( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-23: Kenangan musim gugur 2.


__ADS_3

Book 23.


Kate melihat kemesraan dari sosok Vampir dan Manusia yang ada di hadapannya.


Canaria meyandarkan kepalanya di dada Fritz dan Fritz mengelus-elus lembut kepala Canaria yang tengah memeluk menyamping di pangkuan dirinya.


"Apakah Manja mu kembali hadir, Sayang." Tanya Fritz melihat wajah Canaria yang masih setengah mengantuk itu di pangkuan pelukannya.


Canaria mengangguk lemah dengan hadir senyum tipis di bibirnya dan sejenak kedua matanya terpejam menikmati hangatnya tubuh Fritz serta dingin angin seopo-sepoi dari jendela ruang tamu yang terbuka.


Fritz membiarkan sejenak Canaria berada di pangkuan serta pelukannya, karena dirinya juga terlihat nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Fritz.


Apalagi dengan kondisi Canaria yang sedang hamil, tentunya itu akan sangat di butuhkan untuk menyamankan dirinya dari mood yang terkadang berubah-ubah.


Kate tersenyum tipis sebelum dirinya pergi ke meja dapur dan duduk di sana sambil membawa secangkir teh melati yang sebelumnya ia buat untuk di minum pada pagi yang mulai dingin itu.


Fritz memeluk lembut tubuh Canaria sambil mencium pipinya dan menggoda perutnya yang besar saat itu hingga Canaria tersenyum dan tubuhnya merasa geli.


Lalu setelah mood manjanya usai, Canaria beranjak dari pangkuan Fritz dan makan bersama dirinya sambil menonton sebuah televisi yang menyiarkan acara hiburan pagi.


Sampai setelah selesai makan, Canaria kembali harus meminum obatnya yang secara rutin dirinya harus minum setiap harinya dengan jeda dua kali sehari, antara pagi dan malam.


Fritz mengambil obat itu dan membantu Canaria untuk meminumnya sambil duduknya sedikit di hadapkan ke arah Canaria.


Fritz memberikan obat-obatan itu ke dalam mulut Canaria satu persatu dengan tangan kanannya dan Canaria minum bersamaan dengan air mineral yang tersedia di atas meja ruang tamu itu.


Sampai tiba di obat terakhir, Fritz menaruhnya di lidah miliknya dan Canaria melihat itu.


"Fritz... Humm..."


Canaria menggelembungkan kedua pipinya dan menatap dengan wajah sedikit kesal kepada Fritz.


Fritz tersenyum tipis melihat wajah istrinya yang seakan sedikit kesal, karena tentu Fritz melakukan itu karena ingin merasakan ciuman yang di berikan oleh Canaria.


Wajah Canaria memerah dan dirinya melirik ke arah belakang kirinya untuk melihat Kate yang tengah santai minum secangkir teh dan memakan kue manisan srtowberry di atas mejanya.


Kate balik melihat Canaria dan dirinya tersenyum.

__ADS_1


"Dia suamimu, Canaria. Anggap saja aku tidak ada di sini." Kata Kate kepada Canaria.


Canaria tersenyum tipis dan kembali pandangannya ke hadapan Fritz, lalu membuka sedikit mulutnya untuk mengambil obat berwarna merah muda berbentuk oval itu di atas lidah Fritz yang keluar dari dalam mulutnya.


Canaria perlahan merapatkan kedua bibirnya ketika lidah Fritz sudah berada di dalam mulutnya dan dirinya merasakan obatnya pun jatuh ke dalam mulutnya.


Saat itu lah Fritz memegang bawah rahang Canaria dan memberikan ciuman hangat saat lidahnya ada di dalam mulut Canaria.


Canaria menapakan tangan kanannya di atas perutnya yang besar itu dimana dirinya mengenakan dress putih pendek dan sejenak menikmati ciuman hangat itu yang seakan mengalir sampai ke dalam perutnya ia rasakan kehangatannya.


