
Book 3
Catatan Penulis.
Mungkin kisah ini tekesan lama dan lambat, namun penulis ingin terlebih dahulu mengenalkan tokoh yang lainnya dan beserta peran sekarang masing-masing dari beberapa tokoh tersebut.
Mungkin S3 ini adalah series yang akan paling panjang dalam kedua Season sebelumnya, mungkin juga ini adalah Season terakhir dari kisah ini yang akan menjadi penutup dari dua kisah sebelumnya.
Penulis harap sabar yah dan menikmati kisah S3 ini yang Seperti di bilang di atas akan cukup panjang dan menjadi penutup dari kisah Fritz dan Canaria, juga anak-anaknya.
Tapi itu baru "kemungkinan" karena masih di awal dan belum masuk konflik utamanya.
Jadi nikmati saja yah yang pastinya tidak akan membuat kalian kecewa di S3 ini.
Terima Kasih.
Selamat Membaca.
********
Tengah malam di markas di kedalaman laut tersebut.
Fritz tengah terbaring terlentang di atas tempat tidur besar sederhana di sebuah kamar dengan jendela bulat layaknya berada di akuarium besar memperlihatkan suasana gelap di malam lautan itu.
Fritz saat itu menatap lampu yang menyinari kamarnya sambil memikirkan anak-anaknya ia tinggal bersama Aurora dan Vassnorla.
"Aku memang seakan belum bisa terlalu berpisah dengan anak-anakku dimana itu adalah hasil dari hubungan cintaku dengan sosok yang sangat aku cintai, rasanya sehari bagiku seperti seminggu tidak melihat tawa dan canda mereka, apalagi Riami, sosok yang benar-benar terbilang cukup mirip wajahnya dengan sosok perempuan yang aku cintai itu."
Fritz membayangkan wajah anak ketiganya yang hampir semuanya mirip dengan Canaria.
Kemudian tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu besi yang menutup rapat kamar itu seperti model pintu kapal selam yang dimana memang setiap markas bawah air harus membuat pintu itu agar jika terjadi sewaktu-waktu hal tidak terduga atau air masuk ke dalam markas itu, di dalam ruangan tidak terendam air.
__ADS_1
Dimana setiap kamar dari para anggota Godfather memang di pisah dan memiliki keamanan tinggi jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu dan kamar itu akan otomatis lepas dari markas tersebut dan pergi ke sebuah pangkalan militer terdekat di wilayah selatan dengan auto pilot yang langsung aktif.
Fritz yang mendengar ketukan di malam larut itu terbangun dan membuka pintu tersebut dengan kartu IDnya lalu memutar tuas yang ada di depan pintunya dan pakaiannya berubah menjadi setelan jas hitam dengan motif merah maroon di beberapa bagian tanpa jubah besarnya.
Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Prof Munakata.
"Apa aku mengganggumu, Fritz." Kata Prof Munakata dengan berpakaian santai berkaos putih polos lengan pendek dan celana panjang hitamnya.
"Tidak, aku hanya sedang tidur-tidur saja, ada apa?" Tanya Fritz dan membuka lebar pintu kamarnya itu.
Prof Munakata masuk ke kamar Fritz dan membawa sebuah tablet komputer di tangan kanannya dan dirinya duduk di sebuah kursi yang tersedia di kamar itu dengan meja kotaknya yang menyatu dengan dinding dekat jendela bulat yang memperlihatkan lautan dalam yang luas dan gelap.
"Aku ingin sedikit berbincang denganmu, Fritz." Kata Prof Munakata yang sudah duduk di kursi besi dengan bludru itu di kamar Fritz dan menaruh tablet komputernya di atas meja kotak tersebut.
Fritz mengunci pintu itu kembali dan dirinya menghampiri ke arah tempat duduk Prof Munakata dan dirinya duduk bersebarangan dengan dirinya," Berbincang apa sampai kau selarut ini datang, Profesor?" Tanya bingung Fritz.
"Ini mengenai Warewolf yang juga terpecah dua kubu karena hal tersebut." Kata Prof Munakata.
"Memang dirinya juga tidak ada hubungan denganku, tetapi aku mendapat informasi kalau selain pengawal yang sebelumnya datang dengan dirinya, ternyata ada sosok lain yang di balik dirinya, dimana sosok itu seakan berbeda dari bangsa lainnya."
Prof Munakata menunjukan sebuah rekaman video CCTV yang memperlihatkan suasana malam dan minim cahaya di rekaman video itu, dimana Pemimpin serigala yang tampan dengan setelan jas biru langit dan putihnya, serta rambut panjang hingga ke belakang pinggangya bergelombang berwarna silver tersebut tengah di dampingi seorang berjubah putih dengan motif emas di beberapa bagian jubah menutupi tubuhnya itu yang terlihat seperti manusia sedang menuju ke sebuah tempat yang seperti berada di hutan-hutan lebat, tetapi tubuhnya tidak biasa pada umumnya, dimana jauh lebih tinggi dari Pemimpin serigala itu dan juga bangsa lainnya yang dalam kondisi normal, dimana tingginya hampir 2 meter lebih atau bisa di bilang 3 meter.
"Kau mendapatkan rekaman ini darimana?" Tanya Fritz kepada Prof Munakata mengenai rekaman itu.
"Aku mendapatkanya saat dirinya berada di dekat wilayah Sweden dimana tepat di seberang wilayah Sweden adalah teritorial mereka tinggal dan setelah itu rekamannya tidak merekam lagi karena ada sesuatu yang terjadi ketika mereka berdua pergi ke tempat yang terbilang hutan sebagai habitat mereka, dimana itu terjadi belum lama ini dan aku dapatkan dari Cyber Tiny yang meretes rekaman cctv dari wilayah jalan empat teritorial mereka." Kata Prof Munakata dan rekaman itu memang rusak dan seperti televisi rusak tanpa gambar.
