( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-13: (F-B) Kolam Lumba-lumba dan Pakaian Renang.


__ADS_3

Book 13


Kemudian setelah para pengunjung pergi dan hanya tersisa beberapa orang di bangku penonton.


Fritz membantu Canaria untuk beranjak dari tempat duduknya untuk pergi dari tempat itu, namun ke arah yang berbeda.


Canaria menggandeng Fritz dan mengikutinya saja dengan langkah kakinya yang ia tuju.


Kemudian ada pekerja laki-laki di akuarium tersebut yang menghampiri Fritz untuk menunjukan jalan ke sebuah lorong dimana Canaria saat itu benar-benar bingung.


Pekerja itu sangat ramah kepada Fritz dan Canaria.


Kemudian ketika sampai di sebuah pintu lorong berwarna biru dan di buka oleh pekerja tersebut.


Terlihat lah sebuah kolam renang tertutup sebuah kubah dengan cahaya begitu terang yang ada dua lumba-lumba sedang berenang di dalamnya dengan instruktur sebelumnya yang mengarahkan lumba-lumba itu dalam pertunjukan tengah berdiri di pinggir kolam yang cuku luas tersebut..


Canaria tersenyum dan melihat lumba-lumba itu sedang bermain dengan instrukturnya di tepi kolam renang.


Kemudian isntruktur perempuan itu menghampiri Fritz dan Canaria.


"Selamat datang tuan Fritz. sesuai dengan yang di rencanakan sebelumnya, anda dan istri anda bisa berenang bersama dengan lumba-lumba berpasangan itu." Tunjuk instruktur perempuan itu ke arah lumba-lumba yang tengah memperlihatkan monvong mulutnya di dalam air dan mengeluarkan ciri khasnya memekik.


Canaria langsung melirik ke arah kanan tepat Fritz berada di sampingnya, "Apa? Berenang?" Tanya bingung Canaria.


Fritz melirik balik dan mengangguk, "Benar, kita berdua akan berenang dengan dua lumba-lumba berpasangan itu, Sayang."


Tentu Canaria terkejut dan tidak menyangkan kalau Fritz melakukannya, "Ta-Tapi, apa tidak apa? Aku tidak pandai berenang, Fritz." Tatap takut Canaria, karena dirinya tidak pandai berenang.


Instruktur itu tersenyum kepada Canaria, "Tenang saja, Nona Canaria, kolam renangnya ada yang tidak terlalu dalam, anda bisa berenang di area itu bersama mereka tentunya."


Fritz sudah benar-benar menyiapkannya dan dirinya langsung mengajak Canaria berganti pakaian dengan pakaian renang yang juga sudah ia siapkan, dimana Fritz akan menggunakan kekuatanya untuk mengambil tas berisi pakaian renan untuk Canaria dan dirinya.


"Mari kita berganti pakaian dan setelah itu masuk ke kolam dengan ada mereka di dalamnya." Kata Fritz.


"Tu-Tunggu, Fritz... Kau yakin?' Canaria sedikit gerogi dan malu.


Karena Canaria belum pernah mengenakan pakaian kepantai dan memang sudah lama Canaria tidak lagi merasakan bagaimana rasanya berenang setelah lulus sekolah SMA.


Fritz masuk ke sebuah ruangan, seperti ruang ganti yang dimana mengajak Canaria masuk ke dalam bersama dirinya.

__ADS_1


Dalam ruangan ganti itu yang ada beberapa loker, Fritz menggunakan kekuatanya untuk menutup CCTV yang ada di ruangan itu dengan darahnya yang membentuk hewan kelelawar agar menutupi pandangan dari kamera CCTV tersebut.


Canaria melihat kelelawar yang ukurannya cukup besar tiba-tiba terbentuk di sudut-sudut ruang ganti itu dan menutupi sesuatu seperti kamera di atas yang terdapat beberapa CCTV di dalamnya.


Ketika sudah tertutup, Fritz menggunakan kekuatannya untuk memindahkan tas yang sudah berisi pakaian renang untuk di pakai oleh Canaria dan juga dirinya.


Fritz berlutut dan membuka sebuah tas hitam yang berisi pakaian renang perempuan berenda berwarna putih yang tentunya itu untuk Canaria dan juga celana pendek ketat untuk Fritz kenakan.


"Fritz... Jujur saja, aku merasa malu mengenakan pakaian renang di tempat umum." Kata Canaria yang saat itu memang malu.


Fritz mendangakan kepalanya ketika tengah berlutut untuk mengambilkan pakaian renang untuk Canaria, "Kenapa malu? Hanya aku, lumba-lumba itu dan instruktur perempuan tadi, Canaria, tidak ada yang lainnya? Karena aku sudah memesan ini memang seperti itu, jadi kau tidak perlu khawatir, lagi pula kau pikir siapa suami mu ini yang memiliki kekuatan Vampir?" Tersenyum lebar Fritz dan dirinya berdiri menyerahkan pakaian renang minim untuk Canaria kenakan dengan ada renda di tepiannya.


