( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-14: ( F-B ) Bermain dengan lumba-lumba dan Kehangatan.


__ADS_3

Book 14


Saat itu lah Canaria dan Fritz mendekati kolam yang dimana sudah ada dua lumba-lumba berpasangan menunggu mereka.


Detak jantung Canaria berdegup kencang dan rasanya tidak menyangka bahwa dirinya akan berenang dengan lumba-lumba, seperti yang hanya dia bisa bayangkan di pikirannya.


Fritz menuntup hati-hati Canaria ke kolam yang datar dengan menuruni tangga di dasarnya, semakin ke kolam besar itu, semakin dalam pula terasa.


Canaria perlahan merasakan bagian tubuh bawahnya mulau terendam air yang tidak terlalu dingin dan tidak juga terlalu hangat di tuntun oleh Fritz.


Sampai pada dimana air itu hampir sedada Canaria dan Fritz benar-benar menjaga Canaria, "Bagus sayang."


Canaria tersenyum.


Kemudian instruktur lumba-lumba tersebut memberikan perintah dan kedua lumba-lumba itu menghampiri Fritz dan Canaria.


Mereka berenang sambil memutari tubuh Canaria dan Fritz lalu megeluarkan suaranya.


Canaria merasakan bagian bawahnya tersentuh oleh lumba-lumba yang sedang mengitarinya itu, "Kyaahh.. Fritz..."


Fritz tersenyum, "Tidak apa, mereka tidak akan menggigitmu, Sayang. Sekarang kita perlahan ke paling dalam dan berpegangan lah kepadaku, Sayang."


Canaria menuruti perkataan Fritz dan jauh lebih dalam di dalam kolam itu agar lumba-lumbanya bisa leluasa bergerak, sampai kedua kaki mereka tidak menyentuh dasar kolam tersebut.


Canaria menggerakan kedua kakinya dimana lumba-lumba itu tengah berada di dalam kolam dalam tersebut.


Lalu ada satu lumba-lumba yang mendekati perut Canaria yang besar itu dengan moncong bibirnya dan di rasakan oleh Canaria sendiri, "Fritz... Ada yang menyentuh perutku..."


"Tidak apa, kau bebas berenang dengan mereka, Sayang." Kata Fritz yang mulai melepas tangan Canaria agar dirinya berenang bersama lumba-lumba itu.


Canaria melihat kedua lumba-lumba kembali mengintari dirinya dengan isntruksi dari instruktur perempuan itu yang berada di sisi kolam.


Fritz merekam kejadian itu dengan kamera kecilnya yang sudah di beri pelindung anti air.


Lumba-lumba itu melompat ke atas secara bersamaan dan membuat cipratan air besar dimana kepala Canaria akhirnya basah.


Canaria terlihat mulai menikmati dan dirinya memberanikan diri untuk berenang bersama lumba-lumba itu dengan Fritz juga mengikutinya.


Kemudian Fritz menyuruh Canaria menepi sejenak dimana instrukturnya akan membuat permainan dengan lumba-lumba itu.


Canaria di berikan kacamata renang oleh instruktur tersebut dan salah satu lumba-lumba yang di katakan betina mendekati tubuh Canaria di sisi kirinya.


Instruktur itu menyuruh Canaria merabah tubuh besar lumba-lumba betina yang ada di sampingnya itu dan menggenggam sirip atasnya dan berpegangan kepadanya.


Kemudian lumba-lumba berina itu menarik tubuh Canaria tanpa harus dirinya menggerakan kedua kakinya.


Tubuh Canaria di bawa jalan-jalan di dalam kolam itu oleh lumba-lumba betina tersebut dan Fritz menrekamnya dengan ikut berenang dengan kekuatannya dimana lumba-lumba pria mengikuti Fritz di sampingnya kanannya.


Canaria merasakan seperti berselancar di dalam air dengan lumba-lumba yang begitu cerdas membawanya berkeliling kolam itu dan sesekali berada di permukaan air untuk Canaria dan dirinya mengambil napas.

__ADS_1


Karena lumba-lumba itu juga membutuhkan udara untuk bernapas dan menyemburkan air dari atas belakang kepalanya.


Canaria benar-benar seakan seperti mimpi bisa berenang bersama lumba-lumba di dalam air dengan sesekali masuk ke dalam kolam dan juga berenang di permukaan.


Instruktur itu memberikan perintah untuk menepi dan lumba-lumba itu menepi.


Canaria melepaskannya dan mengelus lumba-lumba itu yang benar-benar jinak karena sudah di latih.


