
Book 18.
Dante menghampiri Eff cantik berambut putih berambut panjang yang ia ikat melingkar di belakang rambutnya dengan kedua mata mereka sambil terus menatap satu sama lain.
Dante duduk di tepi tempat tidur dan memegang dagu manis Elf tersebut dengan telapat tangan kirinya, "Kau benar-benar perempuan cantikku yang tidak berguna dan tidak ada yang menyaing." Puji Dante kepada Elf itu.
Elf tersebut memejamkan kedua mata dan tangan kanannya yang menggenggam erat selimut untuk menutupi tubuh cantik depannya sedikit gemetar.
Dante kemudian mencium bibir perempuan Elf tersebut dengan ciuman mesra di bibirnya sambil menggenggam tangan kanannya yang gemetar itu.
Perlahan kedua mata Elf tersebut terbuka dan menikmati ciuman hangat dan genggaman dari Dante di tangan kanannya yang gemetar.
Kedua mata indah mereka saling menatap dengan jarak yang cukup dekat, sampai perempuan elf itu melepaskan selimut lembut yang menutupi bagian tubuh depannya dan memperlihatkan tubuh dirinya yang indah walau dadanya tidak terlalu besar.
Dante kemudian membaringkan tubuhnya bersama tubuh Elf tersebut di ranjang besar tempat tidurnya itu yang memiliki penutup di sisi-sisinya.
Kemudian Elf itu pun sudah dalam posisi terlentang di atas ranjang dengan Dante di atas tubuhnya tengah mengelus wajah cantiknya yang terlihat sedih.
"Bisa kah kau meninggalkan kami berdua dan aku akan menemuimu di ruang tamu tengah kastil." Kata Dante kepada sosok besar berjubah itu yang masih ada di dalam kamarnya.
"Aku paham, dasar." Sosok itu pergi dengan cepat dan menutup pintu dengan cara jalan yang seperti melayang.
Tersisa mereka berdua di kamar yang hangat dengan di luar pagi dengan tertutup salju.
Dante membuka kaki cantik putih dan indah milik Elf tersebut dengan kedua tangannya yang tengah di rapatkan olehnya, kemudian tangan kanannya merangsak masuk di tengah antara kedua kaki Elf tersebut.
"Ahhh.." Elf itu mengerang sambil merapatkan kembali kedua kakinya yang sudah ada tangan Dante di tengahnya.
Dante tersenyum dan melihat reaksi Elf tersebut saat tangan kanannya tengah berada di dalam dirinya.
Wajah cantiknya yang meringis dan desahan kecil keluar dari bibir manisnya itu membuat Dante bergairah.
Elf tersebut meronta sambil menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan serta mencengkram seprai di atas ranjang itu dengan terus kedua kakinya coba rapatkan.
Sampai Dante merasakan tangannya basah dan hangat, baru lah dirinya mengeluarkannya dari dalam tubuh Elf itu.
Dante memperlihatkan cairan bening di tangan kanannya kepada Elf tersebut yang tengah mengigit jari tangan kanannya di bibir mungilnya dengan wajah memerah malu-malu.
"Aku akan memberimu lebih dari ini, Perempuan Tidak berguna. Bersihkan tangan kananku ini dari cairan kehangatanmu." Kata Dante menyuruh Elf tersebut membersihkan tangan kanannya dari cairan bening itu dengan wajah sinis.
Elf tersebut membangunkan tubuhnya dan menggenggam lengan kanan Dante dengan kedua tangannya, kemudian membersihkan cairan bening itu dengan lidah dan mulutnya yang mungil itu.
Dante mengelus kepala Elf tersebutdengan tangan kirinya di saat jari-jari tangan kanannya tengah di bersihkan oleh lidah dan mulut Elf itu.
__ADS_1
Elf itu melihat wajah Dante dan Dante juga melihat wajah cantiknya yang tengah membersihkan tangan kanannya itu.
Dante pun menarik tangannya dan langsung perlahan membuka setelan jasnya dan ia taruh di atas lantai dan kemudian celana panjang serta sepatu yang ia kenakan rapih di pagi itu.
Gordeng di ranjang itu di tutup semuanya dan hanya memperlihatkan siluwet dari mereka berdua jika di lihat dari luar.
Elf itu di sandarkan di atas kepala tempat tidur dengan kedua kaki terbuka dan terlihat Dante seluruh tubuhnya sudah di penuhi bulu serigala berwarna putih dan biru cerah seperti matanya serta otot-otot besar membentuk karena perubahan itu.
Elf itu melihat tubuh besar Dante yang melebihi tubuh kecilnya dengan wajahnya sudah seperti serigala pada umumnya Warewolf.
Ekornya pun terlihat tegas dan memiliki juga bulu yang indah.
Kedua kakinya menjadi berotot dengan di penuhi bulu halus.
Dante mencengkram pinggang Elf tersebut dengan satu tangan kanannya dan tangan kirinya menggenggam pundaknya.
"Mari kita mulai permainan yang sesungguhny." Kata Dante dengan wajah serigalanya dengan senyum di kedua mulut besar bergigi tajam.