Kemudian Canaria melepaskan ciuman itu dan meminum obat terakhirnya dengan di bantu air mineral.


Belum lama setelah Canaria menelan obat itu, Fritz memegang belakang kepala Canaria dan menapakan tangan kanannya di atas perut Canaria sambil mengelus lembut dengan jari-jari lentik panjangnya dan ciuman bibir hangat itu kembali hadir.


Kepala Canaria sedikit di dangakan dan matanya terpejam kembali menikmati ciuman hangat itu sambil menaruh tangan kanannya juga di atas telapak tangan Fritz yang sedang mengelus buah hatinya yang berada di dalam rahim hangat milik Canaria.


Kate kembali tersenyum dan dirinya benar-benar tidak menyangka kalau sosok yang dahulu sempat mengenalnya hanya di waktu kecil, sekarang Fritz berubah menjadi sosok laki-laki yang begitu sangat menyayangi seorang perempuan yang ada di hadapannya.


Canaria kemudian kembali menyandarkan duduknya di dada kiri Fritz dengan tertunduk malu.


"Kau lah yang membuatku tidak pernah bosan, Canaria. Setiap apapun yang aku lakukan, kau membuatnya tidak membuatku merasa bosan, ekspresi serta kehangatan itu membuatku begitu nyaman dan menenagkan diriku." Kata Fritz mengelus lengan kiri Canaria yang halus itu saat dirinya menyandarkan tubuhnya di dada Fritz.


"Setiap paginya, kau tau apa yang selalu aku pikirkan saat melihat perutku yang besar ini, Fritz?" Canaria menatap lembut wajah Fritz yang ada di atas kepalanya dengan senyum manis tipis di bibirnya kembali hadir.


"Apa, Canaria?" Tatap balik Fritz ke arah bawah kirinya melihat wajah cantik istrinya itu.


"Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, bahwasnya aku tengah mengandung benihmu dan walau waktu kelahirannya masih lama, namun kenyataannya nanti aku akan menjadi ibu bagi buah hasil cinta kita berdua ini. Hehehe..." Kata Canaria dengan tawa kecilnya.


"Ketika aku terbangun dan melihatmu, aku juga seakan seperti mimpi bahwasanya sekarang diriku sudah memiliki istri yang cantik dan begitu sangat pengertian, sampai ini seakan masih terasa seperti mimpi, karena kau adalah manusia yang satu-satunya bisa mengandung benih dari Vampir, apalagi yang kau kandung adalah benihku, sebuah benih cinta yang sangat aku harapkan bisa memberikan buah cinta antara dirimu dan diriku, hal itu menjadi kenyataan sekarang dan aku tidak pernah memudar kesenangan itu, Canaria."


Canaria pun berbisik dengan senyum lebarnya ia perlihatkan ke wajah suami tampannya itu sambil memegang pipi kanan Fritz, "Aku juga tidak sabar menanti mereka lahir kedunia, Sayang. Hasil dimana buah cinta kita selama ini." Kata Canaria yang juga begitu sangat bahagia.


Seakan seperti sebuah kado hadiah yang harus menunggu waktu sampai bisa di buka dengan kejutan yang tidak tehingga, dimana kado tersebut adalah hasil buah cinta mereka.


Fritz memeluk Hangat tubuh Canaria dan dirinya juga tidak sabar ingin melihat keturunannya dari buah cintanya bersama Canaria yang cantik dan begitu sabar serta pengertian pada dirinya, apalagi dirinya adalah seorang manusia dengan darah sepesial.


Selama dalam mengandung itu, Fritz tentu tidak pernah meminta darah kepada Canaria, walau aroma darah di tubuhnya menggoda, namun ia salurkan ke dalam kehangatan yang selalu terkadang di minta olehnya kepada istirnya yang begitu juga sangat mencintainya.

__ADS_1


Ketika dalam kemesraan itu terjadi, Kate pun berbicara.


