( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-1: Keluarga Baru


__ADS_3

Book 1


Malam tiba di wilayah kyoto jepang, dimana Fritz tengah berada di ruang kerjanya dan duduk di kursi kerja yang sekarang ia miliki untuk membantu pekerjaan aliansi, dimana dirinya sekarang menjadi anggota 10 Godfather itu sendiri sekaligus Arcon Team yang di buat oleh Jepang untuk kedamaian.


Sebuah lampu baca terdapat di meja besarnya yang menyinari sebuah kertas-kertas di atas meja dengan interior pada jaman kerajaan eropa pada umumnya.


Suasana cukup sunyi di dalam kastil tersebut, dimana memang tempatnya cukup jauh dari pemukiman dan berada di atas bukit wilayah paling pinggir kota Kyoto sebelah barat.


Tepat di luar gerbang kastil Fritz tinggal bersama anak-anak serta ketiga pengasuhnya itu, Kate, Aurora dan Vassnorla.


Ada sebuah dua cahaya merah mengintai di sekeliling bukit tempat Fritz beada, dimana itu adalah para Vampir pendukung kubu Fritz yang semuanya sudah berkumpul di wilayah Kyoto dan berjaga di tempat raja mereka yang sekarang mereka akui.


Para Vampir dari beberapa Clan bertugas berjaga di sekeliling bukit dengan pohon-pohon yang lebat dan tidak lupa jalan menuju ke kastil tersebut dengan di depannya ada lagi gerbang pembatas antara wilayah bukit dan bagian luar.


Seakan Fritz ketika itu di wilayah Kyoto adalah Raja dengan wilayahnya yang luas membentang sampai hampir menguasai bukit tersebut.


Tidak di perbolehkan masuk siapa pun ke dalam wilayah itu terkecuali dirinya memiliki izin dari pemerintahan.


Warga jepang ketika melihat kastil yang besar di bukit terpencil itu awalnya begitu tertarik dan menyebar berita ada istana Vampir di wilayah kota Kyoto.


Namun seiring berjalannya waktu, hal itu menghilang karena pemerintah dari kota Kyoto melarang warganya untuk berkunjung atau ingin masuk walau sekedar untuk lihat-lihat.


Karena itu juga antisipasi dari Fritz untuk melindungi buah hati hasil cintanya dari Canaria agar aman dan tidak lagi terjadi sesuatu.


Hampir semuanya di perketat di area luar hingga ke gebrang paling luarnya.


Saat itu Fritz melamun sambil melihat kertas pekerjaannya yang tercahayai lampu di sisi kanannya, dimana dirinya tengah memikirkan Canaria yang sampai sekarang belum bisa hilang dari pikiranya.


"Canaria, jujur aku masih terus memikirkanmu walau kau telah tiada. Kenangan-kenangan itu selalu berputar di saat diriku tengah melamun atau terdiam seperti ini." Kata Fritz dan menaruh kertas itu di atas mejanya kembali.


Kemudian kedua matanya melihat ke arah kiri mejanya, dimana ada jam digital menunjukan tepat waktu pukul 7 malam.


Waktu untuk makan malam.


Fritz beranjak dari kursinya yang estetik penuh ukiran layaknya kursi kerajaan eropa yang terbuat dari kayu serta alas dan sandaran di balut bludru halus berwarna merah.


'Wushhh..'


Fritz menghilang dari tempat kerjanya dengan cepat seperti biasanya.


Kemudian dirinya muncul di ruangan tengah untuk makan malam dengan meja yang cukup panjang serta beberapa bangku mewah seperti yang di miliki oleh kursi kerja milik Fritz.


Tepat di atas ruang makan itu terdapat lampu besar berbentuk spiral dengan kaca-kaca hiasan menggantung di bawahnya.


Fritz melihat Kate tengah menyiapkan masakannya di atas meja panjang itu dan ia tata rapih dengan ada bunga warna-warni di tengah atas mejanya yang membuat aroma rileks bagi siapa saja yang menciumnya.


Kate menata makanan di sebuah kursi yang memiliki tempat duduk tambahan untuk ketiga buah hati Fritz nanti duduk.


