( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-10: (F-B) Musim semi hangat setelah Tahun baru.


__ADS_3

Book 3-10


Sebelum Fritz memutuskan untuk pergi ke Sweden dan merencanakan kelahiran Canaria.


Ketika itu di waktu musim semi menjelang siang hari setelah musim salju berlalu di jepang.


Fritz yang ketika itu masih memeiliki garis merah di bawahnya dan belum sepenuhnya ada di bagian kelopak matanya dan rambut pendek belah tengahnya.


Dirinya sedang berjalan di lorong tengah rumah kediamannya yang ketika itu masih bersama Canaria yang tengah hamil Cayana dan Naidan, sebelum kemunculan Riami.


Pintu kamar mereka di buka yang ada di lantai satu dekat tangga lantai dua dan Fritz melihat Canaria sudah memakai gaun hamil berwarna putih tanpa lengannya dengan rok pendek sedikit di atas lutut.


"Kau sudah tampak cantik, Canaria." Puji Fritz sambil mendatangi Canaria yang tengah bercermin berdiri di kamarnya.


"Apa iyah aku cantik dengan gaun putih ini, Fritz? Perutku benar-benar terlihat besar." kata Canaria sambil mencoba memeluk perutnya dan merasakan kalau perutnya itu memang besar.


Fritz memeluk Canaria dari belakang dan mencium leher kanan Canaria sambil ikut memeluk perutnya yang besar itu, "Much... Bagiku kau itu sangat cantik walau perutmu besar, Sayang. Mereka tidak akan pernah tau kalau aku menikmati dirimu ini ketika di malam yang hangat terjadi."


Canaria tersenyum malu dan sedikit geli lehernya di cium oleh Fritz, "He-Hentikan Fritz, itu membuatku geli, Hehehe.."


"Kalau kau sudah siap untuk kita pergi ke Osaka untuk berbulan madu lagi, mari aku gendong dirimu sampai menuju mobil." Fritz mencium pipi kanan Canaria yang lembut itu dan dirinya sedikit menggoyangkan tubuhnya sambil mengelus-elus perut Canaria.


"Aku sudah siap, Sayang." Jawab lembut Canaria melirik ke arah belakang kanan atasnya.


Fritz lalu mecium bibir mungil Canaria itu di saat dirinya menengok ke belakang.


"Muchh.. Muchh.."


Fritz kemudian menggendong Canaria untuk keluar dari kamarnya dan menuju ke mobil mini yang Fritz punya untuk membawanya ke Osaka untuk berbulan madu kembali hanya berdua saja tanpa Kate.


Ketika itu Kate tengah memasukan pakaian milik Canaria di belakang bagasi mobil.


Kate pun melihat Fritz dan Canaria keluar dari pintu kediamannya itu yang sudah cantik dan tampan bagi kedua pasangan itu.


"Kalian benar-benar ingin berbulan madu lagi? Padahal Adikku sudah hamil besar, dasar." Kata Kate sambil tersenyum.


Fritz menurunkan Canaria di samping kiri pintu mobil tersebut sambil menjawab dari perkataan Kate, "Tidak apa bukan? Lagi pula bulan madu kali ini hanya sekedar untuk hiburan bersama dirinya di Osaka seperti sebelumnya, hanya saja lebih santai."


Canaria membuka pintu mobil di kirinya itu dan masuk dengan hati-hati, karena perutnya yang kencang dan besar, "Huff.."


Kate menutup pintu belakang bagasi yang sudah terisi beberapa pakaian untuk di gunakan oleh Canaria nanti ketika menginap di hotel.


Setelah menutup bagasi itu, Kate menghampiri Canaria yang tengah memakai sabuk pengaman dan Kate memeluknya, "Bersenang-senang lah, adikku. Ini demi dirimu yang menunggu kelahiran bayimu yang masih hampir dua tahun kurang."


Canaria memeluk Kate balik dan dirinya tersenyum, "Iyah, Kak Kate, Pasti Fritz akan menghiburku tentunya, seperti yang selalu membuat diriku senang ketika berada di rumah ini bersama dirimu."


Kate melepaskan pelukan itu dan mengelus perut Canaria yang dirinya tengah mengenakan gaun putih polos cantiknya, "Jaga baik-baik buah hati kalian ini dan jangan terlalu kasar." Kata Kate.

__ADS_1


Fritz dan Canaria mendengar itu yang dimana tentu tau apa yang di maksud dengan hal tersebut.