Canaria melihat pakaian renang yang terbilang cukup minim ukurannya itu dan pastinya dengan tubuhnya yang tengah hamil tersebut akan lebih membentuk di bagian dada dan bawahnya.


Fritz melihat Canaria masih ragu dan malu, namun dirinya meyakinkan istrinya yang cantik tersebut kalau semuanya akan baik-baik saja dan aman, "Percayalah padaku, Sayang. Kolam renang itu hanya kita saja dengan instruktur perempuan itu."


Canaria mendangakan kepalanya ke wajah Fritz yang begitu yakin dengan ucapannya dan Canaria meyakini keyakikan Fritz tersebut, karena dirinya adalah suaminya yang tidak biasa, "Baiklah, Fritz, aku percaya kepedamu." Jawab dengan senyum manis Canaria.


Canaria memegang pakaian renang putih berenda itu dan Fritz memegang kedua pipi Istrinya itu lalu megecup kening dan bibirnya yang hangat.


"Muchh... Muchh... Aku pastikan itu agar tidak ada keraguan dalam dirimu, Sayang." Kata Fritz yang juga tersenyum sambil menatap dan memegang kedua pipi Canaria dengan tangannya.


"Iyah, Fritz. Tetapi bisa kah kau membantuku untuk memakaikan pakaian renang ini, terutama yang bawahnya, karena di sini tidak ada tempat duduk dan pastinya sulit kalau aku lakukan sendiri." Kata Canaria meminta tolong kepada Fritz.


Fritz cukup melepaskan kekuatan yang dimana membalut tubuhnya, dimana setelan jas pakaiannya itu adalah dasar utama kekuatan dari bangsa Vampir dan Fritz sudah tidak berbusana dengan Canaria melihat di hadapan dirinya berada.


Fritz terlebih dahulu memakai celana pendek ketat dengan ********** dan kemudian membantu Canaria untuk melepaskan gaun Dress merah muda cerahnya itu dan juga ********** yang saat itu ia kenakan khusus untuk perempuan hamil, dimana sampai menutup perut besarnya karena elastis.


Fritz membantu Canaria sambil memperlihatkan tubuh indah Canaria dengan buah dada yang tumbuh seiring kehamilannya terus berjalan dan tentunya perut buncitnya yang ketika itu posisinya tidak turun sepeti pada beberapa kehamilan pada umumnya.


Karena ada beberapa perempuan yang kehamilan kembarnya itu perutnya sedikit turun, tetapi Canaria tidak dan kencang.


Fritz membantu terlebih dahulu dengan pakaian renang bawah Canaria, dimana Canaria berpegangan di dinding ruangan loker itu sambil mengangkat satu kakinya secara bergantian untuk memakai pakaian bawah renangnya itu.


Wajahnya memerah dan malu, karena saat itu Canaria tidak mengenakan sehali pun pakaian kecuali pakaian renang yang akan ada di tubuhnya dengan bantuan Fritz memasangkannya.


Fritz melihat sebuah mahkota indah merah muda yang selama ini menjadi kunci utama kehangatan hubungan itu yang tidak membuat bosan dirinya yang dimana bentuknya masih sempurna karena Kate yang memberikan perawatan setiap seminggu sekalinya ketika mandi bersama dengan istrinya itu.


Fritz sendiri merasakan hasilnya sampai melihat tubuh indah Canaria terawat dan selalu beraroma wangi dan dirinya menggoda Canaria.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak sabar melihat buah hati kita lahir dari tempat kehangatan indah milikmu itu yang selalu aku rasakan begitu hangat dan tidak pernah bosan untuk merasakannya. "Kata Fritz yang juga menyentuhnya sedikit sambil menggoda Canaria.


"He-Hentikan, Fritz... Jangan sampai kau melakukannya di tempat ini, bisa-bisa repot jadinya." Kata Canaria yang malu di goda oleh Fritz dan sampai di sentuh bagian bawahnya itu.


Kemudian kedua tangan Canaria menarik bagian bawah pakaian renang itu sampai ke atas pinggangnya dan benar-benar begitu ketat di bagian bawahnya, karena dirinya yang tengah hamil dan pakaian renang itu begitu minim.


Fritz melihat lekukan bagian bawahnya itu yang membuatnya jadi terlihat imut dan lucu karena perut Canaria yang buncit.


Kemudian Canaria memakaikan pakian renang atasnya yang menutup buah dadanya yang tumbuh karena kehamilannya itu, dimana tentu secara alami seorang perempuan akan memproduksi ASInya selama kehamilan berlangsung dan ketika itu terjadi kepada Canaria.