"Seperti biasa kau selalu tepat waktu, Fritz."Puji Kate dengan senyum manisnya sambil terus menata makanan di meja itu.


Fritz duduk di bagian ujung meja panjang itu dengan sudah ada piring putih bersih tersedia dan peralatan makannya.

__ADS_1


"Rumah ini sebenarnya terlalu besar untuk diriku tinggal bersama ketiga anak-anakku itu. Padahal dahulu aku bersama Canaria hidup dengan penuh kesederhanaan walau aku memang memiliki banyak tabungan yang bahkan sekarang semakin bertambah karena tidak banyak yang bisa aku gunakan selain untuk ketiga anakku itu." Fritz menyandarkan tubuhnya dengan wajah datar dan menyanggah dagunya dengan kedua tangannya yang melekuk di atas meja  sambil memandangi apa yang tengah di lakukan oleh Kate di meja tempat anak-anaknya nanti duduk untuk segera makan.


Kemudian terdengar suara tertawa dari ketiga buah hati Fritz dan langkah kaki cepat di lorong kastil menuju ke arah ruang makan itu.


"Ayo Riami, kita lari..." Suara Cayana terdengar.


"Hahahaha... Cepat Kakak... Mamah Aurora semakin mendekat." Suara Riami yang di gendong di belakang oleh Cayana.


"Akuuu Dataaaannnggg...." Suara Aurora yang mengejar Cayana dan Riami dengan kostum hantu putih menutupi seluruh tubuhnya dan dirinya melayang berjalan dengan kedua sayap kupu-kupunya yang berwarna biru terang.


Cayana melewati ruang makan itu dan melewatinya menuju ke lorong ruangan tamu yang luas, dimana Fritz dan Kate melihatnya juga.


Aurora pun melewati ruang makan itu dengan berakting seperti Hantu dengan cahaya biru di sayapnya menyala seakan seperti api biru.


"Jaaanngaaannn Laaarrriii Kaliannn..."


Mereka berdua melewati Kate dan Fritz di ruang makan itu.


Kate sampai terdiam sejenak, begitu juga dengan Fritz.


Fritz menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan dirinya menahan untuk tidak tertawa.


"Dasar mereka itu, Hehe.. Hehehe..:


Kate tersenyum lebar melihat tingkah laku dari Aurora yang bermain-main dengan Cayana dan Riami.


Lalu Vassnorla muncul dari lorong arah ruang santai untuk anak-anak Fritz bermain di dalam ruangan.


Vassnorla membawa Nadian di pinggang kanannya dan terlihat ekspresi Nadian cemberut dimana dirinya seperti sebuah guling yang di dekap di pinggang Vassnorla.


"Kau itu laki-laki dan sudah sepantasnya Mamah mengejarmu dengan tenaga full, karena kau itu terkadang berlari ke tempat-tempat yang tidak masuk akal, permainan kejar-kejaran ini sekedar bermain-main saja dan kau selalu menggunakan kekuatanmu, Nadian." Vassnorla melirik ke arah Naidan.


"Namaku Naidan, kenapa harus memiliki dua nama seperti itu sih, Humpp..." Naidan menggembungkan kedua pipinya dengan ekpsresi cemberut serta kedua tangannya di lipat ke depan.


"Namamu tidak terlalu beda, hanya saja Mamah ingin memanggilmu Nadian." Jawab singkat Vassnorla dan berjalan ke arah tempat duduk yang sudah tersedia makanan di atas meja makan itu.


Fritz melihat anak laki-lakinya itu yang memang terbilang dirinya memiliki hampir semangat dirinya ketika kecil, bahkan Naidan sudah bisa menggunakan kekuatan Vampirnya yang tidak biasa seperti manusia biasa pada umumnya.


Seperti belari cepat, melompat tinggi dan kekuatan yang kuat sebagai laki-laki seperti Fritz.


Vassnorla mendudukan Naidan di bangkunya dengan wajah masih cemberut.


Kemudian muncul lagi Cayana dan Riami melewati lorong lainnya sambil berlari dan tertawa.


"Mamah Aurora mendekat, Kakak, Hahahaha..." Tertawa gembira Riami yang di gendong oleh Cayana.