Fritz pun masuk ke dalam pintu kanan kemudi, "Tidak ada yang kasar, hanya sekedar menyentuh lembutnya." Jawab Fritz yang merasa bahagia.


Canaria merasa malu dan Kate tersenyum.


Kate mulai menutup pintu yang ada di kiri Canaria, "Intinya jangan ada kabar buruk setelah kalian pulang dari bulan madu ini, ingat saja itu." Ancam Kate dengan wajah sinis.


Canaria tau kalau Kate itu mencoba melindungi dirinya dan bayi dalam kadungannya, "Fritz pasti tidak akan melakukan sesuatu yang membuat buah hati berbahaya, Kate."


Canaria menutup pintunya dan melambaikan tangannya ke arah Kate yang harus tinggal di kediaman rumah Fritz sendirian.


Mobil kecil itu pun perlahan keluar dari garasi rumah kediaman Fritz menuju ke Osaka di musim semi yang cerah dan penuh bunga sakura bermekaran.


Kali ini Fritz ingin menikmati perjalanannya itu dengan santai bersama Canaria.


Senyum manis di bibir mereka berdua hadir ketika mobil itu terus melaju ke luar desa tempat kediaman Fritz dan Canaria berada.


Fritz mengendarai mobil itu dengan hati-hati dan Canaria menikmati perjalanan itu sambil melihat bunga-bunga sakura yang mekar di beberapa pinggir jalan kota dan desa di Kyoto.


Ketika berada di jalan bebas hambatan menuju ke Osaka.


Fritz melepaskan tangan kirinya di kemudi untuk menggenggam lembut tangan Canaria dan mengelus perut besarnya itu.


"Jika nanti kita di sana, kau tidak perlu sungkan meminta sesuatu kepadaku, Canaria." Kata Fritz sekilas melirik wajah cantik Canaria dengan senyum tipis manis bibirnya.


"Tapi sekarang di perutmu ada buah hati kita yang pastinya akan jauh lebih menginginkan sesuatu, seperti Ngidamu sebelum-sebelumnya. Jadi apapun yang ingin coba kau beli atau cicipi sebuah makanan, maka akan aku belikan, intinya kau jangan menahannya, aku tidak ingin mereka tidak senang dengan jalan-jalan ini sebelum mereka lahir ke keluarga kecil kita, Canaria." Kata Fritz yang sekilas melihat ke wajah Canaria dan jalan yang ada di depannya.


"Iyah-iyah, kalau aku mau sesuatu akan aku langsung bilang kepadamu." Jawab gemas Canaria.


Kemudian Fritz menaruh kembali tangan kirinya di atas kemudi dan perjalanan santai itu di teruskan.


Hingga mereka berdua pun berada di Osaka di hari siang sebelum menjelang sore lebih larut.


Fritz menyewa Hotel yang berbeda dari bulan madu pertama, dimana jauh lebih luas ruangannya dengan tempat tidur besar di kamar itu, serta ada dua kursi santai dan sofa panjang di dalamnya.


Fritz mengambil pesanan ruangan Hotel VIP dengan hampir semuanya seperti apartemen mewah yang ada shower, bedthub dan meja riasnya.


Tanpa ragu Fritz membayarnya dengan kartu ATM miliknya yang memiliki tabungan belum mengurangi uangnya secara signifikan yang ada di dalam tabungannya walau menyewa penginapan Hotel VIP selama hampir 1 bulan lamanya.


Canaria hanya menerima dan dirinya tidak menolak, karena takut Fritz marah dan pastinya akan timbul percikan perdebatan kecil, dimana Canaria sendiri sudah lelah dan pegal pinggangnya karena kehamilannya itu.


Ruang Hotel itu ada di lantai 15.


Ketika mereka di antar oleh pegawai hotel yang membawakan koper-koper milik Canaria, Canaria langsung masuk dan membaringkan tubuhnya secara terlentang di atas tempat tidur besar bersih dan pemandangan kaca di luarnya cukup bagus ke arah jalan kota.


Fritz menutup pintu kamar dan menguncirnya lalu menghampiri Canaria dan duduk si samping kirinya sambil mengelus perut Canaria yang menjulang tinggi itu ketika dirinya terlentang di atas tempat tidur untuk merilekskan pinggangnya yang pegal.

__ADS_1


"Sayangku pastinya kau pegal dan butuh istirahat yah." Kata Fritz sambil melihat ke wajah Canaria dan mengelus perutnya dengan tangan kirinya.


