( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-12: ( F-B ) Menikmati dunia laut bersama.


__ADS_3

Book 3-12


Setelah istirahat beberapa hari itu, dengan sebuah kehangatan yang terjadi di dalam kamar Hotel tersebut layaknya Fritz dan Canaria yang sedang berbulan madu berdua walau seperti yang terlihat dimana perut buncit Canaria menandakan dirinya sedang hamil besar.


Namun tidak mengurangi kehangatan itu, akan tetapi karena hal tersebut membuat mereka semakin romantis dengan Fritz begitu perhatian lebih kepada Canaria.


Sampai di dalam kamarnya itu terdapat banyak boneka dan pakaian yang di beli oleh Canaria selama berjalan-jalan di Osaka.


Kemudian pagi yang cerah di musim semi.


Fritz mengajak Canaria untuk kembali pergi ke Akuarium Osaka untuk melihat-lihat banyaknya berbagai jenis ikan dan juga pertunjukan lumba-lumbanya.


Fritz yang sudah berpakaian setelan jas dengan tampan menunggu Canaria yang tengah merapikan beberapa barang di dalam tas kecilnya yang ia akan bawa di meja rias.


"Apa kau sudah siap, Sayang?' Tanya Fritz.


Canaria perlahan beranjak dari kursi meja rias itu dengan gaun hamil merah muda cerah  tanpa lengan seperti biasanya ia pakai dengan rok di atas lutut.


Dimana dirinya sangat cantik terlihat oleh Fritz.


Fritz menyodorkan lengan kirinya untuk di genggam oleh Canaria dan Canaria menggandeng lengan kiri Fritz untuknya.


Sebelum keluar dari kamar hotel itu, Fritz dan Canaria saling menatap, dimana terlihat jelas sekali tinggi mereka sangat bereda jauh.


"Kau sangat cantik, Sayang. Selalu cantik di mataku." Puji Fritz dengan senyum tipisnya.


"Kau juga selalu tampan dimataku, Calon Papah dari bayiku." Puji balik Canaria dengan senyum manisnya di bibirnya yang mungil itu.


Fritz mencium kening dan bibir Canaria sebelum pergi, "Much.. Muchh... Kau adalah ratuku untuk anak-anakku, Sayang."


Canaria merasakan kasih sayang di setiap ciuman yang di berikan oleh Fritz dan kemudian mereka pun keluar dri kamar hotel tersebut untuk menuju ke luar Hotel dan menyewa taksi menuju ke Akuarium Osaka.


Sepanjang jalan hingga keluar dari Hotel itu, Fritz sering sekali melirik-lirik ke wajah Canaria yang cantik dengan gaun merah muda cerahnya, sampai ketika di tempat sepi seperti di lift untuk mereka turun, dirinya terkadang mencium kepala Canaria dan mengelus perut buncitnya itu.


Bahkan ketika sudah berada di dalam taksi yang Fritz berhentikan, dimana Fritz duduk di samping kiri Canaria, telapak tangan Fritz selalu menapak di perut Canaria dan mengelus-elus lembut dengan tangannya itu.


Canaria pun sampai senyum-senyum sendiri dan ikut menapak di atas tangan Fritz sambil ikut mengelus perut besarnya yang di dalamnya ada buah hati cinta mereka.


Lalu ketika sampai di Akuarium Osaka itu.


Terlihat tidak banyak pengunjung yang datang dari luar dan langit menuju siang sedikit mendung.


Fritz dan Canaria masuk dengan akses khusus yang sudah di pesan oleh Fritz jauh hari sebelum mereka datang ke Akuarium besar tersebut.


Fritz melangkahkan kedua kakinya dengan langkah pendek untuk mengikuti langkah kaki Canaria yang dimana perutnya itu sedikit membuatnya berjalan jadi lebih lambat dari sebelumnya.

__ADS_1


Beberapa pengunjung lainnya melewati mereka berdua yang tengah melihat-lihat santai pemandangan ikan dari akuarium besar tersebut.


Canaria tidak lepas genggaman di lengan kiri Fritz dengan selalu senyum ketika melihat keindahan hewan-hewan air yang berenang di dalam akuarium tersebut, sampai ada kura-kura, pinguin, Ikan Pari dan banyak ikan sepesies laut lainnya yang tersajikan di Akuarium di Osaka tersebut.


