
Book 19.
Sampai hari mulai memunculkan sinar matahari paginya di wilayah teritorial Warewolf.
Dante kembali berpakaian rapih dengan setelan jas abu-abunya seakan seperti tidak terjadi apa-apa di ruangan tersebut.
Sementara Elf itu menangis dengan berbaring miring ke arah kanan serta hanya di tutupi oleh selimut tebal di tubuhnya.
"Awal rencanaku semuanya gagal karena dirimu." Dante melirk ke arah kanan melihat Elf yang tengah menangis sesegukan itu dengan wajah tampannya serius bermata biru cerah berkelip.
"HIks..."
Dante kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya sejenak lalu berhenti di pertengahan untuk kembali melirik ke arah Elf itu.
"Kau masih beruntung bisa ada di sini, Lavia." Ucap Dante dengan Nama Lavia ke Elf tersebut dan dirinya pun melewati pintu kamarnya, meninggalkan elf itu sendirian di kamar yang hangat.
Dante merasa kesal kepada dirinya karena ada sesuatu yang harusnya bisa ia miliki dari Lavia, tetapi semuanya gagal karena dirinya.
Dirinya pun berjalan di lorong kastil miliknya yang dindingnya penuh warna putih dan biru cerah, dimana mahluk tersebut telah menunggunya di ruang tamu lantai bawah dan tengah duduk di sofa bludru panjang halus sambil meminum secangkir teh hangat.
Ketika Dante tengah menghampirinya, Mahluk itu melihatnya walau pandangan wajahnya tertutup tudung besar dari jubahnya berwarna Putih dan Emas.
"Apa sudah selesai dengan hal menjijikanmu itu lakukan?" Kata Mahluk misterius itu.
"Itu tidak lah menjijikan, melainkan kepuasan yang sangat di butuhkan oleh diriku ini, lagi pula aku tidak ingin menyia-nyiakan apa yang telah aku lakukan, walau tidak semuanya." Dante pun duduk di sofa panjang seberang dari Mahluk misterius itu berada dan mereka berdua saling melihat satu sama lain.
"Jangan menyentuhku dengan tubuh kotormu itu, sekarang mari kita bahas apa yang bisa kau lakukan setelah semua yang aku lakukan untukmu telah terlaksana." Kata Mahluk itu yang tidak terlihat apapun wajah atau ekspresinya dari dalam jubahnya.
"Ini sudah sesuai rencana dan kita akan mengambilnya secara perlahan, selama tidak ada yang mengganggu, itu tidak akan ada masalah dan sesuai rencana." Kata Dante tersenyum di bibirny dan merasa kalau rencananya sekarang masih berjalan mulus.
Kemudian kembali ke tempat Fritz berada di Kyoto Jepang.
Ketika semua anak-anaknya sudah tertidur, diskusi dengan 3 pengasuh dan 3 tamunya di laksanakan di ruang meja makan panjang yang besar dimana di atas mejanya sudah tersedia minuman dan cemilan dari yang di sediakan oleh Kate.
Prof Hanjiro yang berada di dekat bangku Fritz biasanya ia duduk di sisi kanannya tengah mengeluarkan sebuah Tabletnya dan ia sambungkan ke sebuah kabel di bawah meja makan itu dimana ada layar-layar yang mulai terbuka di masing-masing bawah tempat mereka semua duduk.
"Aku di sini akan membahas tentang sosok misterius yang aku temukan di wilayah teritorial bangsa Warewolf serta tentunya kita ucapkan selamat dahulu kepada Hanjiro dan Vassnorla yang akan menikah dalam waktu dekat ini." Prof Munakata menatap ke arah Hanjiro yang ada di hadapan dirinya duduk bersama Vassnorla di sampingnya.
__ADS_1
Semua yang hadir di situ pun memberi selamat kepada Hanjiro dan Vassnorla namun dengan tenang agar tidak membangunkan ketiga buah hati dari Fritz.
Termasuk Fritz sendiri yang senang rekannya yang dahulu memasukannya ke organisasi itu akhirnya menikah.
"Terima kasih semuanya." Hanjiro merasa senang dan dirinya melirik ke arah kanan dimana Calon istrinya tengah tertunduk malu.
