
3-2
Setelah ketiga buah hati Fritz selesai makan bersama dengan pengasuhnya, Fritz mengecup kening mereka secara bergantian sebelum pengasuh mereka membawanya untuk ke ruang tempat tidur yang ada di kastil tersebut di lantai dua.
Fritz melihat anak-anaknya di bawa oleh Kate, Aurora dan Vassnorla untuk sejenak istirahat setelah makan dan menjelang tidur, dimana mereka di ajari beberapa hal nantinya di ruangan mereka bertiga tidur bersama di ruangan yang cukup luas itu.
Fritz kembali ke ruang kerjanya dengan kondisi masih seperti sebelum dirinya tinggal untuk makan malam bersama ketiga buah hatinya.
Kemudian tepat di tempat penelitian rahasia kota Kyoto yang tersembunyi di bawah bukit.
Sebuah ruangan putih dengan cahaya terang menyinari ruangan futuristik dengan meja komputer di hadapannya, dimana itu adalah tempat Prof Munakata berada.
Saat itu ada Hanjiro, sang ditektif dengan rambut panjang putih, pakaian setelan jas abu-abu serta topi fedoranya seperti ciri khasnya dirinya yang sedang duduk santai menghadap belakang di bangku beroda dekat posisi kiri Prof Munakata sedang mengetik di meja komputernya.
"Pada Akhirnya aliansi Godfather kembali di bentuk dengan Madam Rose sebagai ketua utamanya dengan perlindungan Archon Team yang baru dan berdiri di jepang ini." Kata Hanjiro melirik ke arah Munakata yang sedang terfokuskan pandangannya kepada komputer di depannya.
Sebuah kopi susu hangat tersedia di dekat posisi kiri keyboard Munakata tengah mengetik dan dirinya sejenak meminum kopi susu tersebut lalu bersandar santai sejenak di sadaran kursinya sambil mencoba berbincang.
"Setelah pertempuran besar itu, pada awalnya yang mereka incar hanyalah keturunan dari Fritz untuk membunuhnya, tetapi karena berita itu tersebar dan membuat kegaduhan, akhirnya hal ini menjadi meluas." Kata Prof Munakata santai sambil meminum kopi susu hangatnya di tangan kirinya.
"Aku tau itu, tetapi kenapa perwakilan dari Manusia harus aku yang di tunjuk, padahal ada Kagemaru yang terbilang sebagai ilmuan gila yang bisa menghapus keberadaan apapun dengan kekuatan molekulnya, bahkan dirinya sampai bisa terbang karena menggabungkan teknologi dan tubuhnya di kaki sampai bisa dengan santai terbang hingga bisa keluar angkasa." Hanjiro terpejam dan dirinya seakan tidak pantas menjadi perwakilan dari Manusia dalam 10 Godfather itu.
"Fritz menjadi wakil para Vampir dan kau cukup dekat dengannya." Lirik Prof Munakata ke arah kirinya melihat wajah Hanjiro yang tidak puas dengan keputusan itu hingga sekarang.
"Dia itu sekarang benar-benar bukan seperti yang dulu. Setelah kehilangan sosok yang ia cintai, kekuatannya hampir benar-benar bisa di sebut sebagai Over Power." Hanjiro bersandar di kursinya hingga berdandar di meja itu dan kepalanya ia dangakan ke atas sambil melihat langit-langit dan cahaya lampu di ruangan sejuk dimana dirinya tengah berada bersama Munakata.
"Sebuah keuntungan besar jika kita memiliki kekuatan besar seperti Fritz, lagi pula seperti yang di ceritakan oleh rekan Kate yang kau tau dirinya sekarang mengasuh anak-anaknya itu, dimana akan terlahir anak dari clan Chamtalion yang sedikit bisa membangkitkan monster di dalam dirinya, dimana itu yang terjadi kepada Fritz, dimana darah murni itu akan terus mengalirkan generasi kekuatan itu walau hanya yang terpilih lah yang bisa memakainya." Kata Prof Munakata sambil mengingat kisah sebelumnya yang di ceritakan oleh wakil ketua clan mereka dengan sejarah masa lalu.
"Akan tetapi menurut cerita juga, kalau belum pernah ada yang bisa mengendalikan kekuatan itu, hanya generasi pertama Vampir atau bisa di bilang buyut atau nenek moyang pertama dari Clan Chamtalion yang berhasil menguasainya, setelah itu banyak yang malah mendapat tekanan hingga akhirnya lepas kendali dan mengakhiri hidupnya." Hanjiro kembali melirik ke arah kirinya melihat wajah santai Munakata yang masih memegang cangkir kopi susu di tangan kirinya..