Tubuhnya benar-benar segar ketika tadi berenang dengan lumba-lumba sampai dalam ke kolam renang tersebut.


Fritz pun ikut menepi dan mengelus lumba-lumba laki-laki di samping kirinya dan lumba-lumba itu merespon elusan dari Fritz.


Karena Fritz bukan manusia biasa, melainkan Vampir.


Kemudian Canaria duduk di tepi kolam bersama Fritz dan kedua lumba-lumba itu mengangkat bagian atas wajahnya sampai bisa di peluk oleh mereka dan instruktur itu merekam kejadian tersebut dengan kamera milik Fritz yang sengaja di berikan olehnya untuk merekam momen indah tersebut.


Canaria lagi-lagi tidak menyangka bisa memeluk lumba-lumba tersebut dengan pelukan hangat dan terkadang lumba-lumba itu mendekati perut besar Canaria yang seakan tau ada yang hidup di dalam perut Canaria.


Kemudian isntruktur itu juga menyuruh kedua lumba-lumba tersebut mencium kedua pipi Canaria dan di rekam oleh dirinya.


Canaria mendapatkan ciuman dari kedua lumba-lumba yang jinak dan cerdas tersebut hingga membuat dirinya sedikit ada persaan takut, namun senang.


Hingga permainan bersama lumba-lumba itu selesai dan lumba-lumba itu di biarkan berenang di kolam tersebut dengan instrukturnya istirahat.


Ketika itu Fritz dan Canaria tengah berenang di tengah kolam dengan masih mengenakan kacamata renang sambil berhadapan dengan kedua rambut mereka basah.


"Aku sangat senang, sungguh sangat senang Fritz. Ternyata seperti ini rasanya berenang dengan lumba-lumba, apalagi mendapatkan ciuman dari mereka." Kata Canaria dengan senyum menyeringai penuh kebahagiaan.


Kemudian Fritz memegang kedua pipi Canaria dan mencium bibir mungil Canaria dengan memasukan lidahnya ke dalam mulut Canaria.


Canaria memejamkan perlahan kedua matanya dan menikmati ciuman mesra itu sambil merasakan lidah Fritz berada di dalam mulutnya yang juga ia mainkan dengan lidahnya di dalam mulutnya.


Instruktur perempuan itu merasa iri melihat kemesraan dari Fritz yang tampan dan Canaria juga sebagai istrinya yang begitu cantik walau tengah hamil besar.


Ciuman mesra itu cukup lama terjadi dan Fritz benar-benar menikmati ciuman hangat di tengah kolam tersebut dengan lumba-lumba yang sesekali muncul dan menyemburkan air dari atas tubuhnya hingga mengenai mereka berdua.


"Muchh.. Hmm.. Muchh..."


Tentu hal itu membuat hasrat Fritz dan Canaria naik, lalu Fritz tidak ingin hal itu tehadi dan memilih melepaskan ciuman mesra itu sambil membawa Canaria kembali ke dalam ruangan ganti dimana hari saat itu sudah mulai sore.


Fritz menuntun Canaria dengan perlahan keluar kolam itu dimana wajah Canaria memerah dan begitu bahagia.


Ketika pintu ruang ganti itu di tutup.


Fritz menyuruh Canaria menghadap tembok dan dirinya melancarkan hubungan itu dalam posisi di belakang Canaria yang sedang beridiri menghadap tembok.


Tanpa ragu Fritz menyikap pakian bawah renang Canaria yang minim itu dan kehangatan itu pun terjadi.


"Uhhh... Fritz..." Canaria meringis bisik dan mencoba menahan suaranya agar tidak terdengar dengan apa yang sedang di lakukan oleh suaminya itu.

__ADS_1


Fritz memeluk tubuh Canaria dari belakang sambil mengelus perutnya yang besar itu dan berbisik di bagian sisi kiri telinga Canaria, "Sebentar saja, Canaria. Tahan lah suaramu." Kata Fritz.


Canaria mengangguk dengan tatapan matanya setengah terbuka karena menikmati kehangatan itu setelah berenang bersama lumba-lumba, " Uhh... Mnnn... Fritz..."


Canaria merabah sisi loker dan mencengkramnya untuk menahan suara dan hasratnya yang memuncak.


Fritz memegang pinggang Canaria dengan erat dan kemudian kehangatan itu terasa di dalam diri Canaria sampai dirinya tertunduk dan ikut mengeluarkan kehangatannya sambil menahan suaranya, "Hmmmm.... Ahhh... Fritz... Aku keluar..."


"Aku juga sayang, tapi sekali lagi saja, setelah itu kita akan lanjutkan di kamar Hotel." Kata Fritz yang belum ingin mengakhiri kehangata itu.