"Apakah kemungkinan pemimpin Warewolf itu juga berhianat dan berada di kubu Devildra, lalu apakah mungkin itu dirinya?" Tanya serius Fritz kepada Profesor Munakata di seberang tempatnya duduk.
"Aku belum memastikan pasti siapa sosok itu, tetapi yang jelas sosok itu bukan dari bangsamu dan bangsa lainnya." Jawab Prof Munakata yang jga belum mengetahui sosok apa yang bersama pemimpin kubu Warewolf itu.
"Apa memang dirinya seperti tengah merencanakan sesuatu dan bahkan sampai pertemuan antar bangsa ini tidak penting baginya karena rencana yang sedang dia buat?" Fritz sejenak tertunduk dan berpikir kemungkinan luasnya yang bisa terjadi dengan sesuatu itu.
__ADS_1
"Aku juga berpikir sama dengan dirimu, Fritz, tetapi apakah yang sedang ia rencakanan dan apakah yang rencana itu baik untuk kita kedepannya atau bahkan ke kubu seberang, mengingat Pemimpin Warewolf itu adalah adik dari pemimpin kubu bersebarangan dengan diri kita." Prof Munakata mengingat hal itu kalau mereka memang bersaudara.
"Kalau tidak salah namanya adalah Dante bukan, lalu nama Kakaknya yang berhianat adalah Denta." Jawab Fritz yang mengingat nama dari pemimpin Warewolf di kubu yang baik, yang di anggap sekarang.
"Benar, Dante sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang tidak ingin di ketahui oleh kubu kita atau mungkin juga orang luar selain dirinya, karena kemungkinan luas ini belum memiliki dasar fakta yang terjadi. Rekaman CCTV tersebut juga tidak cukup bukti kalau dirinya mungkin juga dalam kubu Devildra." Prof Munakata bersandar di kursi itu dan berpikir sejenak sambil tertunduk.
"Dunia ini semakin kacau saja, padahal sebelumnya yang dirinya incar adalah diriku, tetapi karena aku menikah dengan Canaria, hal ini menjadi lebih rumit dan aku jadi merasa bersalah karena melibatkan dirinya juga sampai dirinya pergi." Fritz tertunduk lesu dan dirinya masih berpikir kalau memang banyak dari dirinya yang bersalah ketimbang Canaria.
Bahkan sampai merenggut nyawanya.
Prof Munakata menatap serius wajah Fritz.
"Kau masih berpikir kalau dirimu salah karena melibatkan dirinya, apa kau tidak mengingat kata-kataku dan anggota lainnya, dimana ini bukan lah salahmu sepenuhnya, melainkan keinginan egois Devildra yang ingin membuat lagi peratungan masa lalu itu terjadi dengan para pasukan-pasukannya yang sudah terkurung di segitiga bermuda, dia yang harusnya kau salahkan, kalau dirinya tidak berbuat seperti ini, semua akan baik-baik saja, Fritz. Aku yakin kalau Canaria masih hidup, dirinya juga akan sama bicara seperti ini, karena semua ini bukan salahmu, melainkan Devildra yang menjadi musuh bangsa semua yang ada." Kata Prof Munakata dengan tegas.
Fritz kemudian melihat ingatan sebelumnya dan dirinya masih seakan berpikir dirinya yang salah, namun sisi lainnya benar yang di katakan oleh Prof Munakata, dimana dalangnya adalah Devildra untuk membuat kekacauan kembali dengan menghasut para Vampir dan lainnya dengan imingan sesuatu.
Apalagi semua sekenario di belakangnya semua dirinya yang buat sampai Fritz akhirnya jadi buronan Vampir lainnya sebelum mereka menyadari kalau sejarah yang di buat oleh Devildra hanyalah kepalsuan dan para pengikutnya pun jauh lebih banyak yang memiliki nafus dan ambisi yang besar, dimana ingin mewujudkan dengan cara instan.
"Tentu pastinya Canaria juga akan berkata bukan diriku yang salah jika memang dirinya hidup." Fritz beranjak dari tempat duduknya dan membaringkan tubuhnya terlentang di atas tempat tidurnya.
Prof Munakata ikut beranjak dari kursi itu dan bergegas keluar, dimana pintu itu tidak di kunci dengan ID card milik Fritz dan hanya cukup memutar tuas besi di pintu itu untuk membuka pintu itu.
"Aku akan penyelidikan dari balik bayang dimana hanya kita saja yang tau, termasuk Hanjiro." Kata Prof Munakata yang perlahan membuka pintu yang cukup berat itu di buka, karena sepenuhnya besi.
Prof Munakata sampai bersusah payah mmenariknya untuk membuka pintu kamar milik Fritz dan kembali ke tempatnya tidur.
Fritz bangun dari tempat tidurnya dan dirinya membantu Prof Munakata untuk keluardari kamarnya setelah peprbincangan itu selesai, sekaligus mengunci pintunya dengan ID card milik Fritz karena sudah lewat tengah malam.
"Seperti biasa, Profesor, aku tidak terlalu konsen dengan apa yang di luar keluarga ku, aku hanya menyerahkan penyeledikian ini kepada dirimu yang ahli dan juga Hanjor tentunya, kalau memang benar Warewolf berhianat, maka kita akan datang ke tempat teritorial mereka yang ada di wilayah bagian utara." Fritz menyerahkan penyelidikan itu kepada Prof Munakata, karena Fritz sendiri memang belum terlalu fokus dengan orang lain, kecuali keluarganya yang harus dirinya lindungi.
__ADS_1