( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-28: Hari Penting ( 3 )


__ADS_3

Book 28.



Fritz dan kedua pengasuhnya itu, Kate dan Aurora berjalan di belakang dirinya keluar pintu kastil besar tersebut, dimana di halaman depan dekat pintu luar sudah tersedia 3 mobil sedan berwarna hitam dengan Driver dan pengawalan dari kubu Vampir Fritz yang berada di bawah kekuasaan dirinya.


Fritz naik ke mobil sedan yang berada di tengah bersama Naidan, Kate masuk ke mobil belakang dekat pengawalan mobil tempur yang tersedia bersama Riami, lalu Aurora masuk ke dalam mobil depan dengan Cayana.


Tepat di depan mobil yang di naiki Aurora juga ada mobil tempur khusus sebagai pengawalan.


Tentu itu semua Fritz yang mempersiapkannya agar ketiga anaknya aman, bahkan ada kelompok Vampir lain yang berjaga di area sekitar mobil dengan seluruh pakaian Jas hitam dari kekuatan mereka sudah berjaga.


Mereka yang berjaga di area bagian luar mobil yang akan melintas jika sewaktu-waktu ada masalah, maka mereka akan turun terlebih dahulu dan Fritz bisa bergegas langsung berteleportasi dengan cepat ke arah anak-anaknya dan membawanya pergi dengan kekuatannya.


Perlahan mobil itu pun bergerak menuju keluar gerbang utama kastil Fritz berada sebelum ke gerbang kedua yang berada di bawah bukit tepat kastil itu berdiri dengan penjagaan yang lebih ketat.


Cayana, Riami dan Naidan sedang saling bicara satu sama lain di dalam mobil, dimana ada sebuah kamera dan layar kecil yang menunjukan wajah-wajah mungil mereka yang tertangkap kamera dan muncul masing-masing di layar mobil yang ada tepat di belakang kursi depan berada.


Layaknya seorang anak-anak, mereka sangat gembiran untuk pergi ke pesta dan tentunya keluar dari dalam Kastil, karena Fritz sendiri sangat jarang mengizinkan ketiga buah hatinya untuk bermain di luar dan biasa ketika di saat Tahun baru dan peringatan kelahiran mereka yang juga sebagai peringatan kematian Canaria.


Suara sirine pun di bunyikan sebagai tanda rombongan Fritz berjalan di jalanan kota Kyoto.


Lalu....


Sebuah Helikopter mewah berwarna silver yang sudah di modifikasi dengan alat tempur serta keamanannya yang membawa Vassnorla tengah terbang dan sebentar lagi akan memasuki wilayah jepang dengan kecepatan sedang.


Fragetuel, Kakek dari Vassnorla tengah duduk bersama dirinya yang sudah memakai gaun serba putih tanpa pundak serta lengan, dimana lengannya sendiri di balut stocking tangan yang juga berwarna putih dan kemudian bagian gaun yang pendek serta stocking kakinya juga menyeluruh berwarna putih mempercantik tampilan Vassnorla.


Sepatu kacanya pun dirinya kenakan hingga terlihat begitu anggun dalam pesona gaun pengantin tersebut dengan kulit dan wajah eropanya yang begitu cantik.


Fragetuel sampai menangis melihat wajah cucunya yang tidak akan lama lagi akan menikah dan dirinya merasa bersyukur memiliki umur panjang, dimana dirinya bisa melihat cucu perempuannya yang tangguh itu menikah dengan manusia yang juga begitu sangat berpengaruh dalam aliansi ini.


Wajah Vassnorla penuh dengan make up alami, dimana bibir merah muda merona dan riasan cantik lainnya di wajah membuatnya jauh lebih feminim. dimana kepalanya juga sudah tertutupi tudung berwarna putih yang sejenak akan menutupi kecantikannya sebelum Hanjiro nanti membukanya.


"Kau sangat cantik, Cucuku... Huhuhuhu..." Fragtuel menangis terharu melihat cucunya yang begitu cantik di hadapannya ketika berada di dalam helikopeter mewah besar itu.

__ADS_1


"Sudah lah, Kakek. Kau sudah beberapa kali menangis setelah kita berangkat." kata Vassnorla yang tersenyum melihat tangisan Kakeknya dimana bibir merah muda meronanya terlihat tampak bersinar dari bawah tudung kepalanya.


"Orang itu sangat beruntung bisa mendapatkan dirimu, Sayang..." Fragetuel menyeka air matanya dengan sapu tangan putih yang ia keluarkan dari saku setelan jas di kanan dadanya.


Kedua orang tua Vassnorla sudah terlebih dahulu pergi dengan Helikopter berbeda, dimana mereka tengah membantu menyiapkan pesta pernikahan mereka yang terselenggara di taman kota Kyoto yang besar.


Vassnorla saat itu melihat ke arah jendela Helikopter yang ada di samping kirinya dan melihat daratan wilayah jepang sebentar lagi akan sampai, dimana sudah melewati beberapa kota bagian bawah di jepang dan akan tiba di Kyoto tidak akan lama lagi.


Sementara itu di tempat sebuah bukit yang begitu sunyi dengan juga ada sebuah kuil di dalamnya.


Terlihat saah satu kuil di sisi bagian terluar di area samping kanannya terbuka, dimana itu adalah akses masuk menuju ke tempat penelitian rahasia kota Kyoto.


Kemudian muncul sebuah mobil sedan berwarna hitam 3 buah melintas dari dalam, dimana yang paling depan di masuki oleh Prof Munakata, kedua adalah Han Roh, ketiga Kusanagi bersama bawahannya yang memerintah para samurai dan ninja untuk memata-matai untuk mengambil orang misterius yang di bawa oleh Perwakilan dari Asia itu.