Pakaian renang atasnya itu pun sedikit mengetat dan membuat sebuah bentuk yang sama seperti dada Canaria miliki.


"Fri-Fritz... Apa tidak terlalu minim, aku merasa ini terlalu ketat untukku, apalagi tubuhku tidak seperti sebelumnya yang sekarang tengah mengandung." Kata Canaria sambil menutup bagian bawah dan atasnya dengan tangannya karena merasa begitu ketat di tubuhnya.


Fritz kemudian mengambil kamera kecilnya untuk merekam dari tas hitam itu yang di balut pelindung dari air dan kemudian merekam istrinya yang sudah cantik dengan pakaian renang berenda tersebut.


"Tidak apa, Canaria. Kau sungguh terlihat cantik dan kita menikmati momen ini, momen berharga sebelum kelahiran buah cinta kita secara pribadi." Kata Fritz yang melihat wajah malu-malu Canaria dengan pakaian renang minimnya itu.


Kemudian Fritz menyodorkan kembali lengan kirinya untuk di genggam oleh Canaria.


Canaria memegang lengan berotot Fritz sambil tertunduk malu dengan pakaian renang yang di berikan oleh Fritz.


Fritz kemudian tiba-tiba memeluk tubuh Canaria dan mendekap kepalanya dengan lembut, "Tenang saja, Sayang. Hanya ada dirimu, aku, instruktur perempuan dan lumba-lumba berpasangan itu yang akan melihat kita, tidak ada yang lainnya, anggapo lah perempuan itu sebagai dokter yang nanti membantumu melahirkan buah hati kita, karena aku sudah menyiapkan keamanan yang tidak akan bisa di lihat selain yang ada di ruang kolam renang tertutup tersebut." Kata Fritz yang tengah memeluk dan mendekap tubuh Canaria sambil merasakan perut bucitnya yang hangat tersentuh oleh kulit tubuh Fritz.


Pelukan dan dekapan hangat itu membuat Canaria merasa tenang dan senyumnya pun hadir, "Fritz... Terima Kasih..."


Fritz melepaskan pelukan itu dan kemudian mencium bibir mungil Canaria sambil menapakan kedua tangannya di atas perut Canaria yang besar itu, "Much... Mari kita bersenang-senang seperti yang kau inginkan tadi dan juga bayi kita yang juga harus merasakan kebahagian ini dari Ibunya yang menginginkan hal tersebut, karena aku sudah mewujudkannya." Kata Fritz menatap wajah cantik Canaria.


Kedua mata Canaria berkaca-kaca dan ingin menangis, dimana hal yang paling di inginkan olehnya itu dan hanya mungkin beranggapan bisa terjadi di pikirannya saja, serakang bisa dirinya rasakan dan itu semua di wujudkan oleh suaminya yang begitu mencintai dirinya dan buah hati dalam kandungannya itu.


"Fritz... Sungguh aku benar-benar menyerahkan diriku kepadamu, karena kau selalu mewujudkan sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan akan terwujud." Canaria sampai meneteskan air matanya saking bahagianya dan memegang kedua pipi Fritz lalu membawanya mendekat ke wajahnya yang tengah berlinang air mata bahagia.


Ciuman hangat di berikan oleh Canaria dengan sedikit menjijit dan Fritz menerimanya dengan pasrah dengan dirinya sedikit membungkuk, perlahan kedua mata mereka terpejam dan sejenak menikmati ciuman cinta itu yang dimana Canaria benar-benar memberikan semua yang di butuhkan oleh Fritz, termasuk tubuhnya itu untuk mengandung benihnya yang sekarang menunggu kelahiran buah hatinya tiba.


Ciuman mesra itu pun di lepaskan oleh Canaria dan perlahan kedua mata mereka terbuka kembali dengan saling menatap dan senyum bahagia terpancar di wajah mereka berdua.


Fritz menyeka air mata kebahagian Canaria itu dari kedua pipinya dengan kedua tangannya, "Mari kita menikmati masa ini bersama, sebelum buah hati kita lahir." Kata Fritz dengan senyum tipis di wajahnya.


Canaria mengangguk dan senyumnya jauh lebih lebar di berikan kepada sosok tampan di hadapannya itu yang tengah menyeka air mata kebahagiaanya berada, "Iyah, ayo, Sayang."

__ADS_1


Canaria menggandeng lengan Fritz dan Fritz membuka pintu ruangan ganti itu untuk kembali ke kolam renang tadi mereka lihat, dimana sudah ada dua pasang lumba-lumba tengah menunggu mereka yang akan bersama bermain di dalam kolam renang tersebut.



__ADS_2