Kemudian sebelum pertunjukan lumba-lumba itu di mulai dan mereka berdua sedang melihat pinguin, Fritz bertanya kepada Canaria yang sudah memegang perutnya dengan tangan kirinya dan mengelus-elusnya.


"Apa kau kelelahan, Sayang?' Tanya lembut Fritz ketika berada di depan kaca yang memisahkan antara mereka dan pinguin di dalam akuarium tersebut.


"Sedikit, tetapi beberapa kali aku merasakan seperti perutku berdenyut di beberapa sisi dan mungkin karena mereka sudah mulai aktif di dalam perutku." Jawab Canaria sambil menundukan pandangannya ke arah perutnya dan masih mengelus lembut dengan tangan kirinya.


Fritz kemudian berlutut di hadapan Canaria dan melepaskan gandengan di tangannya itu sambil menempelkan telinganya di perut Canaria yang tertutupi gaun Merah muda cerahnya, "Coba aku ingin dengar dan rasakan." Kata Fritz di saat itu juga.


Canaria merasa malu sampai dirinya melirik-lirik ke arah lain, dimana memang pengunjungnya belum banyak berlalu lalang di tempat ketika Fritz dan Canaria berada.


"Fritz, jangan di sini, nanti kalau ada pengunjung lainnya aku malu." Kata Canaria menunduk melihat wajah Fritz dan mengelus kepalanya yang tengah mendekat ke perut besaranya itu sambil di elus-elus.


"Biarkan saja, lagi pula dalam perut ini adalah bayiku, bukan bayi mereka." Jawab santai Fritz sambil merasakan gerakan atau denyutan perut dari istrinya itu.


Kemudian beberapa kali Fritz merasakan denyutan kecil dan juga gerakan yang jauh lebih terasa di bandingkan sebelumnya.


Canaria pun merasakannya ketika perutnya itu di tekan sedikit oleh Kepala Fritz, "Apa baruan kau merasakannya, Sayang. Gerakannya semakin lebih terasa."


Fritz tersenyum lebar dan mengelus perut Canaria, "Sepertinya mereka juga senang kah di ajak jalan-jalan dengan Mamah mereka yang juga selalu tersenyum."


"Aku benar-benar sayang padamu, Canaria." Kata Fritz dalam pelukan dekapan dan mengelus kepala belakang Canaria.


Canaria merasa malu di peluk dekap oleh Fritz dan di lihat oleh pengunjung berpasangan itu, tetapi dirinya merasa nyaman di peluk dan begitu hangat.


"A-Aku juga sangat sayang, padamu Fritz." Jawab gerogi Canaria.


pelukan itu pun di lepas oleh Fritz, "Sekarang mari kita ke tempat pertunjukan lumba-lumbanya, aku yakin mereka juga akan sangat senang."


Canaria mengangguk dengan senyum bahagia di wajahnya terlihat dengan melihat wajah Fritz yang begitu tampan dengan setelan jas hitamnya.


Mereka berdua pun kembali bergandeng tangan dan Canaria sedikit lebih erat menggenggam lengan kiri Fritz, karena dirinya selalu membuat senyum hadir di bibir Canaria ketika masa kehamilan besarnya itu yang benar-benar sangat menguras tenaga dan pikiran.


Fritz dengan hati-hati menuntun Canaria ke tempat pertunjukan lumba-lumba itu yang di bagian luar gedung Akuarium tersebut di lantai atas.


Canaria dan Fritz dengan hati-hati menyusuri tempat duduk yang sudah terisi beberapa pengunjung lainnya yang sudah duduk di tempat tersebut.


Fritz mengambil bangku paling tengah agar tidak terlalu banyak lalu-lalang penonton lainnya yang masuk setelah bangku di sisi Canaria penuh.


Tentu dirinya untuk melindungi perut Canaria yang besar itu.


Setelah mereka berdua duduk di bangku penonton dan ada pengunguman akan di mulai pertunjukan lumba-lumba itu.

__ADS_1


Canaria merasa tidak sabar sampai senyumannya terus hadir, sampai terfokus ke arah depan dimana ada kolam air jernih serta instruktur lumba-lumba dari pekerja Akuarium itu hadir, Fritz merasa senang bisa mengajak Canaria kembali ke tempat itu yang kali ini bisa melihat pertunjukan lumba-lumba di musim semi dan kondisinya cukup hangat.


