( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-29: Hari Penting ( 4 )


__ADS_3

Book 29.


Hari dimana suasana begitu sejuk dan sedikit mendung di wilayah taman Kyoto itu.



Mobil yang di kendarai oleh Hanjiro datang dan dirinya di periksa di pemeriksaan khusus sebelum masuk ke dalam wilayah tempat dimana dirinya akan segera menikah dengan Vassnorla.


Vassnorla dan Fragetuel pun sudah berada di atas langit kota Kyoto dengan Helikopternya dan akan segera di turunkan tepat di dekat wilayah taman tersebut yang sudah di sediakan.


Beberapa petinggi Godfather pun mulai berdatangan dengan Helikopternya di beberapa wilayah di dekat Kyoto dan mereka langsung di bawa ke sebuah mobil sedan berlapis baja dengan keamanan ketat mengawal mereka menuju ke tempat wilayah pernikahan Hanjiro.


Perwakilan Timur Tengah terkhususkan mereka meminta hanya datang untuk menikmati taman kota Kyoto namun dengan membawa hadiah dan hal itu tidak masalah bagi anggota lainnya.


Fritz pun yang masih berada di jalan kota Kyoto jadi pusat perhatian warga kota yang melihat iring-iringan mobil milik Fritz bersama ketiga buah hatinya.


Fritz yang tengah memangku Naidan pun melirik ke arah kanan jendela sambil membayangkan dahulu dirinya tidak seperti sekarang ketika bersama Ibu dari anak-anak mereka, yaitu Canaria.


Canaria selalu menginginkan hal kesederhanaan dan tidak terlalu mencolok seperti ini.


Namun satu sisi, Fritz sekarang juga bagian penting dalam Negara Jepang khususnya, dimana dirinya juga yang membawa kubu Vampir pembela dirinya hidup di wilayah kota Kyoto atas yang dimana penghuni di desanya itu sangat sedikit dan di jadikan sebuah pemukiman khusus untuk para pengikutnya di sana.


Kemudian juga Fritz mengkawatirkan juga ketiga anaknya itu dan lebih banyak bantuan jauh lebih baik di bandingkan dirinya sendiri.


Karena Fritz sendiri masih ada rasa bimbangĀ  dengan kekuatannya, namun proriatas utamanya adalah anak-anaknya ketika ada bahaya terjadi.


Karena Fritz tidak ingin kehilangan buah cintanya setelah apa yang terjadi kepada Canaria.


Janjinya kepadanya pun harus dirinya tepati sampai mereka dewasa dan Fritz sendiri telah tiada.


Terlihat sebuah barikade dari besi berduir serta banyak mobil polisi serta alat tempur berat menutup jalan menuju ke arah taman kota tersebut, namun polisi dan militer yang berjaga di barikade itu langsung membukakan jalan untuk rombongan Fritz dimana mereka tau kalau iring-iringan itu bukan mobil biasa dimana di bagian depan dan belakangnya juga di kawal mobil tempur berat yang di sediakan untuk para petinggi Godfather bersama keluarganya.


Kemudian di wilayah paling barat di sebuah bukit.


Helikopter yang di naiki oleh Pemimpin Warewolf pun datang di sebuah pangkalan Helikopter yang sudah di siapkan.


Dante menyuruh Lava untuk menggandeng tangan kirinya yang dimana postur tubuh mereka sangat jelas berbeda dan Lavia begitu cantik di pandang saat dirinya keluar dari Helikopter dan beberapa petugas dan penjaga lainnya melihat wajah Lavia yang cantik dengan kulitnya yang begitu putih mulus layaknya susu.


Dante pun jadi pusat perhatian karena dirinya begitu identik dengan warna biru cerah serta putih dan bola mata birunya yang bercaya berkelip menambah ketampanannya, dimana apalagi rambutnya begitu panjang terikat kebelakang.

__ADS_1


Kemudian di susul di belakangnya sosok misterius yang sudah menyamar menjadi sosok perempuan Elf seperti Lavia dengan wajah dan juga gaun cantiknya.


