( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-4: Pangkalan Samudera Bawah Laut.


__ADS_3

Book 3-4


Hampir 5 jam perjalanan itu di tempuh dengan jarak yang cukup jauh dan dengan pendorong besar di belakangnya yang tentu mempercepat gerakan dari Helikopter tersebut.


Kemudian terdapat sebuah pangkalan pesawat besar datar berbentuk bulat di sisi-sisinya ada senjata pertahanan serta kubah bangunan di Beberapa tempat lainnya, dimana yang di kelilingi oleh lautan beserta beberapa Helikopter mirip yang di naiki Fritz dengan beberapa warna berbeda dan sistem pertahanan layaknya pangkalan militer pada umumnya.


"Kita akan mendarat, Tuan Fritz." Kata pilot utama yang mengendalikan Helikopter itu.


"Ya." Jawab singkat Fritz dimana dirinya juga melihat Hanjiro dan Profesor Munakata tengah berdiri di pinggir pangkalan tersebut yang begitu luas serta di kelilingi lautan samudra yang luas biru dengan sejauh mata memandang hanya air.


Helikopter milik Fritz mendarat mulus di bantu petugas pangkalan mengarahkan pendaratan itu yang memegang sebuah tongkat cahaya merah berkedip dan memakai helem serta kacamata hitam.


Hanjiro melihat hal itu dan jubah yang ia kenakan berhembus karena angin yang di hasilkan baling-baling Helkopter milik Fritz yang mulai mendarat secara perlahan dan mulus.


Kemudian terbuka lah pintu di kanan Fritz berada dan dirinya beranjak dari kursinya dengan Kate mengikutinya dari belakang turun dari Helikopter tersebut.


Hajiro menyambutnya dengan senyum ramahnya kepada Fritz, "Akhirnya kau datang juga, Fritz." Sapa ramah Hanjiro sambil memeluk Fritz.


Fritz memeluk balik Hanjiro dengan senyumannya.


"Kau datang lebih awal rupanya." Kata Fritz.


Pelukan itu di lepas oleh Hanjiro dan mereka berdua saling menatap layaknya teman baik, "Begitu lah, karena kami juga jarang mendapatkan kesibukan, apalagi setelah aku di pilih sebagai wakil utama dari Manusia, pekerjaan ku sebagai ditektif lapangan di kepolisian telah di berhentikan." Keluh Hanjiro.


Kemudian terlihat beberapa petugas pangkalan besar itu membawa sebuah selang khusus untuk mengisi bahan bakar Helikopter milik Fritz dan mendinginkan mesinya dengan sebuah cairan khusus seperti dingin alkohol yang di berikan kepada kulit manusia.


Fritz menepuk pundak kiri Hanjiro, "Kau memang pantas mendapatkan posisi ini, lagi pula kita menjadi dekat karena posisi sebelumnya, dimana sekarang aku mewakili bangsa Vampir."


Hanjiro tersenyum lebar dan balik menepuk pundak kiri Fritz, "Setelah pertemuan ini, aku ingin mengetes kemampuanku yang sudah terbilang cukup memumpuni untuk menandingi kecepatanku." Ajak Hanjiro untuk bertarung mengetes kemampuan dirinya dengan Fritz.


Fritz tentu menerima tantangan itu dengan sedikit ada taruhan kecil sebagai hiburan, "Kalau kau memang bisa melukaiku, maka aku akan memberimu hadiah, tetapi jika tidak, maka belikan lah anak-anak ku mainan untuknya." Kata Fritz dengan perasaan senang.


Hanjiro tersenyum lebar, "Hei-hei... Tanpa hadiah pun aku juga pasti akan membelikan mereka mainan yang mereka suka."


Kemudian Prof Munakata datang dan ikut bicara, "Kami juga sudah menyiapkan hadiah untuk ketiga anakmu, karena kami juga berencana untuk berkunjung setelah pertemuan ini selesai."


"Begitu rupanya, kalau begitu pintu kastilku akan terbuka lebar untuk kalian." Kata Fritz.


Kemudian Kate yang berada di belakang Fritz ikut angkat bicara, "Pasti ditektif itu cuma ingin cari muka dengan Vassnorla."


Prof Munakata tersenyum, "Hahaha... Kau ada benarnya, Kate." Kata Prof Munakata.


Hanjiro memasang wajah malu dan dirinya memang ada ketertarikan dengan Vassnorla yang wajahnya agak ke eropa dengan rambut terkuncir pony tail berwarna blonde.


"Bisa tidak kalian sedikit saja tidak menggodaku tentang masalah tersebut, lagi pula umurku sudah cukup untuk berkeluarga." Kata Hanjiro dengan malu-malu.

__ADS_1


Fritz kemudian tersenyum lebar, "Kalau kau memang tertarik dengan dirinya, segeralah menikah dan pengasuh anak-anak ku akan berkurang satu ketika dirinya pergi di bawa olehmu."


