dari Vampir dan Manusia, dimana hanya satu-satunya dalam sejarah kisah cinta kalian terukir di sejarah baru bangsa lainnya."
Fritz dan Canaria memang menjadi satu-satunya pasangan antara Vampir dan Manusia yang bisa memberikan keturunan walau dengan bantuan Galhaira di dalam diri Canaria, tetapi itu menjadi sejarah rahasia yang tidak tertulis secara umum.
"Tentu kalau dirinya setia, maka aku juga akan setia seperti dirinya, Kakek. Karena aku juga tidak ingin lebih repot dari ini karena urusanku sebagai wakil manusia, walau dirinya memang tegas, itu yang aku butuhkan yang juga diriku sama-sama tegas dalam suatu urusan." Kata Hanjiro.
"Tetapi walau dirinya tegas, tetapi tetap dirinya perempuan, Manusia Centaur." Jawab Fragetuel.
"Aku tau dia perempuan dan aku selama menjadi ditektif juga memahami hal tersebut, jadi kau tidak perlu khawatir." Kata Hanjiro yang memang dirinya sudah yakin.
Kemudian pintu gerbang besar itu terbuka otomatis ke dalam kastil dan mempersilahkan masuk Fritz beserta yang lainnya.
Terlihat anak-anak Fritz bersama Aurora dan Vassnorla tengah berdiri di depan halaman rumah.
Cayana berlari membawa Riami di belakang ke arah Fritz, begitu juga Naidan.
Fritz kemudian berlutut dan memeluk mereka bertiga.
Cayana tersenyum dengan perasaan senang. "Papah pulang.."
__ADS_1
Riami pun ikut tersenyum dan bahagia melihat Papahnya pulang. "Papah..."
Naidan pun juga senang melihat papahnya datang.
Fragetuel ikut berlutut dan mengelus kepala mereka bertiga, dimana mereka di anggap oleh Fragetuel adalah cicit angkatnya.
"Kalian bertiga sudah jauh lebih besar semenjak kita bertemu sebelumnya." Kata Fragetuel.
"Kakek..." Naidan tersenyum lebar melihat Fragetuel yang di anggap sebagai Kakeknya dan dirinya selalu di ajak main hingga akhirnya cukup dekat dengan Fragetuel.
Sementara Cayana dan Riami tidak terlalu dekat, dimana tentunya mereka adalah perempuan, namun mereka berdua juga menganggap Fragetuel ini adalah Kakek yang baik.
Hanjiro ketika itu melihat Vassnorla dengan pakaian kaos lengan panjang putih dan celana panjang hitam ketatnya dengan rambut kuncir pony tail kebelakang.
Vassnorla melihat balik Hanjiro yang dimana dirinya sudah akrab dengan dirinya ketika datang ke jepang untuk membantu mengurus buah hati laki-laki Fritz.
Prof Munakata berjalan ke belakang melewati Hanjiro yang sedang saling menatap dengan Vassnorla.
'Hayoo... Paman bawa mainan baru untuk kalian mainkan..." Prof Munakata memberikan kantung berisi mainan berupa boneka dan mainan anak laki-laki pada umumnya seperti video game, mobil-mobilan dan robot-robotan.
Mereka bertiga menyerbu mainan itu dan melihat banyak isinya di dalam kantung tersebut.
"Riami-chan, kau suka yang mana?" Tanya Cayana yang memperlihatkan banyak boneka warna warni di dalam kantung itu.
Mata Riami tertuju pada boneka lumba-lumba besar berwarna biru, "Lumba-lumba Kakak, seperti waktu itu Mamah juga di belikan oleh Papah." Tunjuk Riami dengan jari tangan kanan mungilnya.
"Riami-chan sangat suka lumba-lumba yah... Seperti Mamah kita." Cayana mengambil boneka lumba-lumba besar berwarna biru itu dan di berikan ke Riami dan dirinya peluk.
"Lumba-lumba mengingatkan kepada Mamah." Kata Riami yang sangat senang.
Fritz teringat ketika dirinya memang mengajak Canaria ke sebuah akuarium besar di Osaka sebelum hamil dan sesudah dirinya hamil besar, dimana juga sebelum pergi kke negara Sweden untuk pindah karena mencari tempat melahirkan yang aman untuknya q.
Canaria memang suka sekali lumba-lumba dan itu menurun juga kepada Riami, walau mungkin sebelumnya dirinya belum hadir, tetapi Riami melihat ingatan yang mungkin beberapa tahun kebelakang ketika Canaria kembali di ajak ke akuarium dan jalan-jalan kembali untuk bersenang-senang di wilayah Osaka.
(Sejenak Flash Back 1 Tahun sebelum perginya Canaria dan Fritz ke Sweden, dimana kenangan itu benar-benar sesuatu yang harus terceritakan.)
Terima Kasih yang sudah Membacanya.
Selalu tunggu kejutan dari kisah ini dan Author yakin kalian tidak akan menyesal menikuti S3nya.
__ADS_1