Beberapa petugas utusan yang bekerja di bawah keanggotaan Godfather merasa takjub melihat kehadiran Dante bersama dua sosok perempuan Elf yang sangat cantik di pandang.


Helaian rambut dari Lavia yang berwarna putih di sisi kirinya terhembus lembut angin dingin musim gugur yang membuatnya seakan mengingat masa indah sebelumnya.


Dante yang tengah berjalan dan di gandeng oleh Lavia meliriknya dengan senyum dinginnya sambil melihat ke arah kanan bawah tepat wajah cantik Lavia berada.


"Apa kau mengingat masa-masa itu, Sayang." Kata Dante kepada Lavia.


Lavia hanya terdiam dan dirinya tidak menunjukan ekpsresi apapun saar tengah berjalan bersama Dante menuju ke sebuah mobil sedan berwarna hitam khusus yang sudah di sediakan oleh para petinggi Godfather.


Dante kemudian kembali berbicara.


"Tersenyum lah, Lavia. Sebentar lagi kita akan bersenang-senang di pesta tersebut sambil mengungumkan pengunguman diri kita akan menikah secara resminya dan juga memberitakan kehamilan dirimu itu kepada tamu yang datang, dimana mereka semua akan di undang ke tempat indah kita yang selalu di penuhi salju itu."


Lavia menaruh telapak tangan kanannya di atas perutnya yang tertutupi gaun putih cantik miliknya dan melihat sinis ke arah kiri atas dimana wajah tampan Dante berada, sekaligus Ayah dari bayi yang sekarang ia harus kandung.


"Apa peduliku dengan upacara pernikahan resmi atau kehamilanku ini? Kau sendiri tidak peduli terhadap diriku dan bayi tidak besalah dalam perutku ini. Itu hanya sekedar sandiwaramu agar kau terlihat baik di hadapan mereka semua. " Kata Lavia dengan perasaan kesal kepada Dante.


Dante kemudian menatap serius Lavia dan senyumannya perlahan menghilang dari bibirnya, dimana kembali wajah penuh keseriusan dan dingin itu kembali tampak di wajah tampannya.


"Jangan macam-macam dan tetap pada Sandiwara ini, Lavia. karena jika kau melakukan kesalahan saja, dengan statusku sebagai anggota Godfather ini, aku bisa melakukan hal kejam kepada orang sekeliling dengan tanpa tercurigai, apa kau mau melihat orang-orang itu termasuk orang yang kau sangat sayangi mati di depan matamu?"


Lavia pun meneteskan air mata dengan wajahnya perlahan berubah menjadi sedih di hadapan Dante.


"Aku mohon jangan lakukan hal kejam kepada orang lain dan termasuk yang aku sayang itu." Kata Lavia dengan air mata menetes di kedua matanya.


Dante perlahan kembali memberikan senyum dinginnya dan memeluk tubuh mungil Lavia di dekapan tubuhnya yang besar dan berotot itu dengan di lihat oleh beberapa petugas yang berjaga di pangkalan Helikopter tersebut yang sudah di sediakan.


Dalam dekapan hangat di iringi tangisan memohon Lavia, Dante berbicara.


"Ingat hal itu baik-baik, Lavia. Karena nyawa orang yang kau sayang itu ada di genggamanku sekarang, dimana aku bisa melakukan hal kejam kepada mereka yang tidak berdaya saat kau mencoba melakukan sesuatu yang sudah aku larang dan kau sepakati." Kata Dante sambil mengelus kepala Lavia dalam dekapan pelukan hangatnya.


Lavia pasrah dengan tangisan mengalir di kedua matanya di dalam dekapannya itu, dimana dirinya jelas memilih untuk melindungi orang yang dia sangat sayangi walau dirinya harus berada di garis depan.


"Tepati janjimu, Hiks..."


"Aku akan menepatinya, Sayang. Asalkan tetap pada jalur sandiwara kita dan kau tidak banyak tingkah ketika di sana, karena sosok itu akan mengawasimu kemana pun kau akan pergi, Sayang. Sedikit saja dirinya melaporkan kau memberi kode atau lainnya kepada orang lain, maka aku akan menunggu perutmu itu membesar dan akan memukulnya sekeras mungkin saat kandungan mu telah besar dan aku akan memaksa menggugurkan kandungan dengan cara itu, kau akan merasakan rasa sakitnya keguguran dengan cara yang menyakitkan di tambah kau telah membunuh bayi itu juga karena telah melanggar perjanjian kita."