"Sudah 3 tahun setelah kejadian itu dan Fritz masih hidup hingga sekarang, kemungkinan lagi-lagi sosok yang ia cintai itu memang sangat berperan penting dalam dirinya, hingga sampai ke tahap ini. Kekuatan tersembunyi dalam dirinya benar-benar setara 3 dewa bermuda yang salah satunya masih terus menghantui kejahatan manusia di dunia ini." Prof Munakata balik melirik serius ke arah Hanjiro dengan wajah tampan dan rambut panjang putih belah tengahnya.
__ADS_1
"Sepertinya memang orang yang tulus mencintai dan di cintai sangat berbeda dengan orang yang hanya ingin di cintai." Tersenyum tipis Hanjiro.
"Kau mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana menjadi seorang perempuan tangguh seperti sosok yang di miliki oleh Fritz itu, dimana dirinya harus mengandung selama hampir 2 tahun dengan perut yang besar, kemudian dirinya juga melahirkan dengan penuh tekanan ketika terjadi perang besar di wilayah negara kecil itu yang hampir musnah." Hanjiro menaruh secangkir kopi susu hangatnya kembali di atas meja dan pandangannya kembali ke arah layar komputer di depannya.
"Ketika Rominai mengandung di usia kandungan cukup besar itu, aku memang sempat ikut dalam percakan santai ketika kita berkumpul saat itu, dimana dirinya berkata kalau kehamilannya itu membuatnya sulit bernapas di beberapa waktu, kemudian pinggang terkadang terasa sakit dan cepat lelah, padahal dirinya hanya mengandung satu bayi yang sekarang sudah berumur 5 tahun." Kata Hanjiro mengingat sejenak pertemuan santai antar anggota dahulu sekedar berbincang hangat di ruang penelitian itu sebelum terjadi penyerangan itu.
"Kita berdua tidak bisa langsung merasakan bagaimana tidak enaknya hamil layaknya perempuan, apalagi dengan perut besar selama 2 tahun, aku yang sebagai ilmuan yang memegang bobot seperti berat bayi saja kalau di bawa setiap hari kemana pun pastinya merasa pegal, bahkan sakit, bagaimana dengan dirinya yang dua tahun itu membawa dua mahluk hidup di perutnya, aku benar-benar tidak menyangka kalau perempuan itu benar-benar sangat sabar sekali melaluinya." Prof Munakata tertunduk dan tersenyum tipis dengan mengagumi kehebatan dari Canaria.
Dimana sebenarnya Canaria adalah sosok perempuan yang kuat walau hidupnya harus tersokong obat-obatan untuk menunjang kesehariannya.
"Fritz memang sangat beruntung, dimana seakan itu seperti takdir dirinya bertemu sosok perempuan itu hingga akhirnya memberikan keturunan yang luar biasa juga kekuatan yang bisa di bilang tidak ada lagi yang menandingi dirinya dari segi kecepatan dan kekuatan." Hanjiro tersenyum.
Munakata kemudian mengetik keyboard di hadapannya kembali untuk menutaskan penelitiannya sambil berbincang pada Hanjiro.
"Kedua anak Fritz memang memiliki kekuatan seperti dirinya, walau memang tidak terlalu sempurna, karena kedua dari anaknya itu tentu juga mewarisi DNA dari Ibunya yang telah tiada, tetapi karena bergabung dengan DNA Vampir keturunan murni, tetap saja mereka tidak bisa di bilang sebagai anak yang lemah." Kata Munakata yang mengetahui kekurangan masing-masing dari ketiga anaknya Fritz yang masih terus tumbuh dan terus di periksa keadaanya bersama Aurora.
Hanjiro memejamkan kedua matanya dan ekspresin wajahya terlihat kesal.
"Tapi kenapa aku yang harus menjadi perwakilan manusia... Ahhrrkk... Kesal sekali diriku."
"Kedua orang itu benar-benar gila dengan hal teknologi dan sains, untung saja mereka di luar dari sistem pemerintaha dunia manusia dan di lindungi dalam organisasi ini, kalau tidak, mereka pasti akan di jadikan buruan dunia dengan pengetahuan mereka." Lagi-lagi Hanjiro bersandar santai dan mendangakan kepalanya ke atas sambil melihat langit-langit ruangan serba putih itu dengan suasana cukup sunyi dan sejuk.
Munakata melirik ke arah Hanjiro sekilas dimana sebenarnya dirinya mengetahui Hanjiro sebenarnya lebih hebar dari keduanya, namun dirinya yang santai itu seakan tidak menyadari kalau kemampuannya sebagai ditektif hanya sebagian kecil dirinya ketahui masalah dunia dan bahkan manusia itu sendiri.