"Berpegangan Riami-chan, Kakak akan menghilang." Kata Cayana.


Saat itu Fritz menghela nafas dan tidak menyangka kalau memiliki 3 anak itu cukup membuat repot pengasuhnya.


Walau sedang bermain, tetapi anak-anaknya itu bukan lah anak biasa seperti manusia pada umunya, kecuali Riami.

__ADS_1


Ketika itu Cayana menggunakan kekuatannya untuk menghilang atau berpindah seperti yang bisa di lakukan oleh Fritz, walau jaraknya belum bisa terlalu jauh.


Aurora menggunakan pendorong di belakang sayapnya dan dirinya tau Cayana akan berpindah ke depan lebih jauh.


Kemudian Fritz beranjak dari kursinya dimana jam makan malam sudah lewat 5 menit.


'Wushhh..'


Naidan melihat Ayahnya menghilang dengan cepat dimana dirinya tau kalau akan menangkan Cayana dan Riami yang masih menikmati bermain mereka.


Seketika ketika Cayana berpindah ke depan lorong tempat dirinya berlari di kastil itu, tubuhnya di gapai oleh Fritz bersama Riami dan permainan itu terhenti.


"Cayana, Riami, sekarang waktunya makan malam, mari kita makan dahulu dan segera istirahat." Kata Fritz kepada kedua anaknya yang lucu itu sudah ada di gendongan depan tubuhnya.


"Papah..." Riami memeluk Fritz dengan senyum manisnya.


"Papah ini bagaimana, padahal sedang asik-asiknya." Cemberut Cayana ke arah wajah Fritz yang sedang tersenyum melihat kelucuan tingkah mereka itu.


"Makan malam sudah tiba dan kau juga tidak boleh telat untuk makan, apalagi minum obat rutinmu, Cayana." Fritz menasehati Cayana.


Aurora yang sudah memakai pendorong di belakang sayapnya itu berusaha menginghindari tubuh Fritz agar tidak tertabrak.


"Kyaaaaaahhhh..."


Fritz menghilang bersama kedua anak balitanya itu dan Aurora menabrak dinding belokan kastil hingga dinding itu runtuh walau tidak sampai melubanginya.


'Darrrrr....'


Ketika Fritz sudah kembali di ruang makan itu, Riami dan Cayana tertawa melihat Aurora menabrak dinding.


Fritz menaruh Cayana di tempat duduknya dekat dirinya dan Naidan berada, lalu Riami di dudukan di samping kanan Naidan.


"Segeralah kalian makan dan setelah itu istirahat, jangan lagi ada main-main." Ancam Fritz kepada anak-anaknya yang lucu itu dan mereka takut karena Fritz dimana pun mereka bersembunyi atau lari, pasti dirinya bisa menemukan mereka.


Karena kekuatan barunya yang sudah bangkit hingga dirinya tidak butuh darah untuk berpindah, melainkan dengan pikirannya dengan tempo yang jauh lebih cepat dari sebelumnya.


"Baik, Papah..." Riami tersenyum dan menggambil sendok untuk dirinya makan.


Aurora pun datang dengan sedang memegang kepalanya karena terbentur sedikit walau tidak ada luka yang berarti.


"Aduhhh... Kenapa kau tiba-tiba muncul, Fritz." Keluh Aurora.


Fritz duduk di kursinya dan melirik ke arah kiri tepat Aurora datang sambil melayang dengan sayap kupu-kupunya.


"Kau itu selalu lupa waktu saat sudah bermain dengan mereka." Kata Fritz.


"Hehehehe.... Habisnya mereka menggemaskan..." Aurora tersenyum dan dirinya memang sangat suka bermain setelah pekerjaanya yang meracik obat sudah selesai.


Kate, Vassnorla dan Aurora pun duduk bersama berseberangan dengan buah hati Fritz, dimana secara berurutan dengan urutan siapa yang mengasuh.


Seperti Cayana di seberangnya adalah Aurora, Naidan adalah Vassnorla dan Kate tentunya Rimai.

__ADS_1


Fritz duduk di ujung meja tengah dan makan malam pun di mulai dengan tenang bersama-sama di kastil kediaman Fritz tersebut.



__ADS_2