"Andai kata Fritz itu seorang manusia, pastinya dirinya tidak akan sanggup melakukan hubungan hangat itu setiap harinya, karena tentunya manusia itu memiliki batas." Kata Kate sambil meminum secangkir teh hangatnya tanpa melihat ke arah Fritz dan Canaria yang tengah berpelukan hangat di sofa ruang tamu.


Fritz yang sedang memeluk Canaria dan bisa melihat Kate dari arah ruang tamu tersenyum menyeringai bahagia.


"Aku bersyukur terlahir sebagai seorang Vampir, Kate. Karena bisa merasakan kehangatan dan memberikan kasih sayang kepada istrinya." Kata Fritz yang sejenak merasa kalau dirinya benar-benar beruntung bisa terlahir sebagai seorang Vampir dan menemukan cintanya yang begitu berbeda dari kebanyakan perempuan pada umumnya.


Kate melihat ke arah Fritz yang tengah berwajah menyeringai senang sambil memeluk istrinya yang cantik dan memiliki rambut bergelombang panjang berwarna coklat keemasan itu.


"Hei, perempuan dan laki-laki itu sangat berbeda dalam kehangatan, Fritz. Perempuan itu cukup menerima dan menikmatinya, apalagi tidak seperti perempuan, karena laki-laki hanya bisa sekali mendapat titik puncak itu, kecuali kita para bangsa lain. Canaria juga aku tau menikmatinya walau terkadang aku mendengar suara ringisannya kecil yang imut itu."


Canaria langsung tertunduk malu dan kedua pipinya semakin memerah saat di peluk oleh Fritz.


Fritz melihat itu dan perlahan pelukannya semakin erat dan menghangatkan tubuh Canaria sambil membela istrinya yang tengah malu itu.


"Tentu saja dirinya terpuaskan dan itu tidak salah, karena aku lah yang menjadi suaminya dan sampai bisa membuat dalam dirinya memiliki hasil dari hubungan itu, seorang bayi yang akan lahir dari hasil cinta kami berdua yang tulus dan begitu saling mencintai sama lain, aku yakin buah hati kami berdua juga merasakan kasih sayang yang selalu aku berikan kepada Ibunya yang selalu terhangatakan ini, benarkan kan, Sayang."


Fritz mengatakannya dengan begitu rasa bangga dan melihat ke awah wajah malu Canaria yang ada di dalam dekapan pelukan di dadanya yang sudah mengenakan setelan jas hitamnya dari kekuatannya tersebut.


Canaria melihat ke arah atas tepat wajah FRitz berada dan dirinya juga ikut bangga dengan apa yang di katakan oleh suaminya itu.


"Fritz... " Senyum menyeringai bahagia muncul di bibir mungil Canaria sambil memegang setelan jas hitam di dadanya dengan perasaan senang dan bahagia karena perkataan dari suaminya itu.


"Hanya kita berdua yang tau bagaimana rasanya dan menikmati rasa itu, Sayang. Aku tau pasti buah hati kita juga merasakannya melalui dirimu itu." Kata Fritz menatap lembut wajah cantik Canaria di dekapan tubuhnya.


Fritz kemudian mencium kening Canaria dengan penuh rasa kasih sayang.


Kate tersenyum kembali dan dirinya memang merasa tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan, apalagi ketika mereka saling mencintai satu sama lain.


"Dasar kalian berdua, setiap pagi ada saja hal romantis yang terjadi, walau terkadang memang aku juga yang menjadi pemicunya, apalagi tubuh Canaria itu selalu seakan seperti baru setelah aku dan dirinya mandi bersama dengan kekuatan dari bunga-bungaku, dimana kau pasti paham perbedaannya walau kehangatan itu terus terjadi. Hmmm..."


Kate kembali meminum secangkir teh hangatnya dan kaki kirinya ia taruh di atas kaki kanannya.


Fritz dan Canaria saling tersenyum dan tertawa di pagi yang indah tersebut.


__ADS_1


__ADS_2