
Book 26.
Setelah beberapa hari berlalu dengan kejadian tersebut.
Tiba lah hari dimana Pernikahan Hanjiro dan Vassnorla.
Pagi cerah di musim gugur di sebuah taman yang luas dan banyak akseoris kain berwarna putih serta balon yang di tata rapih di pinggir setiap jalan taman kota Kyoto tersebut.
Para polisi berseragam biru gelap dengan rompi hitamnya berjaga di luar area taman kota tersebut dan mengalihkan beberapa kendaran yang ingin melintas.
Bebebrapa media jepang terlihat hanya bisa meliput dari area luar dan tidak di izinkan, siapapun itu kecuali yang di undah saja.
Kemudian tepat di taman yang luas, ada banyak meja bulat yang tertutupi kain putih, begiitu juga kursinya melengkapi untuk duduknya para tamu dan sebuah Altar pernikahan yang sudah tersiapkan dengan sempurna, dimana seakan seperti sebuah panggung kubah terbuka serba putih yang ada di tempat antara bangku-bangku tamu yang akan datang.
Beberapa orang laki-laki dan perempuan dari organisasi Penelitian kota Kyoto yang berpakaian jas-jas setelan putih sibuk membantu mengurus semuanya, bahkan ada sebuah tenda berbentuk persegiĀ panjang yang di jaga oleh beberapa dari mereka, dimana di dalamnya sudah tersaji makanan yang besar dan cukup banyak untuk para tamu yang datang.
Bahkan ada sebuah kubah besar berwarna putih menjulang ke atas yang dimana di dalamnya ada sebuah kue cantik yang akan di siapkan saat Acara pernikahan itu akan berlangsung.
Kemudian tepat di penelitian kota Kyoto.
Prof Munakata sudah bersiap, memakai jas putih dan dirinya sedang berbicara dengan perwakilan dari Asia melalui Smart Phonenya dalam posisi berdiri dan sedikit berjalan mengitari meja berwarna putih yang terdapat banyak komputer di atasnya.
"Apa kau sudah menyelidiknya, Mr Asia?" Tanya Prof Munakata kepada perwakilan Asia tersebut yang tengah berbincang melalui Smart Phone.
"Aku sudah menangkapnya dan akan segera datang dengan dirinya, memangnya ada apa dengan manusia yang kita bicarakan ini?" Jawab perwakilan Asia itu.
__ADS_1
"Apa, apa kau membawanya? Aku sudah bilang untuk sekedar memeriksa saja dan membuat laporan lalu berikan kepadaku." Prof Munakata terkejut mendengar hal itu.
"Tidak masalah, Prof Munakata, kau itu juga wakil dari manusia dan pastinya kau yang lebih tau mengenai yang lainnya, lagi pula orang itu juga terlihat tidak berbahaya dan lemah kondisinya." Jawab perwakilan Asia itu.
"Lemah? Apa maksudmu?" Tanya Prof Munakata.
"Dia seperti orang yang linglung dan begitu lemah setelah di temukan. Aku sendiri tidak tau kenapa kalian menginginkan manusia itu dan menyuruhku untuk menyelidikinya, apalagi memang tiba-tiba katanya dia muncul dari dalam hutan yang ada di kalimantan dan masuk ke desa yang masih belum banyak penduduknya dan sejenak berada di sana sebelum aku datang membawanya." Kata perwakilan Asia kepada Prof Munakata.
"Justru itu lah yang menjadikannya aku harus menyelidikinya, intinya aku akan segera menghubungimu setelah acara pernikahan ini selesai dan kau jangan bicara masalah apapun mengenai hal ini kepada yang lain, hanya kita berdua yang tau dan aku akan segera mengambilnya dari dalam Helikoptermu sebelum larut malam." Jawab Prof Munakata sambil terus bolak-balik di ruangannya yang selalu tercahayai berwarna putih dan sejuk karena adanya pendingin udara di dalamnya.
"Baiklah, aku akan menunggu kabarmu." Kata perwakilan Asia tersebut.
Setelah itu percakapan mereka pun berakhir dan Han Roh, salah satu Archon Team datang dari pintu yang menuju ke luar dari ruangan tersebut dan dirinya melihat ke arah Prof Munakata yang tengah menaruh Smart Phonenya di atas meja.