"Tidak apa bukan kalau aku membawa anak laki-laki mu untuk aku asuh bersama Vassnorla." Kata Hanjiro.


Dengan wajah tegas dan senyum tipis, Fritz menjawabnya dengan penuh ketidak setujuan, "Langkahi dulu mayatku kalau kau berani-berani mengambil salah satu anak ku walau untuk kau asuh."


Prof Munakata dan Kate tersenyum, dimana Hanjiro memang menggoda Fritz dan pastinya dirinya juga tidak akan pernah menyerahkan anak-anaknya keluar dari pengawasannya, walau ke teman dekat sekali pun.


Karena sudah jelas anak itu adalah anak dari buah cintanya dengan sosok yang ia cintai.


Kemudian tiba-tiba pangkalan itu tertutupi sebuah kubah transparan sampai menutup dari bagian luar yang kemudian pangkalan itu perlahan turun secara perlahan ke dalam air dan kubah transparan itu memperlihatkan air laut yang mulai menutupi pangkalan udara tersebut.


Hal itu karena memang di sengaja dimana ada sebuah Base utama di dalam laut tersebut yang secara tersembunyi.


Pangkalan itu terus turun sampai akhirnya berhenti dan ada gerbang besar yang terbuka untuk para perwakilan masuk ke dalam Base tersebut, dimana tempat itu memang seperti markas kokoh dalam air, sampai ada beberapa kaca tebal yang memperlihatkan kondisi kedalaman lautan di dekat wilayah selatan itu yang tentunya tidak terlalu dalam.


Hanjiro, Fritz, Prof Munakata dan Kate berjalan masuk ke ruangan menuju lorong besar bercahaya biru itu dimana di sisi-sisi lorongnya ada kaca langsung yang memperlihatkan kedalaman laut tersebut yang sedikit gelap.


Bukan Hanya Fritz dan Hanjiro sebagai perwakilan, tetapi dari bangsa pemimpin lainnya sudah terlebih dulu datang dan mereka berdua paling terakhir, dimana pangkalan itu sekaligus turun membawa mereka, karena ada sebuah lift khusus yang jika ingin masuk terlebih dahulu ke markas besar pertemuan itu yang sama seperti pangkalan itu di beberapa sisinya.


Maka itu terlihat sedikit sepi, karena yang lain sudah lebih dahulu datang ketimbang Fritz dan Hanjiro.


Mereka berjalan di lorong besar dengan lampu-lampu berwarna putih menyinari di atas lorong tersebut dengan suhu yang di sesuaikan, karena perairan itu cukup dingin, apalagi jika sudah berada di kedalaman 500 meter.


Seorang perempuan berjas hitam dengan rok ketat serta stocking hitamnya mengarahkan Fritz dan Hanjiro menuju ke ruangan pertemuan di bagian paling dalam.


Namun mereka akan membantu dalam penanganan hal apapun seperti bencana atau lainnya di dunia.


Para Ilmuan itu berasal dari seluruh dunia, dimana tidak seperti sebelumnya ketika Godfather di bangkitkan kembali di wilayah Kyoto dengan banyak ilmuan jepang dan sedikit ilmuan orang luar.


Namun setelah kembali di bentuk, mereka yang ingin bekerja dengan penelitian apapun akan di terima, dengan catatan tidak boleh membuat senjata apapaun atau bilogis untuk memasok ke dunia atau negara lain.


Karena itu fasilitas tersebut di perketat namun memiliki sesuatu yang memumpuni, seperti gaji yang besar, santai dan tidak terikat jam waktu.


Karena sebenarnya para ilmuan dari beberapa negara itu lebih ingin melihat bangsa lain dan mereka seperti hidup di dunia fantasi pada kisah-kisah film yang ada di layar lebar.


Bahkan ada yang begitu Fans dengan bangsa Vampir sampai menjalin cinta dengan mereka.


Fritz dan Hanjiro melewati bagian lobby besar dengan banyaknya berlalu lalang para ilmuan dunia memakai jubah putihnya dengan catatan serta kacamatanya yang mereka kenakan menuju ke ke beberapa lorong lainnya di markas tersebut.


Perempuan pemandu untuk Fritz dan Hanjiro mulai ke tempat lorong khusus yang memiliki pintu yang bisa di akses olehnya dengan penditeksi berlapis, seperti retina mata, sidik jari, pengenal struktur wajah, password Id dan juga liur dari mulut.


Setelah perempuan itu melakukan semua metode keamanan, pintu itu terbuka dan mempersilahkan Hanjiro, Prof Munakata, Fritz dan Kate masuk ke sebuah lift misterius.


Setelah mereka masuk, lift itu bergerak tidak cuma ke bawah dan ke atas, tetapi juga ke samping kiri dan kanan, kedepan juga kebelakang, untuk mencapai tempat pertemuan yang rahasia itu.