Lalu pertunjukan itu pun di mulai.


Canaria dengan senyumannya melihat instruktur serta lumba-lumbanya yang pintar menuruti perintahnya terus membuatnya takjub dengan beberapa kali terdengar tepuk tangan dari penonton lainnya yang juga ikut takjub dengan pertunjukan lumba-lumba itu.


Instruktur itu berlari di sisi kolam itu dan memerintahkan dengan kedua tangannya untuk lumba-lumba itu beratraksi dengan sempurna.


Kemudian ketika dapat semburan dari lumba-lumba ke penonton tersebut sebagai bagian pertunjukan, Fritz melepaskan setelan jasnya dan menutupi kepala Canaria walau masih ada cipratan air dari semburan lumba-lumba itu di gaunnya, namun Canaria sampai tertawa dan Fritz ikut bahagia melihat istrinya yang sedang hamil buah hati cinta mereka itu tertawa bahagia.


Kemudian Fritz menaruh setelan jasnya di pangkuan kakinya dan tangan kanannya menggenggam tangan kiri Canaria dimana mereka saling menggenggam satu sama lain sambil melihat pertunjukan itu yang masih berlangsung.


Sampai pertunjukan selesai dan beberapa pengunjung terlebih dahulu pergi.


Fritz dan Canaria menunggu pengunjung lainnya keluar, karena cukup lumayan banyak dan pastinya Fritz juga tidak mau Canaria nantinya berdesakan di antara penonton lainnya dengan perutnya yang besar itu.


Maka itu sejenak mereka duduk dan memang Fritz merencakan sesuatu untuk Canaria setelah pertunjukan itu selesai.


"Apa kau senang, Canaria?" Tanya Fritz kepada Canaria di kanannya.


"Aku sangat senang dan merasa terhibur, Fritz. Sungguh aku berterima kasih kau mengajakku lagi ke tempat ini dengan melihat pertunjukan lumba-lumbanya yang begitu pintar dan cerdas mengikuti setiap istrukturnya atau pelatihnya memberi perintah untuk mereka." Jawab senang Canaria dengan kedua tangan mereka saling menggenggam di tempat duduk mereka itu.


"Mereka benar-benar hewan yang pintar bukan? Apa kau ingin bermain dengan mereka?" Tanya Fritz kepada Canaria.


"Aku ingin dan bahkan jika berkenan, aku ingin memeluk Dolpine yang katanya sepasang itu, seperti kita. Karena dari dulu memang aku ada keinginan untuk berenang dengan lumba-lumba." Tatap dengan wajah penuh rasa senang Canaria ke wajah Fritz yang juga tampan itu tengah tersenyum ke arahnya.


"Kalau begitu, bagaimana nanti setelah pertunjukan ini, mari kita ke luar dari jalan lainnya selain yang di lalui para penonton itu." Kata Fritz yang membuat bingung Canaria.


"Jalan lain? Bukan kah hanya ada jalan keluar yang tersedia?' Tanya bingung Canaria.


Kemudian tiba-tiba seorang instruktur perempuan bertopi dengan seragam berwarna putih dan kuningnya muncul dan melambaikan tangannya ke arah Fritz.


Canaria melihat instruktur itu dan juga melihat Fritz yang mengangkat tangan kirinya.


Fritz ketika itu memberikan kejutan yang sudah jauh hari ia rencanakan untuk istrinya yang tengah mengandung buah hati berharganya agar lebih dan lebih senang dalam menjalani kehamilan yang begitu panjang itu.


Semua itu Fritz lakukan untuk sosok Ratu cintanya yang begitu sabar dan kuat membawa buah hati mereka kemanapun mereka pergi di dalam perutnya itu.


Karena Fritz terkadang benar-benar begitu ingin membantu meringankan beban kehamilan Canaria, tetapi hanya bagian luarnya saja yang bisa ia perbuat, namun bagian dalamnya itu dari diri Canaria sendiri dan karena itu Fritz ingin membuat Canaria lebih bahagia di dalam dirinya dengan bagian luarnya yang di buat oleh Fritz.


Dimana tentunya itu akan mengalir juga ke dalam janin di dalam perutnya yang berharga untuk dirinya dan juga Canaria sendiri.


Canaria benar-benar bingung dan menantikan apa yang akan di lakukan oleh Fritz saat itu.


__ADS_1


__ADS_2