Canaria memiringkan tubuhnya ke arah kiri tepat Fritz berada, "Begitu lah, Sayang. Hummpp..."


Fritz ikut tidur menyamping ke arah Canaria berada dan mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan senyum di wajah mereka yang bahagia, "Kalau begitu kau istirahat saja dan aku akan menemanimu, Sayang." Kata Fritz yang mengelus wajah Canaria dan menyeka beberapa helai rambut bergelombang coklatnya yang ada di depan wajahnya.


"Maaf yah kalau akhir-akhir ini aku memang tidak seperti sebelumnya." Kata Canaria dengan santai dan balik memegang wajah tampan Fritz dengan tatapan matanya yang tajam itu.


"Sudah sewajarnya karena kau sedang mengandung benih diriku yang selama ini aku,,, Eh maksudnya kita nantikan bersama, Canaria Sayang." Kata Fritz yang perlahan mendekatkan dirinya ke arah tubuh Canaria.


Fritz pun memeluk Canaria di saat tengah tidur saling menyamping berhadapan itu dan mengecup kening penuh kasih sayang di dahi Canaria, 'Much... Kau pasti akan menjadi Ibu yang luar biasa bagi buah hatiku ini, Canaria."


Canaria merasa nyaman ketika di peluk dan cium oleh suami Vampirnya itu ketika dirinya harus melewati kehamilan besarnya yang akan beberapa bulan kedepan lamanya.


"Kira-kira mereka bagaimana yah, Fritz. Apakah mereka akan memiliki sifat seperti diriku atau kah lebih dirimu?" Tanya Canaria kepada Fritz dengan tatapan lembutnya.


"Entah lah, Sayang. Tetapi pastinya mereka akan tampan dan cantik seperti dirimu dan diriku." Tersenyum lebar Fritz dan mencubit lembut kedua pipi Canaria.


"Mengenai kelamin mereka, bagaimana kalau jangan kita ketahui dari hasil USG nantinya dan kita jadikan kejutan untuk kelahiran bahagia itu." Usul Canaria kepada Fritz dimana itu menjadi awal kenapa mereka berdua tidak ingin mengetahui jenis kelamin dari buah hati mereka.


"Boleh, itu adalah ide yang bagus, hal itu akan menjadi kejutan untuk kita berdua nantinya, Sayang." Fritz mendekap tubuh Canaria sambil kembali mencium keningnya.


Canaria memejamkan kedua matanya sambil menerima kasih sayang dekapan Fritz itu pada dirinya dan senyum bahagia hadir dalam dekapan hangat itu.


"Kau pasti akan menjadi Ayah yang baik untuk buah hati kita, Fritz." Kata Canaria dalam dekapan pelukan hangat Fritz itu.


Fritz mencium kembali kening Canaria dan pipi kanannya, "Much.. Muchh.. Kau juga akan menjadi Ibu yang baik untuk mereka berdua nantinya, Canaria. Seperti kau begitu menyayangi diriku dan sabar dengan sebelumnya aku lakukan kepadamu." Tatap lembut Fritz ke wajah Canaria yang ikut menatap wajah Fritz yang tampan itu.


"Kita akan buat keluarga ini bahagia seperti yang selalu kita rasakan, Fritz."


"iyah, Canaria, Pastinya."


Kemudian ciuman mesra di bibir mereka berdua kembali hadir menemani istirahat mereka di dalam hotel VIP mewah tersebut.


Fritz mencium mesra bibir Canaria sambil mengelus perut besarnya itu dalam posisi masih terbaring menyamping berhadapan, sementara Canaria memegang wajah Fritz dan menikmati ciuman mesra yang di berikan oleh suaminya tersebut.


Fritz membiarkan Canaria istirahat setelah ciuman mesra itu terjadi dan dirinya tidur di samping Canaria yang juga tengah tertidur mengistirahatkan tubuhnya karena dirinya butuh hal itu.


Dimana janin di dalam perut Canaria, Cayana dan Naidan menghisap juga darahnya dan membuat Canaria terkadang mengalami kurang darah.


Tidur adalah cara yang tepat untuk sejenak meregenerasi darah yang ada di dalam tubuhnya, dimana tentunya karena obat yang di berikan Aurora bekerja dalam situasi tidur itu juga.


Sebuah kenangan indah sebelum insiden mengerikan itu akan terceritakan di sini.


Huhuhuhu.... Penulis sedih....


*Maafkan aku Canaria*

__ADS_1



__ADS_2