
Book 20.
Setelah sebuah diskusi mengenai mahluk tersebut selesai di kediaman kastil Fritz.
Esok paginya di musim gugur yang cerah.
Prof Munakata, Hanjiro dan Fragetuel pamit untuk pulang bersamaan dengan Fritz, ketiga anak-anaknya serta pengasuhnya di depan kastil.
Fragetuel memberikan kecupan untuk ketiga buah hati Fritz yang tengah di gendong oleh para pengasuhnya secara berurutan.
Hanjiro pun menatap Vassnorla dengan jantung masih berdebar kalau sebentar lagi dirinya akan menikahi seorang perempuan yang ia sukai.
"Datang lah ke tempat pernikahan kita yang sudah kita bicarakan dengan memakai gaun pengantin yang menurutmu sangat cocok dengan dirimu, Norla. Semuanya akan aku urus dan kau cukup datang bersama Fritz dan kedua temanmu itu juga." Kata Hanjiro kepada Vassnorla yang tengah menggendong Naidan dengan wajah malu-malu.
"Aku akan datang dengan mereka serta buah hati Fritz ini." Kata Vassnorla terlihat kedua pipinya memerah.
"Musim gugur yang indah ini menjadi hari yang cocok untuk hari pernikahan kita yang tenang, aku tidak sabar menantikannya." Hanjiro tersenyum menyeringai bahagia.
"Aku juga sama denganmu, Hanjiro." Kata Vassnorla.
Kemudian mereka semua pun pergi bersama-sama menuju keluar gerbang tepat kastil Fritz berada, dimana mereka juga sejenak harus berjalan dengan kondisi menuruni bukit untuk ke tempat Helikopter mereka berada.
Dimana di bukit itu di awasi oleh para pengikut dari Fritz yang begitu ketat penjagaanya, dimana seluruh anggota Clan membagi tugas penjagaan selayaknya setingkat kaisar seperti yang ada di jepang.
Anak-anak Fritz melambai dengan tangan-tangan mungilnya ke arah mereka bertiga dan Prof Munakata melambai balik sambil berjalan mundur sampai dirinya tersandung, namun untungnya Hanjiro dengan sigap menangkap karena kekuatan refleks tubuhnya.
Setelah semuanya pergi.
Fritz dan ketiga pengasuh anak-anaknya masuk bersama buah hatinya yang di gendong mereka semua.
Beberapa hari berlalu dengan suasana masih tenang di Kyoto, Jepang tanpa adanya kasus yang mencurigakan seperti Zombie pada umumnya.
Senja tiba dengan damai di dekat bukit penelitian wilayah Kyoto dengan langit berwarna biru tercampur oranye dari matahari yang mulai terbenam perlahan.
Tepat di tempat penelitian Prof Munakata yang berada di markas sebelumnya di Kyoto.
Dirinya tengah duduk di depan komputernya tanpa ada Hanjiro yang tengah mempersiapkan pernikahannya yang tidak akan lama lagi terselenggara.
__ADS_1
Prof Munakata dengan santai duduk sambil kedua tangannya di angkat ke atas belakang kursinya dan ia lipat sambil menunggu beberapa data yang masuk dalam komputernya.
Lalu Han Roh, seorang laki-laki bertubuh besar berkacamata hitam memakai kemeja putih dan celana panjang hitam masuk dari pintu utama yang otomatis terbuka ketika ada orang yang telah melewati beberapa tahap pengamanan ketat.
"Apa kau masih bekerja juga, Profesor?" Tanya Han Roh kepada Prof Munakata.
Dirinya menghampiri ke sisi kiri Prof Munakata dan duduk di sampingnya tepat ada kursi yang kosong tersedia banyak di dalam ruangan itu.
"Tidak perlu mengkawatirkan ku, jujur saja aku penasaran dengan mahluk apa yang sebenarnya di samping Pemimpin Warewolf tersebut." Kata Prof Munakata sambil melirik ke arah kirinya dan bersandar santai di sandaran kursinya.
"Bukannya kita sudah mengirim orang untuk mengawasi teritorial mereka dan itu juga dari manusia lainnya yang bertugas." Ucap Han Roh sambil melihat layar komputer Prof Munakata di depannya yang tengah menyalin sebuah data.
"Sejauh ini aman-aman saja dan tidak ada kendala atau yang mencurigakan lebih tepatnya di area tersebut, walau kita tidak bisa masuk ke dalam Kastil pemimpinnya berada." Kata Prof Munakata.
Prof Munakata kembali menegakan duduknya dan memperlihatkan rekaman CCTV online yang memperlihatkan wilayah teritorial bangsa Warewolf, dimana mereka lebih banyak memilih hidup di dalam hutan yang banyak pohon ceder seperti sebuah desa.
Kebanyakan rumah-rumah merka juga tidak terlalu mewah di dalam hutan yang penuh pohon-pohon ceder besar tertutup salju.
"Semuanya berjalan normal dan mereka seperti Elf yang hidupnya di alam, walau tidak di iklim bersalju." Kata Han Roh sambil melihat sebuah rekaman CCTV yang online di beberapa tempat Teritorial mereka yang hampir terpasang semuanya di atas pohon menyorot ke arah beberapa warga Warewolf yang tengah beraktivitas seperti manusia pada umumnnya dan mereka semua tidak memakai pakaian hangat walau di wilayah mereka bersalju.