__ADS_1


Setelah menunggu sekitar 1 menit, pintu lift itu terbuka dan terlihat sebuah ruangan besar layaknya ruang pertemuan khusus berwarna hitam dengan cahaya lampu redup dan meja besar berwarna putih dimana ruangan besar itu tertutup tanpa jendela serta ada layar besar di ketiga sisi ruangan besar itu.


Fritz dan Hanjiro keluar dari lift tersebut dan terlihat beberapa pemimpin dari bangsa lain dan manusia sudah berkumpul di ruangan besar dan mewah itu, walau belum semuanya duduk di bangku yang tersedia di meja tengah berwarna putih dengan komputer Virtual di tengah mereka.


Namun dengan fasilitas seperti layaknya di sebuah restoran dengan ada beberapa makanan serta air mineral, tempat itu benar-benar cocok untuk pertemuan besar.


Fritz melihat pemimpin suku Viking dengan ototnya begitu besar layaknya sebuah tokoh dalam film luar bewarna hijau, namun di belakangnya ada sebuah perisai baja berbentuk heksagonal dan kapak lipat yang juga tidak kalah besar di punggungnya, dimana mereka tengah memakan makanan daging domba yang di panggang di sudut ruangan besar itu bersama wakilnya.


Lalu ada pemimpin bangsa Dwar yang dengan ciri khasnya mereka tidak terlalu besar dan tinggi seperti manusia bersama wakil perempuannya tengah meminum kopi di sebuah tempat penyedia kopi di sebelah kanan ruangan tersebut dengan duduk santai di dekat penyedia kopi itu.


Kemudian ada Pemimpin laki-laki dari bangsa Elf yang seperti manusia tubuhnya, namun memiliki telinga ujung yang lancip seperti Aurora miliki dimana terlihat tampan dengan rambut hijau serta hidung yang sangat mancung kecil kedepan dan setelan jubah hijaunya mencirikan alam bagi mereka.


Pemimpin Elf itu sedang berbincang dengan wakilnya yang perempuan di dekat kursi mereka yang sudah di tandai dengan tanda nama di masing-masing tempat yang akan mereka duduki.


Fritz langsung duduk di tempat yang sudah tersedia untuknya, dimana di sisi kananya tentunya ada Elf dan di sisi kirinya ada bangku untuk pemimpin Dwarf.


Masing-masing memiliki 5 kursi di sisi seberang dan satu kursi tambahan untuk para wakil mereka dalam diskusi tersebut yang tersedia di belakangnya.


Hanjiro duduk tepat di tengah dengan di hadapannya tentu adalah Fritz.


Kate ketika itu meminta izin kepada Fritz untuk ke kamar mandi.


"Aku akan ke toilet sebentar." Kata Kate berbisik di telinga kanan Fritz.


"Bisa kah kau bawakan aku coklat hangat, karena pastinya ini bukan lah pembahasan yang ringan seperti sebelumnya." Suruh Fritz kepada Kate, dimana itu untuk merilekskan diri Fritz ketika meminum coklat hangat.


Apalagi hal itu menjadi kenangan dirinya ketika bersama dengan Canaria dahulu.


"Baiklah, akan aku bawakan setelah dari kamar mandi." Kate bergegas ke sebuah pintu yang terlihat ada toilet bergambar perempuan pada umumnya yang terpampang di toilet umum di luar sana.


Ruangan pertemuan itu benar-benar sangat komplit dan bahkan memang di buat untuk kenyamanan para pemimpin bangsa lainnya.


Ketika itu Pemimpin Elf yang ada di kanan dekat tempat duduk Fritz menegurnya untuk berbincang.


"Hei, Raja Vampir, apa rival abadimu tidak hadir juga dalam pertemuan untuk kesekian kalinya?" tanya ramah pemimpin Elf tersebut yang begitu tampan wajahnya dan kulitnya putih bersih dengan pakaiannya serba hijau dengan ada putih di beberapa bagiannya.


Pemimpin Elf itu membicarakan mengenai Pemimpin Warewolf/Manusia serigala yang juga terbagi dalam dua kubu.


Fritz dengan ramah menjawab sambil merliriknya dengan senyum tipis di bibirnya.


"Aku tidak tau dengan masalah tersebut, karena aku sendiri memiliki pikiran ku sendiri dan tidak memikirkan orang lain yang tidak terlalu penting dalam hidupku."


Pemimpin Elf itu pun tersenyum, "Padahal dirinya sudah di undang, tetapi memang Warewolf itu dari dulu adalah sosok yang angkuh, seperti pada umumnya serigala yang selalu terkesan berwibawa dan angkuh." Kata Pemimpin Elf itu yang menyindiri pemimpin Wareeolf yang tidak pernah hadir.


Bahkan saat itu wakilnya pun tidak turut hadir, dimana biasanya wakilnya selalu yang hadir dalam pertemuan itu.

__ADS_1


Fritz sendiri tidak tau alasannya, akan tetapi dirinya baru sekali melihat pemimpin Warewolf di pertemuan pertama kali terbentuk beberapa taun lalu dan terlihat wajahnya masih muda seperti Fritz.



__ADS_2