Mereka berdua pun bersantai di ruangan itu sebelum jam larut malam tiba.
Kembali ke tempat kastil Fritz berada dan dirinya sedang mengerjakan tugas kertas-kertas yang entah harus ia lihat dan setujui di kantornya yang kecil ruangannya dan cukup sederhana itu.
Lalu terdengar sebuah ketukan pintu ruangan tersebut sebanyak 3 kali.
"Masuk lah." Suruh Fritz kepada orang yang mengetuk pintu ruang kerjanya itu, dimana dirinya tau Aurora yang datang.
__ADS_1
Pintu kayu itu terbuka dan benar Aurora yang ada di balik pintu tersebut.
Dirinya masuk dan duduk di kursi yang tersedia di seberang meja Fritz yang sedang duduk di bangku kerjanya.
"Aku sudah memeriksa ketiganya dan hasilnya masih sama, belum ada perubahan lagi." Kata Aurora sambil menyerahkan kertas pemeriksaan dari ketiga anak Fritz yang selesai ia rangkum dan buat.
Fritz mengambil kertas-kertas itu sambil tersenyum, "Apakah mereka sudah tidur."
Aurora tersenyum lebar dan dirinya senang ketika melihat anak-anak Fritz sudah tidur, "Huhuhu... Mereka sudah tidur dengan lucu-lucunya, aku tidak menyangka kalau akhirnya mereka akan tumbuh, padahal saat ketika belum satu tahun, mereka benar-benar menggemaskan sekali tingakhnya, dimana Riami ketika itu sangat murah senyum dan suka tertawa sendiri."
Fritz tau akan hal itu, dimana Riami seakan pikirannya di perlihatkan kenangan dulu Ibunya hingga dirinya seakan tersenyum sendiri dan murah senyum.
Dengan bukti dirinya sering bercerita masalah tersebut kepada Kate dan Fritz sendiri, tentu jadinya bukan hal yang aneh.
"Cayana tidak banyak berubah ketika menggunakan kekuatannya, walau memang tubuhnya mengambil dari diri Canaria." Fritz tersenyum melihat kertas pemeriksaan yang baik anaknya itu di tangannya.
Aurora mengelus bagian kanan kepalanya yang sakit karena terbentur dinding di lorong ujung belokan sampai terdapat bejolan besar di kanan belakang kepalanya.
"Cayana hampir 100% murni Vampir dan tidak ada yang berubah. Uhhh, kepala ku benjol besar sepertinya. Sedangkan Naidan setengah Vampir dan Manusia, itu tidak juga berubah walau menuruni fisikmu yang kuat, sementara Riami sendiri masih sama juga, murni manusia dengan semuanya sehat, walau penyebab lumpuh kakinya belum di ketahui sampai sekarang." Kata Aurora kepada Fritz yang tertawa sedikit mendengar kalau kepalanya benjol akibat terbentur sebelumnya.
"Hehehe... Yah baiklah, itu sudah cukup." Kata Fritz yang ingin tertawa lebih, tapi ia tahan.
Kemudian Aurora menatap serius ke wajah Fritz dimana dirinya ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada dirinya.
"Sepertinya kubu Devildra mulai bergerak di beberapa negara, dimana beberapa kematian tidak wajar di sebabkan vampir di kubunya yang menghisap banyak darah manusia hidup hingga mereka tewas di tempat."
Senyuman Fritz perlahan memudar dan dirinya kesal ketika nama itu terdengar di telinganya.
"Aku juga sudah membaca laporannya dan Vampir yang ada di kubuku mulai pergi ke beberapa negara dan bergabung dengan unit polisi, dimana mereka semuanya memantau pergerakan mencurigakan di wilayah terpencil, karena mereka masih belum berani bergerak ke sisi wilayah kota." Jawab tegs Fritz.
"Keluarga Vanhelsing juga bekerjasama dan tengah merencanakan sesuatu untuk menanggulangi kematian yang masih belum terlalu signifikan angkanya, tetapi tentu jika di diamkan, maka manusia di dunia ini akan panik." Kata Aurora dengan juga serius membahas hal tersebut.
__ADS_1
"Tentu kubu ku juga akan melindungi manusia, seperti janjiku yang masih aku pegang dengan Canaria walau dirinya telah tiada." Tegas Fritz sambil mengepalkan kedua telapak tangannya, dimana dirinya serius menangani hal tersebut agar tidak menjadi kepanikan di dunia manusia.