"EHhh..."
Fritz melirik ke arah kanan dimana Hanjiro berada dan melihat pengasuh dari Naidan itu tengah berwajah malu-malu tertunduk.
"Selamat dan aku pastinya akan datang bersama 3 anak ku." Kata Fritz dengan senyum tipisnya.
Hanjiro melirik ke arah kiri tepat Fritz berada dan tersenyum bahagia, "Maaf yah, akhirnya pengasuhmu akan berkurang satu karena dia akan ikut aku, Fritz."
"Tidak apa, lagi pula Naidan dan yang lainnya sudah besar, masih ada dua yang tersisa untuk membantuku." Kata Fritz dengan perasaan tidak masalah kehilangan pengasuhnya, karena itu adalah keputusan hidup mereka dan Fritz tidak melarang semua itu.
Lagi pula anak-anaknya juga sudah tumbuh dan sudah di didik dengan baik.
Kemudian Prof Munakata melihat ke arah Kate dan Aurora yang duduk di deretan kursinya, "Kalian berdua kapan untuk menyusul dirinya?" Tanya Ramah Hanjiro kepada mereka berdua.
"Umur Vampir itu masih terbilang cukup muda dengan masalah pernikahan, aku juga tidak buru-buru untuk memiliki seorang anak." Kata Kate dengan perasaan santai dan memang dirinya tidak memusingkan masalah pernikahannya untuk saat ini.
Aurora menyandarkan kepalanya di atas meja sambil melihat ke arah kanan tepat Prof Munakata berada.
"Kami bangsa Elf juga demikian, dimana umur kami panjang dan yang pastinya harus kau tau adalah kalau aku masih lebih muda dari Fritz beberapa puluh tahun. Lagi pula aku masih ingin bersenang-senang di sini bersama mereka bertiga dan ingin memuaskan hasrat gemasku kepada mereka bertiga, dimana kalian tau kalau aku selalu berhadapan dengan obat dan juga aromanya. Sekarang gantinya dengan aroma bedak bayi dan kelembutan dari pipi-pipi mereka yang halus, huhuhuhu..." Wajah aneh terlihat di diri Aurora dimana dirinya entah kenapa tiba-tiba menjadi seperti itu ketika setelah sembuh dari insiden sebelumnya yang membuat parah tubuhnya.
Hanjiro tersenyum tipis melihat tingkah dari Aurora, "Sepertinya karena dirinya mabuk obat hingga jadi seperti itu sekarang."
Fritz dan semuanya tersenyum setelah mendengar apa yang di katakan oleh Hanjiro.
Lalu tidak lama suasana kembali hening dan Prof Hanjiro memulai menjelaskan dimana sudah ada Video yang siap di putar dengan sebuah layar datar kecil masing-masing mereka duduk mulai muncul dari dalam meja.
"Baiklah, kita mulai pembahasannya, dimana ini adalah Video mengenai yang tadi aku sebutkan." Hanjiro memutar Video tersebut dengan menyentuh Tabnya dan Video itu terputar.
Mereka semua pun menatap ke layar kecil datar itu dan melihat video yang sebelumnya Fritz lihat.
Kate dan Aurora melihat itu dengan wajah bingung, Fragetuel yang ada di samping kiri Cucunya itu juga merasa bingung.
__ADS_1
"Mahluk itu sudah seperti yang kita bahas sebelumnya kalau tidak dari kita yang memiliki ukuran setinggi itu." Kata Fragetuel.
Prof Munakata melihat dirinya, "Aku sudah banyak mencari informasi mengenai tubuh dan serta lainnya, tetapi tidak ada yang sama, kecuali yang kita bisa bilang saat ini kalau Devildra lah yang paling mendekati."
Hanjiro berwajah serius dan sejenak melirik ke arah Vassnorla, "Mahluk itu harus di segel dan dia adalah dalang utama setiap kejahatan di dunia ini yang paling bermasalah sampai bisa menimbulkan seluruh dunia geger dengan kehadirannya."