__ADS_1


Kata Dante mengancam Lavia.


Lavia memegang jas Dante dengan kedua tangannya dan menariknya sedikit dengan air mata semakin deras.


"Jangan kau lakukan hal kejam seperti itu kepada Bayi yang tidak bersalah ini, Hiks... Mereka tidak bersalah." Kata Lavia dengan wajah penuh kesedihan dalam pelukan hangat Dante


"Jika ancaman itu tidak ingin kau rasakan dan membunuh bayi itu dengan kesalahanmu sendiri sebagai perjanjian, maka tetaplah ikuti apa yang sudah kita bicarakan ini, juga berhentilah menangis dan mari kita ke dalam mobil."


Dante perlahan melepaskan dekapan tubuh dari Lavia dan Lavia menyeka air matanya dengan jari tangan tangan kanannya dan kemudian di saat itu Dante sedikit membungkukan tubuhnya dan memegang bagian bawah rahang Lavia untuk di dangakan ke atas lalu ciuman hangat itu mendarat di bibir Lavia.


'Muchh...'


Lavia di berikan ciuman hangat oleh Dante dengan kedua matanya yang masih berlinang air mata terbuka menatap antara wajah tampan Dante dan langit Kyoto yang sedikit mendung.


Perlahan kelopak matanya turun dan tubuhnya merasakan sebuah setruman halus yang membuatnya merasa menikmati ciuman itu sampai ke dalam rahimnya dimana tengah terisi sebuah kehidupan yang akan tumbuh besar dan ia lahirkan kedunia itu.


Tubuhnya tidak bisa menolak ciuman bibir yang cukup lama itu dimana lidah Dante pun bermain di dalam mulut Lavia bersamaan ciuman hangat itu terjadi.


Lavia memegang setelan jas Dante dan Dante memeluk pinggang belakang Lavia sambil sedikit mengangkat tubuhnya hingga sepatu berwarna putih Lavia tidak lagu menyentuh aspal halus di jalan dekat pangkalan Helikopter itu berada dan di saksikan oleh para petugas penjaga serta mahluk misterius tersebut.


Kemudian Dante melepaskan ciuman hangat itu dan menurunkan kembali tubuh Lavia sampai kedua sepatunya menyentuh aspal kembali dan dirinya menatap wajah Lavia yang sudah terbuai itu.


"Mari bersenang-senang dan jangan kacaukan sedikitpun."


Lavia mengangguk dan dirinya masih terbuai dengan apa yang di lakukan oleh sosok tampan di hadapannya itu, dimana tubuhnya tidak menolak apa yang di lakukan oleh Dante itu.


Mereka berdua pun kembali bergandengan dan masuk ke dalam satu mobil dan mahluk itu secara terpisah berada di mobil sedan lainnya.


Kemudian mobil besar pengawal tempur berlapis baja berwarna coklat terang beroda 6 dengan perlengkapan senjata di atasnya mulai bergerak maju dan di ikuti mobil sedan hitam yang di masuki oleh Dante dan Lavia untuk keluar dari pangkalan Helikopter itu menuju ke tempat pesta pernikahan Hanjiro yang tidak akan lama lagi terselenggara.


( Catatan Kecil Penulis.)


Yang punya Facebook bisa berteman dengan diriku dengan nama yang sama yah, karena disana akan ada banyak pemberitahuan dengan kisah ini dan kisah baru yang baru saja aku rilis.


Ada kisah baru sebagai pengganti kisah ini yang sudah di terbitkan di Noveltoon juga, semoga kisah itu bisa jauh lebih menarik dan banyak peminatnya.


Cara lihatnya, ketuk profil foto diriku terus lihat di bagian bawah dengan judul " Kaleido Prismatic. "


Sampai jumpa di sana.

__ADS_1




__ADS_2