
Book 21.
Setelah apa yang di berikan oleh Cyber Tiny kepada Prof Munakata dan juga kebetulan ada Han Roh.
Prof Munakata memilih sejenak untuk tenang dan menyelesaikan satu persatu masalah yang sebelumnya belum selesai.
Apalagi mendekati hari pernikahan dari Hanjiro yang tidak akan lama lagi terselenggarakan di sebuah Taman Kyoto yang sangat terkenal serta akan banyak tamu penting yang hadir, termasuk Archon Team serta Godfather lainnya.
3 Hari sebelum acara penyelenggaraan pernikahan Hanjiro dan Vassnorla.
Tepatnya larut malam di Kastil tempat Fritz berada.
Vassnorla yang tengah berada di depan pintu kastil luar Fritz berada meminta izin pulang kepada Fritz setelah anak-anak tertidur.
"Aku pulang dahulu, Tuan Fritz." Kata Vassnorla yang membawa sebuah koper besar di tangan kanannya berwarna hitam dan ransel putih besar di belakang punggungnya yang di dalamnya menyimpan senjatanya.
Fritz tersenyum dengan perasaan ikut bahagia mengenai pernikahan Vassnorla yang di adakan tidak lama lagi di Kyoto.
"Terima kasih yah, telah menjaga buah hatiku sampai mereka akhirnya bisa seperti sekarang." Kata Fritz dengan nada ramah.
Vassnorla pun tersenyum sambil mengingat masa-masa dimana dirinya bisa mengasuh anak walau harus di ajari dahulu oleh Kate dan Aurora.
"Aku sangat menikmatinya dan walau anak laki-laki tuan itu terkadang selalu menggunakan kekuatannya, tapi jujur saja aku senang mengasuhnya." Tersenyum bahagia Vassnorla.
Kate yang ada di sana juga pun merasa bahagia. "Nanti jika kau akan punya anak, maka kau sudah tau harus bagaimana mengasuhnya dan memahami mereka karena hasil latihan ini selama 3 tahun."
Aurora yang juga ada di pintu depan kastil luar memberikan semangatnya untuk Vassnorla, "Selamat menempuh hidup baru yah, Vassnorla." Kata Aurora dengan ramah.
Kemudian Kate dan Aurora memberikan pelukan hangat kepada Vassnorla sebelum dirinya pergi ke tempat tinggalnya di wilayah Sweden.
Mereka bertiga sudah seperti keluarga dalam 3 tahun itu, walau tinggal mereka di tempat Aurora berada, tetapi rasa kebersamaannya yang selalu hadir itu membuat kenangan indah bagi mereka bertiga, walau umur mereka tentu sangat jauh.
__ADS_1
Setelah pelukan haru dan sedikit ada tangisan bahagia sebagai seorang perempuan, Vassnorla pun pergi di kawal oleh dua orang dari penjaga kastil Fritz untuk pergi ke tempat Helikopter milik Fritz berada di dalam bukit luar kastilnya berada.
Malam dingin di musim gugur yang indah dengan angin sepoi-sepoi itu menerpa tubuh hangat Vassnorla serta rambutnya yang terkuncir pony tail.
Rasanya dirinya sangat berat untuk meninggalkan Kastil itu yang berisi 3 anak balita yang selama ini membuatnya ada hiburan dan tentunya Naidan yang dirinya asuh sudah seperti anaknya sendiri.
Sampai Vassnorla menamainya dengan Nadian untuk dirinya saja hingga pada akhirnya di ikuti oleh Aurora dan Kate, Fritz sendiri tidak masalah anaknya di panggil demikian.
Malam itu sedikit membuat sedih Vassnorla dan mengingat sebelumnya wajah Naidan serta yang lainnya tidur sebelum dirinya pergi.
Dirinya sengaja untuk pulang malam, karena ingin menghabiskan waktunya untuk bermain dengan ketiga buah hati Fritz sebelum pulang dan tidak melihat mereka beberapa hari kedepan untuk persiapan pernikahannya.
Ketika Helikopter milik Fritz mulai terbang ke arah wilayah Utara yang membawa Vassnorla untuk ke Sweden.
Mereka bertiga yang melihatnya dari bawah melambai ke arah helikopter yang terbang itu dan perlahan mulai menjauh.
Fritz, Kate dan Aurora kembali masuk ke dalam kastil setelah Vassnorla pergi untuk ke Negaranya menemui keluarganya sebelum hari pernikahannya tiba.
Kate menekan sebuah tombol di dinding kanan tepat ruang makan iu berada yang dimana itu adalah pemicu layar televisi itu keluar untuk hiburan di tengah malam namun dengan suara yang di kecilkan.
Sementara Aurora tengah membuat teh dan susu coklat hangat untuk Fritz minum, dimana itu adalah kesukaannya, tidak lupa membawa cemilan kecil seperti kue coklat dan manisan dari dalam lemari pendingin besar di sebuah dapur besar di dalam ruang kastil tersebut.
