
Book 27.
Beberapa jam sebelum pesta pernikahan Hanjiro akan di selenggarakan.
Hanjiro sudah siap dengan setelan jas serba putih kayaknya mempelai pria dengan ada motif biru di beberapa sudut bagian pakaian setelan jasnya dan rambutnya tersisir rapih ke arah kiri yang sedikit menutupi luka yang ada di tengah matanya.
Dirinya tengah berdiri di sebuah kuburan jepang yang memperlihatkan di hadapannya sebuah nisan kedua orang tuanya yang telah lama tiada karena sebuah kecelakaan.
Hanjiro memberikan sebuah bunga dan Dupa yang menyala di atas kuburan nisan tersebut.
"Apakah kalian bisa melihat sekarang diriku yang telah dewasa dan menjadi sosok yang besar di mata dunia, Ibu, Ayah."
Tersenyum Hanjiro kepada kedua batu Nisan yang bertulisan nama Ayah dan Ibunya, dimana dirinya sekarang menjadi sosok yang besar dan berpengaruh dunia manusia dan bangsa lainnya.
Hanjiro sejenak berdoa dan kemudian dirinya langsung pergi ke sebuah mobil sedan berwarna hitam kendaran miliknya dengan driver seorang laki-laki tua yang bekerja di rumah mewah Hanjiro tengah menunggunya dengan setelan jas hitamnya.
Hanjiro masuk ke dalam mobil sedan hitam tersebut yang tengah di buka oleh driver pekerjanya itu dan kemudian setelah Hanjiro masuk, laki-laki tua itu menutup pintu belakang mobil sedan itu dan dirinya ikut masuk ke dalam mobil sedan tersebut untuk menjalankannya.
Sementara itu beberapa Helikopter dari para petinggi pemerintah jepang dan tentunya Kaisar jepang ikut di undang dalam perayaan tersebut, dimana penuhnya penjagaan ketat antara manusia dan Vampir dari kubu Fritz yang juga di utus untuk melindungi para tamu penting yang datang.
10 Anggota Godfather juga akan datang menggunakan helikopter khusus dan mereka tentunya juga di jaga dalam pengawalan ketat dari bangsa lain, serta jelas mereka akan datang di wilayah yang sudah di sediakan dan tidak dalam satu lingkup layaknya para pemerintah jepang.
Karena mereka lebih utama, dimana mencangkup masing-masing wilayah bagian yang menjadi perwakilan terhadap bangsa lainnya, dimana tidak sekedar ke sesama manusia saja.
Beberapa warga kota Kyoto bagian bawah kotanya serta yang di luar kota Kyoto banyak yang mengabadikan moment besar tersebut.
__ADS_1
Bahkan seperti layaknya sebuah jamuan besar petinggi penting, dimana setiap tamu penting akan di kawal oleh polisi dan bangsa lainnya, dimana hal itu yang menjadi daya tarik para warga.
Bahkan para pencari berita internasional pun ikut datang dan meliput walau tidak bisa mendekat dan di jaga ketat oleh militer jepang dan bangsa lainnya yang ikut berjaga.
Sirine mobil polisi dan alat berat seperti Tank serta Jet tempur pun ikut mengawal, dimana gemuruh langit Kyoto dari mesin jet yang datang beberapa menit sekali menjadi tontonan selingan di hari yang tidak biasa itu ketika menuju musim dingin tiba.
Lalu tepat di kastil tempat Fritz dengan Aurora dan Kate berada serta ketiga buah hati Fritz.
Mereka bertiga kompak memakai setelan pakaian serba putih dan Kate membuat sebuah hiasan mahkota dari kekuatannya untuk Cayana dan Riami, dimana terbuat dari akar serta bunga yang berwarna warni cerah mekar di setiap sisi luar akarnya.
Mereka berdua tampil cantik walau Riami tentunya harus di gendong oleh Kate karena kelumpuhannya yang tidak di ketahui.