Mobil mereka berjalan terpisah tanpa pengawalan setelah keluar dari sebuah desa yang tidak banyak penghuninya dan memang desa itu di huni oleh pegawai pekerja dari pusat penelitian kota Kyoto.


Lalu dimana Helikopter berwarna biru cerah tercampur warna silver terlihat terbang di atas samudra, dimana itu adalah Helikopter milik pemimpin Warewolf berada bersama sosok misterius tersebut berada.


Terlihat Lavia yang tengah duduk di kursi dekat jendela Helikopter di sisi kanannya tengah memandangi lautan samudera yang luas.


Dante, Pemimpin Warewolf itu duduk di sampingnya dengan setelan jas putih serta juga ada motif biru di beberapa sudutnya.


Dirinya tengah saling menggenggam dengan telapak tangan kiri Lavia yang dimana dirinya merasa tidak ingin di genggam dan berada di dekatnya.


Namun hal itu terpaksa ia lakukan karena suatu ancaman dari dirinya.


Dante melirik ke arah kanan tepat Lavia duduk dan memandangi samudera yang luas dari dalam helikopter mewah itu.


"Bersandiwara lah seperti seorang yang sudah memiliki suami di hadapan semua orang, Lavia. Asalkan kau tidak macam-macam, maka aku juga akan tidak akan macam-macam dengan tamu yang ada di sana." Ancam Dante dengan senyuman di bibir berwarna biru cerah dengan kulit yang begitu putih.


Lavia langsung melirik ke arah kiri dengan wajah sinis melihat wajah Tampan sosok laki-laki yang sudah menghamilinya itu.


"Aku akan lakukan apa yang kau minta, asalkan kau jangan melakukan hal apapun kepada orang-orang di sana." Kata Lavia kepada Dante dengan wajah sinisnya.


Tiba-tiba Dante mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Lavia dengan sedikit memiringkan tubuhnya ke arah kanannya.

__ADS_1


"Muchh..."


Ciuman hangat itu sedikit membuat rasa hangat dalam tubuh Lavia dan Dante sendiri.


"Walau aku tidak peduli pada dirimu, tapi tubuhmu itu benar-benar tidak ada duanya bagiku, Lavia. Selamat atas kehamilan benih yang aku berikan pada dirimu itu, aku menantikan bagaimana kau akan melindungi mereka ketika aku mencoba untuk menggugurkannya." Kata Dante dengan senyum menyeringai jahatnya.


Lavia langsung menjauhkan wajahnya dari pandangan Dante dan dirinya mengepalkan kedua telapak tangannya yang di taruh di atas bagian bawah gaunnya.


"Kalau pun aku harus melawan dirimu yang tengah membuahi rahimku, akan aku lakukan untuk melindungi mereka." Kata Lavia dengan wajah penuh keseriusan, dimana dirinya bertekad melindungi kehidupan yang ada di rahimnya, walau dirinya juga sebenarnya tidak ingin hal itu terjadi.


Namun karena sudah berada di dalam dirinya dan mereka hanya korban dari keganasan nafsu Dante, Lavia tidak ingin mereka menjadi korban, dimana dari awal memang kehamilannya itu benar-benar resmi dalam tradisi para Warewolf, Dante Ayah sah benih tersebut, dimana mereka berdua sudah melangsungkan pernikahan sebelum secara resminya di dunia manusia dan Dante akan mengungumkannya setelah upacara pernikahan Hanjiro selesai.


Kemudian Dante beranjak dari kursinya dan menuju ke bagian belakang Helikopter yang mewah itu, dimana dirinya keluar dari ruangan kursi tersebut dekat pilot berada untuk menemui sosok tinggi besar itu.


Ketika Dante membuka pintu yang menghubungkan sisi depan dan tengah Helikopter mewah itu, terlihat sebuah cahaya terang nampak dan dirinya melihat sosok itu telah berubah menjadi sosok manusia dengan rambut emas bergelombang panjang sampai ke dadanya dan bola mata yang seperti pelangi cerah.


Dirinya memakai gaun panjang dengan beberapa kumpulan bulu halus putih di beberapa sudut gaunnya berwarna putih dan beberapa ada bagian sisi warna emasnya dengan kulit putih bersih serta daun telinga atasnya lancip seperti bangsa Elf pada umumnya.


"Apakah sosok ini tidak mencurigakan untuk pandangan manusia atau lainnya?" Tanya sosok itu yang tengah berubah tingginya jauh lebih kecil dari Dante dan juga Lavia.


"Kau terlihat seperti anak kecil, tapi tidak apa." Kata Dante kepada sosok yang tengah berubah wujud seperti perempuan itu dengan gaun putih berbulu serta ada beberapa motif emas di beberapa bagian sudut dan bulu-bulunya.


Sosok itu menatap serius Dante.


"Aku akan menyembunyikan kekuatanku dalam wadah kecil ini sampai selesai urusan kita, aku tidak ingin mengejutkan mereka." Kata sosok itu.


"Aku serahkan istriku kepada dirimu." Tersenyum Dante dan dirinya tidur di sebuah sofa bludru berwarna putih panjang di ruang sebelah sebelum dirinya datang dimana Lavia di tinggal sendiri olehnya.


Sosok itu duduk di kursi sofa singel bludru berwarna putih dan menatap serius wajah Dante yang terlihat masih muda dan sangat tampan.


Dimana dirinya membaca perasannya kalau sebenarnya Dante itu memiliki perasaan kepada Lavia.


Namun dengan caranya yang seperti itu.


__ADS_1


__ADS_2