Setelah semua siap, Kate dan Aurora duduk di samping Fritz berada yang tengah menonton berita tengah malam.
Kate yang ada dis amping kiri tempat duduk meja dari arah Fritz meminum secangkir teha hangat dan memakan sebuah cake coklat dingin yang di bawa oleh Aurora, "Besok pasti mereka akan bertanya kemana Vassnorla berada." Tersenyum Kate.
Aurora pun tersenyum lebar senang ke arah Kate, "Benar sekali, Kate. Kita ini benar-benar sudah seperti di anggap Ibu bagi mereka bertiga, walau tentunya mereka sudah tau kalau Ibu yang sebenarnya ada di dalam tabung tersebut." Kata Aurora yang merasa senang anak-anak Fritz memang sudah menganggap sebagai Ibu mereka.
Fritz meminum coklat hangat buatan dari Aurora dengan perasaan tenang dan kehilangan pengasuhnya untuk waktu yang lama.
"Kalian bertiga sudah menjadi sosok yang baik untuk anak-anakku, tentu mereka sekarang menganggap seperti memiliki 3 orang Ibu yang selalu bermain dan menebar senyuman walau terkadang mereka sulit di atur." Tersenyum Fritz sambil mengingat masa-masa dimana waktu buah hatinya belum banyak mengetahui banyak hal.
__ADS_1
Dimana ada saja rasa jengkel dari Aurora, Kate dan Vassnorla, sampai pada akhirnya mereka memahaminya di umur yang masih terbilang muda itu.
Kate melirik ke arah kanan tepat Fritz berada dengan senyumnya, "Kau juga sudah menjadi ayah yang baik dan tidak pernah jauh dari mereka selama 3 tahun ini, Adikku." Kata Kate memuji Fritz.
"Tetapi aku belum banyak melakukan untuk mereka seperti layaknya seorang Ayah yang baik." Kata Fritz sedikit tertunduk dan senyum tipisnya hadir menandakan dirinya belum sepenuhnya menjadi Ayah yang baik.
Aurora tersenyum dan menunjuk dengan sebuah garpu di tangan kanannya untuk memakan kue yang ada di atas meja ke arah Fritz, "Hei, tanpa kau sadari, mereka senang dengan apa yang kau berikan kepada mereka, Fritz. Lagi pula sebagai seorang Ayah memang demikian adanya, kau cukup memberikan nasehat dan apa yang bisa kau berikan selama itu baik untuk mereka, kami yang mengasuh mereka tentunya dengan pendekatan diri kami sebagai seorang perempuan yang sudah lekat dengan yang namanya kasih sayang dan bisa membuat nyaman seorang anak." Kata Aurora yang kembali makan kue coklat di meja panjang itu.
"Benar yang di katakan, Aurora, Fritz. Kau itu memberikan apapun yang ingin mereka ingin kan, tetapi pada dasarnya sepertinya mereka itu memang mengambil dari sisi seorang Ibu yang telah mengandungnya selama ini." Kata Kate yang mengingat sifat Canaria yang tidak banyak meminta hal yang tidak berguna dan itu menurun kesemua anak-anaknya, dimana bahkan Naidan yang laki-laki seharusnya suka sekali dengan mainan merasa biasa saja dan tidak terlalu menginginkan sesuatu.
Apalagi mereka memang selalu di ajak bermain bersama selama ini, jadinya mereka malah lebih memilih banyak menghabiskan waktu senangnya dengan bersama-sama dan itu di dukung oleh Kate, Aurora dan Vassnorla yang membuatnya jauh lebih mengasikan.
Fritz pun merasakan hal itu dimana ketiga anaknya tidak banyak meminta kepadanya walau seperti yang di lihat Fritz selalu memberikan makanan yang mereka sukai atau mewujudkan pergi ke tempat rekreasi yang ingin mereka kunjungi di wilayah Kyoto ketika mereka bosan di kediaman Aurora dan bermain dengan mainan-mainan mereka.
Namun ketika pindah ke kastil itu, anak-anaknya lebih nyaman bermain di halaman kastil dan di dalamnya di bandingkan pergi keluar.
Fritz merasa bersyukur mereka bertiga mengambil sisi baik itu dari Ibu yang telah mengandung serta melahirkannya dengan selamat, walau sekarang dirinya telah tiada untuk selamanya.
( Catatan Penulis. )
Maaf yah kalau Penulis kurang update maksimal atau dengan kata-kata nya.
Penulis kurang fit dan beberapa hari ini memang sejenak istirahat, untuk refresing pikiran.
Tapi selalu di usahakan update kok dan tidak lebih dari 3 hari.
Jangan khawatir, selama nafas ini masih bernafas, Penulis masih akan terus update kok, kecuali memang jika sudah3 hari tidak update, itu ada masalah.
Sekian dan Terima kasih.
__ADS_1