Fritz kali ini sepesial mengenakan pakaian murni tanpa kekuatannya dimana setelan jas putihnya membuatnya semakin tampan dengan ada beberapa motif merah di beberap bagian setelan jas yang ia kenakan, seperti warna merah yang ada di luar kelopak matanya yang tipis.
Kate dan Aurora pun juga mengenakan gaun putih polos dimana Kate memakai gaun yang begitu tertutup dan rok panjang yang tidak mengembang serta bagian lengannya juga panjang.
Aurora menggendong Cayana dan Fritz sedang merapikan pakaian Naidan dimana dirinya harus berlutut karena tubuh mungil Naidan yang berumur 3 tahun tersebut.
Aurora mengguseli pipi Cayana sampai tertawa tebahak-bahak karena kegelian dan hal itu di lihat oleh Riami yang tengah di gendong oleh Kate dimana dirinya juga ikut tertawa melihat Kakaknya di guseli oleh Aurora.
Fritz dengan hati-hati membenarkan pakaian Naidan dan setelah selesai, dirinya menggendong tubuh mungil buah hati kedua dari Canaria itu.
"Yosh, sudah." kata Fritz yang menggendong tubuh Naidan dan dirinya kembali berdiri.
Kate melihat Fritz sambil menyeringai bahagia, dimana hari itu datang juga.
__ADS_1
"Aku akan memberikan hadiah untuk pernikahan orang itu dengan kekuatanku ini." Kata Kate dengan begitu bahagia.
Fritz pun balik tersenyum kepada Kate.
"Buat lah taman bunga yang indah di musim gugur ini yang juga cukup indah untuk hari baik ini, Kate." Kata Fritz.
Kemudian terdengar suara pesawat jet tempur yang melintas dua buah di atas langit kastil milik Fritz dan Naidan melihatnya dari jendela kastil besar yang sedang berada di ruang main mereka.
Aurora selesai mengguseli tubuh Cayana dan dirinya juga tersenyum bahagia dimana wajahnya juga cukup cantik dengan umurnya yang panjang seperti Kate dan Fritz.
"Kira-kira bagaimana yah rupa dari Vassnorla dengan gaun pengantinya." Kata Aurora.
Cayana, Riami dan Naidan belum memahami hal itu dan mereka hanya tau akan pergi ke sebuah pernikahan Mamah pengganti mereka bertiga.
Kate melirik ke arah kanan tepat Aurora perlahan berjalan ke arahnya sambil menggendong Cayana.
"Waktu itu kita pernah mendadani dirinya seperti perempuan feminim dan terlihat cukup cantik, yah pada dasarnya memang dirinya cantik dengan wajah identik dengan negara eropa pada umumnya." Kata Kate yang sejenak mengingat waktu mengasuh ketiga buah hati Fritz yang masih kecil itu, mereka bertiga tentunya seperti sudah menjadi sahabat dan saling bersenang ria bersama setelah mengasuh ketiga buah hati Fritz yang lucu-lucu itu sewaktu kecil.
Aurora pun sejenak mengingat ketika mereka masih berada di dalam tempat penelitian pohon rahasia besar milik Aurora tinggal dan menjadi tempat asuhan bagi buah hati Fritz agar aman dari dunia luar yang mencoba mengincarnya dan sekarang terbukti kemanannya.
"Oh.... Saat itu... Benar juga. Hehehe... Tapi kita belum tau bagaimana jika dirinya memakai gaun pengantin seperti apa dan bagaimana." Kata Aurora yang juga mengingat hal itu di dalam pikirannya.
Fritz kemudian melihat kedua pengasuhnya itu dan ikut tersenyum.
"Mari kita bergegas dan jangan sampai terlambat." Kata Fritz kepada Aurora dan Kate yang sudah cantik itu bersama kedua buah hati putrinya yang juga tidak kalah cantik dan imut dengan senyum manis bibir mereka seperti Canaria.
__ADS_1