Fritz menyuruh Canaria untuk menghadap ke arahnya dan kedua kakinya di angkat oleh Fritz sampai Canaria tidak menyentuh lantai ruang ganti itu.


Canaria berpegangan di pundak Fritz sambil menaruh dahinya di atas dada kirinya, 'Haaahh... Fritz... Posisi seperti ini membuat aku merasakan kau lebih dalam, Ahhhh... Hahhh..."


Fritz memutari tubuh Canaria agar bersandar di dinding di saat dirinya menggendong tubuh Canaria dengan posisi menghadap ke arahnya langsung sampai bisa merasakan perut besarnya itu di otot-otot perut milik Fritz..


Canaria hanya pasrah dan tidak bisa banyak bergerak dalam posisi itu, kecuali melihat wajah tampan Fritz yang juga bibirnya di cium-cium mesra olehnya.


Fritz dalam posisi Canaria itu seperti memang membuatnya seakan lebih dalam dan bisa lebih merasakan dimana buah hatinya berada di dalam perut Canaria.


Canaria sendiri merasakan hal itu dan seakan sentuhan-sentuhan itu seperti ingin membuka tempat buah hatinya.


"Fritz... Sudahi... Uhhh... Aku merasakan kau benar-benar ingin masuk jauh lebih dalam dan aku takut... Uhhh..." Kata Canaria yang khawatir dengan keadaan buah hatinya di saat permainan di posisi itu terjadi.


Kemudian Fritz mengangguk dan dirinya mencium bibir Canaria bersamaan dengan kehangatan itu kembali di kelaurkan oleh Fritz di dalam Canaria.


Canaria memeluk tubuh Fritz dan memejamkan kedua matanya, menikmati masa puncak itu bersama-sama.


Sampai permainan itu berakhir dan Fritz menurunkan satu kanan Canaria dan di lanjutkan kaki kirinya sambil menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


Canaria kemudian jatuh ke pelukan Fritz dengan sebuah ****** ***** mereka jatuh di lantai dan membuat pakaian renang bawah Canaria ternodai.


Fritz memeluk hangat tubuh Canaria itu yang juga menikmati permainan hangatnya walau dalam jeda singkat.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau pada akhirnya aku tidak bisa menahan hasrat ini ketika melihat dirimu tengah memakai pakaian renang yang minim itu, Sayangku." Kata Fritz mendekap hangat tubuh Canaria dan mengelus punggungnya.


Canaria merasakan detak jantung Fritz yang berdegup kencang dengan dirinya tengah menyandarkan kepalanya menyamping ke arah kiri Fritz dalam pelukan itu dengan senyum manis di wajahnya hadir, "Tidak apa jika kau ingin mengeluarkannya, Sayang. Asalkan jangan kepada perempuan lain, cukup diriku saja."


Fritz tersenyum lebar dan dirinya mengecup atas kepala Canaria sambil mengelusnya, "Tentunya aku akan mengeluarkannya hanya pada dirimu, Canaria. Karena kau adalah perempuan yang paling aku sayangi dan aku banggakan dengan sifatmu yang lembut serta selalu memahami kondisiku, kau adalah berlian berharga bagiku seumur hidupku yang panjang ini, tidak ada yang bisa menggantikanmu setelah semua ini aku jalani, Sayang."


Fritz benar-benar sangat menyayangi Canaria dan ucapannya itu sudah ia yakinkan dalam hatinya kalau hanya Canaria yang boleh di berikan kasih sayang sepesial itu, apalagi hampir selama hidup bersama dengan Canaria itu, Fritz tidak pernah mendapatkan konflik besar, karena Canaria seakan benar-benar memahami jika dirinya ingin menjalani kehidupan barunya dengan penuh kenyamanan sebagai keluarga dan tentunya tidak ingin keluarganya yang di bangun sama seperti yang di alaminya dahulu.


Fritz melihat itu dan pada akhirnya dirinya juga tidak bisa marah kepada Canaria, karena setiap melihat wajahnya, Fritz seakan begitu tenang walau dalam kehamilannya sekarang membuat moodnya terkadang berubah-ubah, tetapi Canaria sendiri mencoba meredam ego emosinya itu dan Fritz memahaminya.


Apalagi Fritz juga melihat kalau perut Canaria sekarang terisi buah hati dari benih cinta tulus mereka yang juga selama ini dirinya inginkan.


Hal itu juga yang membuat Fritz harus lebih sabar dan memahami mood Canaria sampai buah hati mereka lahir.


__ADS_1


__ADS_2