Elf itu melihat bagian inti dari Dante yang ikut berubah lebih panjang dan besar, dimana terlihat juga urat-urat dari dalam miliknya yang seakan begitu kuat seperti bagian dari otot-ototnya.
Dengan rasa pasrah sambil mencengkram bantal di bawah kepala Elf tersebut, Dante pun memulai hubungan hangat itu.
"Hmmmmppp..." Elf itu merasakan sesuatu yang hangat masuk secara perlahan sambil pinggangnya di cengkram.
Elf tersebut sesekali mengangkat kepalanya dan merasakan permainannya yang selalu ia rasakan setiap menjelang pagi selalu tidak seimbang.
"Aaaahhhh.... Ahhhh.. Ahhh..." Elf itu meronta namun merasakan nikmatnya kekuatan dari milik Dante yang benar-benar begitu tegap dengan urat-urat terlihat dari dalamnya.
Dante terus menggerakan bagian bawah tubuhnya dan menyaksikan wajah cantik Efl tersebut meronta dan mendesah dengan permainannya.
Sensai ruang yang begitu sempit di rasakan oleh Dante membuatnya selalu bergairah serta tidak lupa dirinya memainkan dada dari Elf itu.
Kemudian Dante mendekatkan moncong mulutnya ke wajah Elf tersebut dan menjilat bibirnya sampai masuk ke dalam mulutnya.
Elf itu merasakan liur dari Dante dan lidah panjangnya dari dalam mulutnya hingga dirinya terdiam dan saling memainkan lidah di dalamnya.
"Mnn.. Mnn.."
Dante terus menekan-nekan tubuhnya sambil mencengkram kuat pinggang Elf itu dan bagian atas kepala tempat tidur yang memiliki pembatas dengan tangan kirinya.
"Rhh,,, Rhh,," Dante mengerang kuat dan ingin menuju puncak.
Elf itu meronta dan menggenggam erat lengan kanan Dante yang penuh bulu lembut dan hangat dari kekuatannya.
__ADS_1
"Uhhhh... Uhhh... Ahhhh..."
Elf itu sudah tidak tahan dengan permainan Dante yang memiliki tubuh besar serta juga yang ia miliki, sampai kehangatan keluar dari dalam tubuh Dante dan masuk ke dalam tubuh Elf itu dengan sambil menekan-nekan lebih dalam.
"RAAAHHH... RAAHHHH... RAAAHHH.."
"AAAAAHHH... AHHHHH.... KYAAAHH..."
Elf itu terbaring lemah dengan nafas terengah-engah dan Dante memundurkan tubuhnya sampai kemudian ****** ***** mereka keluar dari dalam diri Elf itu.
Namun Dante belum selesai, dimana posisi kesukaannya belum ia rasakan.
Dante mengangkat tubuh Elf itu dan menyuruhnya untuk merangkah di atas ranjang dalam posisi diam.
Elf itu pun melakukannya dengan posisi merangkak di atas ranjang itu dan melihat kebelakang kanan tepat Dante juga sudah bersiap.
Kemudian kembali kehangatan itu masuk dengan dimana cairan sebelumnya masih tersisa di dalam ruang bagian bawah Elf tersebut.
Terdengar suara ringisan kembali dari Elf itu sambil mencengkram seprai di atas kedua telapak tangannya sebagai tumpuan tubuhnya agar tidak jatuh.
"HMMMPPP...."
Dante mencengkram kuat kedua pinggang Elf itu dan poisi kesukaan dari kebanyakan Warewolf terjadi.
Dante melihat punggung mulus Efl itu dengan kepalanya tertunduk-tunduk dan sesekali melirik ke arah ke belakang kanannya.
Suara desahannya selalu hadir saat Dante menekan lebih dalam bersamaan suara decitan dari ranjang besarnya itu.
Kehangatan itu benar-benar semakin hangat di dalam ruangan itu, dimana di luar kastil itu masih tertutupi salju seperti pada umumnya.
Lalu dante pun berbicara di sela permainannya itu, "Berikan aku keturunan yang luar biasa dari tubuhmu yang cantik itu... Raaaahhhhh..."
Elf itu mencengkram lebih kuat seprai di bawah telapak tangannya sambil kedua matanya terpejam dengan balasan desahan dari dalam mulutnya.
"Yhaaahh... Aaaahh.. Ahhh..."
Siluwet itu memperlihatkan Dante seperti serigala yang tengah menikahi pasangannya dalam posisi yang demikian dan terlihat ekornya menegak diam ke atas dalam permaian itu dimana perbedaan tubuhnya sangat jauh dengan Dante dan Elf yang ramping serta tubuhnya kurus itu.
Sementara di luar ruangan dalam kastil itu.
Sosok misterius tersebut sedang berdiri di dekat jedela sambil melihat cahaya matahari mulai nampak di atas langit wilayah yang penuh salju itu.
"Dasar mahluk hidup menjijikkan, bisa-bisanya aku di suruh menunggu dengan dirinya melakukan hal seperti itu untuk menurunkan keturunannya dari segumpal darah." Kata mahluk tinggi misterius itu dengan suara menggema.
__ADS_1