Itu sangat wajar karena mereka semua adalah Warewolf.
Kemudian secara mengejutkan, Cyber Tiny muncul di sisi atas kiri layar komputer dengan Avatar Virtual berwajah perempuan berambut merah muda terkuncir duanya seperti biasa tanpa menunjukan wajahnya dan menyamarkan suaranya.
"Prof Munakata, aku menemukan sesuatu yang mungkin akan mengejutkan anda, Han Roh kau juga ada di sana." Kata Cyber Tiny dalam layar komputer Prof Munakata.
Prof Munakata merasa penasaran dengan apa yang di temukan lagi oleh Cyber Tiny, "Apa itu, Cyber?"
"Aku akan segera kirimkan Videonya." Kata Cyber Tiny dan terlihat di layar monitor kalau ada data yang sedang di transfer ke komputer Prof Munakata.
Setelah data itu tertransfer sempurna, otomatis sebuah Video muncul di tengah-tengah layar memperlihatkan sesuatu yang benar-benar mengejutkan Prof Munakata dan Hanjiro.
"A-Apa ini?" Prof Munakata Sampai bingung dengan apa yang ia lihat.
"Mungkin kah?" Han Roh sampai mendekati layar komputer itu karena memakai kacamata hitamnya.
"Aku sendiri tidak menyangka dengan apa yang aku lihat, tetapi ini sesuatu yang benar-benar di luar dugaanku." Kata Cyber Tiny dengan Avatar virtualnya yang juga berekspresi terkejut.
__ADS_1
Prof Munakata dan Han Roh melirik satu sama lain dengan apa yang mereka lihat di video tersebut.
Kemudian Prof Munakata tertunduk dan melipat kedua tangannya di depan dadanya, "Sebaiknya kita sejenak selidiki dahulu masalah ini, karena kita masih menyelidiki hal lainnya yang belum terpecahkan, walau sesungguhnya aku tidak menyangka apa yang aku lihat di depan mataku ini."
Han Roh menatap Prof Munakata yang sedang berpikir lalu melihat ke arah layar monitor dengan Cyber Tiny di atas kiri layar, "Kau tau dimana lokasinya?"
"Lokasinya berada di wilayah yang terkenal paling mistis di Negara Indonesia, tepatnya di Kalimantan, baru saja di temukan." Kata Cyber Tiny sambil menunjukan lokasi petanya tersebut yang dimana masih sangat asing dan minim penduduk.
"Kalau begitu hubungi pihak perwakilan Asia untuk kesana dan memeriksanya." Kata Prof Munakata.
"Aku sudah mengirimkannya dan mungkin bertepatan dengan pernikahan Hanjiro nanti dirinya akan datang dan melaporkan hal ini." Kata Cyber Tiny.
Prof Munakata mencari seluk beluk mengenai wilayah Kalimantan yang memang terkenal kemistisannya di wilayah Indonesia itu menggunakan komputernya.
Han Roh menatap prof Hanjiro yang tengah mengetik di keyboardnya mencari informasi sedetail mungkin mengenai hal tersebut.
"Profesor, bagaimana?" Tanya bingung Han Roh.
"Kita simpan dulu informasi ini dari yang lain dan jangan ada satu pun yang tau kecuali kita bertiga dan perwakilan dari Asia tersebut." Kata Prof Munakata yang menemukan sesuatu yang mengejutkan.
"Kalau begitu aku pergi dan aku tidak ingin ikut campur mengenai masalah tersebut, karena hal mistis itu melebih apa yang aku ketahui." Kata Cyber Tiny dan kemudian tidak lama Avatar Virtualnya hilang.
Prof Munakata dan Han Roh benar-benar terkejut dengan apa yang di kirim oleh Cyber Tiny di jam dan menit itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa hal aneh terus bermunculan di hadapan kita." Kata Prof Munakata yang merasa kepalanya ingin pecah, apalagi jika mengenai hal mistis.
Han Roh bersandar di sandaran kursinya dan melipat kedua tangannya di atas dadanya sambil melihat ke arah Prof Munakata.
"Jangan terlalu banyak berpikir, Profesor. Kau akan botak dalam waktu cepat jika terlalu banyak berpikir secara keras." Kata Han Roh yang mencoba merilekskan suasana di tempat itu.
"Hahhhh.... Yang kau bilang sudah terjadi kepadaku. Aku memakai obat cair dari Aurora untuk melebatkan rambut kepalaku ini yang sebelumnya mulai botak. Tapi memang sebaiknya kita perlaha-lahan dahulu untuk mencerna masalah yang datang bertubi-tubi ini." Kata Prof Munakata.
"Begitu kah? Memang itu yang aku ingin sarankan kepadamu. Karena masalah ini semakin terus bermunculan secara perlahan, tetapi kita harus juga menikmati masa liburan nanti untuk bersenang-senang di hari pernikahan Hanjiro dengan bersama yang lainnya." Kata Han Roh.
Prof Munakata menyipitkan kedua matanya dan melirik ke arah kiri tepat Han Roh berada.
"Ingat perkataanku tadi, jangan kau bicara sedikit pun masalah yang tadi kita lihat kepada siapa pun. Biar aku yang berpikir dan memutuskan jalan terbaiknya." Kata Prof Munakata dengan nada begitu serius.
__ADS_1
"Baiklah, Profesor, aku akan menyerahkannya kepadamu." Kata Han Roh.