Fritz melihat video itu dan sedikit merasa kesal, "Kita pasti akan menyegelnya dan kali ini kita akan menyerang terlebih dahulu dari dirinya yang selalu ia lakukan."
Prof Munakata melihat ke arah Fritz, "Bantuanmu memang sangat di butuhkan di sini, Fritz. Karena kau adalah satu-satunya yang mungkin bisa melawannya dan kami semua hanya akan menjadi support, karena kau memiliki kelebihan di bandingkan semuanya, apalagi kau adalah darah Murni dari awal Clan yang pada akhirnya terbagi menjadi 7 Clan yang sekarang bersatu di bawahmu."
Hanjiro melihat Fritz dengan penuh tatapan serius, "Tapi untuk saat ini alat penyegel itu masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, jadi setelah nanti siap, maka kita akan langsung pergi." Katanya.
"Begitu rupanya, jadi belum ke tahap sempurna." Kata Fritz.
"Masih butuh waktu dan kita tidak ingin kecolongan untuk melapisinya nanti, intinya kita tengah mengembangkan segel untuk mengurung selamanya dengan bantuan banyak ilmuan terkemuka yang ada di pangkalan bawah laut pertemuan itu. " Kata Hanjiro.
Prof Munakata kemudian memperlihatkan sebuah gambar di tablet nya, tabung besar yang begitu tebal dan tinggi serta di sekelilingnya di lapisi semacam lapisan berlipat, "Aku juga melapisinya dengan alat keamanan lainnya dan aku juga ingin alat itu bisa terus di perbarui kondisinya tanpa harus membuka wadahnya nanti." Prof Munakata tersenyum.
Fragetuel melihat ke arah Prof Munakata, "Pemimpin Warewolf sudah tidak pernah datang ketika pertemuan pertama sebelumnya hingga sekarang, sepertinya dirinya memang sedang menutupi sesuatu dari wilayah Teritorialnya."
Prof Munakata menjentikan jari di kanannya hingga menimbulkan suara khasnya, "Nah, itu dia. Dante, nama dari pemimpin Warewolf tersebut belum pernah lagi datang setelah pertemuan pertamanya di gelar, walau wakilnya selalu hadir, namun pertemuan sebelumnya dan kebelakang sudah jarang sekali terlihat." Prof Munakata memperlihatkan wajah dari Dante yang tampan itu.
Fritz tidak terlalu peduli dan dirinya juga tidak mementingkan dirinya, karena musuh bebuyutan dari berabad-abad lalu selalu mereka hingga akhirnya beraliansi dengan keluarga Vanhelsing, namun karena kejadian itu, semuanya berubah dan sekarang 10 GodFather terbentuk kembali yang terisi beberapa bangsa serta perwakilan manusia dari setiap wilayah Asia, Eropa dan Timur Tengah.
Mereka sejenak berasumsi kalau memang ada yang aneh dan Prof Munakata akan menyeledikinya lebih lanjut untuk kedepannya.
Karena memang Dante dan mahluk misterius itu yang belum di ketahui identitasnya masih menjadi misteri dan dari pertemuan yang harusnya di hadiri itu, Dante juga tidak pernah hadir dan hanya sekali pertemuan.
Dante sendiri memang seperti Fritz dimana dirinya juga tidak peduli dengan bangsa lainnya dan termasuk memikirkan musuh bebuyutannya itu.
Maka itu dari mereka berdua sedikit terlihat kesamaan, namun Fritz yang masih memiliki rasa kesal kepada Devildra, tentu jelas dirinya harus ikut dalam pertemuan itu untuk mendapatkan informasi walau sekecil apapun, karena hal yang berharga dalam dirinya telah di renggut olehnya dan hal itu yang membuat hati Fritz berlubang tanpa dasar walau ada kelipan cahaya dari ketiga anak-anaknya yang membuatnya jauh lebih tenang dan bisa menjalani hidupnya sekarang.
Walau terkadang rasa sedih itu masih terputar dalam pikirannya, apalagi di saat menjelang peringatan hari kelahiran ketiga buah hatinya dengan bersamaan dengan kematian Canaria.
Itu membuat Fritz selalu di rundung kesedihan sebelum harinya tiba.
__ADS_1