Han Roh memakai setelan jas putih besar dengan juga kacamata hitam khasnya yang besar menutupi kedua matanya.
Prof Munakata sejenak menarik kursi yang ada di dekatnya sambil menyanggah rahang bagian bawahnya dengan kepalan tangan kanannya yang di taruh di atas meja sebagai sanggahannya.
"Hahhh... Dia membawa orang itu kesini." Jawab Prof Munakata sambil tertunduk bingung.
"Apa? Dia mau langsung membawanya?" Han Roh terkejut mendengarnya dan dirinya ikut menarik kursi di dekat Prof duduk dan bersandar di belakang kursinya.
"Katanya dirinya begitu lemah saat di temukan, entah itu benar atau tidak, yang pasti setelah aku membawa dirinya nanti sebelum larut malam, maka aku akan langsung memeriksanya." Kata Prof Munakata melihat Han Roh dengan serius.
"Aku juga akan ikut denganmu, Profesor, aku juga ingin pastikan apakah yang kita lihat benar atau tidak." Kata Han Roh melihat balik Prof Munakata dengan tatapan datar.
__ADS_1
"Aku memang berencana untuk mengikut sertakan dirimu untuk berjaga-jaga kalau ini adalah jebakan, maka itu setelah kita datang, sebaiknya kau gunakan kekuatanmu untuk membuat asap kabut dan membiusnya." Prof Munakata melipat kedua tangannya di atas dadanya dan tersenyum tipis di bibirnya.
"Kau benar juga, Profesor, kalau ini jebakan, kita pasti akan langsung mengetahuinya." Kata Han Roh.
Kemudian pintu menuju ke ruangan itu kembali terbuka, membuat Han Roh dan Prof Munakata langsung terdiam dan tidak membicarakan masalah tersebut.
Terlihat dari pintu yang terbuka itu ada seorang perempuan berambut pendek berwarna hitam dengan penutup wajah yang terbuat dari mesin berwarna silver, dimana hampir menutupi seluruh bagian wajah, sampai area matanya bersinar seperti robot berwarna biru terang, berpakaian kimono merah muda dengan corak hewan phoenix berwarna merah mengelilingi kimono yang ia kenakan dengan ikatan Obi berwarna putih di pinggangnya dan di belakang punggungnya membentuk pita kupu-kupu.
Dirinya juga menggenggam 1 pedang yang masih tersarung dengan warna merah menyala.
"Munakatan-San, ada apa anda memanggil saya?" Tanya seorang gadis cantik berambut hitam pendek itu dengan wajah bertopeng mesin tersebut.
"Oh, kau datang, Kusanagi-chan." Tersenyum Prof Munakata sambil memutarkan sedikit kursi yang sedang ia duduki ke arah Kusanagi berada.
Kusanagi mendekati Prof Munakata dan melihat wajahnya dari balik topeng mesin silvernya itu.
"Apa tugasku?" Tanya kembali Kusanagi kepada Porf Munakata.
Han Roh melihat ke arah Kusanagi yang berada di samping dirinya duduk dengan sebuah aroma wangi seperti orange citrus menyerbak di dalam ruangan itu seketika.
"Kau memanggil cucu dari Hijikata? Untuk apa?" Tanya Han Roh yang bingung dengan kehadiran dari Cucu Hijikata yang dahulunya menjadi bagian dari Archon Team dan terbunuh dalam duel perlindungan kota saat bangsa Vampir kubu Devildra menyerang untuk mengancam keberadaan Fritz.
Kusanagi, Cucu Hijikata meneruskan gaya samurainya dengan berbeda dan lebih moderen, dimana dirinya juga berubah setelah kematian Kakeknya itu dan menjadi penerus darah Samurai Hijakata, Kakeknya yang telah tiada.
"Aku akan memberi tugas pengawasan jarak jauh saat kita tengah mengambil orang itu dari dalam Helikopter. Ini adalah tugas yang mudah untuk anggota baru kita." Prof Tersenyum dan dirinya tidak meragukan kekuatan dari Cucu Hijikata itu, walau dirinya adalah seorang perempuan.
__ADS_1
Kusanagi perlahan memahaminya kenapa dirinya di suruh datang ke tempat Prof Munakata berada.